
"Assalamualaikum" mas Suthan sudah pulang kerja.
"Waalaikum salam, bentar mas" jawab ku dari dalam rumah.
Aku bergegas membukakan pintu rumah menyambut mas Suthan. Aku meraih tas kerja nya seperti biasa tapi kali ini mas Suthan tidak mengijinkan nya.
"Gak usah sayang ini berat nanti bahaya buat janin nya." kata mas Suthan dan merangkul tubuhku sambil kami berjalan menuju kamar.
"Nanti habis maqrib kita ke dokter obgyn ya. Tadi mas sudah searching mencari dokter obgyn yang ada daerah sini. Ada yang tidak jauh dari rumah kita palingan sekitar 2 km." kata mas Suthan.
"Iya mas, tadi Jasmine gk masak mas karena pusing kali kepala trus mual juga." kata ku.
"Gak apa - apa sayang yang penting saat ini jaga kesehatan ya. Kita bisa makan diluar nanti pulang konsultasi ke dokter. Sudah lama kali kita mengharapkan ini." mas Suthan mengelus perut aku yang masih rata penuh dengan kasih sayang.
Aku terharu sekali melihat kebahagian yang terpancar dari wajah mas Suthan.
Setelah selasai sholat maqrib kami bergegas menuju klinik dokter SPOG mengikuti petunjuk dari google map.
Setiba di klinik mas kami menuju ke resepsionis untuk menulis data - data yang di perlukan. Lalu resepsionis menanyakan beberapa hal.
"Nama ibu sapa?" resepsionis mulai mencatat data.
"Jasmine putri." Jawab ku
" Usia"
"33 tahun"
"Apa keluhan ibuk?"
"Tadi pagi saya test pack garis dua"
"Tanggal haid terakhir ibu?"
"Klo gak salah tanggal 22 bulan 7 "
"Hari ini tanggal 5 bulan 9 berarti ibu sudah telat haid sekitar dua minggu." jelas perawat nya.
"Iya" jawabku.
"Ini kehamilan ibuk yang keberapa??" tanya perawat lagi.
"Ini yang pertama setelah sepuluh tahun lebih kami menikah" jawab ku.
Lalu perawat itu melirik ku dengan penuh tanya yang kulihat dari lirikan nya.
"Apa sebelum nya ibu pernah mengalami keguguran?" tanya nya lagi.
"Saya tidak pernah mengalami keguguran dan ini hamil pertama saya."
__ADS_1
"Apa sebelumnya ibu ada melakukan treatment pengobatan supaya menunjang kehamilan ini?"
"Selama satu tahun belakangan ini saya sudah tidak ada lagi melakukan pengobatan secara medis atau pun herbal" Jawabku.
"Baik lah buk,selamat ya atas kehamilan ibu, semoga sehat sampai hari HPL nya nanti" kata perawat nya.
"Ibu tunggu sebentar ya, dokter nya masih menangani pasien di dalam, klo sudah giliran ibu nanti kita panggil." jelas perawat tersebut.
Kami menunggu di ruang tunggu..
"Apa sudah lapar sayang?" tanya mas Suthan.
"Belum begitu mas, tadi sore Jasmine sudah makan biskuit." jawabku
"Apa mas sudah lapar?"
"Belum juga sayang karena mas masih sangat penasaran tentang baby kita."
Beberapa menit berlalu, aku dan mas Suthan menunggu antrian sambil berbincang dan kadang mas Suthan sibuk dengan ponsel nya, katanya banyak kerjaan yang lagi di urus dan ada sedikit masalah.
Mas Suthan sibuk dengan ponsel nya, aku juga demikian sibuk dengan ponsel ku, buat searching USG kehamilan 6 week. Aku masih terfokus melihat youtube tiba - tiba perawat memanggil namaku.
"Ibu Jasmine"
"Iya "jawab ku.
"Silahkan masuk buk"
"Sudah telat 2 week ya buk?"
"Iya dok"
"Kehamilan pertama ya"
"Iya dok"
"Apa ada keluhan buk?"
"Beberapa hari ini saya sering merasa pusing dan mual dok, saya pikir mual itu karena penyakit maaq saya kambuh, saya sempat mengkonsumsi obat xxx selama tiga hari tapi gak reda juga, trus saya ke apotik buat nanya obat abat yang bagus buat sakit maaq selain merk xxx. Lalu apoteker nya memberi saya obat merk xxxx, saya meminum nya satu butir tapi tidak mengurangi rasa mual saya. Tiba - tiba saya teringat sudah telat haid, saya test dan hasil nya ini dok" saya menunjukkan test pack nya kepada dokter.
Dokter melihat test pack tersebut lalu menyuruh saya berbaring di ranjang.
"Baik lah ibu kita cek pake USG dulu ya untuk melihat nya."
"Baik dok"
Saya berjalan menuju ranjang dan perawat membantu saya mebukakan baju sampe perut dan menutupi bagian bawah nya. Syukur dokter dan perawat nya perempuan. Jadi saya tidak begitu malu.
Perawat menuangkan gel diperut saya, rasa nya sejuk sekali terus dokter mulai menekan perut bawah saya dengan alat USG dan rasa nya agak sedikit kram karena ada tekanan. Bolak - balik dokter menggeser alat USG tersebut dan katanya belum kelihatan apa - apa.
__ADS_1
Saya tidak mengerti maksud dokter nya,
"Kita coba melalui transvaginal ya buk" kata dokter nya
Lalu perawat menyuruh saya membuka celan* dala* saya dan memasukkan alat panjang yang sudah di beri gel juga.
"Belum kelihatan juga" kata dokter nya
"Maksud nya dok" tanya saya penuh dengan kecemasan
Dokter nya menyelsaikan USG nya dan berjalan menuju meja nya, saya merapikan pakaian saya juga menyusul dokter nya.
"Begini buk, rahim ibu masih mengalami penebalan dinding rahim" jelas dokter nya
"Saya tidak mengerti dok apa maksud penebalan dinding rahim" langsung potong ku
"Penabatalan dinding rahim itu artinya bisa dua hal buk, bisa saja akan haid dan bisa juga menyiapkan tempat buat janin nya."
"Biar lebih pasti nya bulan depan kita lakukan lagi USG ya buk, tapi untuk saat ini perlakuan ibu tetap seperti orang yang lagi hamil ya." jelas dokter nya
Hati ku penuh tanda tanya apa maksud semua ini. Kenapa di test pack hasil nya positif dan USG hasil nya belum kelihatan. Aku belum bisa mencerna semua perkataan dokter dengan baik. Dalam hati aku merasa tidak puas dengan pernyataan dokter ini.
"Sekarang saya resep kan ibuk obat ini ya." ku lihat dokter mencatat empat jenis obat.
"Obat apa saja ini dok" tanyaku.
Dokter meresep kan merk EAZYCAL, FOLAVICAP 400, MICROGEST, RANITIDINE...
Dokter menjelaskan satu persatu kepadaku.
"EAZYCAL adalah buat kalsium, sangat dibutuhkan buat kesehatan tulang."
"FOLAVICAP 400 Adalah asam folat, untuk mengurangi resiko cacat lahir."
"MICROGEST adalah obat penguat kandungan."
"RANITIDINE adala obat buat mengatasi masalah lambung."
Saya mendengarkan nya secara seksama. Dalam hatiku aku masih bingung kenapa baby ku belum kelihatan.
"Baik lah ibu sebulan lagi konsultasi lagi ya biar kita USG untuk melihat perkembangan nya."
"Baik dok,terima kasih" jawab ku dan kami meninggalkan ruangan dokter nya.
Perawat menuntun kami dan mengarahkan ke ruang farmasi untuk menebus resep obat yang diberikan dokter.
"Ditunggu sebentar ya buk, nanti nama ibu dipanggil setelah selesai mengambil obat nya" kata perawat.
Tidak berselang lama namaku dipanggil,vlalu aku mengambil obat sekalian melakuakan pembayaran. Aku melihat struk nya lumayan mahal juga pikir ku. Hampir satu juta tepat nya sembilan ratus dua puluh lima ribu rupiah. Lalu aku membayar nya pake kartu debet karena uang kontan ku tidak cukup. Lalu kami keluar dari klinik.
__ADS_1
Bersambung