SISTEM DUA BELAS CINCIN

SISTEM DUA BELAS CINCIN
034 - MENCARI INFORMASI TENTANG ASOSIASI PEDAGANG


__ADS_3

Hari berganti, Roma, Milan dan yang lain menyusun rencana mereka agar bisa melawan asosiasi pedagang tersebut.


Hal itu dilakukan Roma agar bisa membantu kerajaan. Terlebih, semua yang terjadi sangat mirip dengan apa yang telah terjadi pada keluarganya dulu.


Roma tak mau ada peristiwa yang sama terjadi pada kerajaan yang dipimpin oleh Raja Genoa.


Raja Genoa yang merasa bahwa melawan asosiasi pedagang yang berada di pusat kota itu adalah keharusan, meminta Roma untuk membawanya ikut serta.


Raja Genoa tak ingin jika dirinya dianggap sebagai orang yang tak becus dalam melindungi rakyatnya.


“Roma, ajak aku jika kau ingin bertemu dengan pemimpin asosiasi perdagangan itu. Kau boleh ajak aku kapan dan dimanapun dibutuhkan.


Setidaknya, kau adalah orang yang sudah membantuku dalam membantai asosiasi pedagang yang ada di kota ini. Semua yang terjadi karena aku melibatkanmu. Jadi, kapan pun kau ingin pergi menemui mereka, jangan lupa ajak aku dan memberitahuku,” ujar Raja Genoa.


Roma hanya terdiam saja. Ia tahu benar bahwa keterlibatannya berawal dari permintaan Raja Genoa.


Namun, salah satu alasan lain adalah dia tidak ingin nasib yang dialami oleh keluarganya terjadi pada rakyat dan raja Genoa.


 Dia akan berusaha dengan sangat keras untuk memutus rantai itu. Dia tak ingin ada korban lagi selain keluarganya.


Milan yang melihat Roma diam saja saat Raja Genoa mengajaknya bicara pun menyenggol tubuhnya.


“Roma, sang raja sedang berbicara denganmu. Apa yang kau pikirkan sehingga tak mendengarkannya?” tanya Milan.


Roma langsung tersadar dari lamunannya dan bertanya kembali apa yang dikatakan oleh raja Genoa.


“Maaf Yang Mulia, saya tak mendengar ucapan Anda. Apa Anda bisa mengulanginya?” tanya Roma.


Raja Genoa tersenyum ramah. Dia tahu bahwa kondisi pemuda yang ada di depannya saat ini sedang banyak pikiran. Raja Genoa pun mengulangi ucapannya.


“Aku bilang, kapan pun kau ingin pergi ke ibu kota Kekaisaran dan bertemu dengan pemimpin asosiasi pedagang itu, jangan lupa untuk mengajakku,” ujar raja Genoa mengulang kembali kata-katanya.

__ADS_1


Roma menggeleng. Dia tak setuju dengan permintaan sang raja.


“Tidak Yang Mulia. Lebih baik, Anda berada di istana saja. Aku, Milan, dan Leo yang akan ke sana. Jangan pernah meninggalkan istana ini,” tegas Roma.


Raja Genoa awalnya menolak saran Roma. Dia ingin membantunya dan tak ingin berpangku tangan saja.


“Jangan seperti itu, Roma. Bagaimanapun, semua kejadian dan masalah pelik ini terjadi karena salahku. Aku yang melibatkanmu dalam hal ini.


Harusnya, aku tak meminta tolong padamu untuk menghancurkan asosiasi pedagang di sini, tetapi karena permintaanku, kau melakukan itu dan terlibat masalah. Jadi, biarkan aku ikut dan membantu kalian,” pinta Raja Genoa lagi.


Roma menggeleng lagi. Dia tetap menolak permintaan sang raja. Ini semua karena pertimbangan yang memang sepertinya harus dipikirkan matang-matang.


“Yang Mulia, jangan gegabah dalam mengambil keputusan. Tolong bayangkan apa yang akan terjadi di istana dan pada rakyat, jika Anda memaksa untuk ikut.


Musuh kita kali ini sangat kuat. Mereka bukan orang sembarangan atau pengikut yang sembarang. Musuh kita saat ini adalah bisa dibilang kaki tangan sang kaisar.


Aku tak ingin rakyat menjadi korban karena kejadian ini. Jadi, dengarkan dan tolong ikuti apa yang kukatakan. Tinggallah di istana dan jaga rakyat dari ancaman musuh.” Begitu kata Roma.


“Jika aku tak diizinkan ikut dengan kalian, aku akan terlihat sangat bodoh dan tak mempunyai daya upaya. Apa yang harus kulakukan untuk membantu kalian? Aku tak mau jika hanya berpangku tangan saja dan menonton kalian yang sedang berjuang melawan asosiasi pedagang itu. Apa kalian membutuhkan pasukan?” tanya Raja Genoa.


Roma kembali berpikir. Dia memang tak bisa melakukannya sendiri kali ini. Saat ini, musuhnya lebih banyak dan lebih kuat dari sebelumnya. Memang benar, dia membutuhkan pasukan. Roma pun mengiyakan ucapan sang raja.


“Baiklah, Yang mulia. Anda benar. Saya memang butuh pasukan untuk melawan mereka. Namun, untuk saat ini itu belum diperlukan. Anda hanya perlu tinggal di kerajaan dan mengumpulkan banyak pasukan.


Kita tidak tahu seberapa kuat lawan kita. Aku dengar, mereka sangat kuat dan sangat sulit untuk dikalahkan. Itu sebabnya, kita membutuhkan banyak pasukan untuk memperkuat pertahanan dan melawan mereka,” kata Roma.


“Roma benar, Yang Mulia. Saat ini kami tak membutuhkan banyak pasukan. Kami akan ke sana hanya bertiga saja. Aku, Roma, dan kucing ini.” Milan memegang Leo dengan erat.


Raja Genoa menghela napas panjang dan membuangnya kasar. Dia sangat ingin membantu Roma dan kawan-kawannya, tetapi tetap saja anak itu mengatakan tak membutuhkan bantuan. Raja Genoa pasrah dan setuju saja dengan ucapan Roma.


“Baiklah, jika saat ini kalian tak membutuhkan pasukan dan bantuan, tidak apa-apa. Aku juga akan tetap tinggal di istana dan memperkuat pasukan seperti ucapanmu, Roma. Namun, tolong segera beritahu jika kalian membutuhkan bantuan.

__ADS_1


Aku tak mau kalian diserang oleh asosiasi perdagangan itu secara tiba-tiba tanpa ada persiapan.” Raja Genoa memberi saran pada kedua orang itu.


“Tentu, Yang Mulia. Aku akan segera mengirim pesan jika membutuhkan bantuan Anda. Besok, aku, Milan, dan Leo berencana untuk ke kota dan mencari informasi saja. Hanya informasi. Anda hanya perlu menguatkan pertahanan dan menambah pasukan saja. Aku takut, jika secara tiba-tiba mereka menyerang kerajaan Anda.”


“Ya, tentu aku akan mengikuti saranmu,” ujar Raja Genoa.


***


Hari yang dinanti pun tiba. Roma bersama Milan dan Leo, kucingnya, berangkat ke kota. Mereka pamit undur diri pada raja Genoa untuk menjalankan misi memberantas asosiasi perdagangan.


“Yang mulia, kami pergi dulu. Tolong, tetap pegang janji Anda untuk tetap di istana dan memperkuat pasukan,” ujar Roma sebelum pergi.


Dia takut jika saat pergi, sesuatu yang buruk terjadi. Itu sebabnya, berkali-kali Roma mengingatkan raja Genoa.


“Itu pasti, Roma. Jaga diri kalian saat berada di kota. Jangan sampai, kalian terluka. Aku akan membantu kalian kapan pun, jika dibutuhkan.”


Roma hanya tersenyum. Mereka bertiga pun pergi meninggalkan istana raja Genoa untuk ke kota dan mencari tahu informasi tentang asosiasi perdagangan yang dipimpin oleh Ravenna de Ville.


DI perjalanan, Milan bertanya apakah Roma sudah memiliki rencana untuk melawan musuh-musuh mereka atau belum.


“Roma, apa kau sudah memiliki rencana matang untuk melawan pasukan Ravenna? Aku agak sedikit khawatir,” ujar Milan jujur.


“Belum. Tak ada rencana sama sekali. Kita akan memikirkannya setelah sampai di kota saja. Ayolah, percepat jalan kalian. Kita akan segera sampai menuju portal yang akan mengantar kita ke kota.” Dengan entengnya, Roma meninggalkan Milan dan kucingnya, Leo.


Memang saat ini Roma tak ada rencana sama sekali, bahkan ia tak terpikir dengan rencana yang akan ia lakukan nanti.


Mungkin ia hanya akan mencari informasi lebih dulu, kemudian baru mengurus semua halnya.


Lagi pula ia tak tahu sekuat apa nantinya Asosiasi pedagang itu, jika ia gegabah pastinya banyak hal yang akan terjadi.


Ia butuh rencana dan juga informasi yang cukup kuat untuk menyerang nantinya, supaya ia tak salah jalan.

__ADS_1


__ADS_2