Si Bobrok Dan Si Brutal

Si Bobrok Dan Si Brutal
BAB 23 "Benturan or debaran"


__ADS_3

Hati setiap insan memanglah berbeda, tak bisa disama ratakan, dengan hati yang berbeda dan juga pikiran yang tak sama, kita sebagai manusia haruslah lebih peka dan saling terbuka, agar berjalannya sebuah hubungan tak lagi hambar, seperti ayam yang tanpa ketumbar.


Barnes termangu dengan pertanyaan yang baru saja terlontar dari bibir pink nude milik gadis cantik yang ada dihadapannya.


Mengerut halus kening Barnes, "Permainan dia bilang? Yang benar saja, bahkan menggunakan kata aku, kamu membuatku sedikit geli, dan dia anggap ini bagian permainan?" batin Barnes dengan menatap gadis yang mendongak menatap dirinya, seolah sorot mata Nessa seperti menantang dirinya.


"Kenapa diam? Hem?!" kembali Nessa berucap setelah sepersekian detik keduanya hanya bertukar pandang.


"Ness please, jangan keras kepala!" ucap Barnes kali ini dengan mencengkeram kedua pundak Nessa.


"Gue cuma mau denger, jawaban jujur dari lo!" terdiam sejenak Nessa menghela napas.


"Bener lo deketin gue cuma mau ambil ciuman gue?" imbuhnya dengan suara parau.


Napas panjang Barnes hembuskan sebelum ia memberikan jawaban jujurnya, "Iya..."


Lolos sudah satu bulir bening dari netra indah yang tak sengaja mengedip, sengaja Nessa mengalihkan pandangannya, rasa kecewa tentu saja menggerumuti hatinya, sakit dan perih seperti tergores duri mawar yang indah tapi menyakiti.


Barnes menarik lembut dagu gadis cantik dihadapannya itu, "Tapi setelah mengenal lo lebih dalam, bahkan sebelum gue cium lo di toilet, gue udah jatuh hati sama lo." lirih Barnes dengan menyatukan keningnya dengan kening Nessa.


Embusan Napas keduanya saling bertabrakan, menguar aroma segar nan harum, membuat Barnes kalap, ia sedikit mengkikis jarak diantara keduanya.


Diamnya Nessa mungkin gadis itu telah memaafkan dirinya, begitulah pikir Barnes.


Tapi tidak, dengan cepat Nessa menutup bibir Barnes dengan telapak tangannya yang beraroma vanila, "Ini tempat umum Bar! Lo yakin nggak malu mau cium gue disini?"

__ADS_1


Tersadar Barnes, senyum tipis menghiasi wajah tampannya, digenggamnya tangan yang menutup mulutnya.


Kecupan-kecupan kecil Barnes berikan kepada telapak tangan juga punggung tangan yang memiliki jemari lentik juga aroma vanila itu.


Tak jauh dari tempat Barnes dan Nessa berdiri, ada sepasang mata yang menatapnya dengan tatapan lega, tapi hati sedikit merana, tapi tak apa semua demi cinta.


Ada yang bilang, titik tertinggi mencinta adalah saat kita rela melepasnya untuk bahagia.


"Lo lihat? Sekarang mereka bertemu dan mungkin hari esok keduanya kembali lagi untuk bersatu." suara tak mengenakkan indera pendengaran juga inti perasaan itu membuat Rifki yang semula tersenyum kini menjadi meredup ekspresi.


"Ini lebih baik buat gue! Buat apa jika kita memaksakan cinta, kalau yang kita cinta tidak mempunyai rasa yang sama, lebih baik gue move on dari pada gue nyiksa perasaan gue sendiri." sahut Rifki dengan kembali menatap sepasang kekasih yang mungkin sudah baikan.


"Lo bisa move on, terus masalah gue?" tatapan nanar Rifki dapati kala ia memandang wajah cantik dari gadis yang ada di sampingnya.


"Gue bisa bantu lo." ucapnya dengan nada santai.


Menaikkan salah satu alisnya, Tasya bertanya, "Lo mau tuker apa sama gue? Gue yakin tawaran lo pasti nggak gratis, kan?"


"Dah santai aja, yang penting urusan lo kelar, dan jangan ganggu hubungan sobat gue lagi!" peringatan itu keluar dari mulut Rifki sebelum ia kembali ke kerumunan teman-temannya.


Jika pesta didalam kediaman Rifki semakin ramai, berbeda dengan sepasang kekasih yang kini sudah mulai membaik.


Belum ada kata saling memaafkan, tapi dilihat dari gelagat keduanya, kini mereka lebih dekat dari sebelumnya.


Tanpa banyak kata Barnes menarik lengan ramping Nessa, diajaknya gadis itu berjalan menuju mobil jeep hitam yang terparkir rapi disisi kiri halaman luas itu.

__ADS_1


Sedikit bingung Nessa, tapi ia bisa apa? Walau ada rasa ingin mengelak, tapi semua tubuh fisiknya tak mampu menolak ajakan manis sang mantan yang mungkin sebentar lagi akan menjadi pacar.


Klak!!!


Pintu mobil terbuka, Nessa ternganga, sedikit tak percaya dirinya diperlakukan semanis ini oleh laki-laki yang beberapa hari lalu di campakkan olehnya.


"Masuklah." tak ada kata paksaan, sungguh Barnes masih sama seperti saat berstatus pacar Nessa.


Masih terdiam Nessa tapi gerak tubuh gadis itu menuruti semua kata yang diucap oleh pria tampan yang berperilaku manis padanya.


Kini keduanya duduk didalam mobil yang sama, Nessa menatap Barnes yang sibuk menyalakan mesin mobil.


Ketika deru mesin mobil sudah menyala, Barnes terlebih dulu menatap sang pujaan sebelum ia menginjak pedal gasnya.


Merasa terciduk, Nessa gelagapan, segera gadis itu menoleh dan Dugh!!


"Aduh!" keluh Nessa kala keningnya terbentur kaca mobil.


Spontan Barnes merengkuh kepala Nessa dan di dekap nya kepala gadis itu didalam belahan dada bidangnya.


"Sakit?" tanyanya lembut dengan mengusap kepala Nessa yang baru saja terbentur.


Degh...


Berdebar dada Nessa, gadis itu sibuk memenangkan hati dan detak jantungnya.

__ADS_1


Tertegun Nessa dengan perlakuan lembut itu, sampai tak dapat berkata-kata, gadis itu terus menatap Barnes yang masih setia mengusap kepalanya...


Mana nih my reader, tunjukkan tanda-tanda kehidupan kalian, Anggi do'a kan kalian sehat selalu 🥰🥰🥰 tapi jangan lupa berikan like pada kuh 🤭


__ADS_2