Si Bobrok Dan Si Brutal

Si Bobrok Dan Si Brutal
BAB 28 "Marah"


__ADS_3

Waktu seolah terhenti begitu saja, kala semua netra menatap gadis yang baru saja di bicarakan mereka.


Tidak enak hati sudah pasti, karena saat kita bergibah dan yang kita jadikan tokoh utama dalam topik pembicaraan tiba-tiba datang, sudah pasti akan membuat suasana kian menjadi canggung.


"Eh, hai By, lo balik ke sini? Ada... yang ketinggalan ya, pasti?" tergagap Aldy berusaha menyapa gadis cantik berwajah datar itu.


Sedangkan Barnes dan Bryna memilih untuk diam, tak mau mereka ikut campur dalam urusan pribadi dua sejoli yang masih saling tertutup itu.


"Gue tanya, lo itu bego apa nggak peka sih?" masih dengan tatapan tak bersahabat Bryna berucap.


"Bukannya gitu By, gue cukup sadar diri!" kini Aldy berdiri dari duduknya.


"Gue sadar gue siapa, dan gue juga tau keluarga lo bukan keluarga main-main." sambungnya dengan mendengus kesal.


"Maksud lo?" tanya Bryna dengan mengerut kedua alis.


"Memangnya kurang jelas apa lagi By? Dari status keluarga kita aja udah beda jauh, bukankah akan seperti pungguk yang merindukan bulan, jika sampai ada perasaan seperti yang kau isyaratkan?" terdiam membisu semua, kala Aldy mengutarakan jawaban dari pertanyaan yang menyangkut perasaan.


Ternyata diamnya Aldy selama ini, ia berusaha untuk terus membatasi perasaan sukanya, sedangkan di sisi lain, Bryna selalu memberikan perhatian walaupun dengan raut wajah datarnya.


Barnes menatap kembarannya dan juga Aldy secara bergantian, ia tau bagaimana posisi Aldy saat ini, cinta tak direstui seperti yang tengah di alaminya saat ini sudah pasti akan menggelayuti hubungan mereka jika sampai Aldy dan Bryna saling menjalin hubungan lebih dari teman dan sahabat.


"Ekhem-ekhem... Oh iya buat pendaftaran persami gimana? Gue kayaknya tertarik deh." Barnes mencoba mengalihkan pembicaraan, tapi sepertinya gagal, karena Bryna pergi begitu saja dari sana.


"By! Tunggu By!" Aldy berusaha mengejar gadis datar itu, namun dihentikan oleh Barnes.


"Hey! Gue tanya pendaftaran..."

__ADS_1


"Udah, asal lo isi formulirnya pasti ntar ikut seleksi kok!" sela Aldy yang dengan segera berlari mengejar Bryna.


Barnes dan Nessa sama-sama saling pandang, "Lo mau ikut daftar kegiatan persami?" tanya Nessa dengan menatap sang kekasih.


"Iya, ikut yok!" sahut Barnes dengan menulis namanya di daftar yang ada.


"Jadi anak pramuka dong kita?" tertawa Nessa bertanya.


"Nggak ada salahnya, kan? Toh ini bisa jadi alasan untuk kita selalu bertemu," saran Barnes dengan menatap kekasih hatinya.


"Idih modus ternyata," bersedekap dada Nessa berucap, "Gimana? Mau nggak?" sekali lagi Barnes menawarkannya, tapi belum sampai Nessa mengiyakan Barnes sudah lebih dulu menulis nama Nessa di atas kertas yang sama.


"Lah kalo udah lo tulis kenapa pake nanya segala?" Keduanya bercanda di dalam gudang ilmu, tanpa sepengetahuan mereka ada sepasang mata yang terus mengintai.


"Oh jadi mereka deket lagi?" gumam gadis itu dengan napas yang menderu dera menahan amarah dan juga rasa kecewa.


Disisi lain, di dalam gedung perkantoran...


"Lapor Bos, nona muda sepertinya dekat dengan teman laki-lakinya," salah satu pengawal melapor setelah mendapatkan pesan yang berisikan foto.


Ferdi menatap sekilas salah satu pengawalnya, "Dapat dari mana info itu?" tanyanya yang tidak mau asal menerima tudingan, bagaimanapun Nessa adalah anak gadis yang sangat ia sayangi.


"Dari Juna yang mengintai nona muda di area sekitar sekolah Bos!" Ferdi hanya menganggukkan kepalanya.


...("sB&sB") ...


Bel pulang sekolah pun telah menggema di seluruh area sekolah SMA Nusa Bangsa, terlihat seluruh siswa bersiap merapikan buku masing-masing untuk dimasukkan kedalam tas ranselnya.

__ADS_1


🔊"Tes... Tes... Mohon perhatian, untuk seluruh siswa yang mendaftar kegiatan persami harap untuk berkumpul di lapangan upacara, terimakasih!" menggema suara guru yang menginformasikan info kegiatan pramuka, membuat seluruh siswa maupun siswi yang riuh menjadi diam, seolah menajamkan pendengaran mereka masing-masing.


Barnes terlihat mengulas senyum di wajah tampangnya, tak sabar ia ingin segera bertemu juga berkegiatan bersama sang pujaan hati.


Tapi tidak dengan Aldy, pemuda tampan berkacamata minus itu tengah dilanda gundah gulana, sejak sedari bel selesai istirahat sampai bel pulang sekolah, Bryna masih tidak mau bicara dengan dirinya.


Murung wajah tampan berkacamata itu, "Hay Al, lo nggak ngurus anak-anak yang daftar pramuka?" seorang gadis dengan rambut pendek sebahu berdiri didepan Aldy.


"Eh elo Tin, Ngurus kok bentar gue mau beresin buku dulu," ucap Aldy yang sopan dengan semua temannya.


"Gue tunggu ya?" senyum cerah terpancar di wajah cantik gadis yang bernama Tina itu.


Aldy lebih dulu melirik kearah Bryna sebelum ia menjawab, ya dia mendapatkan lirikan tajam dari gadis yang biasanya bertampang datar itu.


Segera Bryna mengalihkan pandangan kemudian dengan menghentakkan kakinya gadis itu keluar dari dalam kelas.


Brak!


Lagi-lagi daun pintu tak berdosa menjadi sasaran empuk bagi gadis yang tengah diliputi amarah itu.


Tersentak seluruh siswa maupun siswi yang masih stay di dalam ruang kelas XI IPA 2 itu.


Tak terkecuali Barnes, pemuda tampan kembaran dari Bryna itu menatap kearah dimana kembarannya hilang ditelan tembok pembatas kelas.


Setelah cukup lama tertegun dengan hilangnya sosok datar yang baru saja mengungkapkan kemarahannya, Barnes beralih menatap Aldy yang masih duduk ditempat sedangkan Tina berdiri persis di depan pemuda tampan berkacamata itu.


"Oh pantesan ada yang meledak-ledak, lo-nya begitu sih Al!" celetuk Barnes dengan beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


Aldy yang masih dilanda rasa bingung segera berdiri dan mengejar Barnes yang sudah lebih dulu keluar dari ruang kelasnya.


"Bar Tunggu!...


__ADS_2