
Roma terbangun dari tidurnya saat ia mencium sesuatu yang tak asing baginya. Begitu membuka mata ia melihat bahwa kamar yang ia tinggali terbakar dan penuh asap.
Dengan perasaan terkejut ia pun bangkit, membawa Leo, lalu berusaha keluar dari sana.
Leo tersadar dengan apa yang terjadi itu.
“Ada apa ini?” Begitu tanya Leo.
“Aku tak tahu, tiba-tiba saja tempat ini terbakar. Kita harus keluar secepatnya sebelum semuanya lenyap.”
Api mulai menjalar ke setiap tempat, asap pun menghalangi pandangan. Leo mengaktifkan mata sihirnya dan menuntun Roma hingga bisa keluar dari tempat itu.
Di luar tempat penginapan yang ia sewa untuk bermalam ternyata sudah banyak orang, termasuk pemiliknya yang dibantu beberapa penduduk berusaha memadamkannya sebisa mungkin.
Api menjalan dengan sangat cepatnya, air yang mereka gunakan seperti tak berfungsi sama sekali.
Padahal malam itu Roma ingin beristirahat karena sejak pergi dari kotanya itu terus terbang dan juga berjalan, tetapi baru saja beristirahat belum lama, naasnya tempat terbakar. Sial sekali.
“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Roma pada sistem untuk mencari tahu yang sebenarnya.
[Sepertinya seseorang membakar tempat ini, Tuan]
“Untuk apa? Apa ada yang terjadi dengan penginapan ini?”
[Seseorang itu kiriman dari penguasa kerajaan ini untuk menghabisi Tuan, mereka tahu bahwa Tuan sedang dalam perjalanan ke istana]
Roma terkejut dengan apa yang dikatakan sistem tadi. Ternyata para penguasa tahu bahwa dirinya ingin pergi ke pusat kota untuk mencari tahu alasan kematian keluarganya dan juga untuk membalaskan dendam.
Saat Roma masih memikirkan hal itu, seorang perempuan berteriak sambil menangis.
“Tolong! Anak bayiku masih berada di dalam sana!” teriaknya meminta tolong. Ternyata bayinya masih berada di dalam dan sepertinya terjebak api.
Roma mendekati perempuan itu, lalu ia berucap, “tenanglah Bibi, aku akan mengambil bayimu, kau tunggu saja di sini.”
Setelah Roma mengatakan hal itu beberapa orang berusaha mencegahnya, karena itu sangat berbahaya untuknya. Api sebesar itu pasti akan sangat cepat membakar dirinya.
“Leo, kau tunggu di sini.”
Sesaat setelah mengatakan hal itu, ia menaruh Leo ke bawah. Lalu ia mendekati kobaran api di penginapan itu, beberapa orang masih terus mencegahnya.
Namun, Roma tak peduli. Ia kemudian membuat pelindung sihir menggunakan cincin elemen udara itu, yang tahan terhadap api.
__ADS_1
Selama di dalam ia pun terus mencari keberadaan bayi itu setiap tempat, hingga akhirnya ia menemukannya dan menggendongnya.
Roma yang melihat sekeliling jalan keluar tak ada, akhirnya ia pun terbang menembus kobaran api itu.
Dari atas ia bisa melihat sekeliling penginapan yang terbang, kemudian ia mengeluarkan sihir air yang cukup besar hingga memadamkan kebakaran itu.
Roma membawa bayi itu turun dan memberikannya pada si ibu.
“Terima kasih atas bantuanmu,” ujar ibu pemilik dari bayi itu.
“Tidak masalah, sekarang jaga anak ini dengan baik.”
Setelah Roma mengatakan hal itu, pemilik penginapan juga berterima kasih atas apa yang dilakukan Roma, meskipun api sudah padam tetapi setengah penginapan itu rusak.
Hingga akhirnya Roma memutuskan untuk pergi dari sana, karena ia tak mungkin lagi menginap di tempat itu.
Sementara itu, ibu yang mengaku sebagai pemilik bayi tadi, ternyata bukanlah ibu-ibu yang sesungguhnya, dia adalah orang suruhan dari raja Lucca De Luca untuk menjalankan misi itu.
Sedangkan bayi yang sempat ditolong Roma, tadi hanyalah sebuah batang pohon yang sengaja dibuat menyerupai bayi dengan menggunakan sihir perubahan wujud.
Dengan masih hidupnya Roma hingga saat ini itu artinya rencana membunuh Roma benar-benar gagal, dan akhirnya ia pun memutuskan untuk kembali dan mengatakan semua itu pada Lucca De Luca.
Kota yang baru saja ia datangi seumur hidupnya selama 20 tahun ini.
Namun, ternyata tak lama setelah itu Roma mendapatkan penginapan baru, di tengah kota, yang sebenarnya harganya dua kali lipat dari penginapan yang terbakar tadi, tetapi itu tak jadi masalah selama dirinya masih bisa tertidur.
“Kita tidur di sini dulu, ya Leo, besok kita akan melanjutkan perjalanan lagi. Aku yakin kau pasti mengantuk juga kan.” Begitu kata Roma pada Leo sambil ia menguap karena mengantuk.
Meskipun ia memiliki kekuatan sistem yang luar biasa, tetapi dirinya itu masih seorang manusia yang bisa lelah dan juga mengantuk, jadi wajar saja jika ia tetap tidur.
Dulu saat berada di dunia sebelumnya, ia bahkan jarang sekali tidur karena sibuk bekerja dan mengurus banyak hal yang menghasilkan uang. Ia bekerja di sebuah instansi swasta yang bergerak dibidang teknologi dan ia salah satu ilmuwannya.
Namun, ternyata menjadi ilmuwan tidak mendapatkan banyak uang, tidak sebanding dengan kuliahnya dulu yang begitu mahal.
Ditambah dengan orang tuanya yang memutuskan untuk pensiun dini dan memutuskan untuk meminta uang kepadanya. Padahal usia mereka masih 55 tahun ketika ia tinggalkan.
Ia merasa seolah diperas, tetapi mau bagaimana lagi, ia sudah merepotkan mereka selama ini dengan meminta kuliah yang mahal.
Maka dari itu ia bekerja, dan pekerjaan itu menyita banyak waktunya, bahkan kadang ia bekerja paruh waktu di toserba yang dilakukannya seminggu tiga kali setiap malam.
***
__ADS_1
Ketika Roma sudah begitu nyenyak dengan tidurnya, Leo terbangun karena ia buang air.
Maka dari itu ia memutuskan untuk keluar melalui jendela kamar penginapan yang berada di lantai dua, untuk saja tak begitu tinggi.
Sebagai kucing tempat seperti itu tak ada masalah sama sekali.
Kemudian ketika Leo sudah berada di luar ia menjadi tanah yang mudah digali dengan kukunya.
Meskipun ia memiliki kekuatan yang hebat dengan cincin bintang leo, tetapi tetap saja ia seekor kucing yang berbeda dari manusia kebanyakan.
Setelah selesai ia pun kembali berniat kembali ke kamar penginapan tadi melalui jendela yang sama.
Namun, saat di dekat sana ia melihat dua orang yang sengaja hendak masuk ke kamar Roma.
Langsung Leo berubah menjadi seekor singa yang besar dan gagah, ia pun menggeram perlahan supaya kedua orang itu sadar, tetapi ternyata tidak sama sekali.
Kemudian Leo pun mengaum dengan sangat kencang hingga membuat keduanya sadar dan terkejut karena melihat seekor singa berada di sana.
Mereka terjatuh, lalu terburu-buru untuk berlari. Setelah itu Leo kembali ke bentuk semulanya.
Itu adalah salah satu kekuatan yang dimiliki cincin bintang itu, yang bisa membuat penggunanya berubah menjadi seekor singa yang sangat besar.
Kemudian Leo pun masuk kembali ke kamarnya, dan tertidur dengan nyenyak di samping Roma, meskipun dengkuran Roma cukup keras.
Sementara itu Roma yang tengah tertidur ia bermimpi kembali bertemu dengan kedua orang tuanya yang sangat ia rindukan. Mereka tersenyum padanya, senyuman yang tak akan pernah ia lupakan selama ini.
Dalam mimpi itu kedua orang tuanya mengatakan bahwa dirinya harus menjaga diri dari banyak orang yang berusaha ingin menyakitinya.
Kemudian mimpi itu menghilang bersamaan saat dirinya terbangun, karena pagi sudah menjelang.
Padahal rasanya ia baru saja tertidur beberapa jam, mungkin itu juga akibat ia harus mencari penginapan lain.
Setelah itu ia dan Leo pun memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalan lagi. Saat dalam perjalanan itulah Leo mengatakan bahwa tadi malam ada orang yang diam-diam ingin masuk ke kamarnya, sepertinya orang jahat.
Mendengar apa yang Leo katakan membuat Roma teringat apa yang terjadi, karena sebelumnya sistem juga mengatakan bahwa kebakaran itu sabotase orang kiriman Lucca De Luca.
Apa orang yang berusaha masuk ke dalam kamarnya juga orang yang sama? Jika benar maka bisa dipastikan saat ini Lucca De Luca tahu di mana lokasinya.
“Apa jarak ke pusat kota masih jauh?” tanya Roma pada sistemnya, karena ia tak tahu.
[Beberapa mil lagi Tuan akan sampai di sana]
__ADS_1