Senandung Hati Jasmine

Senandung Hati Jasmine
EPISODE 58


__ADS_3

Orang Tua Jesika telah sampai ke rumah kontrakan, sesuai permintaan Jesika kemaren. Sesampainya di rumah kontrakan mereka baru mengetahui bahwa pernikahan putrinya telah gagal. Jesika masih berkurung di dalam kamarnya.


Nuri telah menceritakan semua kejadian kepada Orang Tua Jesika tanpa kurang sedikit pun sesuai yang diketahuinya. Setelah mendengar cerita dari Nuri, Orang Tua Jesika merasa lega karena pernikahan putri mereka gagal, sebagai Orang Tua mereka tidak ingin putri mereka menikah dengan lelaki yang sudah beristri.


"Terimakasi ya Nak Nuri sudah bisa membantu mengatasi semua, syukurnya ketahuan tidak sempat orang-orang berkumpul, kalau tidak apa gak lebih malu Jesika." Ucap Ayah Jesika


"Semua sudah dibatalkan ya kan Nak?" Tanya Ibu Jesika memastikan.


"Sudah Buk, pesanan makanan, Ustad dan tamu yang akan di undang malam nanti sudah di kabari, saya mengatakan akad nikahnya di undur sampe berkas-berkas selesai di urus di KUA. Saya berbohong kepada mereka untuk menutupi supaya Jesika tidak malu." Ucap Nuri kepada kedua Orang Tua Jesika.


"Untuk sementara waktu Ibu akan mengajak Jesika pulang ke kampung, untuk menenangkan pikirannya. Nanti kalau dia sudah bisa menerima kenyataan, gak apa-apa dia kembali lagi bekerja di sini." Ucap Ibunya Jesika kepada Nuri.


"Itu hak Ibu sebagai Orang Tua, dan saya rasa itulah yang terbaik saat ini buat Jesika, kalau pun dia tetap disini, saya yakin dia pasti belum bisa menguasai kesrdihan dan emosinya. Dan saya juga tidak bisa menemani Jesika dalam waktu dua puluh empat jam karena saya juga harus bekerja." Ucap Nuri kepada Orang Tua Jesika.


Orang Tua Jesika masuk kedalam kamarnya, mereka membujuknya untul ikut pulang ke kampung. Setelah dia sudah bisa tenang barulah dia kembali lagi ke kontrakan dan bekerja. Jesika tidak dapat menolak ajakan Orang Tua nya, dia tidak ada tenaga lagi untuk berdebat saat ini. Mereka berangkat malam ini juga dengan penyeberangan terakhir.


*


*


*


Suthan susah mengajukan surat permohonan mutasi ke kantor pusat, dia memohon untuk kembali lagi ke homebase. Setelah seminggu permohonan Suthan telah disetujui oleh Direktur perusahaan.


"Alhamdulillah...akhirnya kita pulang juga ke rumah kita ya Mas, Jasmine sangat senang sekali." Ucap Jasmine dengan bahagia kepada suaminya.

__ADS_1


" Iya sayang, semoga wanita itu tidak mengetahui tempat tinggal kita dan kita bisa hidup lebih tenang." Ucap Suthan.


"Mudah-mudahan ya Mas." Jawab Jasmine.


Hari-hari mereka terlalui dengan bahagia. Sudah sebulan mereka kembali ke rumahnya. Jasmine merasa tidak enak badan sudah seminggu ini. Tapi dia mengabaikannya, tapi hari ini benar-benar sudah tidak bisa lagi ditahannya. Seharian penuh Jasmine berbaring di ranjang dengan badan menggigil kedinginan. Sepulangnya Suthan dari kantor dia tidak melihat istrinya di ruang keluarga. Dari tadi Suthan memanggil tidak ada sahutan dari Jasmine. Sehingga Suthan membuka pintu rumah dengan kunci cadangan yang ada padanya.


"Sayang kamu dimana?" Teriak Suthan memasuki rumahnya.


Suthan langsung masuk kamar dan melihat istrinya terbaring di ranjang dalam keadaan menggigil.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Suthan panik melihat kondisi istrinya.


Dia memengang kening istrinya dan terasa sangat panas sekali. Jasmine tidak bisa menjawab pertanyaan Suthan karena dia tidak sadar, karena panas tinggi Jasmine mengigau. Suthan bergegas membopong tubuh istrinya ke mobil dan membawanya ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit dokter melakulan pemeriksaan.


"Selamat ya Ibu, Bapak, saat ini Ibu tengah hamil. dari pemeriksaan USG dapat dilihat janinnya diperkirakan usia delapan minggu." Ucap dokter yang memeriksa Jasmine.


Mendengar kabar gembira itu, Jasmine dan Suthan menangis haru, Suthan langsung sujud syukur sesaat mendengar berita ini. Hatinya sangat bahagia karena Allah telah memberi mereka kesempatan lagi memiliki anak.


Suthan berjanji akan benar-benar menjaga istrinya selama kehamilan ini, Suthan akan menyewa suster untuk menjaga istrinya selama masa kehamilan, Suthan tidak mau kecolongan lagi dan mengakibatkan hal buruk terjadi pada istri dan calon anak mereka.


"Apakah kondisi kehamilan istri saya sehat dok?" Tanya Suthan memastikan.


"Semua sehat Pak, Ibu mengalami demam karena respon tubuh Ibu terhadap sesuatu yang baru ada pada tubuhnya, kita akan memberikan obat untuk menurunkan demamnya. Dan satu kabar gembira lagi buat Bapak dan Ibu." Ucap dokter.


"Apa itu dok?" Tanya Suthan penasan.

__ADS_1


"Selamat sekali lagi ya, Ibu saat ini mengandung anak kembar." Ucap dokter.


Mendengar berita itu Suthan lagi-lagi mengucapkan Alhamdulillah bentuk rasa syukurnya terhadap Allah yang telah memberi mereka rezeki yang sangat besar. Jasmine juga meneteskan air mata karena sangat terharu atas nikmat yang dia dapatkan.


Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dilalui Jasmine dengan penuh bahagia menikmati masa-masa kehamilannya, dibantu oleh suami dan suster yang sengaja di sewa Suthan untuk merawat istrinya. Suthan tidak mau kecolongan lagi sepeti kehamilan pertama.


Sudah saat nya Jasmine melahirkan hari ini, Jasmine melahirkan dengan operasi caesar. Mereka tidak mau ambil resiko, karena bayi yang akan keluar bukan satu tetapi dua.


Dengan penuh perjuangan dan air mata akhirnya mereka memiliki anak juga, dan yang lebih menyenangkan anak mereka kembar. Setelah anak mereka lahir diketahui jenis kelaminnya satu laki-laki dan satu perempuan. Sudah lengkap rasanya hidup mereka dengan kehadiran kedua buah hati mereka.


Suthan menangis bahagia ketika mendengar teriakan tangis anak pertamanya dan lima menit kemudian disusul anak keduanya. Setelah bayinya dibersihakn Suthan mengazani anak-anaknya bergantian.


Setelah tiga jam diruang operasi dan observasi, akhirnya Jasmine dibawa keruang rawat inap. Senyuman indah selalu menghiasi wajahnya, apalagi saat melihat kedua bayi mungil mereka, bayi yang telah lama dinantikan, bahkan lebih dari sepuluh tahun.


Seminggu setelah kelahiran kedua bayinya, mereka mengadakan acara akekahan untuk menebus kedua bayinya. Karena bayi yang terlahir masih tergadai sebelum ditebus dengan menyebelih kambing sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah, atas rezeki yang amat besar ini.


Masa-masa pahit dalam hidupnya telah dilalui Jasmine dengan penuh air mata dan perjuangan. Dari dapat hinaan orang yang mengatakan dia mandul, dari dia keguguran dan dari wanita pelakor. Sekarang semua telah diganti dengan nikmat kebahagian dari Allah. Dan mereka mendapat langsung dua orang anak. Kebahagian yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.


*


*


*


Terimakasih teman-teman telah mampir di karya saya😁, semoga kalian puas membacanya ya, maaf kalau masih banyak kekurangan, karena ini adalah novel pertama saya dan masih dalam tahap belajar🤭

__ADS_1


__ADS_2