Senandung Hati Jasmine

Senandung Hati Jasmine
Episode 27


__ADS_3

Waktu sudah tengah hari, Suthan bergegas keluar dari kantornya untuk menjemput Jasmine kerumah mereka sesuai janjinya semalam akan mengajak Jasmine menjenguk wanita yang ditabrak Suthan kemarin.


Setelah Suthan sampai kerumah dia sudah melihat istrinya di teras rumah menunggu, karena sebelum keluar tadi, Suthan sudah menelepon menyuruh istrinya untuk bersiap - siap agar mereka langsung kerumah wanita yang ditabrak Suthan itu.


Jasmine melihat mobil suaminya sudah tiba, dia langsung bergegas menuju mobil suaminya agar Suthan tidak usah turun lagi. Jasmine segera mengunci pagar dan masuk kedalam mobil.


"Sudah lama menunggu sayang?" Sapa Suthan ketika Jasmine duduk di sampingnya.


"Belum sayang, palingan baru lima menit, Jasmine sengaja duduk diteras menunggu Mas, supaya kita segera pergi, kemaren setelah istirahat dan kecelakaan itu Mas kan tidak kembali lagi ke kantor, jadi hari ini Mas harus kembali bekerja, nanti teman - teman Mas takutnya merasa iri dan mengikuti seperti Mas, jadi mereka tidak disiplin dengan waktu bekerja." Jawab Jasmine.


"Mas belum makan siangkan? Bagaimana kalau kita makan sebentar kerumah makan padang, Jasmine juga sudah lapar, tadi Jasmine tidak memasak." Tutur Jasmine.


"Baiklah sayang, Mas juga lapar" Jawab Suthan dan segera mereka menuju rumah makan padang yang searah rumah Jesika gadis yang ditabrak Suthan kemarin.


Setelah selesai makan siang, Jasmine meminta singgah sebentar keswalayan, kebetulan Jasmine melihat ada swlayan pasar buah pas mereka melintasi jalan.


"Kita singgah sebentar keswalayan itu Mas, Jasmine lihat itu swlatan buah - buahan. Kita bawakan buah tangan untuk gadis itu, gak enak rasanya datang dengan tangan kosong." Pinta Jasmine kepada Suthan.


"Baiklah sayang." Jawab Suthan dan masuk kearea parkir untuk memakirkan mobilnya. Lalu mereka memasuki swalayan tersebut. Jasmine memilih beberapa macam buat setelahnya meminta pelayan toko untuk membuatkan bingkisan parsel buah.

__ADS_1


Setelah selesai bingkisan parselnya mereka langsung menuju kerumah gadis itu, Jasmine tidak mau berlama - lama beli buah nya karena mengejar waktu supaya tidak terlalu lama suaminya kembali bekerja.


Sampailah mereka kerumah gadis itu, setelah Suthan memarkirkan mobilnya mereka segera mengetuk pintu rumah gadis itu dengan Jasmine menjinjing bingkisan parsel.


Sementara didalam rumah Jesika mendengar ada suara mobil dan berhenti di teras rumah kontrakannya. Tidak berselang lama terdengar suara ketukan pintu. Jesika beranjak dari tempat duduk nya untuk membukakan pintu. Dia bertanya dalam hati siapa yang datang siang begini. Nuri teman satu kontrakannya tadi masuk pagi tapi tidak mungkin pulang secepat ini.


Memang hari ini Jesika tidak masuk kerja, dia ijin tidak masuk karena kecelakakan kemaren tangannya masih sakit. Dia minta istirahat untuk beberapa hari. Dan manejer cafe sudah memberinya ijin istirahat.


Jesika kaget melihat dua orang berdiri di depan pintu, satu orang dia kenal siapa lagi kalau bukan suthan, pria yang telah mengusik hatinya beberapa minggu ini, dan yang satu lagi siapa? Apakah wanita ini istrinya pikir Jesika dalam hatinya.


"Assalamualaikum" Sapa Jasmine dengan tersenyum.


"Silahkan masuk Pak dan Ibuk" Jesika mempersilahkan mereka masuk.


"Silahkan duduk" Jesika kembali memperislahkan tamunya untuk duduk.


"Ini sedikit bingkisan buat Nona, maaf tadi tidak sempat membeli yang lain karena Mas Suthan tidak bisa terlalu lama, ini tadi dia permisi sebentar pas waktu istirahat siang." Jelas Jasmine kepada Jesika dan tidak lupa memperkenalkan dirinya.


"Perkenalkan nama saya Jasmine, saya istrinya Mas Suthan." Jasmine mengulurkan tangannya dan disambut oleh Jesika.

__ADS_1


"Maaf tangan kiri mbak, karena tangan kanan masih dipasang gips, nama saya Jesika." Jesika menyambut uluran tangan Jasmine dengan tersenyum, tersenyum terpaksa karena dicampur kaget. Dia berharap lebih pada Suthan, berharap Suthan itu singgle tapi kenyataan dia punya istri, istrinya sangat cantik dan lembut, tutur kata dan suaranya juga lembut. Dalam hati Jesika mengatakan dia wanita yang sangat beruntung mendapat suami seperti Pak Suthan. Mereka juga pasangan yang kelihatan sangat serasi, cantik dan tampan.


"Saya minta maaf atas nama suami saya dengan kejadian kemaren yang menyebabkan Non Jesika jadi seperti ini. Saya harap supaya Non Jesika lekas sembuh." Jasmine meminta maaf dengan tulus kepada Jesika.


"Panggil saja Jesika mbak tidak usah ada kata Non nya, biar nampak lebih akrab, dan saya juga sudah memaafkan Pak Suthan, saya mengerti beliau juga tidak menginginkankan ini terjadi, saya juga kemarin sebenarnya salah, saya tidak melihat jalan dan langsung menyeberang setelah membayar ongkos gojek." Jesika menjelaskan kepada Jasmine.


"Kalau ada apa - apa jangan sungkankan ya menghubungi kami, kami akan bertanggung jawab sepenuhnya sampai Jesika sembuh." Jawab Jasmine lagi untuk menegaskan bahwa mereka tidak akan melepaskan tanggung jawab sampai Jesika sembuh.


"Baik mbak saya akan menghubungi kalau ada yang dibutuhkan." Jawab Jesika.


"Maaf saya mau bertanya, orang tua Jesika dimana? Sekalian saya mau minta maaf kepada mereka." Tiba - tiba Jasmine menanyakan keberadaan orang tua Jesika karena dari mereka sampai Jasmine tidak melihat dan mendengar ada suara orang lain dirumah ini. Rumah Jesika tampak sepi.


"Orang tua saya dikampung mbak, saya dan teman saya mengontrak dirumah ini, kebetulan teman saya saat ini lagi pergi bekerja, teman saya juga perempuan mbak, kita mengontrak berdua supaya lebih irit." Jelas Jesika kepada Jasmin. Sedari tadi Suthan belum ada bersuara dia hanya mendengar kedua wanita ini berbincang. Suthan memang sangat kaku untuk berbasa - basi apalagi dengan wanita yang baru dikenalnya.


"Ohh...baguslah begitu sekalian biar ada teman dirumah dan tidak kesepian, jadi Jesika masih kuliah atau sudah bekerja?" Tanya Jasmine bukan untuk menyelidiki tetapi ingin membuat perbincangan saja.


"Saya sudah wisuda satu bulan yang lalu mbak, tapi saya wisuda diploma, nanti setelah keuangan saya cukup saya kembali lagi mau kuliah mengambil S1. Saat ini saya bekerja di cafe Simponi di jalan Ahmad Yani. Saya sudah bekerja disana selama satu tahunan. Saya bekerja sebagai waitress. Saya masih baru menerima ijazah diploma jadi saya masih berusaha mencari pekerjaan ditempat lain. Tapi untuk sementara sebelum dapat pekerjaan lain saya masih bekerja di cafe." Jawab Jesika dengan menjelaskan panjang lebar.


Sementara Suthan mendengar penjelasan bahwa Jesika bekerja di cafe Simponi baru Suthan ingat dimana ketemu dengan gadis ini. Suthan baru sadar dia adalah waitress yang sering melayaninya. Waitress yang menurut Suthan selalu banyak pertanyaan tapi tidak pernah digubris sama Suthan. Pantasan aku merasa tidak asing dengan wanita ini pikir Suthan dalam hatinya. Ternyata dia wanita yang bawel itu yang selalu menanyakan ini - itu dan mengganggu kalau aku lagi melamun dengan datang tiba - tiba menanyakan mau pesan apalagi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2