SISTEM DUA BELAS CINCIN

SISTEM DUA BELAS CINCIN
010 - SAMPAI DI IBU KOTA KERAJAAN


__ADS_3

Roma dan Leo sudah sampai di pusat kota kerajaan, di mana Lucca De Luca tinggal. Namun, ada permasalahan baru muncul disini, Roma tidak bisa gegabah dalam mencari Lucca De Luca dan ia harus menyamarkan dirinya.


Karena sesuai dengan kabar bahwa  Lucca De Luca sedang sakit dan sama sekali tak bisa ditemui.


Roma mendengar hal itu dari banyaknya penduduk yang mengatakan hal itu selama perjalannya di kota itu.


“Apa Lucca De Luca membuat kebohongan? Mengapa tiba-tiba ia jatuh sakit? Rasanya ia yang mengirim orang-orang untuk menyerangku,” ujar Roma kemudian.


“Lebih baik kita mencari tahu saja,” kata Leo yang kini berbicara dengan bahasa kucing dan hanya Roma sendiri yang tahu artinya.


Dan sebenarnya benar saja apa yang dikatakan Roma, karena semua itu tentu saja hal itu hanya alasan saja karena Lucca De Luca tak ingin berhadapan dengan Roma langsung. Apalagi setelah Coderl Sang kalah dan mati melawan Roma.


Padahal Coderl Sang merupakan salah satu penyihir hitam yang paling kuat dan bisa diandalkan sejak lama. Namun, bisa kalah dengan mudah hanya dalam satu pertempuran.


Mengetahui hal itu hingga membuat Roma memiliki sebuah cara agar bisa mendapatkan informasi dari para pelayan dan prajurit penjaga istana Raja itu. Semua cara dilakukan demi bisa mendapat informasi terkini dari Si Lucca.


Roma diam-diam menyamar menjadi seorang pelayan baru di sana, untuk mencari banyak informasi.


“Leo, kau sekarang mengecillah dan masuk ke dalam bajuku.” Leo mengetahui hal itu lalu ia menyusutkan tubuhnya dan menjadi sangat kecil, lalu masuk ke dalam baju Roma untuk bersembunyi.


Setelah Roma pun mencari banyak informasi tentang Lucca De Luca dan para petinggi kerajaan lainnya yang pasti terlihat dalam masalah keluarganya.


Lucca De Luca tak mungkin bekerja sendiri untuk menghancurkan keluarganya, pastinya tetap dibantu para petinggi kerajaan yang begitu ambisius demi kepentingan mereka.


Alasan mereka pasti itu semua demi kerajaan dan negeri padahal itu hanya kedok mereka, untuk mendapatkan apa yang mereka mau.


Sejak kecil Roma sudah melihat bagaimana para pemimpin negeri bekerja, termasuk dengan para bangsawan. Apalagi saat dirinya dulu bersekolah di tempat bangsawan-bangsawan itu.


Mereka begitu egois dan ingin menang sendiri, mereka merasa bahwa diri merekalah yang paling tinggi diantara para rakyat.


“Mengapa para bangsawan ingin disanjung dan dilihat Ibu?” tanya Roma saat itu pada sang ibu.


Saat itu ia telah kembali dari sekolahnya selama dua tahun.


“Melakukan melakukan hal itu karena mereka merasa bahwa mereka punya pangkat, padahal tanpa rakyat mereka juga bukan apa-apa,” jawab sang ibu.


“Tapi mengapa Ibu dan Ayah tidak begitu?”


“Ibu, Ayah dan keluarga Raffa termasuk dirimu juga melakukan hal itu, hanya saja cara kita berbeda.”


Roma masih ingat dengan percakapan itu. Meskipun kini semuanya hanya tinggal kenangan saja karena mereka sudah tidak adalah di sini. Mereka sudah mati.

__ADS_1


Ia pernah pada satu waktu menanyakan pada sistem, apakah sistem bisa menghidupkan kembali kedua orang tuanya.


Namun, sistem kemudian mengatakan.


[Jiwa-jiwa manusia tidak akan hidup kembali, apalagi jiwa mereka sudah berada di alam lain]


Semenjak saat itu Roma tak akan berharap lagi orang tuanya hidup. Namun, demi membuat mereka bahagia di alam sana, ia bertekad akan membalaskan kan dendam mereka.


Dan disinilah dirinya berada saat ini.


***


Setelah beberapa waktu


mencari informasi sampai suatu ketika, Roma mendapat informasi mengenai lokasi


kamar dan ruang kerja Lucca De Luca di Istana yang besar itu.


Untuk memastikan itu bukan jebakan, Roma meminta bantuan pada Leo untuk memeriksa hal itu.


Setelah semuanya dikonfirmasi, Roma membuat rencana yang matang dan berniat bergerak di malam bulan purnama. Dia datang sebagai pengadil dan berniat mencabut nyawa dari Lucca De Luca  yang tak lain sang raja secara diam-diam.


Jika pun melawan, kekuatan sehebat apapun prajurit itu pasti akan bisa kalah dengan mudah dari semua orang yang ada disana.


Mengenai kekuatannya sewaktu membantai semua prajurit kerajaan sebelumnya di Mansion keluarganya karena waktu itu ada efek dari kebangkitan Sistem 12 Cincin.


Ia saat itu tak bisa mengendalikan dirinya sendiri, sedangkan saat ini berbeda. Musuh Roma sebenarnya hanya Lucca De Luca dan juga para petinggi kerajaan.


Sedangkan para prajurit pastinya mereka tak tahu, karena mereka hanya patuh pada tuannya. Mereka bekerja untuk itu.


Roma paham betul apa yang sebenarnya terjadi, sebab ia dulu juga memang begitu, jadi bukan salah bawahan, tetapi salah bosnya.


Kemudian setelah rencana yang ia susun perkiraan sudah sangat malam. Pada malam purnama pun datang.


Saat itu, Roma dan Leo menyusup ke dalam wilayah istana yang sedang sepi. Dia langsung menyergap beberapa prajurit dan membuat mereka tak sadarkan diri.


Dia juga menyingkirkan para prajurit itu dengan menyeretnya ke balik tembok atau sejenisnya.


Naasnya salah satu jenderal kerajaan menyadari dengan cepat bahwa ada yang tidak beres pada patroli para prajuritnya malam itu. Akhirnya Si Jenderal turun tangan sendiri dan bertemu dengan Roma.


“Hei kau, apa yang kau lakukan?!” Begitu kata si Jendela, sedangkan Roma hanya diam saja tak mengatakan apapun.

__ADS_1


Karena Roma diam  saja, si Jenderal pun menyerang Roma hingga terjadi sebuah perkelahian yang tak seimbang.


Singkat cerita Roma menang melawan Si Jenderal dengan beberapa skill didapatkan dari sistem, dia meneruskan perjalanannya menuju ke ruang kerja Lucca De Luca.


Ternyata di dalam sana Lucca De Luca sudah dengan sengaja menunggu kedatangan dari Roma.


Sejak kedatangan Roma ke ibu kota kerajaan Lucca De Luca sebenarnya sudah tahu, maka dari itu ia membuat berita dan menyebarkannya supaya Roma berpikir lagi jika menyerangnya.


Selain itu Lucca De Luca melakukannya supaya ia bisa menyusun rencana yang dilakukan pada Roma nantinya.


Lucca De Luca juga sudah menyiapkan jutaan kalajengking yang bersembunyi di balik dinding ruangan itu.


Kalajengking itu juga bagian dari kekuatan cincin bintang yang dimiliki Lucca De Luca. Selain itu ia juga sudah mempersiapkan kekuatan yang lain.


Lucca De Luca  mengajak Roma untuk mengobrol dengan saling


menatap tajam dan keadaan pun menjadi begitu tegang.


Hingga berbagai kata-kata kasar muncul, hingga menyebabkan pertarungan antara Roma dan Leo melawan Lucca De Luca tidak terhindarkan lagi.


Lucca mengeluarkan seluruh kekuatannya yang berkaitan dengan Cincin Scorpio, mulai dari racun, ekor tajam dan khas serangan seorang kalajengking pada umumnya.


Selain itu ditambah dengan elemen air yang saat bulan purnama begitu kuat.


Roma juga melakukan hal yang sama, dia menggunakan sihir khas cincin bintang Libra yang berupa timbangan dengan berbagai cara.


Sampai akhirnya Roma dan Leo memenangkan pertempuran dengan bantuan sistem juga dan menghilang begitu saja.


Kehilangan mereka yang begitu saja, supaya tak banyak orang mengetahuinya.


Mereka berdua juga sudah mendapat informasi sebelum membunuh Lucca dan mengambil Cincin Bintang Scorpio miliknya, bahwa dalang dari semuanya adalah Kaisar Salerno De Santis yang merupakan penguasa Kekaisaran ini.


Roma dan Leo menghilang begitu saja setelah membunuh Lucca. Mereka berdua tidak mau ambil pusing dengan mengurus semua bawahan sang raja yang baru datang.


Mereka berdua lebih memilih langsung meninggalkan kerajaan itu dan pergi ke kerajaan yang lain.


Selain untuk menyelidiki mengenai keterlibatan Sang Kaisar Salerno dalam pembantaian Keluarga Raffa, mereka berdua juga berniat bergabung ke Guild Petualang, karena mereka membutuhkan identitas baru untuk mengelabui poster buronan yang sudah menyebar kemana-mana.


Mungkin juga dengan cara itu mereka bisa mendapatkan cincin bintang yang lainnya, karena setelah didapatkannya cincin scorpio, masih cincing bintang masih tersisa sembilan lagi.


Dengan menjalani misi dari guild nanti bisa sangat membantu mereka untuk mengumpul cincin-cincin bintang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2