SISTEM DUA BELAS CINCIN

SISTEM DUA BELAS CINCIN
014 - TENTANG SEBUAH KELUARGA


__ADS_3

“Apa sudah ada kabar dari Roma Raffa?” tanya anak laki-laki dari Lucca de Luca, dialah Edrick de Luca.


Sudah lebih dari beberapa bulan semenjak kematian Lucca de Luca, Edrick terus mencari keberadaan Roma, karena sejak saat itu ia masih terus dendam dan ingin membalaskan semua yang terjadi.


Sebab ternyata menyimpan rasa amarah tidaklah semudah yang ia pikirkan. Namun, meskipun begitu sampai saat ini Roma juga belum ketemu.


“Belum ada kabar darinya, Tuan muda,” jawab seorang salah satu prajurit.


Edrick sudah yakin soal itu, karena selama ini memang tak pernah ada kabar dari Roma. Seolah menurut mereka Roma ditelan bumi, bahkan sudah disusuri setiap tempat termasuk kerajaan terdekat, tetapi tetap saja tak ada kabar.


Hasil yang didapatkan pun nihin.


Edrick tak bisa melakukan apapun karena juga tak memiliki kekuatan yang begitu hebat, ia masih belajar sihir dasar yang tak mungkin menyaingi Roma.


Sedangkan Roma saja sudah mengalahkan ayahnya, yakni Lucca de Luca, yang bahkan saat itu sang ayah telah menggunakan cincin bintang scorpio.


Edrick tahu bahwa cincin bintang itu memiliki kekuatan luar biasa, jauh di atas rata-rata penyihir pada umumnya, tetapi tetap saja masih kalah dengan Roma.


Edrick berjanji ia akan terus belajar ilmu sihir dan juga kekuatannya untuk bisa mengalahkan Roma suatu saat nanti, saat dirinya juga sudah menjadi seorang raja, bagian dari kekaisaran.


Mungkin saat ini kekaisaran belum tahu bahwa kematian Lucca de Luca karena pembunuhan yang dilakukan Roma, tetapi suatu saat nanti ia berjanji akan mengatakan semuanya pada mereka.


Dan kemudian meminta bantuan pada mereka untuk menangkap Roma dalam keadaan hidup atau mati.


Pikiran anak seusia Edrick memang sudah dipenuhi dengan hal-hal jahat terkait dengan kematian sang ayah.


Namun, bagaimanapun Edrick merasa bahwa itu bukan sebuah kejahatan, karena ia hanya meminta keadilan atas apa yang terjadi pada ayahnya dan juga pada kehidupannya saat ini yang sedang tidak baik-baik saja.


Edrick saat ini sudah yatim piatu, karena kedua orang tuanya sudah tiada, Ibunya mati beberapa tahun lalu karena sebuah penyakit yang entah apa namanya, ia pun tak tahu akan hal itu.


Setelah ibunya mati, ia pun hidup bersama dengan sang ayah yang begitu menyayanginya hingga kemudian ayahnya itu meningga hingga kemudian meninggal, karena melawan Roma, yakni beberapa bulan lalu.


***


Sementara itu, saat Edrick de Luca sibuk memikirkan bagaimana caranya ia membalas dendam atas kematian ayahnya pada Roma, Roma sendiri malah sibuk menjalankan banyak misinya dan sampai saat ini ia sudah memiliki banyak poin dan kenaikan peringkat


Peringkat itu membuat beberapa orang iri dengan keberuntungannya dalam menyelesaikan banyak misi secara solo itu, hingga menyebabkannya mendapat banyak poin dari Guild.


Sampai akhirnya muncul sebuah teori dari beberapa orang bahwa, sebenarnya yang kuat adalah Kucing Hitam yang selalu bersama dengan Roma.

__ADS_1


Alhasil banyak orang berniat buruk dan ingin menjadikan Kucing Hitam Leo sebagai peliharaan mereka, disini banyak sekali pertarungan demi mempertahankan Leo. Tentunya semua dilibas habis oleh Roma.


Roma tak mungkin membiarkan siapapun memiliki Leo, karena Leo sudah bersumpah akan menjadi peliharaannya seumur hidup.


Lagi pula Leo akan lebih aman bersamanya dari ada bersama dengan orang lain, sebab orang lain tak memiliki kekuatan sehebat itu untuk bisa menjaga Leo.


Sebab Leo memiliki kekuatan cincin bintang yang pasti akan diincar banyak orang , seandainya mereka sadar mereka juga pasti akan mencoba mengambil cincin itu dari Leo.


Maka dari itulah hanya Roma yang pantas menjaga dan memelihara Leo sampai kapanpun.


“Kau tahu, kau membuang-buang waktu untuk bertaruh dengan mereka,” ujar Leo kemudian.


“Aku pun sebenarnya tak mau melakukan hal itu, tetapi aku terganggu dengan apa yang mereka lakukan,” kata Roma.


“Kan kau bisa mengabaikan mereka.”


“Tidak bisa Leo, lagi pula itu juga caraku mengatakan pada mereka, bahwa aku ini kuat dan tak mungkin sebanding dengan mereka.”


Mungkin terdengar begitu sombong, tetapi mungkin dengan cara itu ia mengatakan bahwa ia tak ingin diganggu anggota guild lainnya.


Ia menjalankan semua misi bukan untuk bersaing dengan mereka, tetapi untuk mendapatkan banyak poin dan juga jadi mereka tak harus takut akan hal itu.


Padahal sebagian misi yang Roma ambil adalah misi lama dengan peringkat S yang sangat sulit dilakukan.


Namun, Lagi-lagi ia tak harus peduli pada yang terjadi dan apa yang dipikirkan mereka.


***


“Apa yang Paman pikirkan?” tanya Roma kemudian pada suatu malam saat ia melihat Tere masih berada di tempat kerjanya.


“Kau, Roma. Mengapa kau bangun masih semalam ini?” tanya balik Tere pada Roma yang saat ini duduk di depannya.


“Aku terbangun karena haus saja,” jawab Roma kemudian. “Ah aku tadi melihat Paman sedang melamun, apa yang Paman lamunkan?”


Tere terdiam mendengar apa yang ditanyakan Roma tadi, karena ia memang sempat melamun sebelumnya.


Biasanya ia tak seperti itu, tetapi kali ini berbeda, karena ia sedang memikirkan sesuatu yang membuat pikirannya sedikit tidak tenang, yakni tentang istri dan juga anaknya.


"Paman hanya merindukan anak dan istri, Paman," kata Tere kemudian.

__ADS_1


Mendengar apa yang ditanyakan Roma itu membuat Tere terlihat sedih, lalu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


Sebuah cerita yang selama ini mungkin tak pernah ia katakan pada siapapun.


Entah mengapa saat melihat Roma ia merasa melihat sang anak, yang mungkin jika saat ini masih ada seusia dengan Roma.


Setelah itu Tere  tentang kisah hidupnya pada Rhoma sebelum ia berada di sana ia memiliki sebuah keluarga kecil di mana ia dan istrinya tinggal.


Mereka menikah beberapa puluh tahun lalu, dengan sebuah pernikahan sederhana karena mereka hanyalah rakyat biasa. Bukan bangsawan pada umumnya.


Setelah pernikahan itu mereka pun dikaruniai seorang anak, tetapi sayangnya sesaat setelah melahirkan sang istri meninggal dan membuat Tere begitu bersedih.


Namun, hal itu tak berlangsung lama karena ia harus menjaga anaknya dengan baik.


Ketika anaknya berusia beberapa bulan, ia harus pindah ke ibu kota dan mendapatkan tawaran itu menjadi seorang manager di tempat kerjanya dulu yakni Guild Eagle.


Karena ia pikir Ia membutuhkan uang untuk menghidupi anak satu-satunya yang ia miliki Ia pun menerima tawaran itu dan akhirnya menjadi seorang manajer hingga saat ini.


"Lalu di mana anak Paman sekarang?" tanya Roma kemudian memotong pembicaraan Tere.


"Ia juga sudah tiada."


Tere kembali bercerita. Anak laki-lakinya itu begitu aktif ya tak bisa diam dan suka bermain tetapi sayangnya Tere tidak bisa terus-menerus menemani anaknya bermain karena ia harus mengurus Guild tempatnya bekerja.


Seringkali anak laki-lakinya itu bermain seorang diri. Hingga pada suatu hari kejadian naas menimpa anak laki-lakinya, anak yang diserang seekor monster ular raksasa ia sudah berusaha untuk membantu sekuat tenaga dan melepaskan anaknya.


Anaknya memang bisa lepas tetapi nyawanya tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia.


Tere kembali bersedih dengan apa yang terjadi kesedihan itu tuh sebelahnya hingga beberapa tahun namun hingga akhirnya ia sadar kesedihannya tidak akan membuat istri dan anaknya kembali hidup.


Dan ia pun menjalani kehidupannya menjadi orang yang baru tanpa harus memikirkan apa yang terjadi sebelumnya meskipun kadang jika itu masih mengganggunya.


Mendengar apa yang diceritakan Tere, Roma ikut bersedih. Karena ia juga kehilangan kedua orang tuanya bahkan di depan matanya dengan sangat mengenaskan.


Meskipun ia belum seikhlas Tere, tetapi suatu saat jika ia mendapatkan alasan yang jelas mengapa orang tuanya dibunuh mungkin dia akan mencoba mengikhlaskannya dan kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.


Benar apa yang dikatakan teori bahwa orang yang sudah meninggal tidak akan kembali lagi meskipun merasa sedih itu ada dan terus ada.


Mungkin setelah semuanya selesai Rhoma juga harus menjalani kehidupan dan misinya yakni mengumpulkan 12 cincin Bintang karena memang itu tugas utamanya untuk dihidupkan kembali.

__ADS_1


__ADS_2