Si Bobrok Dan Si Brutal

Si Bobrok Dan Si Brutal
BAB 31 "Dalam Pengawasan"


__ADS_3

Latihan Pramuka terus berjalan setiap pulang sekolah, di saat itulah Barnes dan Nessa menggunakan kesempatan untuk bertemu, walau hanya sekejap dan tak mengurangi rasa rindu di dada, mereka bisa apa?


Syukur-syukur masih boleh berteman, kalau sampai Nessa di pindah ke negara antah berantah Barnes pasti akan lebih sengsara.


Seperti biasa sore ini semua peserta persami berkumpul di lapangan upacara, tapi tidak dengan Barnes dan Bryna, terlihat kedua remaja kembar itu berbincang dengan pembina pramuka.


Nessa yang sudah ada di dalam barisan sedikit kecewa kala ia melihat sang kekasih berjalan melewati barisan.


"Kok dia nggak masuk barisan sih?" batin Nessa dengan terus menatap sang pujaan yang melintas di samping barisannya.


Dan saat itulah Barnes menoleh kearah Nessa, ia mengedipkan salah satu matanya dan melambaikan tangan tanda perpisahan, sedikit rasa senang dan malu kala melihat kedipan genit itu.


Tapi tak dapat dipungkiri, rasa sesak dan dongkol yang bercampur menjadi satu kala ia mendapatkan lambaian tangan dari sang kekasih.


"Mau kemana?" ucap Nessa dengan bahasa bibir tanpa suaranya.


"Pulang," sahut Barnes, pun sama tanpa suara hanya gerak bibir dan juga telunjuk yang menunjuk ke arah gerbang utama sekolah.


Meleyot bibir Nessa, kecewa sudah pasti, bayangkan saja, seharian penuh ia menunggu waktu sore itu hanya untuk bertemu dengan sang kekasih, tapi saat waktu yang ditunggu telah tiba, Barnes malah pergi meninggalkan dirinya sendiri.


Di dalam mobil...

__ADS_1


Barnes segera menyalakan kijang besi miliknya, dengan Bryna yang duduk di sampingnya.


"Mommy ajak kita kemana sih?" tanya Barnes yang saat itu sedikit berat hati meninggalkan area sekolah.


"Katanya mau ke Pesantren eyang kakung." sahut Bryna.


"Oh..." nada kecewa kala Barnes menyahut membuat Bryna menoleh.


"Lo kenapa sih? Nggak suka? Ini nggak sering loh kita ke rumah eyang kakung." cetus Bryna yang melihat raut kusut kembarannya.


"Lo harusnya tau dong! Gue sama Nessa itu ketemuan cuma di acara pramuka, kalo waktu-waktu lain, pastinya susah," cetus Barnes.


"Sabar! Kita di sana cuma dua hari kok," kekeuh Bryna memberikan semangat kepada kembarannya.


"Mom? Mommy?" teriak Barnes dari halaman depan, langkah panjangnya terayun memasuki hunian mewah yang ketat akan penjagaan itu.


"Ada apa Son? Kenapa teriak-teriak?" bukan Helen sang ibu yang menyahut akan tetapi Cakra sang ayah yang menyambut kedatangan kedua baby twins yang sudah menginjak masa remaja itu.


"Daddy?" teriak Bryna dan Barnes secara bersamaan, kemudian keduanya menghambur ke dalam pelukan sang ayah.


Cakra yang dipeluk oleh kedua anaknya tersenyum tipis, menepuk pelan punggung kedua putra-putrinya.

__ADS_1


"Daddy nggak jadi ke New York?" tanya Bryna yang memang dekat dengan sang ayah.


"Tidak sayang, buat apa Daddy jauh-jauh ke sana, jika di sini ada serpihan-serpihan hati Daddy?" sahut Cakra dengan mengacak pucuk kepala Bryna dan Barnes secara bersamaan.


"Katanya Aunty Alinda sama Uncle Krisna mau pulang ke Jakarta?" kini Barnes yang lebih antusias memberikan pertanyaan.


"Mereka kan bisa pulang sendiri," tersenyum Cakra menjawab.


"Barnes, Daddy dengar kamu ikut tawuran bulan lalu, apa itu benar?" kini raut wajah Cakra sedikit berubah serius.


Terdiam Barnes sembari mengalihkan pandangan, "Barnes, jawab Daddy sayang, kamu ikut tawuran?" sekali lagi Cakra bertanya.


Barnes sedikit menganggukkan kepalanya, "Iya?" tanya Cakra.


"Apakah itu berarti iya?" dan lagi Cakra bertanya dengan nada yang sedikit ditekankan.


"Tapi Dad, teman Barnes butuh bantuan, apa Daddy juga akan diam saja saat teman Daddy terkena musibah?" Cakra terdiam sejenak, tak mengira ia jika sampai anak laki-laki nya akan terlibat urusan urakan seperti itu.


"Ya, Daddy fokus sekolah!" tegasnya dengan tatapan menajam.


"Tapi Dad..."

__ADS_1


"Kalau sampai Daddy lihat kamu bersama teman-teman urakanmu lagi, Daddy nggak akan segan membawamu ke dalam jeruji besi! Daddy nggak mau anak Daddy jadi orang yang suka menganiaya sesama!" cecar Cakra panjang lebar.


Cakra terlihat memanggil beberapa pengawalnya, "Daddy akan terus memantaumu melewati cctv yang ada!...


__ADS_2