
Perjalanan menuju pusat kota kerajaan cukup jauh, saat ini Roma mengistirahatkan dirinya di sebuah bukit sambil memikirkan apa yang terjadi sebelumnya.
Ia seolah tak percaya bahwa keluarga hancur lebur begitu saja dengan mudah, kehancuran itu juga menjatuhkan nama besar keluarga Raffa yang seorang Baron kerajaan.
Meskipun seorang Baron mereka juga bagian dari bangsawan yang begitu dihormatinya, bahkan dianggap sebagai ancaman yang menakutkan bagi kerajaan.
Entah apa sebenarnya maksud tentang hal itu, tetapi begitu cerita yang ia dapatkan yang kemudian membuatnya sangat marah.
Roma seolah tak mempercayai hal itu karena terkesan sangat aneh, meskipun begitu semua hal sudah terjadi dalam hidupnya.
Keluarga Raffa benar-benar hancur, ayah dan ibunya, orang yang paling ia sayangi selama ini telah mati dan tak akan bisa kembali hidup lagi.
Roma menarik napasnya sambil memandangi cincin yang berada di jari tengah tangan kirinya. Kemudian ingatan itu seolah menjadi sebuah kilas balik.
Setelah latihan bersama dengan Leo dihutan yang membuat dirinya begitu lelah, ia kembali ke mansion dan secepatnya ingin mengistirahtkan dirinya.
Namun, hal buruk membuat dirinya harus diam tanpa sepatah kata pun saat banyak prajurit mengepung mansionnya dan mengatakan bahwa keluargnya adalah dalam dari sebuah rencana buruk yang ingin menghancurkan kerajaan.
Dalam keadaan seperti itu Roma marah bukan main, karena selama ini ia yakin keluarganya dalah kumpulan orang-orang baik, bangsawan yang tak memerdulikan siapa mereka dan apa status mereka.
Namun, mengapa mereka malah dituduh melakukan kejahatan yang tak pernah mereka lakukan selama ini.
Saat itu diselimuti amarah yang bergejolak, tubuhnya mengeluarkan sihir yang begitu hebat hingga membuatnya tak terkendali.
Dalam keadaan seperti itu ternyata ia masuk ke dalam sebuah dunia sistem, dunia yang tak pernah ia tahu sama sekali.
[Selamat datang. Sistem diaktifkan]
“Di mana aku?” tanya Roma kemudian.
[Anda saat ini berada di sebuah dunia sistem, di mana sistem adalah segalanya]
Meskipun suara itu terus berbicara mengenai di mana dirinya, tetapi Roma masih terus berusaha mencari sumber suara itu yang sejak tadi tak memunculkan bentuknya.
“Siapa kau dan di mana dirimu?” tanya Roma lagi. Sebenarnya sangat sulit mencari sumber suara itu saat sekelilingnya berwarna hitam.
__ADS_1
[Saya adalah sebuah sistem yang maha kuasa adalah banyak hal, yang sekarang telah aktif dan bangkit dari tubuh Tuan]
“Tuan...”
Setelah Roma mengatakan hal itu sistem memperlihatkan apa yang terjadi sebelumnya, jauh sebelumnya dilahirkan termasuk siapa dirinya dulu, perjanjiannya dengan si dewa.
Singkatnya kini Roma sudah memiliki sistem yang begitu hebat serta dibekali cincin keadilan dan kebijaksaan yang mampu menyelamatkan nyawa banyak orang.
[Sistem akan bekerja sesuai permintaan, kekuatannya begitu besar dan tak masuk akal manusia, sementara itu level akan bertambah jika mengalahkan musuh dan menyerap jiwanya]
Roma ingat hal itu, karena setelah ia mengamuk dan mengalahkan banyak prajurit kerajaan ia menyerap jiwa mereka dan sekarang levelnya bertambah dengan cepat.
Untung saja ia tersadar dengan cepat, karena jika tidak ia bisa menghancurkan satu wilayah dan malah membunuh banyak orang yang tak berdosa.
Kehadirannya yang seolah bagai bencana di tempat asalnya ia pun memutuskan untuk pergi dari sana, sambil membawa dendam dan rasa sakit.
Tujuannya saat ini hanya satu, yakni ke pusat kota kerajaan untuk mencari tahu kebeneran itu.
Jika benar orang tuanya seperti apa yang telah dituduhkan, maka ia akan menerimanya, tetapi jika tidak, maka dengan kekuatan itu, ia bukan hanya akan menghancurkan kerajaan, tetapi satu kekaisaran.
Kucing hitam dengan cincin Leo itu ikut ia pergi ke mana pun saat ini, karena keduanya seolah sudah terikat antara peliharaan dan majikan.
"Sejujurnya tidak pernah sama sekali. Ada apa? Kau merasakan itu?" tanya balik Leo yang diawali jawaban.
"Bagaimana aku tidak merasakan itu, jika keluargaku saja terbantai di depan mataku. Mereka mati mengenaskan dan aku tidak bisa menyelamatkan mereka," kata Roma.
"Sejak awal aku ini kucing yang diberikan kekuatan dari cincin Leo, aku tak bisa merasakan apa yang dirasakan manusia. Tapi aku yakin kehilangan adalah salah satu hal yang menyakitkan bagi manusia termasuk dirimu."
Meskipun Leo tak mengerti perasaan itu, tetapi Leo mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Ia juga mengerti bahwa Roma bukan lagi Roma yang dulu. Dia sudah menjadi remaja yang penuh dendam, tak peduli apapun yang terjadi.
Dari mata sihirnya ia juga bisa bahwa setelah ia mengamuk, ia mendapatkan kekuatan yang begitu luar biasa dan bisa dibilang cukup tak masuk akal bagi manusia bahkan dirinya sendiri.
Meskipun sejak awal ia tahu bahwa Roma sudah dipilih langsung oleh cinci Libra sebagai seorang yang akan menegakkan keadilan dan kebijaksaan di dunia.
Dan setelah insiden itu, kini cincin dengan ukiran timbangan yang melambangkan dewi Themis itu melingkar dijarinya. Dari mata yang Leo miliki juga ia melihat jiwa-jiwa yang sudah Roma bantai masuk ke dalam tubuhnya.
__ADS_1
Namun, Leo tak benar-benar yakin apa yang membuat Roma bisa sekuat itu, dan apa juga yang ada dalam tubuhnya. Sesuatu yang membuat dirinya begitu kuat dengan sihir yang luar biasa.
Mungkin saat ini level sihir Roma sudah pada peringkat SS (501-700), meskipun itu hanya tebakannya saja, karena mata sihir yang Leo miliki tak mampu melihat level seseorang dengan mudah.
“Apa kau yakin ingin membuat perhitungan dengan Raja?” tanya Leo kemudian pada Roma.
Roma menatap Leo dengan seksama, antara meyakinkan pertanyaan Leo itu atau meyakinkan dirinya sendiri dengan pertanyaan itu.
“Aku ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, benarkah orang tuaku seperti apa yang mereka tuduhkan. Lagi pula sebenarnya apa maksud meniru cincin bintang? Apa itu sesuatu yang membahayakan?” kata Roma diakhiri dengan sebuah pertanyaan.
“Aku tidak yakin tentang itu, tapi yang pasti itu sangat berbahaya, jika tidak mana mungkin orang-orang itu membunuh orang tuamua,” jawab Leo.
Karena Leo tak memberi jawaban yang pasti tentang itu, Roma kemudian menanyakan hal itu pada sistem.
[Meniru cincin bintang adalah sebuah sihir kuno turun temurun yang ada sejak ratusan tahun lalu. Dikatakan bahwa jika cincin itu ditiru maka bisa merusak tatanan dunia dan membuat sihir tidak stabil]
[Maka dari itu mempelajari sihir kuno adalah sesuatu yang sangat berbahaya apalagi jika digunakan untuk sesuatu yang tidak baik]
“Lalu mengapa orang tuaku mempelajari hal itu?”
[Seperti yang saya katakan bahwa sihir kuno itu diwariskan secara turun temurun dan keluarga Raffa mempelajarinya sejak dulu, sejak sebelum sihir kuno itu dilarang. Jadi akan satu hal yang yang terjadi jika sampai tidak dipelajari]
[Seharusnya Tuan juga mempelajari hal itu, tetapi terlambat karena orang tua Tuan sudah tiada. Namun, ada juga kemungkinan orang tua Tuan juga tidak mempelajari sihir itu, dan berhenti dibeberapa keturunan sebelumnya]
Cukup memusingkan bagi Roma, meskipun dulu saat di dunia sebelumnya ia terkenal pintar, tetapi bukan berarti semua hal ia tahu, otaknya tak mampu menyerap hal itu dengan mudah, apalagi saat ini ia sedang masalah yang krusial.
Namun, setidaknya ia mengerti mengapa sihir kuno meniru cincin bintang itu seolah diharamkan.
Semua orang juga tahu bahwa meniru atau memalsukan itu adalah sesuatu yang tidak baik dan sebenarnya tidak boleh dilakukan oleh siapapun.
Maka dari itu kerajaan tak memperbolehkan siapapun untuk mempelajari sihir kuno tersebut, entah untuk semua sihir kuno ataupun hanya sihir kuno itu saja yang tidak boleh.
Sebab beberapa tahun sebelumnya ia pernah belajar tentang sihir kuno yang ia dapatkan dari perpustaan di kota dan itu bukan sesuatu yang salah, buku itu ada di sana berarti tak dilarang beredar, meskipun di dalamnya memang tak ada mantra atau apapun hanya sebuah buku yang berisi tentang penjelasan sihir kuno.
Padahal jika ada ia ingin sekali mempelajari mantra sihir kuno itu yang pasti hebat.
__ADS_1