Si Bobrok Dan Si Brutal

Si Bobrok Dan Si Brutal
BAB 21 "Pesta"


__ADS_3

Di dalam sebuah hunian mewah, keramaian didalamnya sudah hampir mengalahkan kebisingan kelab malam.


Kumpulan remaja tengah duduk di sofa yang disediakan, acara sudah berlangsung, potong kue ulang tahun Rifki yang ke 17 sudah terlaksana dengan lancar dan tanpa sedikitpun halangan.


Namun sejak acara mulai Barnes tak sedikitpun menunjukkan senyumnya, bahkan ketika ia memberikan ucapan selamat kepada temannya itu, ia hanya sekedar menjabat tangan Rifki.


Barnes duduk bersama dengan yang lainnya, ditangan kanannya ada putung rokok yang menyala, disebelah kiri ada gelas yang berisi minuman berwarna merah.


Kepulan demi kepulan asap mulai menyelimuti sekitar, walau begitu tampang Barnes masih tetap sama, netra tajamnya tak henti-hentinya menatap kearah pintu masuk hingga pada akhirnya muncul seorang gadis dengan gaun hitam tanpa lengan, gaun itu mengekspos punggung putih nan mulus, riasan tipis menghiasi wajah cantik gadis itu, rambut ikal sengaja diurai menambah kesan seksi di sana.


Terpesona Barnes dengan gadis yang baru saja tiba itu, saking terpesonanya ia putung rokok yang menyala ia masukkan kedalam minuman dan tanpa sadar ia menyesap ujung rokok sebelah, "Bar itu rokok loh, lo kenapa sih? Kek banyak pikiran?" tanya Tasya yang saat itu duduk di samping Barnes.


"Hah? Astaga..." Barnes tak melanjutkan ucapannya karena saat itu ia lihat gadis cantik yang tak lain adalah Nessa tengah berjalan kearahnya, tapi dihadang oleh Rifki.


Terpancar kobaran api cemburu didalam mata Barnes, terlihat Nessa mengulurkan bingkisan kepada Rifki, dengan senang hati Rifki menerima kado dari Nessa, tak lama mereka berbincang dengan berdiri, kini Rifki mengajak Nessa untuk bergabung dengan teman-teman yang lainnya.


Nessa duduk berseberangan dengan Barnes, kedua mata remaja berbeda gender itu saling bersibobrok, bahkan berkali-kali Barnes mencuri pandang dan berkali-kali pula keduanya saling mempertemukan pandangannya.


Tasya yang menyadari tatapan Barnes, segera memberikan kode kepada Rifki, diam-diam Tasya mengirim pesan singkat.

__ADS_1


📤 "Gue tunggu di toilet!"


Setelah mengirimi Rifki pesan, Tasya pamit untuk ke toilet, tak lama kemudian Rifki pamit untuk pergi sebentar.


Tak ada satupun yang curiga, mereka menikmati hidangan yang ada, Nessa yang semakin tak nyaman dengan tatapan Barnes, segera gadis itu berdiri dan meninggalkan tempat teman-temannya berkumpul itu.


Di depan toilet, terdengar perdebatan suara laki-laki dan perempuan, Nessa yang tak sengaja datang, mau tak mau ikut mendengarkannya.


"Lo ngapain undang Nessa sih?!"


Dhegh...


"Tasya?" gumam Nessa lirih dengan membungkam mulutnya sendiri.


"Lo tau nggak? Kalo rencana kita buat jauhin mereka berdua itu bakalan sia-sia kalo sampe Barnes dan Nessa balikan!" jelas dan gamblang sekali ucapan penuh dengan nada tak bersahabat yang keluar dari mulut Nessa.


Nessa yang tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya itu, perlahan berjalan mundur dan Brugh...


Punggung gadis cantik itu tak sengaja menabrak seseorang yang berdiri di belakangnya.

__ADS_1


Perlahan tapi pasti Nessa menoleh kearah belakang, "Barnes?" gumam Nessa dengan kaki yang gemetar.


"Kita duduk dulu yuk?! ajak Barnes yang seolah dia sudah tau apa yang sedang terjadi.


Nessa kali ini hanya menurut.


Barnes yang seolah mendapat lampu hijau segera tancap langkah kaki besarnya, langkah lebar itu tertuju pada Rooftop yang ada di atas gedung.


Keduanya kini berdiri saling berhadapan, kedua tangan Nessa digenggam erat oleh Barnes, "Gue seneng..."


"Lo seneng? Barusan kita kek diadu domba deh?" cetus Nessa


"Bukan, Gue Seneng aja karena ternyata lo nggak punya niat sendiri buat putusin hubungan kita." jelas Barnes dengan memegang kembali tangan Nessa yang sempat terlepas.


"Sorry, gue terlalu gegabah, tapi jujur saja, gue nyaman di deket lo, bahkan bunda sering nanya kamus nya dimana." cetus Nessa.


"Diamnya gue, gue tetep memperhatiin lo kok," ucap Barnes.


"Jujur gue nggak pernah nganggep kita berakhir, kapan pun lo datang gue siap kok terima lo apa adanya?...

__ADS_1


__ADS_2