
"Aku sangat mencintaimu sayang, tetaplah tersenyum matahariku, karena kau adalah penghangat jiwaku, aku tidak bisa melihatmu bersedih. Hatiku sangat terluka melihatnya. Aku tau tidak mudah untuk mengobati luka dihatimu, tetapi aku masih ada disini dan membutuhkanmu. Jadikanlah diriku menopang tubuhmu yang rapuh karena kehilangan buah hati kita. Aku akan bertahan sekuat tenaga menopangmu sayang. Tetapi tetaplah bertahan pada diriku, dan ungkapkan semua keluh kesahmu, jangan kamu simpan dan pendam sendiri." Ngumam Suthan dengan suara pelan.
Akan tetapi Jasmine mendengar jelas semua perkataan suaminya. Jasmine sudah terbangun ketika Suthan mengelus - elus pipinya, tetapi Jasmine belum membuka matanya. Dalam hati Jasmine berjanji tidak akan larut lagi dalam kesedihan kehilangan anak mereka. Dia tidak boleh terpuruk lebih lama lagi. Karena masih ada hati yang harus dia jaga. Masih ada Mas Suthan yang masih membutuhkan perhatian dan kasih sayangnya.
Dia berjanji dalam hatinya mulai hari ini akan menata hatinya dan bersikap lebih baik lagi. Karena tanpa dia sadari sudah membuat terluka suaminya dengan keegoisannya beberapa bulan ini. Bukan aku saja yang terluka, Mas suthan juga terluka sama seperti aku. Kenapa aku bisa seegois ini kepadamu Mas, aku telah mengabaikanmu sejak kejadian beberapa bulan yang lalu. Maafkan aku sayang. Ucap Jasmine dalam hatinya.
Jasmine perlahan membuka matanya. Air matanya mengalir mendengar ucapan suaminya tadi, "Betapa besarnya cinta Mas Suthan kepadaku, maaf sudah mengabaikan Mas beberapa bulan ini." Ucap Jesika sambil menangis.
"Jangan menangis sayang, aku tidak tahan melihat air matamu, aku sangat terluka melihatnya." Suthan mengusap air mata istrinya penuh kelembutan.
"Jasmine janji mulai hari ini gak akan berlarut lagi dalam kesedihan, Jasmine akan berusaha membuka lembaran baru dalam hidup kita, sudah beberapa bulan ini Jasmine mengabaikan Mas. Maafkan Jasmine ya sayang." Ucap Jasmine penuh haru.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan, kamu tidak salah, semua ini sudah takdir dari Allah, Mas sadar kalau kamu butuh waktu untuk mengobati luka hatimu, Mas tahu kalau itu tidak akan mudah bagimu. Makanya Mas gak pernah memaksa kamu untuk apa pun yang tidak kamu inginkan. Biarlah waktu yang mengobati luka hatimu. Mudah - mudahan Allah memberi kita ganti yang lebih baik." Ucap Suthan sambil membelai wajah istrinya.
"Bagaimana kalau Jasmine tidak bisa hamil dan memberi Mas anak lagi??" Tanya Jasmine kepada Suthan dengan masih meneteskan air mata.
"Dari dulu Mas sudah katakan, Mas gak masalah kalau kita tidak punya rezeki anak, kita tidak bisa memaksakan kehendak kita sendirikan. Kalau Allah belum memberi bagaimana kita bisa paksakan. Cukup kamu saja disisiku itu sudah hal yang sangat indah dalam hidupku. Karena aku benar - benar sangat mencintaimu tanpa syarat. Tetaplah berada disisiku hingga akhir hayat kita." Jawab Suthan.
Jasmine sangat bahagia mendengar ucapan suaminya. Dia berjanji akan merubah sikapnya. Dia akan kembali ceria buat suaminya. Dan pagi ini adalah pagi yang sangat indah setelah beberpa bulan ini buat Jasmine.
"Ayuk mandi Mas, bentar lagi Mas mau ke kantor, takut nanti terlambat." Ajak Jasmine kepada suaminya.
__ADS_1
"Hari ini Mas malas ke kantor, inikan Weekend kerja cuma sampe tengah hari, lagian hari ini tidak banyak pekerjaan. Mas mau bersama kamu seharian ini." Ucap Suthan.
"Benar Mas gak ke kantor?" Tanya Jasmine memastikan.
"Iya sayang, kita hari ini berlibur aja ya ke pantai, terus kita menginap satu malam, besok sore kita pulang, bagaimana, kamu setuju?" Tanya Suthan.
"Baiklah sayang kita piknik hari ini." Jawab Jasmine dengan wajah ceria, secerah cuaca pagi ini.
"Jadi kita masih mau tidur lagi atau siap - siap berangkat ne?" Tanya Jasmine menggoda suaminya.
"Kita sarapan dulu sebentar ya sayang." Jawab Suthan dan menarik selimut mereka.
Suthan memulai sarapan paginya diatas ranjang dengan penuh kenikmatan dengan istrinya. Dan Jasmine juga menikmatinya dengan bahagia, kali ini Jasmine tidak mau terima pasrah, dia memutar balik keadaan, sekarang dia yang ambil kendali. Suthan sangat senang kalau istrinya sudah seperti ini, hal yang sudah lama tidak dirasakan Suthan. Suthan menikmati semua sentuhan yang diberikan istrinya. Hingga akhirnya mereka sama - sama mengerang penuh kenikmatan atas pencapaian yang mereka dapatkan secara bersamaan, lalu Jasmine berbaring diatas tubuh Suthan dengan peluh keringat dan nafas yang masih belum beraturan dengan lemas dan tersenyum puas.
Setalah beberapa menit, Jasmine mengajak Suthan mandi, supaya mereka bergegas pergi piknik.
"Ayo mandi Mas, nanti kesiangan kita pergi, Jasmine sudah gak sabar menikamti ombak pantai." Ajak Jasmine kepada Suthan.
"Pantai juga lumayan jauh dari sini, kita butuh lima sampe enam jam perjalanan kesana. Nanti kalau kita kelamaan pergi bisa malam sampe kesana." Ucap Jasmine mengajak suaminya supaya segera bersiap pergi.
"Ternyata istri Mas sudah gak sabar ya, ya sudah ayok kita mandi." Jawab Suthan.
__ADS_1
Mereka mandi bersamaan tetapi kali ini mereka hanya benar - benar mandi karena Jasmine bilang jangan macam - macam di kamar mandi, takut mereka kelamaan perginya.
"Kalau Mas minta lagi sekarang ntar malam Jasmine gak ngasi jatah lagi " Ancam Jasmine yang membuat Suthan mengurungkan niatnya enak - enak dalam kamar mandi.
Setelah mereka selesai mandi, mereka siap - siap berangkat piknik. Jasmine mengemas pakaian ganti sekalian pakaian renang. Nantinya di kolam hotel view kolam renangnya sangat indah langsung menghadap ke pantai. Dan Jasmine tidak mau melewatkan hal itu. Karena berenang adalah salah satu hobby Jasmine. Apalagi ini tempatnya sangat indah.
"Kita sarapan di luar aja ya sayang sekalian jalan, takut gak keburu lagi buatin sarapan." Ucap Jasmien kepada Suthan.
"Baiklah sayang, baju renang kita sudah di masukkan kedalam tas kan?" Tanya Suthan karena dia takut istrinya lupa.
"Sudah sayang, Jasmine sudah masukin" Jawab Jasmine.
"Kita berangkat sekarang?" Tanya Suthan.
"Ayok, pakaian sudah siap kok dalam koper." Sahut Jasmine.
"Pastikan dulu semua jendela sama pintu rumah kita sudah terkunci, dan tolong selang gas, dan cok listrik semua sudah aman sayang." Ucap Jasmine menyuruh suaminya memeriksa semuanya. Karena Jasmine ingin memastikan semua dalam keadaan aman saat mereka tinggalkan. Untuk menghindari hal - hal yang tidak diinginkan.
Setelah memeriksa semua, dan merasa semua sudah aman, Suthan mengajak istrinya segera berangkat.
"Semua sudah oke sayang, kita pergi sekarang ya, Mas sudah lapar juga, karena sudah banyak terkuras dari tadi malam, hahaha...." Ucap Suthan kepada istrinya.
__ADS_1
"Ya sudah ayok Mas." Jawab Jasmine.
Bersambung