SISTEM DUA BELAS CINCIN

SISTEM DUA BELAS CINCIN
028 - SEKTE DAN SEBUAH RAHASIA


__ADS_3

"Apa kau bagian dari keluarga Raffa?" tanya ketua Sekte itu.


Saat itu Roma dan sang ketua tengah berbicara di dalam ruangan hanya empat mata.


Sedangkan Roma yang mendengar pertanyaan sang ketua hanya mampu diam, sambil tatapannya sedikit bingung.


Bagaimana mungkin sang ketua tahu siapa dirinya, padahal tak ada sedikit pun yang membahas tentang keluarga Raffa.


"Bagaimana Anda tahu tentang itu?" tanya balik Roma yang ingin cepat tahu.


"Aku tak akan lupa wajahmu ini, dua belas tahun lalu saat kau dan orang tuamu datang ke rumah kakekmu di kota timur, aku yang membantu kakekmu melakukan banyak penyambutan," kata sang ketua sekte.


"Lalu bagaimana Paman bisa ada di sini?"


"Kakekmu ini sektenya terkenal di banyak tempat, maka dari itu ia mengutusku ke tempat ini," ucap ketua sekte. "Bagaimana keadaan orang tua dan kakekmu saat ini?"


Mendengar hal itu Roma kemudian menggeleng dan mengatakan, "keluarga Raffa sudah hancur sejak satu tahun yang lalu. Tak ada yang tersisa dari sana, baik kakek, ataupun orang tuaku semuanya musnah."


"Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Banyak hal sudah terjadi, kini aku tengah mencari kebenarannya tentang pembunuhan keluarga Raffa. Maka dari itu Paman harus diam dan menganggap seolah aku sudah mati, serta tak ada."


"Tapi kenapa?"


Kemudian Roma mengatakan bahwa setelah kematian keluarganya, mengalami banyak masalah yang hingga akhirnya membunuh Raja Lucca de Luca.


Roma mengatakan lagi, bahwa ada alasan mengapa ia melakukan hal itu.


Namun, saat ini pastinya semua orang sadar bahwa Lucca de Luca mati karena penyakit yang dideritanya.


Ketua sekte bingung dengan hal itu, ia tak tahu harus mengatakan apa.


Meskipun begitu dang ketua hanya bisa mengikuti apa yang dikatakan Roma padanya.


"Baiklah kalau begitu, aku akan sebisa mungkin membantumu, lagi pula aku berhutang budi pada kakekmu. Jika tanpa dia mungkin aku hanya lelaki gelandang biasa." Begitu kata sang ketua sekte itu.


"Terima kasih atas bantuan, Paman ini. Aku berharap ini hanya akan menjadi rahasia kita berdua saja," kata Roma.


"Pasti itu. Sekarang apalagi yang bisa aku bantu?"


"Paman tahu, aku sedang mencari seorang anak perempuan, bukan? Apa kemungkinan paman bisa memberitahu tentang sebuah kelompok atau kumpulan orang-orang yang memungkinkan melakukan hal ini?


Kemudian sang ketua sekte mengatakan pada Roma bahwa di kota itu hanya ada sekte mereka tidak ada yang lain, tetapi untuk organisasi yang lainnya seperti penyihir dan juga yang lain mungkin ada.


Sayangnya tidak terlihat dan tidak ada pengaruhnya sama sekali bagi kerajaan.

__ADS_1


Namun, kemudian sang ketua mengingat salah satu organisasi yang mungkin bisa dicurigai, tetapi organisasi itu jauh dari pandangan banyak orang.


Karena mereka tak mau begitu berbaur dengan masyarakat hanya saja mereka sudah lama tidak terdengar namanya.


"Organisasi itu ada di ujung kerajaan yang jarang sekali disentuh orang, aku sendiri bahkan tidak yakin bahwa organisasi itu masih ada."


"Organisasi apa itu, Paman?"


"Aku tidak yakin namanya, tetapi mereka disebut sebagai organisasi kepiting pasir, karena mereka tinggal di gurun pasir, di pinggir kerajaan ini."


Roma hanya bisa mengangguk mendengar ucapan sang ketua itu.


Selama ini ia saja tak pernah dengar nama organisasi itu, atau bahkan Tere juga gak pernah memberitahunya bahwa Organisasi itu ada.


"Kenapa kau tak menanyakan hal itu pada pemilik guildmu?" tanya sang ketua menyambung ucapannya.


"Bukan aku tak menanyakan, tetapi ketua guildku tak mengatakan apapun. Tapi sekarang aku akan menanyakannya, pasti."


Setelah itu mereka pun berbicara satu sama lain yang cukup Intens kembali membahas tentang Keluarga Raffa yang sudah tiada bahkan sampai pada kakeknya.


Sebelum keluar dari ruangan itu sang ketua mengatakan bahwa jika suatu saat Roma membutuhkan pertolongan,maka sekte itu akan membantu.


Sebab bagaimanapun sekte itu juga bagian dari keluarga Roma, sekte itu didirikan oleh kakeknya dan kini dikelola oleh orang lain.


Yang artinya sebenarnya sekte itu miliknya ia berhak menjadi pemimpin tetapi mungkin tak akan pernah ia lakukan sebab bagaimanapun Ia seorang buronan tak mungkin orang-orang bersikap biasa saja ketika ia menjadi pemimpin nantinya.


Dalam perjalanan pulang Roma mengatakan pada Milan tentang organisasi yang dimaksud sang ketua sekte tadi.


Tetapi sama halnya dengan Roma, Milan juga tak tahu tentang organisasi tersebut sebab keduanya belum lama tinggal di sana.


Jika pun benar mungkin itu alasan mengapa anak panah dari Milan tak bisa menjangkau di mana keberadaan anak perempuan itu.


Sebab Milan tak pernah menaruh anak panahnya di sana ataupun pergi ke tempat itu.


Jika dari ucapan Roma bahwa organisasi itu tinggal di padang gurun Milan pernah mendengarnya tetapi sepertinya Ia tak tertarik dengan daerah gersang itu.


Apalagi selama ini misinya tak pernah sampai ke tempat terjauh mungkin ke kerajaan lain, tetapi entah mengapa ia belum pernah mendapatkan misi ke sana atau mungkin di sana tidak ada apapun makanya tidak pernah ada masalah.


Milan pun juga mengatakan hal itu kemungkinan di sana tidak ada kehidupan karena sepertinya ia tidak pernah mendapatkan misi untuk pergi ke sana atau mendengar orang-orang pergi ke daerah gurun.


Kemudian Roma berpikir seperti apa yang dikatakan Milan, tetapi mengapa sang ketua sekte mengatakan kemungkinan organisasi itu tinggal di sana.


Karena memang jauh dari jangkauan dan mungkin juga mereka bisa melakukan sesuatu tanpa harus takut terkena masalah.


Dunia ini mungkin belum mengenal daerah gurun yang jika di dunia Roma sebelumnya biasanya daerah gurun menjadi tempat perebutan orang-orang untuk menggali tambang minyak bumi.

__ADS_1


Contohnya seperti daerah yang ada di gurun Afrika ataupun Asia bagian Timur.


Lagi pula sepertinya, hal itu juga tidak akan pernah terjadi di tempat seperti ini.


Karena orang tidak tahu bagaimana caranya mengelola daerah gurun.


Jika mau sebenarnya ia bisa membantu mereka, namun tugasnya bukan melakukan hal itu di sini.


Tugasnya adalah melindungi dunia dan mendapatkan kembali semua kebahagiaan yang telah diambil darinya yang sudah ada sejak 20 tahun.


"Sekarang kita harus bagaimana?" tanya Milan saat mereka dalam perjalan pulang.


"Kita kembali dulu saja ke guild dan mengatakan apa yang terjadi pada Paman Tere, siapa tau Paman bisa membantu memberitahu tentang hal itu," jawab Roma.


Tak ada pilihan lain, sebab sang ketua sekte juga mengatakan hal itu. Lagi pula Roma dan Milan juga sama-sama tak tahu akan hal itu.


***


"Tuan memanggil saya?" tanya seseorang pada sang ketua sekte.


Sesaat setelah Roma kembali ke tempat asalnya, sang ketua memikirkan tentang pembicaraannya tadi yang mengungkapkan banyak hal, sampai ia bingung dibuatnya.


Sudah beberapa tahun ia tak kembali ke tempat asalnya, yakni Kota Timur dan ternyata pemimpin dari sekte itu sudah tiada. Bahkan sedikit saja organisasi itu tak pernah mengatakan apapun.


"Kita akan pergi ke Kota Timur besok hari, aku perlu mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi," jawab sang ketua sekte.


"Memang ada apa, Tuan?"


Kemudian sang ketua sekte mengatakan bahwa sudah bertahun-tahun lamanya ia tak kembali ke kota lama di mana ia dilahirkan dan membesarkan.


Maka dari itu ia sangat merindukannya, ia ingin cepat pulang meskipun ia sudah tidak memiliki keluarga tapi para penganut sekte yang ada di sana adalah keluarga besarnya, mereka adalah orang-orang baik yang mendidik dirinya menjadi saat ini.


Salah satu anggota sekte itu mengerti kemudian Ia pun berlalu pergi dari sana untuk mempersiapkan keberangkatan sang ketua esok dengan beberapa orang lainnya.


Sedangkan sang ketua masih berada di sana sambil memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.


Kedatangan Roma membuat semuanya nampak begitu membingungkan, karena apa yang dikatakan Rhoma selama ini tak pernah ia pikirkan.


"Aku yakin ada yang terjadi." Begitu katanya.


Kemudian ia sedikit teringat lagi dengan perkataan Roma tentang sihir kuno.


Sebuah sihir yang dilarang penggunaannya oleh Kerajaan sejak lama, tetapi bukan kakek Roma yang mempelajarinya.


Namun, keluarga Gustaf Raffa.

__ADS_1


Mungkin juga ada alasan tertentu dan berhubungan denganĀ  sihir kuno itu. Jika bukan lalu hal apa yang membuat mereka hancur dalam waktu yang singkat.


__ADS_2