
Roma selesai menjalankan misi tingkat SS yang membuatnya cukup lelah, banyak mana yang ia keluarkan, tetapi banyak juga poin yang ia dapatkan. Levelnya mungkin sudah bertambah saat ini.
Bagaimana tidak, ia harus mengalahkan para monster yang ternyata menyerang satu kota sekaligus. Monster itu begitu kuat dan juga hebat dengan level B (81-100) dan A (101-200).
Makanya ia harus ekstra bekerja untuk membasmi hama-hama yang menakutkan itu, apalagi mereka bukan hanya satu.
Ada banyak sekali, seperti sekumpulan burung yang tengah bermigrasi satu tempat ke tempat yang lainnya.
Ada Cerberus hewan anjing dengan kepala tiga, ular raksasa yang menyemburkan api, Troll, Goblin dan monster kecil lainnya.
Meskipun level kekuatan para monster itu cukup tinggi, tetapi mereka tak pandai bertarung, maka dari itu beberapa dari mereka dengan mudah Roma kalahkan.
Lalu dengan monster yang berukuran raksasa, sihir penyerangan biasa tak akan dengan mudah membunuhnya, untung saja ia memiliki sistem yang bisa mengalahkannya.
Selain itu Leo juga bisa berubah menjadi singa raksasa dengan tinggi delapan kaki yang mampu membantu dalam melawan monster itu.
Dan dengan itu semua Roma merasakan lelah, tubuhnya juga ingin segera beristirahat nantinya jika sudah sampai di guild, karena menggunakan mana sihir terlalu banyak membuatnya letih.
Meskipun ia sudah menggunakan sistem cukup lama, tetapi sepertinya tubuhnya belum terbiasa dengan hal itu, ia masih sering mengantuk dan juga lelah.
Menurut sistem hal itu biasa, karena memang tubuh manusia itu rentan terhadap sebuah mana sihir, tetapi jika terbiasa nantinya ia akan semakin kuat.
Apalagi saat ini Roma menggunakan kekuatan sistem yakni sihir regenerasi yang memungkin tubuhnya pulih dengan cepat, dan tak meninggalkan bekas sama sekali nantinya.
Hal itu cukup membuat Roma senang, karena dengan begitu ia tak akan pernah terluka seolah ia makhluk abadi. Mengingat hal itu mengerikan, tetapi ia merasa hal itu luar biasa.
Setelah membunuh para monster itu Roma mengambil jiwa mereka dan mendapat beberapa skill baru.
Kemudian semua misi itu pun selesai, penduduk begitu bahagia, karena hidup mereka kini tenang.
Roma membantu para penduduk untuk menyelesaikan itu semua supaya kota mereka yang hancur akibat para monster dan juga ulahnya itu cepat selesai.
Kemudian saat semuanya selesai ia pun kembali ke ibu kota dengan menggunakan sihir terbang yang cukup rendah, karena akan menyebalkan jika nantinya ia malah tertidur di tengah jalan dengan menggunakan sihir yang cukup besar.
***
__ADS_1
[Sistem kembali aktif]
Roma membuka matanya dengan perlahan-lahan, rasanya kepalanya sedikit sakit, tetapi cukup membuat tubuhnya segar.
Entah apa yang sebenarnya terjadi, padahal yang ia ingat tengah perjalanan pulang menuju ibu kota setelah melawan para monster itu.
Namun, entah bagaimana tiba-tiba saja ia bisa tertidur di sini.
"Apa yang terjadi sistem?"
[Tuan kelelahan, lalu tertidur sesaat setelah selesai menjalankan misi]
Benar saja, ternyata Roma tertidur, yang bahkan ia sendiri tak menyadari akan hal itu.
"Sudah bangun kau?" tanya Leo kemudian saat ia naik ke atas tempat tidur Roma.
"Apa yang terjadi padaku dan kenapa tiba-tiba di sini?" tanya balik Roma, pertanyaan yang sama seperti yang ia tanyakan pada sistem.
Kemudian Leo mengatakan bahwa saat kembali pulang ke ibu kota, Roma tiba-tiba saja terjatuh ke tanah.
Begitu sampai di depan gedung guild, Leo langsung menaruhnya di depan pintu.
Jika tidak begitu orang-orang pasti akan menyadari keanehan pada seekor singa yang membawa Roma.
Tere saat itu langsung membawa Roma masuk ke dalam kamarnya, meskipun saat itu ia terkejut melihat apa yang terjadi.
Karena tak biasanya Roma mengalami hal seperti itu, tetapi kemudian ada kabar bahwa Roma berhasil menjalankan misinya.
"Berapa lama aku tertidur?" tanya Roma lagi.
"Kau tertidur sekitar dua hari. Sepertinya kau kelelahan."
"Manaku terkuras banyak, maka dari itu aku tak sadarkan diri, seperti biasa sepertinya, tetapi mungkin kali ini aku cukup banyak menggunakan manaku. Kau tidak merasakan hal itu?” kata Roma pada Leo.
“Tidak sama sekali. Aku saja tidak banyak membantumu dalam menjalankan misi itu,” ujar Leo.
__ADS_1
Jika dipikir benar juga, Leo tak banyak membantu Roma saat melawan monster itu, tetapi adanya Leo justru membuat keadaan terkendali dan stabil.
Leo adalah yang paling penting membantu Roma, karena tanpa Leo, Roma tak mungkin biasa sampai ada di tempat ini.
Leo bukan hanya seekor kucing hitam peliharaannya yang memiliki cincin bintang, tetapi saat ini sudah ia anggap sebagai anggota keluarganya.
Sebab selama lebih dari sepuluh tahun ini Leo lah yang sudah membantunya, Leo juga yang menuntunnya sampai ke tempat itu, tempat yang selama ini ingin ia datangi, karena itu tujuannya setelah ia mengalami nasib yang teramat buruk dengan kematian kedua orang tuanya yang mengalami hal yang tak baik.
“Istirahatlah dengan tenang dulu.” Setelah mengatakan hal itu Leo pun berlalu pergi dari sana.
Sesaat setelah Leo berlalu pergi, pintu kembali terbuka yang tak lain ada Tere datang.
Tere mendekati Roma yang masih ada di atas tempat tidurnya, padahal ia tak sedang sakit atau merasakan kelelahan lagi seperti sebelumnya.
“Bagaimana keadaanmu sekarang?” Begitu tanya Tere pada Roma.
Padahal saat itu Tere hanya ingin melihat Roma sudah bangun atau belum, tetapi ternyata sudah bangun dan sudah bisa seperti sebelumnya.
“Aku terbiasa seperti ini, Paman. Jadi Paman tidak perlu khawatir. Biasanya setelah aku melakukan misi yang cukup berat aku akan tertidur, karena manaku terkuras,” jawab Roma atas kekhawatiran yang dirasakan Tere.
“Bagaimana aku tidak khawatir kalau tiba-tiba saja kau tak sadarkan diri di depan pintu, untung saja beberapa anggota party menyadari hal itu, jika tidak pasti akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Untungnya kau sudah ada di depan pintu,” papar Tera.
Roma kemudian mengatakan bahwa ia sangat berterima kasih dengan apa yang sudah mereka lakukan dan juga sudah mengkhawatirkan dirinya, tetapi kemudian Roma mengatakan bahwa lagi bahwa itu hal yang biasa dan sering terjadi.
Biasanya juga begitu, tetapi hanya tak ketahuan mereka saja.
“Lain kali jagalah dirimu saat menjalankan misi itu,” kata Tere kemudian.
“Misimu sudah berhasil, kau juga sudah naik ke peringkat S+, besok aku akan menempel peringkat itu di depan guild, supaya semua anggota party tahu akan hal itu.”
Roma mengangguk mendengarkan apa yang Tere katakan, setelah itu Tere pun berlalu pergi dari kamar itu dan meninggalkan Roma seorang diri.
Tak lama kemudian Roma pun bangkit dari tidurnya, ia tak mau terus seperti itu karena ia tak sedang sakit atau lumpuh. Tubuhnya sehat dan kuat, ia bisa melakukan apapun yang ia mau.
Setelah itu ia pun keluar dari kamarnya untuk melihat keadaan guild yang masih begitu ramai.
__ADS_1