Si Bobrok Dan Si Brutal

Si Bobrok Dan Si Brutal
BAB 30 "Sidang"


__ADS_3

Memiliki anak gadis remaja ibarat kata berdiri di atas duri, jika sedikit saja salah dalam berpijak maka kaki akan tertusuk duri.


Begitulah pepatah yang sering mengingatkan hampir semua orang tua yang mempunyai anak gadis yang mulai memasuki masa puber, tak lain juga dengan Ferdi, ia saat ini tengah mondari-mandir di ruang tengah rumah besarnya, dengan Safira yang duduk di sofa dan sesekali memandang suami yang gundah gulana.


Helaan napas kasar sesekali terdengar dari hidung bangir Ferdi, "Yah, duduk lah dulu, mungkin masih ada latihan tambahan toh anak kita itu atlet hebat, bukan abal-aba," Safira berucap.


"Kenapa kau bisa setenang ini bahkan setelah ku beritahu jika Nessa kembali dekat dengan laki-laki berandal itu!" ketus Ferdi yang masih berdiri dengan menatap tajam istrinya.


"Aku tenang, karena aku mengenal Barnes, dia anak yang cukup sopan, tampilannya memang agak berbeda dari siswa teladan, dan juga yang kau anggap berandal itu dia masih siswa SMA, tidak mungkin dia akan seberandal yang kamu kira!" mendengar istrinya membela Barnes, Ferdi mengusap kasar wajahnya, tak lama kemudian__


TIN... TIN... TIN...


Terdengar klakson mobil dari arah depan rumah, bersamaan Safira dan Ferdi menoleh kearah pintu utama rumah besar itu.


"Siapa Yah?" tanya Safira penasaran. Ferdi mengendikkan kedua bahunya pertanda ia sendiri tidak tau.


Keduanya berjalan beriringan menuju pintu utama, Ceklek!!


Membulat kedua netra tajam Ferdi kala ia melihat siapa yang datang, "Kamu lagi?!"

__ADS_1


Mengeras rahang Ferdi kala melihat pemuda tampan yang berdiri dihadapannya.


"Ayah jangan salah paham dulu! Barnes yang tolongin Nessa di sekolah tadi," jelas Nessa dengan memegangi lengan atas Barnes.


"Menolong? Kamu kenapa?" menunjukkan keperdulian nya Ferdi masih memasang tampang garang.


"Kita bicara di dalam! Tidak enak nanti kalau ada yang lihat!" ajak Safira dengan mempersilahkan keduanya masuk kedalam ruang keluarga.


Saat mereka hendak masuk kedalam rumah, Aldy dan Bryna turun dari mobil, "Om, Tante," sopan keduanya bersalaman dengan kedua orang tua Nessa.


"Loh ini kok mirip sama Barnes?" tanya Safira terkejut melihat Bryna.


"Iya Bunda, ini kembaran Barnes," sahut Nessa, sedangkan Bryna hanya sedikit menganggukkan kepalanya.


Diruang keluarga, di atas permukaan sofa halus, Ferdi masih memasang tampang garangnya.


"Ayah mau kamu jelaskan!" menahan emosi yang siap membuncah, Ferdi berucap sedikit halus tapi masih terdengar ketus.


"Jelasin apa lagi sih Ayah?! Kan Ayah sudah bisa lihat sendiri, ada Bryna dan Aldy di sini, kita nggak berduaan Ayah!" jelas Nessa.

__ADS_1


"Iya kalian tidak berduaan, tapi melihat kalian berempat seperti pasangan yang merencanakan double date,"


Tercengang semua yang ada di dalam ruangan itu, "Bukan Ayah, jadi begini..."


Nessa pun menceritakan rentetan kejadian mulai dari dirinya yang daftar pramuka sampai bagaimana mereka bisa mengantar pulang.


Ferdi terlihat merubah raut wajahnya, "Ayah percaya dengan penjelasan kalian, tapi ingat kalo sampai suatu saat Ayah melihat kalian macam-macam, Ayah tidak segan-segan untuk memindahkan kamu Nessa!" ancaman itu membuat semua terdiam membisu.


Sampai akhirnya Barnes, Bryna dan Aldy berpamitan untuk pulang karena memang mereka hanya mengantar Nessa saja tidak lebih.


Di dalam mobil di perjalanan pulang...


"Gila bokapnya Nessa galak juga ya Bar!" cetus Aldy yang duduk di kursi penumpang bagian belakang bersama Bryna.


"Ya gitu deh!" sahut Barnes seolah cuek dengan keadaan.


"Gila lo, lo bisa santuy gitu, padahal tadi lo itu di sidang!" cerca Aldy.


"Gue santai karena gue kan jalani hubungan sama Nessa nya bukan sama bapaknya!" cetus Barnes dengan senyum tipisnya.

__ADS_1


Terdiam Aldy, ia merasa jawaban Barnes membuatnya tertohok luar dalam, seketika ia teringat akan perasaannya yang sedikitpun tidak tersampaikan.


Perlahan Aldy menatap gadis yang duduk diam di sampingnya, Bryna tak balas menatap, ia malah asik dengan melihat keluar jendela...


__ADS_2