Senandung Hati Jasmine

Senandung Hati Jasmine
Episode 54


__ADS_3

Nuri kaget mendengar perkataan Jesika. Dia tidak menduga kalau Jesika akan menikah dengan Suthan yang jelas-jelas sudah memilki istri.


"Kamu masih sadarkan Jesi...bukan ngelindur mengatakan akan menikah besok malam?" Tanya Nuri yang masih dalam mode kaget.


"Ya aku sadar saratus persen dan seratus delapan puluh derajat." Ucap Jesika.


"Besok aku mau ambil libur tiga hari, setelah ini aku akan menelpon Pak Bos kita untuk minta ijin libur. Dan satu hal lagi, kamu bisakan minta tolong sama Fahri datang besok untuk jadi saksi pernikahanku." Ucap Jesika.


"Itu dia aku gak bisa pastikan, mana bisa kami libur dua orang sekaligus, siapa yang akan menangani dapur. Dan kamu tidak ingin kalau aku menghadiri hari bahagia kamu." Tanya Nuri yang masih penasaran kenapa Jesika tiba-tiba akan menikah besok malam.


"Yah gak mungkinlah kalau kamu gak ada besok. Sapa yang akan membantu aku mempersiapkan semuanya. Ya udah nanti biar aku minta tolong sama Bos kita biar Bpeliau saja yang akan jadi saksi besok." Ucap Jesika


"Baiklah...kita masih perlu bicara banyak nanti, aku masih penasaran kenapa kamu tiba-tiba mau nikah besok malam." Ucap Nuri


"Ya udah nanti kita cerita setelah kamu pulang kerja, sekarang aku mau menelpon Pak Bos dulu, jangan lupa pesanan lima belas porsi dangan lima macam lauknya dan jangan lupa minuman dan dessert nya." Ucap Jesika.


Setelah memutuskan teleponnya dengan Nuri, Jesika menghubungi Bosnya.


"Hallo Pak" Ucap Jesika sesaat atasanya mengangkat telepon darinya.


"Hallo Jesika...ada apa?" Tanya Bos nya


"Besok apakah Bapak bersedia jadi saksi pada acara akad nikah saya? " Tanya Jesika.


"Apa?? Kamu akan menikah besok? Kenapa mendadak??" Tanya Bos nya kaget.


"Bukan mendadak Pak, tetapi saya baru memberitahukan Bapak sekarang. Dan saya sangat berharap Bapak bisa jadi saksi pernikahan saya. Saya akan merasa sangat bahagia kalau Bapak bersedia." Jesika berusaha merayu Bos nya.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, jam berapa acara akad nikahnya?" Tanya atasannya.


"Jam delapan malam Pak, dan satu permintaan lagi, saya ijin gak masuk kerja selama tiga hari ya Pak." Pinta Jesika.


"Oke saya beri kamu ijin. Dan semoga semua berjalan dengan lancar ya." Ucap Bos Jesika.


"Terimakasi Pak" Jawab jesika dan minta ijin menutup teleponnya.


Semua sudah beres aku lakukan, untuk baju akad nikahnya, besok jam sepuluh aku akan ke toko untuk membelinya. Tinggal menunggu jawaban dari Pak Suthan bagaimana dengan istrinya. Saya akan menelpon beliau, tapi mungkin mereka masih berdebat saat ini. Saya akan menelponya besok pagi saja.


*


*


*


Jesmine keluar membukakan pintu rumah dalam keadaan mata yang sembab, karena menangis dari siang dengan perkataan Jesika yang menyakitkan tadi. Dia berniat mengatakan prihal itu kepada suaminya. Belum sempat dia mengucapkan kata-kata, Suthan sudah menyuruhnya berkemas.


"Sayang sekarang tolong kemasin semua baju-baju kita kedalam koper, Mas akan mengemasi berkas-berkas pekerjaan, jangan banyak tanya dulu karena Mas gak sempat untuk menjelaskannya saat ini. Nanti setelah semua selesai dan kita sudah pergi meninggalkan rumah ini Mas janji akan menejelaskannya tanpa kurang sedikitpun." Ucap Suthan dengan panik.


Suthan tidak mau menunda waktu untuk segera menginggalkan rumah mereka, dia takut besok Jesika akan menyusul ke rumahnya karena tidak hadir di acara akad nikah yang telah dijanjikanya tadi dengan berbohong. Dia gak mau Jesika akan membuat keributan yang akan mempermalukannya juga istrinya besok. Makanya Suthan berpikir lebih baik dia menghindari wanita halu itu. Bukan dia takut kepada Jesika, toh dia tidak pernah memberi harapan atau pun menggoda Jesika. Dia cuman tidak ingin Jasmine wanita yang sangat dicintainya akan malu dan terluka dengan kegilaan Jesika.


Setelah Jasmine selesai mengemasi semua baju mereka kedalam koper. Dia menanyakan kepada suaminya mereka akan pergi kemana.


"kita mau kemana Mas?" Tanya Jasmine penasaran.


"Nanti ya sayang Mas jawab, semua sepatu dan sandal juga dimasukkan kedalam mobil ya, jangan lupa barang-barang berharga lainnya jangan sampe ada yang tertinggal. Seperti surat-surat penting, semua berkas kerja Mas juga susah selesai Mas kemasin." Ucap Suthan.

__ADS_1


"Ia semua sudah masuk kedalam koper surat-surat dan berkas penting. Ituka semua ada dalam satu map." Jawab Jasmine tanpa mau berdebat.


"Semua bahan-bahan makanan dan bahan-bahan belanja bulanan masih banyak Mas, itu bagaimana?" Tanya Jasmine kepada suaminya.


"Biar saja disitu, besok Mas berikan kunci rumah sama rekan kerja, supaya dia ambil kemari buat keluarganya saja. Karena kita akan balik kerumah asal kita." Jawab Suthan.


"Apa benar Mas kita akan balik?" Tanya Jasmine dengan bahagia.


"Ia tapi untuk beberapa hari ini kita menginap di hotel dulu sebelum semua berkas kepindahan Mas selesai dari kantor." Ucap Suthan.


"Tapi kenapa kita harus nginap di hotel? Apa kontrakan rumah ini sudah selesai dan perusahaan tidak memperpanjangnya?" Tanya Jasmine panasaran.


"Nanti ya sayang Mas akan jelasin semuanya kalau kita sudah sampe hotel." Ucap Suthan.


"Nomor hp kamu buang saja ya, trus semua media sosial kamu hapus saja, kita akan ganti nomor kartu hp yang baru dan mengganti semua akun media sosial. Sekarang sebelum di buang kartunya hubungi dulu keluarga dan teman-teman dekat untuk menyampaikan kalau kita akan ganti nomor hp baru dan ganti semua media sosisal." Ucap Suthan.


"Untuk apa Mas, kenapa tiba-tiba seperti ini? Mas gak ada buat masalahkan, atau gak ada penggelapan di perusahaan?" Tanya Jasmine penasaran.


"Tidak ada masalah Mas dengan perusahaan, percayalah Mas gak pernah berbuat licik terhadap perusahaan. Mas akan jelaskan nanti, sekarang turuti dulu semua perintah Mas ini, semua demi kebaikan kita." Ucap Suthan meyakinkan istrinya yang kelihatan mulai panik.


"Baiklah Jasmine percaya sama Mas, tapi nanti setelah sampai hotel, Mas harus menceritakan semuanya tanpa kurang sedikitpun." Ucap Jasmine kepada suaminya.


"Ia sayang." Jawab Suthan untuk meyakinkan Jasmine.


"Kalau semua sudah beres, kita berangkat sekarang, kamu hubungi keluarga dan teman-teman dekat sambil kita jalan saja dan nanti kita akan berhenti untuk membeli kartu hp baru." Ucap Suthan kepada Jasmine.


Dan memastikan sekali lagi barang-barang mereka tidak ada yang tertinggal. Semua ruangan di rumah sudah diperiksa mereka berdua, dari kamar, ruang keluarga, ruang makan, ruang tamu bahkan semua kamar mandi juga di dalam mesin cuci, juga di ruang cuci setrika. Semua sudah beres dan tidak ada lagi yang tertinggal. Semua barang disusun di dalam mobil oleh Suthan dibantu Jasmine.

__ADS_1


__ADS_2