Senandung Hati Jasmine

Senandung Hati Jasmine
Episode 24


__ADS_3

Hari ini Jesika lagi libur kerja, hari libur Jesika bukan di hari weekend karena pada saat itulah cafe ramai. Hari ini rabu, dari pagi hari Jesika rebahan di rumah kontrakannya. Karena merasa bosan Jesika memutuskan jalan - jalan ke salah satu mall di kota ini.


Teman Jesika yang bernama Nuri masuk kerja hari ini karena hari libur nya masih hari jum' at besok. Jadi Jesika memutuskan jalan - jalan walau seorang diri.


Jesika bersiap - siap berangkat ke salah satu mall, dia memesan ojek online menuju ke mall tersebut.


Setelah sampai di mall tersebut Jesika membayar ongkos ojek nya. Tanpa memperhatikan jalan Jesika menyeberang dan tiba - tiba terdengar suara rem mobil yang mengerem mendadak.


Ciiiit....suara rem mobil terdengar dan juga suara teriakan seorang wanita berbarengan. Jesika terjatuh ke aspal dan mobil berhenti seketika.


Security mall langsung berlari ke arah keributan itu dan melihat seorang wanita yang tergeletak di jalan.


Si pengendara mobil juga bergegas keluar dari dalam mobil nya dan secepat mungkin melihat seberapa parah keadaan wanita yang baru di tabrak nya.


Dia melihat seorang wanita dengan luka berdarah dan spontan membantu nya bersama security mengangkat tubuh wanita itu ke dalam mobil dan melarikan nya ke rumah sakit terdekat.


Berselang sepuluh menit Suthan, ya dia Suthan yang mengendarai mobil dan menabrak wanita tadi. Sebelum menabrak tubuh wanita itu Suthan tengah mengambil hand phone nya yang terjatuh di bawah setir mobil nya, yang membuat Suthan tidak fokus melihat jalan, dan tiba - tiba dalam jarak yang tidak bisa di elak kan lagi Suthan memabrak tubuh wanita itu walau sudah mengerem mendadak tapi tidak bisa menghentikan mobil secara tiba - tiba.


Walau mobil yang dilajukan Suthan tidak kencang tetapi tidak bisa juga berhenti secara tiba - tiba walau sudah di rem. Hasil nya menabrak wanita itu.


Sesampai di rumah sakit Suthan buru - buru memanggil perawat untuk membawa bed dorong. Di bantu perawat Suthan membopong tubuh gadis itu ke bed dorong lalu masuk ke IGD.


Perawat dan dokter langsung melakukan pertolongan secepat nya. Ada luka di kening wanita tersebut yang membuat darah nya terus keluar, dokter menjahit luka tersebut dan memperban nya.


Waktu kecelakaan itu terjadi karena syok Jesika seketika pingsan. Setelah di dalam mobil sebelum sampai ke rumah sakit Jesika memang sudah tersadar. Dia merintih kesakitan pada bagian kepala dan lengan nya.

__ADS_1


Setelah dokter selesai menjahit luka di kepala Jesika, dokter memasang gips pada tangan Jesika karena ada retakan kecil pada lengan Jesika.


Untung nya luka Jesika tidak begitu parah karena Suthan tidak melajukan kenderaan nya dalam kecapatan tinggi.


Setelah perawatan sudah selesai semua, Jesika beristirahat beberapa jam di IGD. Karena Jesika tidak ada keluhan lagi seperti pusing dan muntah akhir nya dokter mengijinkan Jesika pulang.


Dokter memberikan beberapa jenis obat, seperti antibiotik dan obat demam kepada Jesika. Dan menyuruh kembali lagi kalau ada keluhan yang terjadi satu kali dua puluh empat jam.


Sementara Suthan bertanggung jawab atas semua biaya rumah sakit. Dan Suthan berjanji akan menanggung semua biaya yang di butuhkan sampai Jesika benar - benar sembuh.


Suthan membantu Jesika turun dari tempat tidur perawatan dan mengajukan diri untuk mengantar Jesika pulang sampai ke rumah nya. Suthan ingin membantu Jesika berjalan sampai ke parkiran.


Tapi Jesika menolak nya dengan sopan dan mengatakan dia bisa berjalan sendiri karena kaki nya tidak ada masalah. Hanya tangan nya yang sedikit terkilir tadi.


Suthan tidak mau memaksa jadi dia berjalan di sebelah Jesika karena takut kalau tiba - tiba merasa pusing dan terjatuh. Sesampai di parkiran Suthan membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Jesika masuk.


"Terimakasi pak" Jawab Jesika dan masuk ke dalam mobil.


Setelah memastikan Jesika sudah duduk, Suthan menutupkan kembali pintu mobil dan masuk juga kedalam mobil untuk segera mengantarkan Jesika kerumah nya.


"Dimana alamat rumah nona?" Tanya Suthan kepada Jesika.


"Di jalan Ahmad Yani pak" Jawab Jesika.


Suthan langsung melajukan mobilnya secara perlahan karena dia masih trauma atas kejadian beberapa jam yang lalu yang tidak sengaja menabrak Jesika.

__ADS_1


Suthan membuka suara setelah beberapa saat terjadi keheningan di dalam mobil.


"Maaf atas kejadian tadi, saya benar - benar tidak sengaja, karena tadi hand phone saya terjatuh, saya mengambilnya dan tidak fokus melihat jalan. Saya sudah berusaha merem mendadak tapi tidak bisa juga saya elakkan." Ucap Suthan dengan perasaan bersalah kepada Jesika.


"Saya juga bersalah pak, karena setelah turun dari gojek tadi saya menyeberang tanpa melihat jalan." Jawab Jesika yang juga merasa itu kesalahan dia.


"Saya berjanji akan bertanggung jawab sampai nona sembuh. Semua biaya nya akan saya tanggung." Suthan kembali menuturkan bentuk tanggung jawab nya.


"Ia pak, tapi sakit saya tidak begitu parah, mudah - mudahan dalam beberapa hari akan segera sembuh" Jawab Jesika tidak mau mengambil keuntungan dari kecelakaan ini untuk memeras Suthan.


Jesika sangat mengenal Suthan, karena dalam beberpa minggu ini Jesika sangat sering memperhatiakan Suthan ketika mampir ke cafe tempat Jesika bekerja. Tapi Jesika yakin kalau Suthan tidak mengenal nya karena walau Suthan hampir tiap hari mampir ke cafe tempat kerja Jesika tidak pernah memperhatikan dirinya.


Jesika berbicara dalam hatinya, "Aku yakin pria ini tidak mengenali diriku, karena setiap beliau mampir ke cafe, beliau selalu melamun dengan tatapan mata yang kosong, seakan sedang menanggung beban dan kepedihan yang berat." Bathin Jesika.


Jesika melihat sekilas kearah Suthan yang sedang fokus menyetir melihat ke jalan. Kembali tanpa sadar Jesika mengagumi pria yang duduk di samping nya ini dalam hatinya.


"Kamu memang pria yang tampan, aku semakin mengagumi ketampan mu, apalagi dalam jarak yang sedekat ini kamu kelihatan sangat tampan dan mempesona." Jesika berkata dalam hatinya.


"Walau usia mu sudah matang, itu makin membuat aura mu semakin keluar dan memikat hatiku" Kembali Jesika berkata dalam hatinya.


Sementara Suthan tidak menyadari kalau wanita yang telah ditabrak nya ini adalah pelayan di cafe yang hampir setiap hari dia kunjungi. Tapi dari rumah sakit tadi setelah selesai wanita ini di obati Suthan merasa tidak asing dengan wanita ini, tapi Suthan tidak ingat dimana dia kenal atau kapan dia bertemu dengan wanita ini.


Tapi Suthan tidak mau mengambil pusing dengan itu, yang penting wanita yang di tabrak nya tadi tidak terluka parah atau yang paling ekstrim tidak sampai meninggal. Itu saja sudah membuat Suthan lega dan yang paling utama bahwa wanita ini tidak menuntut nya ke pihak berwajib.


Makanya Suthan berjanji akan menanggung semua biaya pengobatan nya sampai wanita ini benar - benar sembuh.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2