Senandung Hati Jasmine

Senandung Hati Jasmine
Episode 50


__ADS_3

Hari ini hari libur buat Jesika, dia berencana akan ke rumah Jasmine hari ini. Jesika sudah memikirkan ini dari beberapa hari yang lalu, Jesika berniat akan segera menyampaikan keinginan hatinya kepada Jasmine.


Setelah siang hari Jesika memesan ojek online menuju rumah Jasmine. Dia tidak memberitahukan terlabih dahulu bahwa dia akan berkunjung ke rumah Jasmine. Jesika memang tidak ingin berbasa-basi lagi. Dia ingin to the point saja sekarang kepada Jasmine. Jesika sudah tidak mampu memendam keinginan hatinya terhadap suami Jasmine.


Ting tong....ting tong....ting tong.....suara bel rumah Jasmine berbunyi. Jasmine segera bangkit dari duduk nya. Jasmine lagi bersantai di ruang keluarga menonton televisi setelah makan siang.


"Ehhh Jesika....Silahkan masuk." Sapa Jasmine sesaat melihat bahwa yang datang adalah Jesika.


"Terimakasi Mbak" Sahut Jesika dan tersenyum.


"Ayuk silahkan duduk" Jasmine mempersilahkan tamunya untuk duduk.


Jesika menuruti dan segara duduk di sofa.


"Maaf Mbak, kalau kedatanganku ini mengganggu istirahat siang Mbak, dan maaf sekali lagi kalau tadi tidak ada mengabari Mbak terlebih dahulu kalau aku akan berkunjung kemari." Tutur Jesika kepada Jasmine.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Jesika, saya juga lagi santai kok." Jawab jasmine supaya tamunya merasa nyaman.


"Apa hari ini Jesika lagi libur kerja?" Tanya Jasmine.


"Ia Mbak hari ini giliran saya libur." Ucap Jesika.


"Kamu sudah makan siang, kalau belum ayuk makan karena tadi saya masak banyak. Saya tadi masak rendang dan buat perkedel juga telur sambal. Itu semua makanan kesukaan Mas Suthan." Jasmine mengajak tamunya makan siang.


"Tidak usah Mbak, saya tadi sudah makan sebelum kemari." Ucap Jesika karena memang lagi tidak ada nafsu makan. Kedatangannya ingin berbicara empat mata sama Jasmine.


"Ooohhhh... Kirain tadi belum makan, sebentar saya ambilkan dulu air minum ya." Jasmine pamit ke dapur membuatkan air minum untuk Jesika. Jasmine mengambil juice jeruk dari kulkas dan membawakan cemilan dan air putih juga.


"Terimakasi Mbak" Ucap Jesika dan meminum juice yang disuguhkan Jasmine. Setelah sudah merasa segar dengan meminum juice dingin, Jesika mulai mengajukan pertanyaan kepada Jasmine.


"Mbak sudah lamakan menikah dengan Pak Suthan, kalau gak salah kemaren Mbak bilang sudah sepuluh tahunan." Ucap Jesika kemudian dia diam sebentar dan melihat ke arah Jasmine menunggu jawaban dari Jasmine.

__ADS_1


Jasmine mulai merasa tidak enak dengan pertanyaan Jesika ini. Ntah kenapa tiba-tiba feeling nya jadi tidak enak.


"Ia, memang kenapa?" Tanya Jasmine


"Selama sepuluh tahun ini Mbak belum bisa juga memberikan anak buat Pak Suthan, apa Mbak gak kasihan sama suami Mbak. Aku sangat yakin Pak Suthan itu adalah pria yang baik, makanya dia tidak menuntut banyak sama Mbak. Tapi apa Mbak gak merasa bersalah kepada suami Mbak. Kalau Mbak mencintai suami Mbak, seharusnya Mbak tidak boleh egois. Kalau Mbak adalah seorang istri yang baik, seharusnya Mbak memberikan kesempatan buat suami Mbak bahagia dengan memiliki anak. Mbak seharusnya menyuruh suami Mbak untuk menikah lagi dengan wanita lain yang bisa memberinya keturunan. Kenapa Mbak menahan hal itu terhadap suami Mbak. Apa Mbak mau seumur hidup kalau Pak Suthan itu tidak memiliki keturunan?" Jesika memberi pertanyaan yang panjang lebar.


Jasmine merasa seperti tersamabar petir di siang bolong mendengar pernyataan Jesika itu. Dia tidak menyangka Jesika datang cuman mau mengucapkan kata-kata kasar seperti itu. Air mata Jasmine menetes tidak bisa dia bendung mendapatkan penyerangan tiba-tiba seperti itu. Sebelum Jasmine bisa menjawab apa-apa, Jesika menyambung perkataannya.


"Aku sudah lama mengenal Pak Suthan, sebelum kecelakaan itu aku sudah tau dengan suami Mbak itu, setiap hari beliau mampir ke cafe kami untuk memesan kopi dan merokok, setiap saat aku melihat beliau termenung, karena setiap hari beliau datang makanya aku jadi mengenalnya. Setelah kopinya habis beliau langsung pergi. Dari situ aku jadi penasaran apa yang tengah dipikirkannya, apa yang membuat hatinya risau setiap hari. Dan sekarang aku sudah tahu jawabannya. Ternyata beliau risau karena belum juga mendapatkan anak dengan istrinya." Lanjut Jesika.


"Mbak tolonglah jangan terlalu egois terhadap suami Mbak, kalau Mbak memang mencintainya biarkan dia bahagia. Ijinkan dia menikah lagi untuk mendapatkan keturunan. Dan saya bersedia menjadi istri kedua Pak Suthan. Karena saya sangat mengagumi dan mencintainya juga." Ucap Jesika.


Untuk kedua kalinya Jasmine merasa seperti kesambar petir. Dia merasa benar-benar lemas, dia tidak menyangka Jesika akan merebut suaminya.


"Aku akan memberi keturunan buat Pak Suthan, aku tidak akan menghalangi Mbak untuk merawat anak itu juga nantinya. Kita akan bersama -sama membesarkan anak-anak yang akan aku lahirkan. Aku juga mau di madu, aku yakin Pak Suthan bisa berlaku adil." Ucap Jesika tanpa ada rasa bersalah.

__ADS_1


Kali ini Jasmine tidak bisa lagi menahan emosinya. Sisi kegarangannya muncul juga untuk mempertahankan harga diri dan suaminya.


"Cukup....cukup sudah kamu berbicara, sedari tadi aku diam bukan berarti aku takut. Kamu pikir pernikahan itu adalah permainan, kamu pikir aku sudi untuk dimadu. Jangan pernah berharap seperti itu, dalam mimpi pun aku tidak akan terima untuk dimadu. Kamu jangan percaya diri dulu mau jadi istri kedua suamiku, belum tentu juga suamiku mau menjadikan kamu istrinya. Aku lebih mengenal suamiku dari pada kamu. Kamu cuma melihat sedikit saja sisi dari suamiku. Jangan kamu pikir bahwa kamu yang lebih memahaminya dari pada diriku. Kamu cuma melihat dia beberapa bulan ini dalam hitungan beberapa jam saja dengan mampir di cafe tempat kamu bekerja. Dan aneh nya lagi kamu merasa sudah sangat mengenalnya. Bahkan kamu sendiri tidak tahu kenapa dia sering menyendiri di cafe sepulang kerja. Dan satu hal lagi jangan pernah merendahkan aku dengan mengatakan tidak bisa memberi suami aku anak. Anak itu adalah rezeki dari Allah, jika Allah sudah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin buat NYA. Selama aku masih hidup aku tidak akan pernah berhenti untuk berusaha dan berdo'a supaya kami mendapatkan keturunan. Suamiku memang benar, dia sudah memperingatkan aku agar tidak terlalu dekat dengan kamu, orang yang baru aku kenal. Ternyata feeling suamiku itu tidak melesat bahwa kamu bukan wanita sebaik dugaan aku. Mulai sekarang aku tidak sudi melihat dan berhubungan dengan kamu lagi. Dan sekarang tolong pergilah dari rumah kami." Jasmine benar-benar marah saat ini, emosinya tidak dapat dikontrolnya lagi. Dia merasa terluka dengan semua perkataan Jesika yang menurutnya sangat keterlaluan.


__ADS_2