Si Bobrok Dan Si Brutal

Si Bobrok Dan Si Brutal
BAB 20 "Jangan sebut Mantan"


__ADS_3

Barnes tak bisa menolak keinginan Nessa, tapi dia tidak pernah menganggap keduanya putus. Walau di sampingnya selalu ada Rifki yang menyemangati dirinya untuk tidak menjadi sad boy.


Tapi, praktik ternyata tidaklah semudah teori walau bagaimanapun Barnes menjauh selalu didalam hatinya ia berpedoman.


"Gue yang nembak lo, jadi gue yang berhak mutusin lo! Sama halnya dengan ijab qobul yang diucapkan laki-laki, maka talak juga laki-laki yang berhak untuk mengatakan!" uraian kata itulah yang membuat Barnes terus saja memperhatikan gadis pebasket yang tempo hari telah dengan tega mengucap kata putus padanya.


Tetap memperhatikan Nessa, kemana pun gadis itu pergi, tidak ada laki-laki lain, maka apa yg membuat Nessa minta putus?


Sekian hari ia lalui dengan menjadi stalker mantan pacarnya, Barnes mulai bertanya-tanya, adakah yang mengadu domba mereka berdua?


Pada kenyataannya Nessa sama sekali tidak ada dekat dengan laki-laki lain. Sampai pada akhirnya Barnes mencoba salah satu cara.


Siang ini Barnes terlihat makan di kantin bersama dengan seorang gadis, Gita namanya, gadis yang sudah lama tergila-gila akan kharisma yang Barnes pancarkan.


Mereka terlihat duduk berdampingan, ditengah sesaknya suasana kantin masuklah Nessa yang saat itu tengah membawa satu nampan makan siangnya, netra bulat gadis itu menyapu seisi ruangan kantin yang sudah terlihat penuh sampai akhirnya Nessa menemukan satu tempat duduk kosong, ya...hanya satu itu dan itu di depan Barnes.


Menghela napas panjang, Nessa terpaksa duduk didepan sang mantan.


Pada saat itulah Barnes menggunakan kesempatan, "Git, gue mau kentang goreng lo dong!" cetus Barnes tiba-tiba yang sukses mencuri perhatian mata indah gadis yang ada diseberang mejanya.


"Oh boleh-boleh, gue suapin yak!" ucap Gita dengan mencomot satu stik kentang, tak lupa gadis itu mencelupkan stik kentang kedalam saus.


Saat stik kentang akan Gita suap kan kedalam mulut Barnes, Plak!!!


Nessa berdiri dengan cepat ia menepis kasar tangan Gita yang akan menyuapi Barnes, sampai-sampai stik kentang itu jatuh kelantai tanpa sedikitpun menyentuh bibir Barnes.

__ADS_1


Kening Gita berkerut, "Lo apa-apaan sih Nes?!" marahnya.


"Sorry, Barnes nggak suka pedas!" ketusnya yang kemudian dengan santainya kembali duduk dan melanjutkan makan siangnya.


Sedikit senyum simpul menghiasi wajah Barnes, ia melihat sedikit kecemburuan pada sorot mata Nessa.


"Cemburu, tapi kenapa lo nggak ada sedikitpun buat jelasin, kenapa lo minta putus? Kalo masih cemburu kenapa juga lo sok-sokan menjauh?" Batin Barnes dengan diam-diam memandang Nessa yang asik dengan hidangan makan siangnya, padahal didepannya ada Gita yang terus nyerocos tidak jelas.


Serasa dunia milik berdua, suara cempreng Gita tak lagi dapat memasuki indera pendengaran Barnes mau pun Nessa, jujur gadis itu diam dan berusaha fokus dengan makanan tapi diam-diam ekor matanya mencuri pandang kearah laki-laki tampan yang kini sudah menyandang status mantan kekasihnya, sampai__


"Bar! Gue cari-cari lo dari tadi ternyata lagi berduaan sama Gita!" seolah menjadi kompor Rifki menyeletuk dengan menepuk punggung Barnes.


Tersentak nya Barnes juga membawa Nessa keluar dari dalam lamunannya, "Eh ada Nessa." sapa Rifki.


"Oh iya ntar malem kalian pada dateng ke acara ultah gue yak!" ucap Rifki yang hanya diangguki oleh Barnes dan Nessa, berbeda dengan Gita ia lebih antusias, bahkan gadis itu mengajak Barnes untuk berangkat bersama, demi kembali mencari simpatik dari Nessa Barnes menyahuti Gita.


"Iya, apa sih yang enggak buat lo." sahut Barnes dengan melirik kearah Nessa, terlihat oleh netra tajam Barnes wajah Nessa yang seperti menyembunyikan sesuatu, bahkan gadis itu mengedipkan matanya beberapa kali, seolah menahan sesuatu yang akan keluar dari dalam mata indah itu.


Tanpa banyak bicara Nessa berdiri dengan untuk meninggalkan meja kantin itu.


"Nes tunggu!" bukan suara Barnes tapi Rifki yang menahannya.


Berhenti Nessa tanpa menatap lawan bicaranya, "Lo ntar malam datang, kan? Apa perlu gue jemput?" tanya Rifki yang sedikit berharap.


"Gue nggak janji! Dan gue bisa datang sendiri!" ketus Nessa sebelum ia meninggalkan area kantin.

__ADS_1


"Cih, dia mau datang sendiri, Rifki apa-apaan coba, mau jemput Nessa, apa jangan-jangan Rifki suka sama Nessa?" batin Barnes menerka-nerka, sungguh suasana hatinya saat ini sangatlah sensitif, bahkan sering Barnes berpikir negatif.


...("sB&sB")...


Safira terlihat berdiri di ambang pintu kamar Nessa, anak gadisnya itu kini sudah berganti gaun untuk yang kelima. Masih merasa tidak percaya diri, Nessa berputar-putar didepan cermin tinggi yang ada di dalam kamarnya.


"Sebenarnya kamu ini mau mendatangi acara apa sih Nes?" tanya Safira dengan nada lembutnya.


"Ulang tahun teman Bun." sahut Nessa yang masih memantas diri didepan cermin.


"Teman apa teman? Sadar nggak kamu dari tadi udah gonta-ganti gaun, ini mungkin yang kelima." gumam Safira.


"Ish... teman Bun, Bunda apaan sih?" gerutu Nessa dengan wajah yang cemberut tapi masih tetap menatap cermin di depannya.


"Atau jangan-jangan ada Barnes juga di pesta sana?" tebak Safira yang pas sekali tepat sasaran, yang langsung membuat Nessa berbalik dan menatap Safira.


Tanpa gadis itu menjawab, Safira sudah lebih dulu menebaknya.


"Sudah Bunda duga, anak Bunda sibuk merias diri ini ternyata ada si mantan terindah to?" ledek Safira.


"Jangan mantan dong Bun sebutnya!" gerutu Nessa dengan mengerucutkan bibirnya.


"Loh, bukan nya memang mantan ya?" bingung Nessa, bukankah dirinya sendiri yang memutuskan hubungannya? Tapi mengapa tak mau di sebut sebagai mantan?


...Marhaban Ya Ramadhan...

__ADS_1


...Eh, Hay my reader ku sayang, gimana nih puasa hari keduanya? Lancarkan ya? 🥰🥰🥰...


...Semoga kalian sehat selalu, selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan 🙏🙏🙏...


__ADS_2