
Setelah perawat menyuntikkan obat penenang, perlahan Jasmine tertidur.
Suthan benar - benar sedih dengan musibah yang tengah menimpa mereka. Suthan memandangi wajah istri nya dengan perasaan haru.
Tanpa sadar air mata Suthan menetes. Dia juga benar - benar hancur seperti istri nya. Anak yang sangat mereka dambakan harus pergi secepat ini.
Tak sedetik pun Suthan memejam kan mata, dia kahwatir kalau istri nya bangun akan hisreris kembali.
Matahari pagi sudah bersinar terang, karena hujan semalaman, jadi pagi ini matahari terbit dengan cerah.
Jasmine perlahan membuka matanya. Dia heran di mana berada saat ini. Dia melihat sekeliling kamar dan perlahan Jasmine mengumpulkan ingatan nya.
Jasmine ingat kalau tadi malam dia keguguran dan di bawa kerumah sakit oleh suaminya. Air mata Jasmine kembali mengalir meratapi kehilangan calon bayi mereka.
Suthan yang melihat istri nya sudah bangun dan kembali menangis berusaha menenang kan nya.
"Sudah lah sayang, jangan terus di sesali, anak kita belum bisa menemani kita di dunia ini. Percayalah dia pasti menunggu kita nanti di syurga." Suthan berusaha membujuk istri nya.
Jasmine tidak menjawab perkataan suami nya, tapi air mata nya tidak juga bisa berhenti walau dia berusaha untuk menerima kenyataan pahit ini.
Tapi untuk saat ini hati dan pikiran Jasmine belum bisa di ajak untuk berdamai. Dia terus merasa bersalah kepada anak dan suaminya.
Perawat masuk ke ruangan untuk melakukan pemeriksaan. perawat melihat apakah pendarah Jasmine masih banyak arau sudah berkurang.
Setelah selesai mengecek dan menggantikan pembalut nya, perawat melakukan test tekan darah. Dan berkata sebentar lagi ke ruangan dokter kandungan untuk melakukan USG, tujuan nya untuk memastikan jaringan - jaringan sisa keguguran sudah bersih atau tidak.
Kalau memang belum bersih pasti dokter akan melakukan tindakan kuret, tapi kalau sudah tidak ada sisa jaringan dokter cuma memberi obat saja.
"Bersiap - siap ya buk sebentar lagi kita ke ruang dokter kandungan untuk USG" Pinta perawat kepada Jasmine
Perawat membantu Jasmine untuk duduk di kursi roda dan mendorong Jasmine menuju ruang dokter. Di ikuti oleh suthan.
Sesamapi di ruangan dokter, Jasmine di bantu perawat naek ke ranjang.
Perawat membantu dokter untuk memeriksa Jasmine, pakaian dal** Jasmine di buka untuk melakukan pemeriksaan secara intens.
__ADS_1
Perawat membantu mengoles gel ke bagian perut bawah Jasmine, lalu dokter mulai melakukan USG dan fokus melihat ke layar monitor.
"Sudah tidak ada sisa jaringan ya ibu, berarti ibu keguguran komplit." Jelas dokter kepada Jasmine.
Setelah nya perawat mengoleskan kembali gel kebagian va**** Jasmine, lalu dokter memasukkan alat untuk memastikan lagi sisa jaringan ada atau tidak, setelah nya dokter dengan menggunakan tangan nya, merogoh bagian dalam va**** Jasmine.
Rasa sakit dan malu bercampur aduk di rasakan Jasmine. Dia merasa sangat malu karena bagian sensitif nya harus di lihat oleh dokter dan perawat, dimana dokter nya laki - laki.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan, dokter kembali ke meja nya, lalu Jasmine di bantu perawat membenahi pakaian nya.
Setelah nya Jasmine menyusul ke meja dokter untuk mendengan penjelasan dari dokter, di bantu suami nya.
Dokter mempertanyakan apakah mereka membawa jaringan yang keluar pada keguguran kemarin. Lalu suthan menyerah kan bungkusan jaringan itu kepada dokter.
Setelah dokter dan perawat memeriksanya, bungkusan gumpalan itu di kembalikan kepada suthan. Dokter menyuruh supaya gumpalan itu di tanam.
Terus dokter menjelaskan kepada mereka,
"Ibu telah mengalami keguguran komplit, setelah di lakukan USG dan pemeriksaan tidak ada lagi sisa jaringan, jadi tidak perlu dilakukan kuret." jelas dokter nya
"Ini saya berikan obat - obatan untuk ibu konsumsi, setelah satu minggu datang kemari lagi untuk pemeriksaan selanjut nya ya ibu." jelas dokter nya lagi.
"Baik dokter" Jawab suthan sementara Jasmine hanya tertunduk sedih dengan linangan air mata.
Setelah melakukan pemeriksaan dan mendengar penjelasan dari dokter, perawat kembali mendorong Jasmine ke ruang rawat inap.
Sesampai nya di ruangan, Jasmine meminta pulang saja ke rumah kepada suami nya.
"Jasmine gak betah di sini mas, kita pulang saja ya, hati Jasmine seakan tersayat mendengar tangisan anak - anak bayi dari ruangan sebelah" dengan hati yang sangat terluka Jasmine memohon kepada suami nya.
"Baik lah tunggu sebentar ya sayang, mas tanya dulu kepada perawat apa sudah boleh pulang sekarang." jawab Suthan yang merasa iba kepada istri nya.
Suthan keluar ruangan untuk menemui perawat dan menanyakan apakah mereka sudah diperboleh kan untuk pulang, dan beristirahat di rumah saja.
"Suster apakah kita sudah bisa pulang sekarang?" tanya Suthan
__ADS_1
"Sebentar ya pak saya tanyakan dulu sama dokter nya, sudah diperboleh kan atau belum" jawab perawat dan segera menghubungi dokter melalui telepon.
Setelah mendapat jawaban dari dokter, perawat menyamapikan kepada Suthan bahwa istri nya Jasmine sudah di perbolehkan pulang setelah jam dua belas siang.
"Terima kasih suster" Jawab Suthan, setelah nya Suthan masuk kembali ke kamar istri nya.
"Kita bisa pulang mas?" Jasmine bertanya ketika melihat suami nya masuk.
"Sebentar lagi sayang, kata perawat nya tunggu jam dua belas siang ini." sahut Suthan
Setelah jam dua belas siang Suthan kembali menekan tombol. Perawat masuk ke ruangan mereka, lalu mulai mencabut jarum infus dari tangan Jasmine.
Selesai memplester bekas infus suster memberikan kertas resep obat kepada Suthan untuk segera menebus nya ke apotik sebelum mereka pulang.
Suthan pergi menuju apotik rumah sakit untuk menebus obat sekalian mengurus biaya administrasi.
Setelah semua nya beres Suthan kembali ke ruangan istri nya.
Sementara di dalam ruangan Jasmine sudah bersiap - siap untuk pulang. Jasmine sudah merapikan pakaian dan jilbab nya.
"Sudah selesai semua urusan nya mas?" tanya Jasmine melihat suami nya masuk ruangan dengan membawa kantong obat.
"Sudah sayang." jawab Suthan
"Sudah siap untuk pulang?" tanya Suthan kepada istri nya
"Sudah mas" jawab Jasmine
Mereka segera keluar ruangan dengan Jasmine masih tetap duduk di kursi roda karena dia masih merasa hoyong berjalan.
Perawat membantu mendorong kursi roda yang duduki Jasmine sampe ke parkiran. Suthan memberi selembar uang dua puluh ribu kepada perawat yang membantu mendorong istri nya.
Segera mereka keluar dari parkiran rumah sakit menuju ke rumah.
Sesampai di rumah, Suthan membantu istri nya ke kamar untuk segera istrirahat. Dan setelah memastikan Jasmine istirahat, Suthan menuju halaman rumah untuk mengubur gumpalan janin. Setelah selesai mengubur nya Suthan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Seharian Suthan belum ada mandi.
__ADS_1
Bersambung