
Lucca De Luca, duduk di singgasananya dengan santai. Cincin scorpio melingkar di jarinya, elemennya air yang melambangkan ketenangan.
Ia mendapatkan cincin dengan kekuatan hebat itu sudah sejak lama, cincin itu memberinya sihir yang luar biasa hingga membuatnya bisa menjadi seorang raja sampai saat ini.
Saat ini di dalam istananya ada beberapa senat dan juga seorang penasehat, seperti biasa mereka membahas tentang pemerintahan yang terjadi.
Sebagai kerajaan dari bagian kekaisaran yang begitu besar, kerajaan yang dipimpin Lucca itu sebenarnya cukup mencolok dari banyak hal, termasuk sumber daya manusianya.
Dari negeri itu banyak sekali penyihir kuat dan hebat yang bisa mempertahankan kerajaan maupun kekaisaran dari serangan luar maupun di dalam negeri.
Dan yang saat ini tengah mereka bahas adalah penyerang yang telah dilakukan pada keluarga Raffa.
Sudah sejak lama mereka mengincar keluarga itu, meskipun hanya bangsawan setingkat Baron tetapi mereka sebenarnya memiliki kekuatan sihir yang luar biasa, bahkan mereka keturunan dari para penyihir kuno.
Dengan kekuatan yang mereka itulah mereka bisa membuat salinan cincin bintang yang katanya bisa merusak untuk sihir dunia.
Sebelum semuanya terlambat kerajaan mengambil jalan terbaik, yakni menghabisi mereka yang kemudian dianggap sebagai seorang pengkhianat.
Mengorbankan beberapa orang tidak menjadi masalah, dari pada harus mengorbankan banyak nyawa.
“Tapi, bukankah anak dari Gustaf masih hidup hingga saat ini, apa ia akan balas dendam?” tanya seorang senat yang ada di sana.
“Bisa saja hal itu terjadi, ia tak mungkin tinggal diam, apalagi ia sudah menghabisi seluruh prajurit kerajaan yang telah membunuh keluarganya,” ujar senat yang lainnya.
“Lalu apa yang harus kita lakukan?” tanya senat yang tak sama.
“Mengapa terburu-buru untuk melakukan cara menghentikan anak itu? Kita tunggu saja, jika anak itu sampai jalan ke tempat ini, kita bisa saja membunuhnya, seperti apa yang sudah kita lakukan pada Gustaf dan yang lainnya.” Begitu kata Lucca De Luca pada para anggota senatnya. “Apa kau memiliki saran, Caroll?”
Pria bernama Caroll yang tak lain pensehatnya itupun menatap ke arah Lucca.
“Tidak ada Yang Mulai. Seperti apa yang Yang Mulai katakan, kita tunggu saja sampai anak itu datang kemari,” ucap Caroll.
“Lagi pula kita bisa menghabisinya jika sampai anak itu menginjakkan kakinya ke tempat ini, atau kita buat saja seolah orang tua memang benar-benar bersalah.” Perkataan Lucca De Luca seolah tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
Lagi-lagi ia berpikir bahwa semua itu demi kerajaannya, maka dari itu sama sekali ia tak merasa bersalah. Karena menurutnya kerajaan adalah segalanya, segalanya adalah kerajaan, meskipun kadang apa yang ia lakukan tak masuk akal sama sekali.
Satu masalah perlahan hilang satu demi satu dan membuat kerajaannya akan damai dalam waktu dekat nantinya. Ia yakin akan hal itu, bahkan selama ia menjadi seorang pemimpin tak ada masalah yang terjadi, karena setiap ada yang mengancam pasti ia habisi.
Mungkin sebagian orang menganggap bahwa dirinya sebagai seorang pemimpin dingin yang bertangan besi.
Namun, ia sama sekali tak peduli dengan julukan itu, bahkan ia merasa senang karena akan lebih banyak orang yang patuh dan takut padanya.
Saat Lucca De Luca dan petinggi kerajaan lainnya masih membicarakan tentang hal itu, seorang prajurit kerajaan datang menghadap. Ia mengatakan bahwa seorang mata-mata melihat Roma Raffa anak dari keluarga Raffa saat ini tengah pergi menuju pusat kota kerajaan
Selain itu prajurit itu juga mengatakan bahwa Roma memakai cincin bintang Libra, dengan seekor kucing yang menggunakan cincin Leo.
Mendengar hal itu semua petinggi kerajaan dan Lucca De Luca terkejut, mereka pun berdiri, raut wajah mereka berubah drastis, yang awalnya tenang menjadi seperti ketakutan dan bingung.
Kemudian Lucca De Luca memerintahkan untuk mencegat Roma dengan segala cara.
Sebab Lucca memiliki firasat buruk mengenai satu-satunya orang yang berhasil selamat dari pembantaian prajuritnya itu, bahwa ia akan memberikan perubahan besar pada wilayah kekuasaannya.
Apalagi dengan dua cincin bintang yang saat ini ada dengannya, pasti ia memiliki kekuatan yang cukup besar.
“Anak itu akan memberikan ancaman bagi kerajaan ini,” ujar seorang senat.
Pikiran senat sama dengan pikirannya, Roma pasti kini menjadi ancaman yang nyata.
Maka dari itu sebelum ia sampai mengetahui rahasia kekuatan cincin itu dan bagaimana cara menggunakannya, ia harus lebih dulu mati.
Banyak penyihir dan prajurit kerajaan kuat yang pasti bisa menghalau hal itu. Dan pastinya Roma akan bisa kalah nantinya.
Saat ini itu yang ia harapan dan ia inginkan, dan juga mengerahkan segala kemampuan yang ia punya selama ini.
Selama ia masih menjadi seorang raja, tak ia biarkan siapapun merusak kerajaanya.
***
__ADS_1
Malam menjelang Lucca De Luca saat ini berada di kamarnya, sambil memandang keluar jendela.
Ia masih memikirkan tentang Roma Raaf yang datang menuju kesini, jika ia sampai dengan mudah maka mau tak mau ia harus menghadapinya.
Lucca De Luca memikirkan hal itu sambil mengelus cincin scorpionya, cincin dengan elemen air itu tak mungkin kalah dengan udara atau bahkan api. Air adalah sumber kehidupan manusia.
Lucca tak akan membiarkan siapapun untuk menginjak tanah kerajaannya dengan pikiran kotor dan penuh dendam.
Apalagi sampai menyerahkan kekuasaannya pada anak kemarin sore.
Ia sebenarnya menghabisi keluarga Raffa bukan sekedar mereka menjadi ancaman, tetapi jauh dari pada itu.
Pemimpin keluarga Raffa, yakni Gustaf Raffa sebenarnya dulu adalah calon kandidat terkuat dari Raja, meskipun ia seorang bangsawan bergelar Baron, tetapi banyak pemilihnya.
Sedangkan dirinya adalah anak tumbuh dan besar dari keluarga seorang bangsawan bergelar Duke dan Duchess, kedua orang tuanya pemilik kekuatan. Bangsawan yang paling dekat dengan raja.
Namun, Lucca tak menerima itu semua. Apalagi saat kemudian nama undian yang keluar adalah namanya dan Gustaf.
Lucca tak mau bersanding dengan orang itu untuk memperebutkan kekuasaan, karena rasanya itu hanya akan menjatuhkan gelar bangsawannya.
Ia merasa tak pantas seorang anak Duke melawan seorang Baron rendah yang sebenarnya dalam silsilah ia bukanlah bangsawan yang diakui banyak orang.
Maka dari itu Lucca De Luca mencari cara supaya Gustaf kalah meskipun dengan keadaan curang, hingga akhirnya ia menjadi seorang raja menggantikan raja sebelumnya.
Raja sebelumnya tak memiliki istri ataupun keturunan, keluarganya juga tak banyak yang pantas yang menjadi Raja, maka dari itu dipilihlah raja dengan garis keturunan yang baru.
“Aku baru menjadi raja, mengapa aku harus melepaskan kekuasaan ini,” kata Lucca De Luca kemudian.
Ia mengatakan hal itu sebenarnya untuk menenangkan dirinya sendiri, supaya tak begitu terpikir dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Lucca De Luca yakin kekuatannya saat ini jauh di atas anak itu, meskipun anak itu saat ini memiliki dua cincin bintang yang entah dapat dari mana.
Apakah cincin itu asli? Karena bagaimanapun semua orang tahu bahwa keluarga Raffa bisa meniru cincin bintang.
__ADS_1
Namun, jika tidak asli, membuat tiruan cincin bintang itu membutuhkan kekuatan yang cukup besar, sihir kuno dengan level di atas rata-rata seorang penyihir. Membuat satu saja akan sangat sulit bagaimana dengan dua.
Meskipun begitu Roma tak mungkin langsung bisa menggunakan cincin itu, karena cincin itu memiliki kekuatan sendiri. Ia memang memilih tuannya, tetapi bukan berarti cincin itu mau memberikan segalanya pada manusia, apalagi jika masih anak-anak seperti halnya Raffa seperti itu.