Si Bobrok Dan Si Brutal

Si Bobrok Dan Si Brutal
BAB 25 "Sosok Hitam"


__ADS_3

Tatapan tajam mengarah kepada kedua remaja yang berjalan dengan beriringan, menuju depan kap mobil, Barnes terus menerka-nerka jika laki-laki yang berdiri didepan mobil ini adalah ayah dari gadis pujaannya.


Secara otomatis remaja tampan itu terus menunduk sopan, menjaga sikap didepan orang tua Nessa itu sangatlah penting bagi Barnes.


"Siapa kamu?!" sampai pertanyaan tak bersahabat terlontar dari laki-laki paruh baya yang tak lain Ferdi, ayah biologis dari Nessa Ferdina, bahkan tatapan mata Ferdi sangat merendahkan Barnes.


Orang tua mana yang suka jika anak gadisnya pulang malam bersama laki-laki SMA berponi? Rambut seperti tak terurus panjangnya lebih dari 3cm, bahkan dimata Ferdi terlihat sedikit mata panda dibawah kelopak mata Barnes, yang sudah pasti dapat dia tebak bahwa pemuda yang mengantar anak gadisnya ini suka sekali begadang macam laki-laki liar diluar sana.


Juga aroma rokok yang menguar, tambah saja kesan negatif dari Ferdi untuk Barnes yang terus ditatapnya.


"A... Ayah, kenalin ini Barnes, teman Nessa." sedikit tergagap Nessa mengenalkan Barnes.


"Sudah malam, kamu masuk!" titahnya tanpa nada enak didengar, alih-alih menyahuti putrinya yang tengah memperkenalkan temannya, Ferdi malah menyuruh Nessa dengan menyeret lengan gadis itu kedalam rumah besar.


"Maaf Om, jangan marah sama Nessa, saya yang paksa Nessa buat pulang bareng sama saya." Barnes yang tidak suka gadis kesayangannya di perlakukan tidak halus, memberanikan diri untuk menegur Ferdi.


Mendapat teguran dari bocah SMA Ferdi menatap tajam Barnes, "Saya Ayahnya! Saya berhak atas Nessa, termasuk memilah teman-temannya!"


Brak!!!


Pintu tertutup rapat didepan wajah Barnes, remaja tampan itu meredup ekspresi, "Galak ternyata bapaknya." gumam Barnes.


Didalam rumah...


Plak!


"Ah... Ayah..." satu tamparan mendarat di pipi mulus Nessa.


"Sudah berani kamu membawa pulang laki-laki? Mau jadi apa kamu hah?!" suara dengan nada tinggi keluar dari mulut Ferdi.


Terdian sejenak Nessa sebelum ia membalas ucapan Ayahnya, "Dia teman Nessa Ayah, apa salah jika Nessa punya teman? Selama ini hanya prestasi dan prestasi yang Nessa kejar, sampai-sampai Nessa lupa jika berteman itu tidak hanya di lingkup atlet saja!"


Suara perdebatan itu memenuhi ruangan yang tak jauh dari pintu utama, bahkan Barnes mengurungkan niatnya untuk pulang ke kediamannya.

__ADS_1


Remaja tampan itu masih stay didepan pintu yang tertutup, mendengarkan perdebatan yang terjadi didalam rumah sana, juga merasa khawatir jika sampai Nessa mendapatkan hukuman.


"Ada apa ini?" terdengar suara Safira yang baru saja bergabung dengan suami dan juga putrinya.


"Sayang? Kenapa?" tanya Safira dengan mengelus kepala Nessa.


Terdiam semua kala ibu rumah tangga itu bertanya, "Kalian ini kenapa?" geram Safira, ia sedikit menaikkan nada bicaranya lebih tinggi satu oktaf.


"Ajari anak mu! Berani-beraninya dia membawa pulang laki-laki, malam-malam begini, mau jadi apa?!" Dengan sedikit membentak Ferdi berucap sambil berjalan meninggalkan ibu dan anak yang masih saling peluk itu.


"Ada apa sayang? Cerita sama Bunda." dengan lembut Safira berucap.


"Barnes Bun, di depan." lirih Nessa sambil terisak.


"Barnes?" Safira yang mendengar nama itu segera berjalan menuju pintu utama, namun__


"Berani kau sentuh gagang pintu itu, aku tidak segan-segan untuk menghukummu Safira!" ancaman itu sukses membuat Safira terdiam.


"Nessa! Kau pilih pindah dari sekolah atau tidak usah sekolah sama sekali!" pilihan itu membuat Nessa tersentak.


"Kalau sampai Ayah masih melihat kamu bersama dengan teman berandal kamu itu, Ayah tidak akan segan-segan mengeluarkan kamu dari sekolah mu itu!" sambung Ferdi yang kemudian melanjutkan langkah kakinya.


Tak dapat di ganggu gugat keputusan Ferdi, bahkan Safira yang menyukai sifat Barnes saja tak berkutik didepan suaminya, mungkin Safira masih hormat dengan laki-laki yang menjadi imam keluarganya itu.


Tak mau membuang waktu Nessa berlari kelantai atas dimana kamarnya terletak, sedangkan Safira berjalan menyusul suaminya.


Didalam kamar Nessa...


Gadis itu membuka pintu balkon, ditatapnya bintang-bintang yang bertebaran di langit malam yang gelap namun terlihat gemerlap.


Merenung gadis cantik itu, baru saja ia merasakan kebahagiaan, namun kenapa cepat sekali kini nasibnya seakan dipertaruhkan, ditengah keheningannya__


"Ssttt... Ssttt... Ness!" terdengar sayup suara seseorang memanggil namanya.

__ADS_1


Menoleh celingukan Nessa mencari sumber suara, sedikit merinding rasanya, karena malam kian melarut dan tiba-tiba ada suara yang memanggil namanya.


"Ness! Ini gue!" kembali suara itu berbisik, semakin merinding Nessa dibuatnya, gadis itu berjalan kembali kedalam kamarnya, namun saat pintu kacanya tertutup__


Klotak!!


Sebuah kerikil kecil menghantam pintu kaca hingga membuat Nessa menatap kearah pintu kaca itu.


Ditatapnya pintu kaca yang tertutup tirai putih yang terlihat menerawang, "Duh kok gue jadi deg-degan ya?" gumamnya dengan menyentuh dadanya.


Saat suasana semakin terasa mencekam, tiba-tiba muncul saja pikiran-pikiran aneh yang membuat remaja cantik itu bergidik.


"Kata orang kalo kita merasa sedih dan paling tersakiti, akan ada makhluk yang mengasihani kita, jangan-jangan itu benar? Jangan-jangan belum ada satu jam gue sedih makhluk itu udah dengerin curahan hati gue?" panik Nessa dengan pikirannya.


"Duh jangan dong, jangan dateng dong!" do'a demi do'a terlantun dari bibir mungilnya, Nessa terus berdiri di tempatnya bahkan berpindah satu langkah saja ia tak berani.


Dan disaat-saat yang cukup menegangkan itu tiba-tiba__


Brugh!!


Sebuah bayangan hitam terlihat mendarat di balkon kamarnya, "Aaa!! Astaga! Apa itu?" sedikit berteriak, namun kemudian Nessa memelankan suaranya.


Tok... Tok... Tok...


Sosok itu terlihat mengetuk pintu kaca milik Nessa, "Ness! Ini gue! Buka pintunya!"


Merinding Nessa dibuatnya, "Oh ya ampun apa lagi ini? Kenapa sekarang suara Barnes ditiru nya?" gumam Nessa.


Krrriiiieeeettt...


Pintu kaca yang lupa Nessa kunci pun terbuka...


Duh kira-kira apa itu ya?

__ADS_1


Cus like dan komentar kalian aku tunggu ya 🤭 gimana nih sampai di sini pada ngeh nggak?


__ADS_2