Si Bobrok Dan Si Brutal

Si Bobrok Dan Si Brutal
BAB 37 "Menekuk Raut"


__ADS_3

Dengan raut wajahnya yang sedari pagi ditekuk, kini Barnes dan Bryna berakhir di perpustakaan, ya seharian kedua remaja itu tak mengikuti pelajaran, waktunya tersita banyak karena digunakan untuk mengurus surat pindah dan yang lainnya.


Bagaimana tidak dipersulit, dua remaja ini dangat berpotensi untuk mendongkrak prestasi SMA swasta itu dengan mengikuti lomba cerdas cermat bulan lalu.


Sungguh banyak guru yang sangat menyayangkan kepergian kedua muridnya itu.


Ditengah kegalauan dua remaja tampan dan cantik itu datang juga si tampan berkacamata, siapa lagi memangnya kalau bukan Aldy?


Ya... berita Nessa yang pindah sekolah juga Barnes dan Bryna yang juga akan segera menyusul pindah sekolah, telah menyebar luas keseluruh warga sekolah SMA Nusa Bangsa tercinta ini.


Wajah murung sudah pasti terpampang di wajah tampan Aldy, netra yang menahan cairan bening tentu tertera dibalik kacamata yang selalu nangkring di atas hidung bangir.


"Kalian mau pindah?" tanya Aldy yang sontak membuat Bryna maupun Barnes menoleh secara bersamaan.


Namun sejurus kemudian, keduanya kembali menundukkan kepala, tak ada suara dari kedua saudara kembar sedarah itu.


Mendengus napas Aldy, seolah ia merasakan sesuatu yang sangat berat, "Kalian mau ninggalin gue?"


Sekali lagi Aldy melontarkan pertanyaan dan sekali lagi pula Bryna dan Barnes menoleh menatap wajah sendu di balik kacamata minus itu.

__ADS_1


"Jawab By, setelah berhari-hari lo berhasil mengobrak-abrik isi otak dan hati gue, lo mau pergi gitu aja?" satu pertanyaan lumayan panjang itu terlontar dari bibir merah Aldy.


Masih terdiam kedua saudara kembar itu, bahkan kembali keduanya menundukkan kepala.


"Lo juga Bar, setelah lo bikin banyak siswa minat dengan kegiatan pramuka, lo mau pergi gitu aja?" mengerut kening Barnes, ia tak mengerti dengan pertanyaan yang Aldy berikan kepadanya.


Sepertinya jawaban Barnes akan lebih sulit dibandingkan jawaban Bryna yang seputar hati dan perasaan.


"Maksud lo?" kini Barnes menatap Aldy dengan kebingungannya.


"Lo tau nggak kalo rata-rata siswi yang daftar kegiatan persami itu para fans lo?" cecar Aldy.


"Astaga, kalian ini!" pusing sendiri jadinya Aldy, "Dah nggak penting!" cetus remaja berkacamata itu.


"By?" kini ia beralih pada gadis cantik yang bertampang datar itu.


"Kalo lo pergi, gue gimana?" tanya Aldy dengan duduk di samping Bryna.


Hening sejenak, Aldy menunggu jawaban dari sang pujaan, sedang Bryna seolah merangkai kata-kata yang pantas untuk ia lontarkan, tentunya agar tidak menyakiti keduanya.

__ADS_1


Berbeda dengan Barnes, ia lebih terlihat lesu, bagaimana tidak, sedari pagi ia tak mendapati keberadaan Nessa, mungkin gadis itu benar-benar sudah get out dari sekolahan ini.


"By, jangan diem aja, gue gimana sepeninggalan lo?" sekali lagi Aldy bertanya.


"Kan ada Tina, lo goda aja dia, pasti dia nempel kek perangko!" ketus Bryna.


Barnes yang mendengar jawaban saudara kembarnya itu hanya menepuk jidat, di saat genting dan kesempatan bertemu tinggal waktu ini, masih sempat-sempatnya Bryna mengungkit hal yang sama sekali tidak penting.


"Astaga By, Tina sama gue itu nggak ada apa-apa, lo masih mempermasalahkan soal beberapa hari yang lalu itu?" dengan sabar Aldy mengulas.


"Tapi dia ada kok, gue yakin dia suka sama lo!" semakin ketus nada yang Bryna ucapkan.


"Na please jangan keras kepala kenapa sih? Ini beneran besok kita udah nggak sekolah di sini, nggak ketemu lagi sama Aldy!" sedikit geram Barnes berupaya


"Terus lo maunya apa?" tanya Bryna.


"Gue mau lo tetap tinggal di sini, jangan tinggalin gue By, asal lo tau, dua hari tanpa lo kemarin, berat banget buat gue." terdiam sejenak semuanya.


"By..." Aldy menggenggam punggung tangan Bryna yang terletak di atas meja.

__ADS_1


"Gue suka sama lo, gue susah jauh dari lo..."


__ADS_2