SISTEM DUA BELAS CINCIN

SISTEM DUA BELAS CINCIN
013 - BERGABUNG DENGAN GUILD EAGLE


__ADS_3

Tak lama kemudian Roma dan Leo sampai di ibu kota kerajaan yang terlihat lebih indah dan menarik dari kota-kota sebelumnya, di sana lebih banyak lagi para penyihir yang melakukan kegiatan menggunakan sihir.


Mana sihir terpancar ke setiap tempat yang ada di sana, wajar saja karena hampir setiap orang menggunakan sihir untuk melakukan banyak pekerjaan yang tengah ia kerjakan di sana.


“Aku akan pergi ke tempat lain, kau pergi saja dulu ke guild itu, aku akan menyusul nanti,” kata Leo.


“Guild itu di mana?” tanya Roma.


Kemudian Leo mengatakan bahwa Guild itu berjarak dua blok dari tempat mereka saat ini, di depannya terdapat tulisan Guild Eagle sebagai tanda pengenalnya.


Roma mengerti dengan hal itu, kemudian ia pun berlalu dari sana dan menuju ke guild yang dimaksud, tetapi sebelumnya Roma sambil melihat sekeliling kota yang ada di sana.


Karena mungkin ini menjadi awal hari tenangnya setelah kematian kedua orang tuanya.


Sebab sebelumnya ia sibuk mencari tahu kebenaran itu dengan dilanda rasa bersalah dan sakit hati.


Namun, setelah kematian Lucca de Luca yang akhirnya memperlihatkan siapa pembunuh kedua orang tuanya, Roma menjadi sedikit tenang.


Meskipun bukan berarti ia tak meneruskan hal itu. karena selain mencari tahu kebenaran kematian orang tuanya, ia juga harus mengumpulkan ke-12 cincin bintang itu.


Apalagi saat ini ia masih mendapatkan tiga cincin bintang, satu miliknya, milik Leo dan juga milik Lucca de Luca yang telah ia rebut sesaat setelah kematiannya.


Sembilan dari cincin bintang itu pasti tersebar di banyak tempat, dan mungkin juga bisa di kerajaan itu.


Maka dari itulah ia memutuskan untuk berada di sana, bergabung dengan guild yang ada sambil mencari banyak informasi.


Saat ini Roma terus saja berjalan, menuju guild itu, melewati setiap blok yang ada hingga akhirnya ia menemukan sebuah gedung yang cukup besar di depannya tertulis “Guild Eagle”.


Setelah itu Roma langsung masuk ke dalam sana, begitu ia masuk beberapa orang yang ada di sana menatapnya dengan tatapan mata penasaran, bingung dan juga merasa asing.


“Ada yang bisa dibantu wahai anak muda?” tanya seorang pria yang berada di belakang sebuah meja yang cukup lebar, mirip meja bar.


“Aku ingin bergabung di guild ini, Paman. Apa aku bisa tahu aku harus bergabung dengan siapa?” tanya balik Roma


“Yakin kau ingin bergabung di sini? Menjadi anggota guild bukan sesuatu yang mudah.”


“Aku yakin sekali ingin bergabung dengan guild ini, aku tak peduli itu mau mudah ataupun sulit.”

__ADS_1


“Baiklah, aku manager guild ini, namaku Tere,” kata laki-laki itu yang bernama Tere yang tak lain juga seorang manajer.


Untuk menjadi seorang anggota guild, Roma harus lebih dulu di tes dengan beberapa hal, yang pertama adalah dengan menggunakan sebuah bola kristal, untuk melihat kepadatan mana sihir.


Saat ini Roma berada di guild itu dan dikelilingi beberapa orang yang menjadi anggota sebuah party guild.


“Taruh tanganmu di atas bola itu, untuk melihat seberapa hebat kekuatanmu, jika tak mencapai target mana sihir, maka kau tak akan pernah diterima di sini.”


Roma mengerti dengan apa yang dikatakan Tere itu, lalu ia meletakkan tangan kanannya di atas bola kristal itu.


Semua orang melihatnya dengan penuh antusias, sedangkan bola kristal itu bereaksi dengan mengeluarkan cahaya putih terang yang menyilaukan mata.


Semakin lama cahaya itu semakin terang, lalu tak lama kemudian bola kristal itu meledak dengan kencang dan membuat orang yang ada di sana terkejut dengan hal itu.


Ledakan bola kristal itu terlempar jauh dari sana. untuk pertama kalinya hal itu terjadi, orang-orang di sana langsung kebingungan dengan apa yang terjadi.


Terkejut sekaligus takjub, yang berarti bahwa mana sihir milik Roma begitu hebat dan sangat luar biasa.


Bahkan bola kristal saja tidak sanggup untuk menahannya. Padahal bola kristal itu harusnya alat sihir kuno yang bisa hancur jika kekuatan seorang penyihir begitu hebat.


Dan nyatanya Roma memang begitu hebat, makanya tak salah hal itu terjadi.


Beberapa anggota guild bertepuk tangan, sekaligus tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.


“Itu berarti aku sudah diterima di guild ini?” tanya Roma kemudian.


“Masih banyak tes yang harus kau jalani, sebelum dinyatakan benar-benar lulus dari tes itu.”


Karena tes bola kristal cukup baik, maka Roma harus mengikuti tes lain, yakni idia harus mengikuti tes masuk dengan cara pertarungan.


Dalam tes ini yang menjadi pengujinya dalam hal ini adalah Sang Manajer Guild sendiri, yakni Tere.


Kemudian pertarungan pun dimulai dengan sangat sengit, karena Tere ternyata bisa menggunakan kekuatan sihirnya juga dengan sangat hebat dan juga lihat.


Keduanya bertarung cukup sengit dan meskipun  pada akhirnya dimenangkan oleh Roma, sebab tak mungkin Roma akan kalah dengan kekuatan sistem yang begitu hebat.


Dengan kemenangan itu Roma langsung diangkat menjadi Petualang Peringkat-S. Meskipun ia belum memiliki anggota party, tetapi ia tetap akan melakukan misi dalam guild itu hanya seorang diri.

__ADS_1


Ia bisa melakukannya, karena sejak awal ia memang tak butuh seorang teman satupun, seorang diri ia bisa mengalahkan musuhnya dengan sangat mudah apalagi ditambah dengan sistem yang saat ini ia miliki.


***


Tere menawari Roma untuk tinggal di lantai atas yang ada kamarnya. Namun, tinggal di sana pastinya tidaklah gratis, Roma harus membayar dengan potongan uang dari ia menjalankan misi selama menjadi anggota guild.


Roma merasa tak masalah untuk hal itu, karena memang yang ia butuhkan juga tempat tinggal, jika ia mencari tempat yang jauh nantinya malah membuatnya repot jika setiap misi ia harus pergi ke guild itu.


“Kamar ini memang tak besar, tetapi cukuplah untuk dirimu beristirah,” kata Tere ketika memperlihatkan kamar itu pada Roma.


“Tidak masalah Paman, kamar ini sudah cukup bagus untukku, karena selama ini aku pun tidur berpindah-pindah tempat, dan ini bagiku sudah cukup mewah,” ucap Roma sambil melihat sekeliling kamar itu.


“Baguslah kalau kau menerima kamar ini. Dan kalau kau butuh makan, kau bisa saja datang ke dapur, ada pelayanku di sana, tetapi kau harus membayar untuk itu.”


“Paman bisa memotong dari bayaranku saat selesai menjalankan misi nantinya.”


“Baiklah, kalau begitu silahkan kau istirahat dulu, besok kau bisa memulai tugasmu untuk menjalankan misi.”


Roma mengangguk, setelah itu Tere berlalu pergi dari sana, dan Roma pun masuk ke dalam.


Saat Roma sudah ada di dalam sana dan duduk di ujung tempat tidur, Leo tiba-tiba saja datang melalui jendela kamar itu.


Leo langsung tahu di mana kamar Roma berada, Roma tak mungkin heran dengan hal itu, karena Leo sendiri memang kucing biasa, karena cincin bintang ada dengannya.


“Akhirnya kau berhasil masuk ke guild ini, kan. Sesuai dengan rencana kita selama ini.” Begitu kata Leo.


“Benar apa yang kay katakan, dan setelah ini kita akan menjalankan misi, sekaligus mencari informasi tentang kematian keluargaku, karena yang aku butuhkan memang itu.”


Leo mengangguk paham dengan apa yang dikatakan Roma itu, memang tujuan tuannya datang ke guild ini adalah untuk mencari informasi dan menambah kekuatannya.


Leo yang sudah terikat dengan Roma mau tak mau harus ikut kemanapun dengan Roma, karena jika ia tak bersama dengan roma pastinya banyak orang mengincarnya.


Kemudian setelah itu sistem memberikan misi pada Roma untuk memiliki banyak uang dan menyelesaikan banyak misi yang ada di Papan Misi Guild.


Kegunaan dari misi ini adalah melatih kekuatan dan mendapatkan banyak poin sistem di dalamnya.


Dia langsung mengambil banyak misi guild peringkat A ke atas dan menyelesaikan semuanya dengan baik, sampai menarik perhatian semua Party yang berafiliasi dengan Guild Eagle.

__ADS_1


Dengan cepat Roma menjadi sangat terkenal dan menduduki peringkat 10 besar di Guild.


__ADS_2