Senandung Hati Jasmine

Senandung Hati Jasmine
Episode 30


__ADS_3

Siang ini Jesika kembali menghubungi Suthan untuk mengingatkan supaya tidak lupa menemaninya untuk cekup ke rumah sakit.


Telepon Suthan berdering dan dia menganggkatnya. "Hallo, jangan kahwatir saya ingat nanti sore sepulang bekerja akan menemani kamu ke rumah sakit." Sahut Suthan sesaat setelah mengangkat telepon sebelum Jesika memulai pembicaraannya.


Sontak Jesika kaget dan menggerutu dalam hati, dasar pria dingin tapi nyolot juga. Tanpa basa - basi langsung aja ngomong inti nya. "Baik Pak saya hanya sekedar ingin mengingatkan takut Bapak lupa karena banyak pekerjaan." Dari seberang Jesika menyahut.


"Saya tidak akan lupa sama tanggung jawab saya, saya akan memastikan kamu benar - benar sembuh dan saya tidak akan mangkir." Suthan kembali membalas ucapan Jesika. Lalu melanjutkan mengatakan.


"Tunggu aja nanti sore, kamu bersiap saja biar saya tidak menunggu terlalu lama lagi, jam lima lewat tiga puluh menit saya usahakan sudah nyampe ke kontrakan kamu." Suthan menyampaikan permintaannya kepada Jesika.


"Baik jangan kahwatir Pak, begitu Bapak sampe saya pastikan sudah bersiap juga. Jadi Bapak tidak akan bete menunggu saya, dan satu hal Pak, boleh saya minta sama Bapak?" Tanya Jesika kepada Suthan.


"Apa yang kamu inginkan?" Jawab Suthan penasaran, apalagi yang diinginkan gadis ini, pikirnya.


"Bapak jangan serius kali kenapa dalam hidup ini, santai aja Pak, dunia tak akan berlari walau kita kejar, nikmati hidup dengan enjoy dan banyaklah tersenyum. Supaya hidup ini akan lebih indah untuk dijalani. Saya melihat Bapak bawaannya serius aja, sekali ngomong cuma yang perlu - perlu saja. Sesekali bolehlah humor, itu akan membuat hidup Bapak lebih ringan." pinta Jesika memberanikan diri kepada Suthan.


"Udah anak kecil gak perlu kau campuri urusanku, kamu masih kecil gak mengerti apa - apa tentang kehidupan ini. Cukup kamu duduk manis aja dan tunggu sampe nanti sore aku datang untuk membawa kamu cekup. Setelah kamu benar - benar sembuh aku pastikan tidak berhubungan lagi denganmu." jawab Suthan dengan marah karena merasa anak kecil mencoba menasehatinya. Lalu Suthan segera menutup teleponnya.

__ADS_1


Dasar pria arogan dan dingin, jelas - jelas aku melihatnya dalam keadaan tidak bahagia, bukannya senang dinasehati malah dia marah. Teriak Jesika sewaktu Suthan secara sepihak memutuskan sambungan telepon.


Lihat saja nanti aku akan pastikan kamu tidak akan lepas dariku, kamu akan terikat seumur hidup denganku. Enak saja bilang kalau aku sudah sembuh kamu akan memutuskan hubungan denganku. Aku akan melakukan cara apa pun untuk mendapatkanmu. Teriak Jesika lagi sangkin kesalnya kepada Suthan.


Jesika kehilangan akal sehatnya saat ini karena sedang jatuh cinta. Jatuh cinta kepada orang yang salah, kenapa salah yah karena dia mencintai pria yang sudah berisitri. Dan berambisi untuk mendapatkannya.


Jesika bersiap - siap berdandan untuk menyambut kedatangan Suthan karena waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, sebentar lagi Suthan akan menjemputnya. Waktu seakan bergerak lambat bagi Jesika hari ini karena tidak sabar menanti pujaan hatinya.


Dari siang tadi Jesika bolak - balik melihat lemari pakaian untuk mengenakan baju apa nanti. Sikapnya seolah - olah seperti anak ABG yang mau pergi kencan pertama. Jesika frustasi gak tau mau pake baju yang mana. Semua tidak cocok dimatanya.


Jesika berteriak memanggil Nuri, dia ingin Nuri membantunya menemukan pakaian yang cocok buatnya nanti sore.


"Bentar Jesi, aku lagi di dapur menyuci piring, setelah selesai aku kesana." Jawab Nuri dan melanjutkan pekerjaannya. Setelah selesai mencuci piring Nuri berjalan menuju kamar jesika.


"Astaga apa yang kamu lakukan dengan pakaian - pakaian mu ini? Kenapa semua keluar dari dalam lemari dan pindah alamat ke atas ranjang?" Teriak Nuri sesaat melihat pakaian Jesika sudah porak poranda diatas tempat tidurnya.


Jesika menoleh kearah sahabatnya itu dengan muka yang kecut, dan mengatakan "Aku bingung dari tadi mau mengenakan pakaian apa, sebentar lagi Pak Suthan datang menjemput, katanya dia tidak mau menunggu terlalu lama, bantu aku memilihkan baju yang mana yang pantas aku pakai." Rengek Jesika kepada Nuri.

__ADS_1


"Astaga Jesika, kalian cuma mau ke rumah sakit, apa perlu kali harus mengenakan pakaian yang bagus, kalian bukan mau ke pesta atau makan malam romantis ke restauran yang mahal." Sahut Nuri dengan menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Inilah kalau yang lagi kasmaran, tingkahnya jadi aneh, dengar bestie aku yang bawel, kamu ini sudah cantik, jadi apa pun pakaian yang kamu kenakan akan kelihatan cantik. Dengarkan saran aku, jangan pakai gaun ke rumah sakit ya, nanti dikirain kamu pasien dengan gangguan jiwa, ha...ha...ha....salah kostum hanya untuk memeriksa luka sudah kering apa belum jahitannya." sambil ketawa Nuri mengingatkan Jesika jangan sampe berbuat konyol.


Akan tetapi Jesika merasa kehilangan kepercyaan diri akan ketemu dengan Suthan. Dia takut tidak kelihatan cantik dimata Suthan, karena Jesika mengetahui kalau istri Suthan sangat cantik, tampak soleha dibalut hijab yang membuat dirinya makin menawan dan lembut. Sementara dia merasa dirinya hanya gadis biasa saja dan ditambah dia tidak mengenakan hijab dengam rambut yang diwarnai.


"kamu kenakan aja kaos oblong warna pink ini dengan celana jeans. Aku yakin kamu akan kelihatan cantik." Lanjut Nuri menentukan pilihan baju yang akan dikenakan Jesika kerumah sakit.


"Yakin aku pakai ini saja?" Jawab Jesika yang merasa belum yakin dengan pilihan bestie nya itu.


"Iyalah sayang, begitu aja kan simple, kamu ini mau cekup ke rumah sakit, bukan mau ke pesta atau diner romantis." Ulang Nuri kepada Jesika.


"Bantu aku ya memasukkan tangan bajunya, tangan aku masih susah digerakkan karena masih ada gips ini." Pinta Jesika kepada Nuri untuk membantu dirinya menggunakan baju oblong. Karena dari kemeren Jesika mengenakan kemeja supaya mudah memasukkan tangannya yang sakit.


"Siap tuan putri, dayang akan membantu semua keperluan dan persiapan tuan putri sampe pangeran datang menjemput dengan kuda putih, hahaha..." Jawab Nuri menggoda bestie nya.


Jesika tidak marah dengan ledekan sahabatnya itu, malahan dia menanggapinya dengan senyuman. Dia memang lagi kasmaran yang menghilangkan akal sehatnya. Kasmaran sama suami orang. Namanya jatuh cinta tidak memilih tempat dan waktu, kepada siapa dan kapan dia akan datang. Cinta datang begitu saja. Itulah yang dirasakan Jesika saat ini. Jatuh cinta kepada Suthan. Jatuh cinta kepada lelaki dingin yang sering dia curi - curi pandang selama beberapa minggu ini di cafe tempatnya bekerja.

__ADS_1


Dan dengan kebetulan pria yang menabraknya tiga hari yang lalu, kecelakaan yang membawa keberuntungan buatnya. Beruntung jadi bisa berinteraksi lebih dekat dan sering dengan pria dingin yang dikaguminya.


Bersambung


__ADS_2