SISTEM DUA BELAS CINCIN

SISTEM DUA BELAS CINCIN
011 - KABUR!


__ADS_3

Kematian Lucca de Luca langsung membuat heboh seluruh Kerajaan yang dipimpinnya.


Orang-orang tak menyangka bahwa Lucca de Luca tak percaya bahwa ia mati dengan cepatnya.


Karena memang sebelumnya berita tentang dirinya yang sakit sudah menyebar ke seluruh negeri, dan utama ibu kota Kerajaan.


Kematian itu menjadi duka bagi sebagian penduduk yang sejak awal memang mendukung kepemimpinan Lucca de Luca, tetapi tidak bagi sebagian lainnya.


Mereka yang awalnya beranggapan bahwa Lucca de Luca tak pantas menjadi seorang raja, karena ia bukan keturunan langsung dari Wangsa sebelumnya.


Maka dari itulah mereka lebih ingin bahwa takhta kerajaan itu dipimpin garis keturunan yang sah.


Selain itu Lucca de Luca yang meskipun sudah berusaha sebaik mungkin menjaga negeri, tetapi beberapa hal ia selalu mengorbankan rakyatnya.


Sebab itulah sebagian penduduk tak menyukai dirinya sama sekali.


Kini setelah kematiannya yang telah diumumkan ke seantero Kerajaan, semua penduduk dipaksa untuk bersedih dan mengenang jasanya selama menjadi raja, sekitar 20 tahun lebih.


Kekuasaan yang cukup lama, saat rakyat merasa menderita hingga mereka sudah bertahan terus menerus.


Caroll sebagai mantan penasehat Lucca de Luca untuk sementara menggantikan kekuasaan raja, hingga sampai anak dari Lucca de Luca sudah cukup untuk posisi barunya.


Lucca meninggalkan seorang anak laki-laki berusia 15 tahun, yang berarti ia berhak atas Kerajaan satu tahun lagi pada usia 16 tahun.


Sementara itu ketika ia tahu kematiannya ayahnya karena ulah Roma, anak itu menaruh dendam.


Sebab ia harus menjadi yatim piatu saat ini, dan semuanya tak akan sama lagi seperti dulu.


Anak itu mungkin akan membalas apa yang terjadi pada Lucca de Luca suatu saat nanti ketika ia mampu melakukannya.


Menurut Caroll, pertarungan Lucca de Luca dan Roma Raffa tak berjalan seimbang sebab kekuatan Roma yang begitu besar, bahkan saat itu Lucca de Luca sudah menggunakan cincin bintang scorpio.


Kekuatan itu belum mampu mengalahkan Roma yang menggunakan dua cincin bintang, yakni Leo dan Libra.


Maka dari itu tak akan ada orang yang berani melawan Roma saat ini termasuk juga anak itu.


Saat penduduk tengah berkabung, beberapa prajurit dikerahkan untuk mencari keberadaan Roma.


Mereka yakin bahwa Roma Raffa masih ada di sekitar Kerajaan itu.


Padahal Roma sudah pergi sejak membunuh Lucca de Luca dan mengambil cincin bintang scorpio miliknya.


Roma sudah menjauh dari sana dan pergi ke Kerajaan lain, guna menyembunyikan identitasnya.


Bersama dengan Leo, Roma berniat bergabung dengan Guild Eagle, yang sudah ia dengar sejak lama.

__ADS_1


Guild itu sudah menjadi bagian sejarah dari Kerajaan lain, karena sudah dibangun sejak ratusan tahun lalu. Dan masih berdiri hingga saat ini.


Maka dari itu Roma ingin ke sana, ke tempat yang tak ada siapa pun kenal dirinya. Tak ada yang tahu bahwa ia seorang bangsawan ataupun orang yang telah membunuh Raja Lucca de Luca.


"Hari ini kita akan beristirahat dulu di kota ini, Leo." Begitu kata Roma pada peliharaan setianya yakni Leo. Kucing hitam yang memiliki cincin bintang Leo.


Leo tak menjawab apa yang dikatakan Roma tadi, karena ia hanya mengikuti hal itu saja.


Saat ini mereka berada di sebuah kota yang sebenarnya sudah cukup jauh dari Kerajaan Lucca de Luca.


Namun, belum sampai di Kerajaan yang dimaksud, sebab jaraknya cukup jauh, meskipun masih satu Kekaisaran.


Roma mulai berpikir bahwa kematian Lucca de Luca pastinya akan menyebar dengan cepat, karena Kerajaan yang ia pimpinan bagian dari Kekaisaran, yang pasti kaisar akan tahu hal itu.


Maka dari itu ia harus cepat-cepat pergi dari sana.


Meskipun ia tidak yakin bahwa mereka akan mengatakan apa yang sebenarnya, sebab sebelumnya saja Lucca de Luca sudah sakit.


Walaupun itu sakit yang sengaja ia buat bersandiwara, supaya Roma tak datang ke istana dan mencari urusan dengannya.


"Saya butuh satu kamar," kata Roma kemudian pada seorang penjaga penginapan.


Saat itu ia sudah sampai di sebuah penginapan di kota yang ia tak tahu namanya apa.


Namun, Roma yakin itu jalan yang benar menuju Kerajaan yang dimaksud.


"Benar Paman, aku seorang penyihir, ada apa ya?" tanya balik Roma dengan pertanyaan penjaga penginapan itu.


"Karena banyak penyihir yang pergi ke Kerajaan itu untuk bergabung dengan guild eagle. Kau ingin bergabung juga?"


"Tidak, Paman. Aku hanya ingin pergi ke sana karena ada keperluan, tapi aku bisa saja mampir ke sana. Memangnya guild itu ada apanya?"


"Ada banyak penyihir hebat di sana, kau akan melihat perkumpulan penyihir, selain itu Kerajaan itu juga dijuluki sebagai negeri 1001 penyihir."


"Sepertinya menyenangkan. Aku mungkin bisa belajar sihir di sana."


Penjaga penginapan itu mengangguk, kemudian ia memberikan kunci kamar pada Roma, lalu Roma pun masuk ke dalam sana.


Sudah cukup malam memang sejak dirinya pergi dari Kerajaan Lucca de Luca itu.


Badan manusianya cukup melelahkan, ia harus mengistirahatkan dirinya sebelum memulai perjalanan lagi.


Menurut penjaga penginapan jalan ke sana sekitar satu hari, maka dengan kekuatan sistem mungkin tak sampai dua ia sampai.


"Sepertinya banyak penyihir di sana, Leo. Selain masuk guild kita akan belajar sihir lagi," kata Roma saat dirinya merebahkan tubuhnya, sedangkan Leo berada di sampingnya.

__ADS_1


"Kerajaan itu adalah tempat aku dilahirkan," ujar Leo kemudian.


Mendengar apa yang dikatakan Leo tadi Roma langsung memalingkan wajahnya menatap Leo, seolah tak percaya.


"Kau berasal dari sana? Kenapa kau tak bilang?"


"Kenapa aku harus bilang? Lagi pula sejak awal kau tak menanyakan hal itu."


"Bagaimana aku menanyakan jika aku saja tak tahu kau berasal dari sana. Lalu bagaimana tempat itu?"


Leo kemudian menjawab bahwa tempat itu sangat ingat, banyak hal-hal yang indah di sana, sihir menjadi hal yang lumrah.


Makanya Kerajaan itu dijuluki sebagai negeri 1001 penyihir.


"Wah bagus sekali sepertinya. Kita harus ke sana secepatnya, aku juga tak sabar ingin bergabung dengan guild eagle."


Leo tak menjawab lagi ucapan Roma, ia malah sudah tertidur pulas, sementara Roma masih sibuk dengan pikirannya sendiri yang sedikit bingung.


Sejak ingatannya dari dunia sebelumnya kembali lagi, ia malah tak fokus dan pecah ingatan, karena harus bergabung dengan pikiran Roma selama 12 tahun ini.


Namun, meskipun begitu Roma harus menyelesaikan apa yang terjadi pada kehidupannya saat ini.


Sebab ia bukan lagi Roma yang dulu, Roma sebelumnya sudah mati dan tak mungkin bisa hidup lagi.


Maka dari itu mau tak mau ia harus fokus pada kehidupannya yang ada, supaya semuanya berjalan dengan lancar dan ia bisa membuat kehidupannya lebih tenang.


Ia ingin hidupnya tak ada masalah, karena sebelumnya hidupnya sudah penuh masalah yang membuatnya cukup pusing.


Sebab itulah ia tak ingin lagi mendapatkan masalah yang sama untuk kedua kalinya.


Meskipun sekarang ia tak lagi memiliki kedua orang tua, ia pikir itu tak masalah, dari pada bersama dengan kedua orang tua yang selalu menginginkan soal uang.


Mereka akan marah jika Roma telat mengirim uang, karena menurut mereka selama ini Roma sudah berhutang hidup.


Maka dari itu Roma harus membayarnya. Padahal itu tak adil bagi dirinya.


Konsep kehidupannya bukanlah orang tua yang menginginkan punya anak, bukan anak yang menginginkan orang tua.


Lalu mengapa anak seolah memiliki hutang hidup?


Mengingat hal itu membuat Roma sakit kepala, padahal ia sudah berniat membuang semua pikiran itu jauh-jauh.


Memulai hidup barunya yang sebenarnya sudah dari 20 tahun lalu.


Kemudian ia pun memutuskan untuk tidur dan mengistirahatkan tubuh lelahnya.

__ADS_1


Sebab esok perjalan juga masih cukup panjang untuk ia lakukan.


[Mode istirahat dilakukan, mana sihir akan tetap dilakukan. Sistem akan sebagai penjaga]


__ADS_2