
...("sB&sB")...
"Loh itu team Cheerleader?...
Pertanyaan itu keluar dari mulut Leni, sontak semua team basket dari SMA Nusa Bangsa menoleh ke arah sumber suara, benar saja di sisi lapangan ada gadis-gadis berpakaian ketat dengan celana leging panjang yang dilengkapi dengan rok mini satu jengkal panjangnya.
Kedua tangan mereka dilengkapi dengan pom-pom warna navy mengkilap, bahkan rambut panjang yang tergerai itu menampilkan sosok cantik dan anggun tapi tidak dengan postur tubuh mereka, postur tubuh team Cheerleader kali ini terlihat lebih kekar, seperti atlet pegulat.
Wajah mereka tidak begitu jelas karena ada kacamata hitam yang tersemat di atas hidung bangir mereka.
Saat para anggota team basket dari SMA Nusa Bangsa terpesona oleh kemunculan team Cheerleader, tiba-tiba team lawan men dribble bola oranye dan hendak memasukkan bola basket itu kedalam ring.
"WOY!!! FOKUS!!!" teriak salah satu anggota team Cheerleader, dan saat itu juga Tasya dan teman-temannya tersentak dan keluar dari zona pesona Cheerleader berbadan pegulat itu.
Segera Leni mengejar juga menghadang langkah kaki lawan yang tengah men dribble bola.
"Asvi! Siap!" teriak Leni dengan merebut bola, kemudian dengan cepat ia melempar bola kearah Asvi, Tasya yang sudah stay di tengah lapangan segera mendapat atensi dari Asvi.
"Ness!!" teriak Asvi yang membuat Tasya melongo.
Karena kejauhan bola kembali direbut oleh team lawan, "BEGO!" teriak Tasya.
Tapi tak melarut kemarahan itu, karena mereka lebih memilih untuk segera merebut bola dari team lawan.
Berhasil Nessa merebut bola yang tadinya berada ditangan team lawan, "Sya!" teriak Nessa, ia segera mengoper bola, kemudian dengan mulus Tasya melempar bola oranye itu hingga masuk menembus ring basket.
"WHOOOOOHOOOOO!!!" teriakan heboh terdengar dari team Cheerleader, lagi-lagi ada yel-yel yang terdengar...
"SIAPA DIA?!" teriak salah satu anggota team Cheerleader.
"TASYA!!" sahut Cheerleader yang lainnya dengan serempak.
"DARI MANA?!"
"NU-SA BANG-SA!!!"
"KASIH SEMANGAT BUAT... "
"T" Prok-prok-prok...
"A" Prok-prok-prok...
"S" Prok-prok-prok...
"Y" Prok-prok-prok...
"A" Prok-prok-prok...
__ADS_1
"TASYA jus ah!!! Wooohhhoooo!!!"
Meriah sekali sorak-sorak dari team Cheerleader yang datang secara entah darimana, tapi justru itu malah membuat semangat di hati para atlet semakin berkobar.
Bahkan Andre sang pelatih dapat melihat semangat para atlet nya yang berkobar, mereka semakin sportif dan kompak.
Setelah pertandingan selesai...
Semua team basket sudah duduk dipinggiran lapangan, tapi tidak dengan team Cheerleader, mereka bahkan terlihat keluar dari area lapangan.
"Hey tunggu!" teriak Andre selaku pelatih team basket.
Terpaksa team Cheerleader bertubuh kekar itu berhenti, sungguh detak jantung mereka sangat tak karuan saat ini.
"Hey, kalian dari SMA Nusa Bangsa, kan?" tanya Andre setelah berhasil mendekati team Cheerleader yang tak beranjak dari tempatnya.
"Hehehe... I... iya Pak, maaf kami datang terlambat dan kurang latihan." alasan itu keluar dari mulut salah satu anggota team.
"Tidak masalah justru kalian berhasil mensuport team kita, berkat yel-yel kalian mereka bertambah semangat, mari berkumpul terlebih dulu, kita makan bersama!" tanpa diduga Andre menarik salah satu lengan kekar milik team Cheerleader itu.
"Mampus lo! Ntar kalau sampai ketahuan bisa mati berdiri kita!" batin salah satu anggota team cheerleader.
Mau tak mau mereka ikut bergabung dengan team basket karena paksaan dari Andre, kemenangan Nusa bangsa kali ini membuat guru olahraga yang masih berumur 30tahun itu terus mengembangkan senyumannya.
Aura positif tersebar kepada semua team. Tapi tidak dengan Nessa, ia terus saja menatap wajah salah satu team cheerleader yang entah mengapa sedari tadi berhasil mencuri atensi darinya.
Sedangkan yang di tatap seperti salah tingkah, "Ssttt Bar, lo yakin mereka nggak curiga?" bisik cewek jadi-jadian yang ada di samping cewek jadi-jadian yang mengenakkan rambut palsu berwarna pirang.
"Gue yakin sih, bentar lagi kita bakal ketahuan, liat aja tuh Nessa, tatapannya udah kek mau telan-jangin kita aja." Sahutnya.
"Terus gimana?"
"Tenang aja dulu."
"Pokoknya gue nggak mau ya rencana bolos kita malah bawa kita kembali ke sekolah!"
"Cih, banyak bacot lo!"
Adegan bisik berbisik itu tak luput dari incaran ekor mata Nessa, gadis itu sudah menaruh curiga kepada team berseragam seksi berwarna navy dengan rok mini sepanjang satu jengkal itu.
Akhirnya acara makan-makan selesai waktunya pulang team basket sudah berjalan menuju mobil khusus atlet, sedangkan team Cheerleader berjalan menuju mobil jeep yang kebetulan parkir tak jauh dari mobil team basket.
"Bar lo mau kemana?" teriak Rifki yang sudah melepas rambut palsunya.
"Bentar gue kebelet!" teriak Barnes dengan berlari kearah toilet.
Suara lantang itu tak luput dari indera pendengaran Nessa, gadis itu segera menoleh kearah sumber suara.
__ADS_1
"Permen Nes!" Asvi memberikan permen Kiss warna merah, tanpa memandang Asvi, Nessa segera meraih satu bungkus permen kemudian gadis itu berjalan menjauh.
"Mau kemana woy?!" teriak Tasya.
"Toilet! Bentar!" sahut Nessa dengan terus melangkahkan kakinya menuju toilet dimana ia melihat sosok yang dicurigainya menghilang.
Dari balik tembok Nessa mendengar suara perdebatan, tak lupa ia mengupas permen yang tadi dibawanya kemudian melahapnya__
"Eh mbak toilet cewek di sebelah tuh! Ini kan toilet cowok!"
"Oh iya maaf."
"Cewek mau masuk toilet cowok! Mau liat burung tanpa sayap ya!"
"Iya kali tuh!"
Mendengar itu Nessa segera keluar__
"Sorry Bang! Ini temen gue matanya rabun, jadi dia nggak bisa bedain logo gender! Sorry yak!" bertampang dingin Nessa berucap, kemudian segera ia menarik lengan cewek jadi-jadian yang masih lengkap mengenakkan seragam cheerleader serta rambut palsunya.
Ceklek...
Brak!!!
Tanpa menunggu sahutan dari laki-laki asing yang merundung barusan, Nessa segera menutup pintu toilet yang mereka masuki.
"Eh Ness, em... gue mau pipis, lo keluar gih!" ucap Barnes yang masih stay dengan dandanan Cheerleader nya.
"Pipis ya tinggal pipis aja apa susahnya sih!" Nessa dengan bersedekap memandangi makhluk aneh yang ada di hadapannya itu.
"Em... tapi..." terdiam cukup lama, ucapan itu menggantung, dan__
Srat!!!
Tiba-tiba saja Nessa menarik rambut pasangan yang melekat di atas kepala Barnes__
"Barnes?" terkejut Nessa dengan wajah tampan yang terpampang dihadapannya.
Barnes melepas kacamata hitam yang sedari tadi nangkring di atas hidung bangirnya.
"Nes! Lo di dalem?!" teriak seseorang dari luar toilet.
Baru saja Nessa akan berteriak Barnes tiba-tiba membungkam mulut gadis itu, "Sssshhhhtt! Diem dulu! Ntar kalau lo teriak, kita ketahuan, lo mau kita dikira mesum di sini?" Barnes berbisik tepat di depan wajah Nessa, gadis itu terpojok dengan mata yang mengedip pelan, setelah dirasa aman, dan Nessa terlihat nurut, Barnes melepaskan bungkamanya.
Tapi saat itu juga Barnes terpaku dengan bibir pink natural yang kini ada didepan wajahnya, karena pemuda tinggi itu sedikit menunduk.
Tiba-tiba otak genius Barnes kembali mengingat kutukan dalam permainan tempo hari, dan entah keberanian dari mana, Barnes kini perlahan memiringkan wajahnya dan memangkas jarak diantara kedua wajah remaja itu dan...
__ADS_1
Cup...