
Seorang perempuan tua mendobrak pintu gedung guild eagle sambil menangis tersedu.
Ia meminta tolong dengan apa yang terjadi padanya.
Semua orang yang ada di sana bingung dengan hal itu, hingga Milan memintanya untuk masuk dan duduk lebih dulu.
"Apa yang terjadi, Nyonya?" Begitu tanya Milan.
Beberapa anggota party termasuk, Roma dan Tere ikut berada di kerumunan sementara itu.
Perempuan tua itu masih menangis tersedu bingung harus mengatakan apa, karena ia tak tahu harus memulainya dari mana.
"Bicara saja Nyonya, kami akan membantu menyelesaikan masalahmu," kata Roma.
"Anak perempuanku diculik seorang penyihir hitam," ucap Perempuan tua lalu kembali menangis.
"Coba ceritakan lebih detail lagi," minta Tere.
Kemudian perempuan tua itu menceritakan bahwa saat dirinya dan anak perempuannya tengah berkebun, seorang penyihir hitam tiba-tiba saja mendatangi mereka dan memaksa anak perempuannyanya untuk ikut dengannya.
"Bisa kau katakan ciri-ciri anak perempuan Nyonya dan penyihir hitam itu." Kini Roma yang meminta hal itu.
Perempuan tua itu mengatakan dengan detail ciri-ciri anak perempuannya dan penyihir hitam yang dimaksud.
"Kami akan membantu mencarikan anak perempuanmu," kata Milan.
"Aku tak banyak uang untuk memberi kalian, hasil kebunku belum panen." Perempuan tua itu kembali bersedih karena ia tak bisa membayar bantuan guild.
"Tenang saja Nyonya, khusus hari ini pembayaran akan dikreditkan, dan potongan sampai 70%, kau cukup membayar 30% nya dalam waktu tiga bulan," kata Tere mengatakan hal itu jelas sekali bahwa ia berbohong tentang potongan harga itu.
Beberapa anggota party yang ada di sana, saling pandang seolah ia tak percaya dengan apa yang mereka dengar dari mulut Tere yang biasanya tamak akan uang dan harga.
"Benarkah?" tanya perempuan tua itu meyakinkan.
"Benar, Nyonya. Party kami yang akan pergi, sekarang Nyonya di sini saja tenangkan diri."
Setelah Roma mengatakan hal itu, ia dan Milan pun berlalu pergi dari sana untuk mencari anak perempuan yang dimaksud tadi.
Dengan ciri-ciri jelas yang sudah diberikan, sepertinya tidak akan sulit untuk menemukannya, tetapi mereka harus mencarinya lebih dulu.
"Selama aku tinggal di tempat ini, aku tidak pernah menemukan bahwa para penyihir menculik perempuan, karena para penyihir di kota ini begitu baik maka dari mereka tak akan melakukan hal seperti itu," kata Milan kemudian saat mereka masih terbang.
"Mungkin karena penyihir hitam makanya mereka menculik para perempuan, dari banyak buku yang kubaca, mereka itu dijadikan campuran sebagai mantra ataupun hal yang lainnya. Intinya para penyihir hitam itu orang-orang jahat." Begitu kata Milan.
"Aku masih tak yakin, pasti ada sesuatu yang tidak beres dengan para penyihir hitam itu."
__ADS_1
Mereka pun terus terbang ke arah di mana penyihir hitam itu berada tetapi kemudian Milan meminta Roma untuk berhenti.
"Ada apa?" tanya Roma.
"Aku melupakan sesuatu," kata Milan yang langsung mengambil satu anak panahnya. "Aku sudah menandai banyak area dengan anak panah sihir milikku, jika penyihir hitam itu masih ada di Kerajaan ini kita bisa melihatnya."
Kemudian setelah itu Milan mengaliri anak panahnya dengan sihir untuk memantau di mana penyihir hitam itu berada.
Itu adalah salah satu sihir yang Milan miliki untuk melihat di mana keberadaan orang dengan menandai anak sihirnya di tempat tersebut ia mempelajarinya cukup lama hingga akhirnya berhasil menggunakannya.
"Kau bisa melakukan hal itu? Hebat sekali," kata Roma.
"Diam dulu. Aku bagus berkonsentrasi untuk itu," ucap Milan.
"Baiklah."
Kemudian Milan pun memejamkan matanya untuk mencari keberadaan penyihir hitam itu, jika ia masih berada di Kerajaan dan berdekatan dengan anak panahnya itu.
Selagi Milan berkonsentrasi Roma pun menanyakan kepada sistem Bagaimana cara kerja dari anak panah yang dimaksud Milan tadi.
[Sihir anak panah itu menghubungkan satu titik dengan titik yang lain biasanya anak panah itu akan mencari lokasi yang paling terdekat dan orang-orang mana saja yang berada di sana.]
[Namun, kurasi itu kadang-kadang tidak sesuai karena jauh dan dekatnya tergantung bagaimana mana itu bekerja]
[Jarang sekali orang-orang di luar pemanah mempelajari hal itu bahkan kadang mereka juga tidak tahu bahwa sihir itu ada]
"Apa bisa menggunakan objek selain anak panah? Pisau, pedang misalnya?"
[Bisa. Tapi benda-benda seperti itu akan sangat sulit dilakukan, karena jika tidak menancap dengan tanah maka mana tidak bekerja]
Sebagai mantan seorang ilmuwan di salah satu instansi yang cukup terkenal dengan teknologi hebatnya Roma sampai tak paham apa konotasi dengan benda yang menancap di tanah dengan aliran mana.
Seperti tidak nampak logis, tetapi jika sistem sudah mengatakan hal itu pasti ada alasannya.
Nanti jika perlu Roma juga pasti akan mempelajarinya, karena mungkin ia butuh hal-hal yang baru.
"Aku sudah menemukan di mana penyihir hitam itu berada," ujar Milan kemudian. "Kita akan ke sana mengikuti arahku."
Roma yang mendengar hal itu hanya bisa mengangguk saja dan mengikuti kemana arah tujuan Milan untuk menemukan anak perempuan yang dibawa pergi oleh penyihir hitam itu.
Terbangnya Milan cukup cepat juga ternyata, katanya supaya tak ketinggalan penyihir itu. Karena jika sudah keluar dari sana Milan tak bisa dengan mudah menemukannya.
***
Kalau mau kemudian setelah mereka terbang dan kecepatan yang luar biasa itu mereka pun menemukan penyihir hitam yang dimaksud perempuan tua tadi ciri-cirinya sama persis.
__ADS_1
"Berhenti!" seru Roma kemudian ia sambil mengeluarkan sihir miliknya.
Penyihir hitam yang menyadari bahwa dirinya dikejar itu ia pun terbang dan kecepatan yang cukup cepat untuk menghindarinya.
Namun Roma dan Milan tak mau kalah mereka juga terus saja mengejar dan sambil mengeluarkan sihir-sihir yang mereka miliki supaya mengenai penyihir hitam itu.
Hingga akhirnya penyihir hitam itu terkena sihir serangan dari Roma dan penyihir hitam itu pun terjatuh di atas tanah.
"Kau yang menculik anak perempuan, Nyonya tua tadi, kan?" tanya Milan langsung.
Penyihir hitam tadi berusaha bangun sambil memegang tangan kanannya yang rumah sakit akibat terkena sihir serangan dari Roma.
"Apa urusannya dengan kalian?!" seru penyihir hitam itu.
"Tentu saja ada karena ibu dari anak perempuan yang keculik meminta bantuan kepada kami maka dari itu urusannya ada pada kami." Ucapan Roma itu membuat penyihir hitam tadi terdiam.
Penyihir hitam itu tak menggubris, malah mengeluarkan banyak sihir untuk menyerang Milan dan juga Roma.
Untung saja keduanya bisa menghindar dengan cepat, karena jika dilihat dari kecepatan sihir dan banyak yang mana sepertinya Penyihir itu cukup hebat dan tidak bisa diremehkan.
Sementara itu di sisi lain Leo yang sejak tadi sudah lepas dari gendongan Roma, berada di samping Penyihir hitam itu lalu ia pun berubah menjadi seekor singa raksasa dan menerjang tubuh Penyihir hitam itu sampai terbentur batang pohon.
Dengan benturan yang begitu keras membuat penyihir hitam itu tak bisa melakukan apapun Ia hanya bisa mengiringi kesakitan bahkan berdiri pun ia tak mampu apalagi menggerakan tongkat sihirnya.
Buru-buru Milan dan juga Roma langsung mendekati penyihir hitam itu Sedangkan Leo sudah berubah menjadi bentuk kucingnya.
"Cepat katakan di mana perempuan yang kau culik tadi?!" Milan membentak penyihir hitam itu sambil mencekram bagian baju di depan lehernya.
Penyihir hitam itu belum respon karena ia masih merasakan sedikit sakit yang cukup di badannya sepertinya tulang punggungnya retak.
Roma yang melihat hal itu kemungkinan penyihir hitam itu akan lama menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka, Maka dari itu Roma mengikat Penyihir hitam itu dengan sihir supaya ia tak bisa lepas lalu kemudian Roma memberikannya poton untuk menyembuhkan penyihir hitam itu.
"Sekarang kau sudah bisa berbicara, cepat katakan di mana perempuan yang kau culik tadi!" kata Roma.
"Kalian tidak akan menemukannya, karena perempuan tadi sudah di bawa ke satu tempat."
Belum sempat penyihir hitam itu melanjutkan perkataannya sistem lebih dulu mengatakan kepada Roma untuk menjauh dari tubuh penyihir hitam itu.
"Ada apa?" tanya Milan saat Roma meminta mundur dari sana.
Tak lama kemudian tubuh penyihir hitam itu mengeluarkan cahaya yang begitu terang lalu terdengar bunyi ledakan dan penyihir hitam itu hancur berkeping-keping.
Milan dan Roma terkejut melihat hal itu.
[Tubuh penyihir hitam itu sudah diberi segel, jika ia mengatakan tentang dirinya maka ia akan meledak]
__ADS_1