Senandung Hati Jasmine

Senandung Hati Jasmine
Episode 34


__ADS_3

"Aku pasti mendo'akan yang terbaik buat sahabat aku. tetapi ingat pesan aku, kalau kamu harus tetap menyelidiki latar belakang Pak Suthan. Jangan sampai jatuh cinta kepada suami orang lain. Karena itu akan jadi bumerang dalam hidupmu. Tapi aku berharap dia masih lajang. Dan cinta sahabatku tidak bertepuk sebelah tangan." Ucap Nuri penuh perhatian kepada sahabatnya Jesika. Karena dia tidak mau nantinya sahabatnya itu terluka.


"Terimakasi Nuri sayang, kamu memang sahabat aku yang terbaik." Ucap Jesika lalu memeluk Nuri.


"Kamu sudah makan?" Tanya Jesika.


"Ya sudahlah, inikan sudah jam sepuluh malam, mana mungkin aku belum makan. Emangnya ada suamiku yang mesti aku tunggu buat makan bareng? Hahaha...." Jawab Nuri.


"Yakan mana tahu kalau diriku engkau tunggu untuk makan bareng, hehehe...." Sahut Jesika.


"Ya rugilah nunggui kamu, perut aku sudah lapar ya aku isilah, sempat nunggu kamu juga bakalan kecewa, buktinya kamu sudah makan berdua dengan pujaan hatimu. Hahaha...." Mereka jadi tertawa bersama.


*


*


*


Suthan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia ingin segera sampai kerumahnya. Karena dia takut Jasmine sudah kelaparan menunggui dirinya pulang. Sebelum tiba dirumah, Suthan mampir sebentar membelikan sate pesanan istrinya. Setelahnya dia langsung pulang.


Sementara dirumah Jasmine bolak - balik melihat jam dihand phone nya. Dia melihat sudah jam sebelas malam. Kenapa Mas Suthan belum pulang juga ya? Pikir Jasmine.


Waktu hendak menelpon suaminya, Jasmine mendengar suara mobil sehingga dia tidak jadi menelpon. Dia tahu kalau Suthan sudah sampai.


Jasmine membukakan pintu buat suaminya.

__ADS_1


"Kenapa agak lama pulangnya Mas?" Tanya Jasmine ketika Suthan sudah memasuki rumah.


"Tadi setelah selesai pemeriksaan di rumah sakit, Mas sudah merasa lapar, jadi Mas juga menanyakan kepada gadis itu apakah dia lapar? Lalu dia mengatakan lapar juga, Mas gak tega kalau harus mengantarkannya pulang dalam keadaan lapar, jadi Mas ajak dia makan bareng sama Mas. Maaf ya sayang Mas sudah makan dengan gadis lain tanpa ada kamu. Tadi Mas gak enak mau cerita dari telepon makanya Mas memutuskan untuk berbica secara langsung setelah tiba di rumah kalau Mas mengajak gadis itu makan. Kamu jangan salah paham ya sayang." Suthan menjelaskan kejadian tadi kepeda istrinya.


"Tidak apa - apa sayang, Jasmine sangat percaya kepada suami Jasmine, karena dia gak akan pernah melukai perasaan istrinya. Dan Jasmine yakin kalau Mas adalah suami yang setia." Jawab Jasmine dan memeluk suami yang sangat dicintainya. Karena Suthan adalah cinta pertamanya sekaligus suami yang sangat disayanginya.


"Terimakasih sayang, Mas janji gak akan pernah menyakiti hatimu, walau dalam mimpi sekalipun." Jawab Suthan sambil melihat dalam manik mata istrinya.


Suthan mencium mata istrinya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan, lau menuju ke arah bibir Jasmine. Awalnya Suthan menciumnya penuh kelembutan kemudian menuntut jadi nafsu.


Sementara Jasmine mengikuti irama permainan suaminya. Dan mereka melakukan permainan panas dengan penuh gairah diatas sofa ruang keluarga. Suthan sangat bernafsu saat ini kepada istrinya. Sepertinya sudah lama mereka tidak melakukan hal ini dengan penuh gairah yang membara. Karena beberapa bulan ini mereka selalu melakukan hubungan intim sesuai jadwal dari dokter. Mengikuti masa subur Jasmine. Dan tiap bulannya Jasmine harus kecewa karena terus gagal hamil.


Setelah melakukan pelepasan, tubuh Suthan bergetar dan tanpa sadar mengeluarkan suara erangan. Dia merasa sangat benar - benar lega, seakan - akan menemukan oasis di gurun pasir. Kemudian dia menatap dalam lagi kemata istri yang sangat disayanginya, dan mengatakan.


"Aku sangat mencintaimu Jasmine, kamu adalah bidadari surgaku." Ucap Suthan dengan kelembutan pada Jasmine dan kembali mencium mata istrinya dengan penuh kasih sayang.


Suthan memeluk istrinya dengan erat, walau tubuh mereka masih penuh dengan keringat karena permainan panas tadi. Kemudian Suthan meraih remot AC dan menghidupkan AC ruangan untuk menyejukkan tubuh mereka yang masih penuh keringat.


Suthan terus mencium pipi dan rambut panjang Jasmine. Entah kenapa tiba - tiba malam ini Suthan begitu menggebu - gebu terhadap istrinya ini. Mungkin karena dia tadi merasa bersalah mengajak gadis lain makan berdua dengannya. Karena setelah mereka menikah gak pernah sekalipun Suthan makan berdua dengan wanita selain istrinya. Dengan rekan bisnis wanita sering makan tapi mereka tidak berdua, ada karyawan lain yang juga ikut.


Suthan sadar kalu istrinya belum makan, karena mendengar cacing perut Jasmine sudah berteriak - tetiak minta diisi.


"Astaga sayang...maaf Mas lupa kalau kamu belum makan, cacing perutmu sudah berontak ini. Mereka sudah teriak - teriak minta makan." Ucap Suthan sambil mengelus perut rata Jasmine.


" Ia Mas, Jasmine sudah lapar bangat, tapi tadi Mas langsung nyosor jadi Jasmine gak bisa mengelak." Jawab Jasmine dengan polos.

__ADS_1


"Sudah tunggu saja disini, Mas akan ambilkan piring, Mas akan bertanggung jawab atas kesalahan Mas." Jawab Suthan lalu pergi ke dapur mengambilkan piring dan sendok tidak lupa sekalian air minumnya.


Suthan mengambil bungkusan sate yang diletakkan tadi diatas meja dan menaruhnya kepiring. Jasmine duduk masih dalam keadaan tubuh yang polos untuk meraih piring sate itu.


Suthan tidak memberikannya. Dia ingin menyuapi istri tercintanya.


"Biar Mas yang suapin kamu ya, sudah lama kamu tidak Mas suapin seperti ini." Ucap Suthan dan mulai menyuapi Jasmine sampai satenya habis.


"Sudah kenyang sayang?" Tanya Suthan memastikan, karena Jasmine sangat lahap memakan satenya.


"Sudah Sayang" Jawab Jasmine.


"Mas kita pindah ke kamar ya karena Jasmine merasa mulai dingin." Ucap Jasmine kepada Suthan. Karena di ruangan ini tidak ada selimut sementara Jasmine dalam keadaan masih polos.


Suthan kemudian berdiri dan mengendong istrinya ke kamar. Jasmine terkejut ketika tiba - tiba sudah berada dalam gendongan suaminya.


"Mas gak perlu digendong, Jasmine bisa berjalan sendiri" Ucap Jasmine.


Suthan tidak memperdulikan ucapan istrinya, dia terus berjalan kearah kamar. Suthan meletakkan tubuh istrinya dengan perlahan dan memulai adengan panas sekali lagi.


Jasmine menerima dengan senyuman perlakuan suaminya. Mereka seakan - akan seperti pengantin baru. Saling menuntut dan menerima. Memadu kasih penuh dengan gairah yang membara.


Setelahnya mereka tertidur dengan nyenyak. Suthan merasa sangat bahagia malam ini begitu juga dengan Jasmine. Mereka berpelukan dalam selimut membagi kehangatan sampai pagi.


Pagi ini Suthan bangun terlebih dahulu, dia memandangi wajah istrinya. Dia merasa sangat bahagia dengan malam panjang mereka. Suthan bengun dalam keadaan fress pagi ini. Dia mencium kening istrinya dan memandangi wajah istinya penuh kasih sayang. Suthan juga membelai lembut wajah istrinya yang sangat cantik dimatanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2