Senandung Hati Jasmine

Senandung Hati Jasmine
Episode 22


__ADS_3

Sudah beberapa bulan berselang dari kejadian keguguran yang di alami Jasmine. Tapi luka di hati nya yang kehilangan calon anak mereka masih membekas. Sampai saat ini Jasmine belum berhasil hamil lagi.


Jasmine dan suami nya sudah enam bulan terakhir rajin konsultasi ke dokter kandungan melakukan terapi untuk membantu kehamilan, tapi belum ada hasil yang memuaskan.


Jasmine sudah merasa putus asa dan menyerah, tetapi suaminya selalu memberinya dukungan dan motivasi supaya Jasmine tidak menyerah dan tetap berusaha.


Hari - hari yang di jalani Jasmine juga tanpa ia sadari banyak berubah. Yang biasanya dia adalah istri yang ceria penuh canda tawa, penuh perhatian tapi setelah keguguran itu, senyuman dan samangat hidup nya seakan hilang.


Berbagai cara telah suami nya lakukan supaya istri nya kembali hangat seperti dulu, tapi seakan sia - sia.


Jasmine seperti manusia hidup yang tidak punya harapan dan semangat untuk hidup. Dia tenggelam pada kesedihan nya saja, tanpa ia sadari ada juga orang yang terluka selain dirinya.


Siapa lagi kalau bukan Suthan suaminya. Suthan terluka pada dua sisi, dia kehilangan calon anak nya sekaligus kehilangan perhatian dan kecerian istrinya.


Istri yang hangat, yang selalu melayani diri nya dengan penuh kasih sayang, membantu mengurus berbagai kebutuhan nya, seperti makanan, pakaian dan hal - hal lain.


Sebelum kejadian itu Jasmine sangat teliti mengurus suaminya. Sebisa mungkin Jasmine menyempatkan membuat sarapan, mengurus pakaian, tas kerja juga sepatu suaminya. Semua itu telah tersedia sebelum suami nya pergi bekerja.


Beberapa bulan ini semua itu jarang dilakukan Jasmine, kadang dia buat sarapan, tapi dia lupa mengurus pakaian suaminya. Dia banyak melamun dan tidak fokus dengan semua rutinitas yang biasa dia lakukan.


Tidak jarang Suthan mencari sendiri dimana dasi dan pakaian dal** nya karena tidak mau menambah beban istrinya. Kadang juga Suthan susah payah mencari kaos kaki nya karena sebelumnya dia tidak pernah melakukan hal itu, semenjak mereka menikah semua itu istri nya yang menanganinya. Suthan hanya terima beres.


Tidak jarang Suthan mengajak istri nya jalan - jalan ke mall atau liburan untuk membantu mengatasi stres nya. Tapi Jasmine sering menolak hanya sekali - kali saja dia mau ikut karena desakan dari suami nya.

__ADS_1


Kadang Suthan berpikir bagaimana pun terapi yang mereka lakukan kalau mental dan pikiran istri nya belum stabil semua akan sia - sia.


Tetapi setiap jadwal pemeriksaan Jasmine selalu ingat karena ambisi nya untuk hamil lagi sangat besar.


Bahkan berhubungan intim mereka sekarang pakai jadwal, bukan karena naluri yang menggebu - gebu tapi hanya kewajiban sesaui tanggal yang di berikan dokter.


Suthan merasa tertekan dengan semua ini. Tidak jarang suthan sering ke cafe sendirian yang biasa dia tidak pernah melakukan itu tanpa ada istri nya di sisi nya.


Suthan sangat mencintai dan menyayangi Jasmine tetapi cinta itu sekarang seakan hambar, tanpa ada lagi perhatian dan kehangatan dari istrinya.


Suthan yang sudah berhenti merokok karena di larang istrinya sekarang mulai lagi menghisap rokok untuk mengurangi stres dan rasa jenuh nya.


Istri tempat dia biasa curhat masalah - masalah di kantor sekarang sudah tidak lagi, karena istrinya masih tenggelam dalam dunia kesedihan nya sendiri. Suthan sudah merokok lagi walau tidak di depan istri nya.


Terkadang Suthan pulang kerja agak larut malam sengaja berlama - lama di kantor, terkadang dia pulang kerja tidak langsung ke rumah karena dia harus singgah ke cafe dulu melepaskan penat nya dengan masalah - masalah pekerjaan.


Sesampai nya di rumah pun yang di dapati nya istri nya tapi bagaikan orang asing bagi nya saat ini. Istri nya kadang memasak dan kadang hanya pesan online saja. Tapi Suthan gak pernah mempermasalah kan itu. Yang penting istri nya jangan dalam keadaan menangis saat dia pulang kerja, yang akan memambah mumet di kepala Suthan.


Belum lagi Suthan tiap bulan mendapati istri nya histeris kalau sedang datang bulan. Dia sangat tertekan dengan kondisi seperti itu.


Segala macam bujukan Suthan kepada Jasmine terkadang tidak ada artinya. Jasmine merasa dirinya yang paling hancur saat ini. Dan Suthan sudah mulai jenuh dengan semua situasi ini.


"Apalagi yang harus aku perbuat supaya kamu kembali seperti dulu lagi, aku merindukan istri ku yang hangat dan penuh perhatian" gumam Suthan saat melihat istri nya yang tidur terlelap.

__ADS_1


Suthan tak jarang juga meneteskan air mata melihat kondisi rumah tangga nya saat ini.


Tak jarang di tengah malam Jasmine berteriak di dalam tidur nya karena bermimpi buruk. Dengan nafas terengah - engah Jasmine terbangun dan mendapati suami nya tidak tidur di ranjang.


Jasmine melihat suami nya tertidur di meja kerja dalam posisi masih duduk dan kepalanya di atas meja. Jasmine perlahan turun untuk membangun kan suami nya supaya pindah tidur ke ranjang.


Jasmine membelai rambut suami nya dan menangis.


"Maaf kan Jasmine mas, Jasmine belakangan ini tidak bisa jadi istri yang baik buat mas, jasmine berusaha sekuat mungkin untuk kembali seperti dulu akan tetapi hati Jasmine masih sangat terluka mas, Jasmine belum sanggub melupakana kejadian pada malam keguguran itu. Sampai detik ini Jasmine masih sering bermimpi buruk hal yang sama terjadi." Bathin Jasmine


"Sudah beberapa bulan ini kita rutin melakukan terapi tapi Jasmine belum bisa hamil lagi, Jasmine putus asa dan gak kuat lagi menahan penderitaan ini. Jasmine sadar sudah egois pada mas tapi Jasmine tidak bisa bersikap normal layak nya tidak ada masalah untuk saat ini." kembali hati Jasmine berkata dan air mata menetes di pipi nya tanpa suara karena takut suami nya bangun dan melihat kondisi nya yang lagi - lagi menangis. Jasmine juga berusaha tegar di depan suaminya, tetapi terkadang tidak bisa di sembunyikan nya.


Tidak jarang sumai nya melihat dia menangis. Dan dia juga tau suami nya ikut sedih melihat kondisi nya. Makanya sebisa mungkin Jasmine tidak menangis di depan suaminya.


Jasmine menyeka iar mata nya dan berusaha bersikap normal untuk membangun kan suaminya. Karena dia tidak mau saat Suthan membuka matanya dia dalam keadaan sedih.


"Mas ayo pindah tidur keranjang, nanti leher mas sakit" jasmine membangunkan suami nya perlahan dan berusaha tidak membuat Suthan terkejut.


Perlahan Suthan membuka matanya dan melihat istrinya berdiri di hadapan nya.


"Mas ketiduran ya" tanya Suthan saat kesadaran nya sudah ada.


"Ia mas, pindah keranjang ya" pinta Jasmine.

__ADS_1


Suthan melangkah menuju ranjang dan melanjutkan tidur nya. Jasmine tidak langsung menyusul tidur tapi dia melakukan sholat malam dulu, sebelum ikut melanjutkan tidur lagi.


Bersambung


__ADS_2