Si Bobrok Dan Si Brutal

Si Bobrok Dan Si Brutal
BAB 27 "Perasaan Bryna"


__ADS_3

Barnes yang seolah kehilangan semangatnya, terlihat remaja tampan itu tengah duduk diantara rak-rak buku yang tinggi menjulang.


Brak!!


Satu tumpuk buku dihempas di meja yang ada di hadapan Barnes, terlihat wajah cantik yang sangat mirip dengannya nongol dari balik tumpukan buku itu. Siapa lagi kalau bukan Bryna.


"Njir! Kaget gue!" ketus Barnes, Bryna mengerutkan keningnya, "Bengong mikirin Nessa ya lo?" datar Bryna bertanya.


"Haish... Sok tau!" ketus Barnes, ia menggeser tumpukan buku yang ada dihadapannya.


"Nih isi! Gue ada kegiatan baru biar lo nggak galau-galauan mulu!" ucap Nessa dengan memberikan selembar kertas yang berisi tabel daftar isi.


"Apaan nih?" tanya Barnes, walau begitu ia tetap meraih lembaran kertas itu dari tangan Bryna.


"Pendaftaran peserta persami?" Barnes melirik Bryna setelah ia membaca tulisan yang berwarna hitam di sana.


"He'em, ikut aja udah, lagian mengikuti kegiatan sekolah nggak ada jeleknya juga kok." cetus Bryna dengan tangan yang sibuk menata buku di rak-nya.


Saat hendak menaruh buku kerak yang lumayan tinggi Bryna tidak sampai dan tak sengaja buku kamus besar yang dipegangnya meleset dan__


Tap!!


Aldy dengan sigap menangkap buku kamus besar itu, "Lo nggak papa?" tanya Aldy yang berdiri dibelakang Bryna.


Tangan Aldy mendorong buku yang hampir menjatuhi kepala Bryna ke tempatnya, Bryna menoleh menatap wajah Aldy yang masih menatap buku besar yang didorongnya.


"Gu... Gue nggak papa kok." sedikit bersemu merah pipi Bryna, ia menundukkan wajahnya.


"Lain kali hati-hati, ada Barnes juga, kenapa nggak minta tolong Barnes aja?" tanya Aldy.


Barnes yang tercengang mendapat ekspresi baru di wajah kembarannya mulai berpikir jail, "Ya kalo gue yang bantuin, kalian nggak jadi berdekatan dong." cetus Barnes.


"Ish, apaan sih Bar! Ngaco lo!" sahut Bryna sengaja menyibukkan diri dengan buku-buku yang belum ditata-nya.


"Kalian mending jadian aja deh, keknya kalian cocok." celetuk Barnes yang membuat Bryna melempar satu buku ke wajah tampan kembarannya.


Brugh!!


"Aduh! Sakit Na!" keluh Barnes dengan mengusap keningnya yang terhantam buku.


"Makanya punya bacot dijaga!" ketus Bryna.


"Tapi gue ngomong apa adanya kok, kalian klop, sama-sama suka belajar sama-sama susah ngertinya juga hahaha..." Barnes berlari keluar dari perpustakaan sebelum buku yang lebih besar melayang menghantam wajahnya lagi.

__ADS_1


"Dasar kembaran nggak ada akhlak!" geram Bryna dengan menatap Barnes yang sudah hilang ditelan rak-rak buku yang menjulang tinggi.


"Sabar By, lagian lo kaya nggak tau Barnes aja sih, kan lo kembarannya." ucap Aldy dengan halus, ia membantu Bryna menata buku-buku yang tersisa.


Bryna menunduk, sejujurnya ada rasa lain ketika Barnes mengusulkan hubungan antara dirinya dan Aldy.


"Em... menurut lo gimana Al?" tanya Bryna yang membuat Aldy sontak memandang wajah cantik yang selalu terlihat datar itu.


"Gimana? Apanya?" tanya Aldy, karena Bryna tak kunjung menyahuti, Aldy kembali menatap barisan buku yang ada di depan Bryna.


"Udah kok, udah rapi." sahut Aldy.


"Kok rapi sih?" tanya Bryna.


"Lah emang udah rapi bukunya, emang apaan sih?" tanya Aldy.


Mendengus kesal Bryna meninggalkan Aldy yang masih bingung di sana, "Au ah! Dasar nggak peka!" celetuknya sebelum langkah kakinya meninggalkan gudang ilmu itu.


Di sisi lain...


Langkah kaki Barnes mengayun menuju gudang belakang, satu tangannya memeriksa saku yang masih ada satu batang rokok dengan satu korek.


Niat hati ingin menenangkan pikiran dengan merokok di gudang belakang, tapi saat ia melewati ruang ganti, tak sengaja dari kejauhan ia melihat gadis yang sangat dirindukannya tengah berjalan sendiri kearah ruang ganti.


Tak mau sampai dilihat oleh siswa maupun siswi lain, Barnes segera masuk kedalamnya dan...


Dibekap nya gadis yang melintas disalah satu ruang ganti.


Dihirupnya parfum vanila yang bercampur dengan keringat, yang entah mengapa itu selalu membuat Barnes merindu.


"I miss you baby," bisik nya di samping telinga gadis cantik yang ada didalam dekapannya.


"Barnes?" ucap Nessa kala ia berhasil melepaskan bekapan tangan Barnes di mulutnya.


Menoleh kebelakang, Nessa mendapati wajah tampan Barnes yang memejamkan mata dengan menghirup aroma tubuhnya.


"Bar, jangan begini! Ini ruang ganti khusus cewek!" Nessa berontak, berusaha ia melepaskan diri dari peluk erat sang kekasih.


Barnes memutar tubuh Nessa agar menghadap kearahnya, di pojok kan punggung gadis itu hingga membentur dinding, "Lo nggak kangen sama gue?" tanyanya.


"Kan semalem juga kita ketemu, belum ada 24 jam kita pisah Bar, ini udah bilang kangen aja." gerutu Nessa dengan mengalihkan pandangannya dari tatapan Barnes yang seperti mendamba nya.


"Nes, gue nggak ketemu lo satu jam aja udah kek seminggu nggak ketemu Nes, setiap menit tanpa lo itu rasanya kek lama banget buat gue." Barnes mengungkapkan perasaan yang penuh akan kerinduan.

__ADS_1


"Beuuuuhh... gombal!" sahut Nessa dengan mencubit pipi Barnes.


"Nggak sekalian, sehari tak bertemu hati rasa sudah hilang sewindu?" imbuh Nessa dengan senyum yang memamerkan barisan gigi rapinya.


"Ya mungkin bisa begitu," Barnes menyahuti dengan terus menatap bibir pink yang selalu menjadi candu.


Dikecupnya sejenak bibir yang berwarna pink natural itu, "Bar?!" Nessa mengerut kedua alisnya, menandakan ia protes, ia tak mau dicium di sembarang tempat.


"Kenapa?" senyum Barnes mengembang setelahnya, "Gue tunggu di perpustakaan, kursi biasa!" ucap Barnes kemudian ia keluar dari ruang ganti, meninggalkan Nessa yang masih sibuk menata detak jantung yang entah mengapa selalu kacau setiap kali Barnes berlaku manis dan romantis kepadanya.


Lupa dengan rencana merokok di gudang, Barnes kembali kedalam gudang ilmu yang tadi sempat ditinggalkannya.


"Loh Al? Lo sendiri? Bryna mana?" tanya Barnes saat melihat Aldy seorang diri tengah membaca buku.


"Bryna marah!" sahutnya asal tapi benar.


"Marah? Kenapa?" Barnes semakin penasaran, kok bisa gadis bertampang datar itu marah?


"He'em, gara-gara lo deh keknya." sahut Aldy.


"Loh kok gara-gara gue?"


"Ya habisnya, dia keluar setelah lo keluar dengan tawa aneh lo tadi!" Aldy berucap tanpa memandang Barnes, mata dibalik kaca minus itu tetap memandang buku yang ada dihadapannya.


"Hai Bar, eh ada Aldy juga? Bryna mana? Biasanya kalian bersama?" Nessa yang baru tiba sudah nimbrung saja.


"Katanya Bryna marah." sahut Barnes dengan berbisik.


"Hah? Bryna bisa marah? Asli lo spesial sih Al kalo sampe bikin Bryna marah mah." celetuk Nessa yang membuat Aldy menghela napas panjang seolah malas dengan dua sejoli yang ada dihadapannya ini.


"Keknya sih Aldy nggak peka deh." sambung Nessa.


"Nggak peka gimana?" tanya Aldy yang tidak mengerti.


"Ya kalo gue liat sih, Bryna diem-diem suka sama lo deh." sahut Nessa dengan menduduki salah satu bangku kosong yang ada di sana.


"Nah kan, apa gue bilang, kalian mending jadian aja!" timpal Barnes dengan duduk di samping Nessa.


"Jangan sok tau deh! Dan lagi jangan bikin gue GR!" ketus Aldy.


"Kok GR sih?" tanya Nessa yang bingung.


"Ya kali cewek secantik Bryna suka sama gue, kitakan dekat karena emang pertama, kita datu kelas, kedua, kita sama-sama anggota osis, ke tiga, kita ikut Olimpiade cerdas-cermat, makanya kita bisa bareng-bareng." jelas Aldy panjang lebar.

__ADS_1


"Jadi perhatian gue selama ini nggak keliatan dimata lo?!" terdengar suara gadis lain yang bertanya setelah Aldy selesai dengan penjelasannya.


Sontak semua mata tertuju kepada si pemilik suara itu, tergagu Aldy mendapati sosok cantik yang tengah berdiri dengan tatapan nanarnya...


__ADS_2