SISTEM DUA BELAS CINCIN

SISTEM DUA BELAS CINCIN
012 - SAMPAI DI KERAJAAN LAIN


__ADS_3

Pada pagi harinya Roma sudah bangun dan memutuskan untuk keluar dari penginapan itu bersama dengan Leo.


Ia harus melanjutkan perjalanan lagi, supaya sampai di kerajaan yang dimaksud. Ia harus secepatnya sampai, karena ia tak mau banyak orang yang nantinya akan tahu dan menyadari ke mana ia pergi.


Setelah keluar dari penginapan itu, ia pun melanjutkan perjalanan dengan terbang. Leo ikut di tangannya, karena Leo memang tidak bisa terbang.


Meskipun memiliki kekuatan cincin bintang Leo, tetapi kucing itu hanya bisa menggunakan beberapa sihir saja, tidak dengan sihir terbang atau berpindah tempat dengan mudahnya.


“Meskipun kerajaan itu indah, kau ada melihat beberapa hal yang mungkin asing bagimu nanti,” kata Leo kemudian.


“Asing bagaimana?” tanya Roma tak paham dengan perkataan Leo.


“Nanti saja kau akan tahu sendiri tentang hal itu,” ujar Leo.


Roma hanya mengangguk saja tak menanggapi ucapan Leo lagi, kemudian ia pun melanjutkan perjalannya.


Dengan kekuatan sistem yang ia miliki, itu cukup cepat, tidak seperti sihir yang ia miliki selama ini. kekuatan sistem memang luar biasa untuknya, bahkan ia tak percaya bahwa ia akhirnya memiliki kekuatan yang tak masuk akal seperti itu.


Padahal dulu ia hanya laki-laki biasa yang menyedihkan, karena hal itu lah kadang ia bermimpi dengan bermain bermain game ataupun membaca buku fantasi.


Membayangkan dirinya seolah memiliki kekuatan super yang mampu melakukan apapun.


Dan saat ini itu berhasil, tetapi sayangnya tak seperti apa yang ia bayangkan selama ini.


Kekuatan luar biasa itu, tak bisa ia gunakan dan tunjukkan dengan mudah pada banyak orang, karena ada konsekuensinya.


Ia saat ini seharusnya jika di dunianya sebelumnya menjadi seorang superhero dengan kekuatan hebat, bahkan ia yakin mampu mengalahkan superman dengan mudah.


Sayangnya semua hal memang tak berjalan sesuai dengan faktanya, ia malah saat ini terjebak masalah, tak bisa bergaya layaknya superhero yang hebat, malah seperti seorang pecundang yang melarikan diri.


Bahkan kadang ia merasa sebagai seorang musuh dari pahlawan utama, yang mana ia melakukan banyak hal itu mencari tahu kebenaran kematian kedua orang tuanya.


Mirip seperti latar belakang para penjahat di film-film atau buku komik, kemudian penjahat itu menjadi orang jahat yang berurusan dengan pahlawan.


Meskipun ia yakin tak akan berujung pada hal yang tidak baik. Roma yakin ia telah melakukan sesuatu yang benar dan tak menyalahi apapun.


Ia membunuh Lucca de Luca, karena ia telah membunuh kedua orang tuanya, bukankah itu hal yang wajar? Akan nampak bodoh jika ia hanya tinggal diam saja, saat orang tuanya mati dan seolah tak terjadi apapun.

__ADS_1


***


Setelah perjalanan cukup panjang, akhirnya Roma dan Leo pun sampai di kerajaan yang dimaksud.


Keduanya masuk dengan mudah di sana, tanpa ada halangan dari penjaga atau pertanyaan yang seolah memojokkan mereka.


Namun, Roma mengatakan bahwa ia ingin belajar tentang sihir, hal itu membuat para penjaga yakin bahwa Roma sudah tahu tentang hal itu.


Selain itu menurut Leo, para penjaga kerajaan sudah dibekali sihir yang mampu mendeteksi niat jahat seseorang yang ingin masuk ke Kerajaan itu.


Maka dari itu kerajaan itu selalu saja damai, karena memang sejak awal mereka bisa meminimalisir keadaan dengan hal itu.


Kemudian begitu gerbang utama dari kerajaan itu dibuka, Roma langsung melihat keindahan kota.


 Di mana banyak penyihir yang beterbangan di pusat kerajaan, padahal dari luar tak begitu nampak.


“Kerajaan ini diselimuti pelindung sihir yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu, maka dari seolah kerajaan ini hanyalah kerajaan biasa,” kata Leo.


“Apa selama itu pelindung sihir itu tidak hancur?” tanya Roma.


Lalu Leo mengatakan bahwa menurut sebuah cerita bahwa dahulu kala, ada beberapa kelompok penyihir yang menyebut diri mereka Dewan Sihir Dunia membentuk kerajaan sihir untuk melindungi para penyihir dari niat buruk banyak orang.


Para Dewan Sihir Dunia yang sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya membuat sebuah selimut pelindung guna menutupi kerajaan sihir itu dari masalah yang jauh lebih besar nanti.


Kekuatan mereka begitu hebat dan tak tertandingi maka dari itu pelindung mereka tak rusak dan bertahan lama, meskipun saat ini semua orang sudah menerima keadaan para penyihir itu.


Roma hanya mengangguk-angguk saja mendengar apa yang dikatakan Leo, ternyata meskipun ia seekor kucing, tetapi ia tahu banyak hal tentang kerajaan itu.


“Kekuatan apa yang Dewan Sihir Dunia itu gunakan sistem?” Kini Roma yang bertanya pada sistemnya.


[Kemungkinan mereka menggunakan sihir kuno kombinasi, Tuan. Jika dalam sistem pelindung mereka memang begitu kuat, seorang penyihir dengan level SS (501-700) mungkin belum sanggup menembusnya]


Setelah mendengar hal itu Roma terus melanjutkan perjalannya di kerajaan itu, untuk kemudian menuju ibu kota kerajaan dan melihat Guild Eagle, karena ia akan bergabung dengan guild itu.


Sistem mengatakan bahwa Roma harus bergabung dengan guild itu guna dirinya mampu mendapatkan kekuatan yang lebih hebat, menaikkan level dan mendapatkan poin lanjutan.


Maka dengan kekuatan yang nantinya jauh lebih ia akan mampu mengalahkan banyak orang yang telah menghancurkan keluarganya, dan mencari tahu alasan sebenarnya mengapa sampai mereka tega melakukan hal itu.

__ADS_1


Begitu Roma terus berjalan memasuki kota demi kota, ia melihat hal yang sedikit janggal dan menurutnya aneh, karena selama ini ia tak melihat hal itu.


Adalah perbudakan yang terjadi, hampir kebanyakan bangsawan di kerajaan itu, memiliki seorang budak dengan mereka.


Leo mengatakan hal itu sebenarnya biasa di kekaisaran, tetapi mungkin di kerajaan Roma sebelumnya tak pernah terlihat hal itu.


Perbudakan itu dilakukan bukan sekedar ingin membantu mereka, karena mereka dianggap masih layak hidup, tetapi juga memperlihatkan hal yang sebenarnya jauh lebih buruk lagi.


Yakni, para bangsawan menganggap bahwa mereka mampu membeli harga diri seseorang.


“Para budak itu biasanya diambil dari tempat lain,” ujar Leo.


“Mengapa tidak dari tempat ini saja?” tanya Roma kemudian.


“Orang-orang di kerajaan ini sebagian besar mereka orang berpunya, jadi tak akan ada yang mau menjadi budak yang terkekang dan bebas. Biasanya para budak itu berasal dari tawanan perang, para penjahat atau memang orang yang diculik.”


“Diculik? Bukankah itu terlihat begitu kejam. Mengambilnya lalu memperbudak mereka.”


Roma mengatakan hal itu saat berjalan di pusat kota, sambil melihat seorang budak yang sejak tadi menatapnya.


Sepertinya pria gendut dengan pakaian mahal di sampingnya itu tuannya. Leher dan kakinya diikat dengan rantai kekang yang sepertinya begitu kuat, memang mirip sekali terlihat seperti hewan peliharaan.


Roma tak habis pikir dengan keadaan itu, karena di zamannya dulu tak ada hal seperti itu, tak ada perbudak.


Perbudakan terjadi ratusan tahun lalu, bahkan seingatnya dalam pelajaran sejarah, perbudakan terakhir terjadi sesaat sebelum perang.


Di dunianya yang menjunjung tinggi tentang HAM, seperti itu tak mungkin sampai terjadi. Bisa-bisa seluruh dunia heboh dengan hal itu.


Namun, karena ia saat ini berbeda dunia mungkin hal itu juga berbeda. Jika suatu saat setelah misi ini selesai, lalu ia boleh menghapuskan perbudakan mungkin akan ia lakukan.


Sayangnya tugasnya bukan untuk itu. yang harus ia lakukan adalah mengumpulkan 12 cincin bintang dan kemudian menyeimbangkan dunia.


Meskipun Roma sendiri tidak yakin seimbang dunia mana yang dimaksud. Apa itu juga bisa membalaskan kematian kedua orang tuanya?


“Apa kita masih lama sampai di ibu kota?” tanya Roma pada Leo yang kini berjalan di depannya.


“Tidak akan lama lagi, sebentar lagi juga akan sampai. Tenang saja, kau tak usah khawatir. Kau pasti akan bergabung dengan guild itu, aku yakin hal itu pasti terjadi.”

__ADS_1


Kata-kata Leo itu seolah meyakinkan dirinya bahwa majikannya saat ini memiliki kekuatan yang sungguh hebat dan juga sangat luar biasa.


__ADS_2