Senandung Hati Jasmine

Senandung Hati Jasmine
Episode 48


__ADS_3

setibanya di cafe Nuri menyuruh Pak satpam membawa belanjaannya ke dapur. Nuri menyerahkan struk belanjaan juga kartu kredit dan sisa ongkosnya kepada Fahri.


"Ne bos kartu kredit dan struk belanjaan tadi, dan ini kembalian sisa ongkos saya tadi." Ucap Nuri menyerahkannya kepada Kepala chefnya itu.


Fahri menerima kartu dan struk belanjaan dari tangan Nuri dan menolak sisa uang ongkosnya.


"Uang nya simpan aja buat kamu, kan lumanyan ntar bisa beli es lilin." Ucap Fahri tersenyum lalu bertanya.


"Semua sudah dibeli sesuai list yang saya berikan tadi kan Nuri?" Tanya Suthan memastikan semua bahannya yang dibituhkan sudah lengkap.


"Jangan kahwatir bos, semua sudah ada dalam kantongan itu semua." Jawab Nuri dengan keyakinan yang penuh.


"Baiklah terimakasih ya Nuri, kamu memang bisa saya andalkan." Ucap Fahri memuji asistennya itu.


"Kalau masih capek istrahatlah sebentar sebelum membantu saya, karena kita banyak kerjaan sore ini." Ucap Fahri.


"Saya bantu sekarang aja bos, karena saya tidak capek, malahan senang tadi bisa keluar sekalian cuci mata." Jawab Nuri dengan semangat empat lima.


"Yakin kamu bisa bantu sekarang?" Tanya Fahri memastikan karena dia tidak mau juga memporsir tenaga asistennya, kalau Nuri sakit dia yang bakalan kewalahan nantinya.


"Yakin sekali lah bos"Jawab Nuri dengan tersenyum.


Mereka melanjutkan pekerjaannnya. Banyak yang akan mereka masak buat pesanan nanti malam, sementara waktunya juga sudah mepet. Mereka di dapur memang ada lima orang untuk memasak, memang cafe mereka ini ramai setiap hari pengunjung karena harga terjangkau dan kualitas masakannya enak, juga tempat nya yang strategis berada di dekat perkantoran, juga dekat dengan kampus Universitas ternama di kota ini. Dan yang tidak kalah penting interior cafe nya juga kekinian yang menjadi daya tarik semua golongan usia dari anak-anak mahasiswa juga pekerja kantoran.

__ADS_1


Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan buat semua karyawan cafe, mereka bekerja keras hari ini karena bookingan ulang tahun yang diadakan dari jam sembilan malam sampe jam sebelas malam. Sebelum jam sembilan malam cafe sudah ditutup untuk umum karena semua tempat sudah disewa. Bos cafe memang memberi waktu cuma dua jam buat bookingan. Karena dia juga memikirkan karyawannya jangan sampe mereka sakit karena kelelahan. Dia yang bakal kewalahan nantinya kalau tiba-tiba mereka banyak yang gak masuk kerja karena sakit.


Setelah jam sebelas malam acara selesai, karyawan bersama-sama membersihkan cafe sebelum mereka pulang. Malam ini mereka pulang agak lebih malam, jam dua belas semua pekerjaan baru beres. Mereka tidak lagi lama-lama briefing karena sudah pada lelah.


"Baiklah teman-teman terimakasih atas kerja keras hari ini, tidak banyak kata lagi, kita segera pulang untuk istirahat. Semua pasti sudah pada lelah kan, makanya sekarang semua sudah bisa pulang" Ucap bos cafenya dan membubarkan briefingnya.


Selanjutnya mereka semua pulang ke rumah masing-masing. Dan seperti biasa Jesika dan Nuri pulang barengan. Kali ini Jesika yang membawa sepada motor karena Nuri sudah lelah sekali hari ini, banyak sekali menu yang mereka masak dan tadi siang dia harus belanja ke swalayan.


Nuri melupakan kejadian tadi siang dengan apa yang telah dilihatnya. Karena dia sangat kelelahan, dipikirannya saat ini secepatnya nyampe ke rumah kontrakan dan segera tidur.


Pagi harinya Jesika dan Nuri bangun tidur sampe kesiangan. Nuri terbangun sudah jam sembilan pagi, sementara Jesika sudah terbangun dari jam delapan pagi, tapi masih bermalas-malasan tiduran di ranjangnya sambil bermain hp.


Setelah merasa tidurnya cukup, Nuri bangun dari tidurnya dan beberapa menit kemudian dia kekamar mandi untuk mandi supaya segar karena semalam sepulang kerja karena kelelahan dia tidak sempat mandi cuma mengganti pakaian tidur saja.


Nuri ingin segera memberitahukan hal itu kepada Jesika. Dia tau Jesika bakalan kecewa mendengar berita ini. Akan tetapi dia harus tetap mengatakannya karena dia tidak ingin kalau sahabatnya itu mencintai suami orang. Dia tidak mau sahabatnya itu dicap sebagai pelakor. Nuri berjalan kearah kamar Jesika.


Tok...tok...tok...pintu kamar Jesika di ketuk oleh Nuri, dia takut kalau sahabatnya masih tidur jadi gak mau menyelonong masuk.


Mendengar pintu kamarnya diketuk Jesika berdiri dari tidurnya untuk membukakan kunci kamarnya. Pintu kamarnya masih terkunci karena Jesika belum ada keluar kamar sejak bangun tadi.


"Tunggu sebentar Nuri." Ucap Jesika dari dalam kamar. Dan beberapa saat kemudian dia telah membukakan pintu.


"Kamu sudah mandi, sudah segar dirimu." Ucap Jesika begitu melihat Nuri.

__ADS_1


"Ia sudahlah, gak kayak kamu cantik-cantik tapi jorok, hahaha...." Ucap Nuri kepada sahabatnya itu.


"Aku malas, nanti saja sekalian sebelum pergi kerja." Jawab Jesika tersenyum.


"Apa kamu belum lapar, aku sudah sarapan." Ucap Nuri.


"Aku gak lapar, nanti aja juga lah sekalian jalan aku makan buah aja." Jawab Jesika.


"Jesi aku boleh ngomong sesuatu kepada kamu?" Tanya Nuri.


"Dari tadi kamukan ngomong sama aku." Sahut Jesika.


"Maksudku ngomong sesuatu yang sangat penting loh Jesi...." Ucap Nuri.


"Kamu mau ngomong apa?" Tanya Jesika.


"Aku takut dengan mendengar ini kamu bakalan sedih, tetapi sebagai sahabat, aku wajib memberitahukan kepada kamu. Kalau tidak aku beri tahu aku bukan teman yang baik buat kamu." Ucap Nuri dengan mimik wajah yang serius.


"Apa yang mau kamu beritahukan kepadaku?" Tanya Jesika penasaran.


"Aku berat sekali untuk mengatakannya Jesi, ini akan membuatmu sedih dan kecewa. Tetapi kamu tetap harus mengetahui hal ini secepatnya supaya kamu bisa menghindarinya." Ucap Nuri masih dengan mimik serius. Nuri menghela napas panjang untuk melanjutkan perkataannya.


"Kemaren siang waktu aku belanja ke swalayan, aku melihat Pak Suthan dengan seorang wanita cantik juga belanja disitu. Aku melihat mereka berdua sangat mesra, aku yakin sekali kalau itu adalah istrinya. Karena aku melihat kalau wanita itu bukan wanita yang sembarangan, maksudku dia tampak seperti wanita baik-baik. Dan tidak mungkin dia berjalan berdua dengan pria begitu mesra kalau bukan pasangan resminya." Ucap Nuri dan menghentikan sebentar perkataanya melihat reaksi Jesika.

__ADS_1


Jesika memang tampak kaget, bukan karena tahu kalau suthan sudah memiliki istri. Tetapi dia kaget kalau Nuri sahabatnya telah mengetahui kalau Suthan sudah memiliki pasangan. Pasti Nuri akan menghalangi cintanya kepada Suthan. Jesika yakin kalau Nuri tidak bakalan mendukung cintanya.


__ADS_2