
"Organisasi kepiting pasir," ujar Tere kemudian.
Sesaat setelah Roma dan Milan sampai di guild, mereka langsung mengatakan apa yang sebenarnya terjadi dan mereka langsung menanyakan hal itu pada Tere.
"Aku pernah mendengarnya, tetapi sangat lama sekali, aku tidak yakin jika organisasi itu benar-benar ada atau bahkan masih ada," sambung Tere. "Kalau tidak salah nama sebenarnya Organisasi Death Crow."
Tere mengatakan bahwa ia tak memiliki informasi apapun tentang itu, karena selama ini memang ia tak pernah mendapatkan pengaduan tentang organisasi itu.
Bahkan sepertinya tak pernah ada masalah untuk hal itu, maka dari itu Tere tak perlu berurusan dengan mereka.
Selama ini memang organisasi atau kelompok orang di negeri itu banyak, tetapi hampir semua Tere tahu.
"Jadi kemungkinan bukan mereka." Begitu pungkas Tere. "Kalian mau menghentikan pencarian ini?"
Roma dan Milan saling pandang dengan pertanyaan Tere itu. Mereka sebenarnya ingin melanjutkan pencarian pada anak perempuan itu, tetapi mereka tak mendapatkan informasi apapun.
Maka dari itu mereka pun sepakat dan memutuskan untuk menghentikan pencarian itu.
Bukan mereka gagal, tetapi mereka sengaja menggagalkan diri, sebab mereka tak tahu harus apa lagi.
Sistem pun tak banyak memberi informasi, karena memang belum ada kejelasan sama sekali.
"Aku yang akan mengatakan hal ini pada Nyonya pemilik anak perempuan itu," kata Milan, lalu kemudian ia pun berlalu dari sana.
Milan keluar dari gedung guild untuk mengunjungi perempuan tadi yang sebelumnya.
Ia mungkin akan membuat perempuan tua itu bersedih dengan tidak ditemukannya sang anak, tetapi mau bagaimana mana.
Milan dan Roma tak berhasil menemukan keberadaan anak perempuan itu, meskipun sudah sangat diupayakan.
Milan merasa tak enak dengan hal itu, tetapi ia tak bisa melakukan apapun.
Padahal seluruh negeri harusnya sudah ia pasang anak panahnya supaya menemukan titik lokasi seseorang dengan mudah.
Namun, nyatanya anak panah itu tak bisa mencari titik yang dibutuhkan dirinya.
Milan kemudian mengetuk pintu rumah perempuan tua itu. Lalu tak lama kemudian perempuan tua itu keluar.
Wajahnya harap-harap cemas dan sepertinya tengah bersedih.
Apalagi saat melihat Milan datang seorang diri tanpa anak perempuannya.
"Apa dia belum ditemukan?"
Pertanyaan dari perempuan tua itu membuat Milan sakit hati, dan bingung harus mengatakan apa lagi.
"Nyonya, kita masuk lebih dulu ya. Aku akan mengatakan semuanya di dalam." Begitu kata Milan, sembari membawa perempuan tua itu masuk.
__ADS_1
Keduanya lalu duduk di satu bangku yang sama.
"Aku dan teman satu anggota party ku sudah berusaha untuk mencarinya hingga tiga hari ini, tetapi kami tak berhasil menemukannya."
Setelah mengatakan hal itu, Milan melihat wajah perempuan tua tadi yang begitu nanar dan terlihat sangat menyakitkan.
Air matanya perlahan menetes, meskipun tak begitu banyak. Lalu perempuan tua tadi menyekanya.
"Aku tahu hal ini akan sangat sulit. Aku berterima kasih karena kalian sudah berusaha membantu." Perempuan tua itu mengatakannya sambil berusaha tersenyum.
Milan tahu bahwa senyuman itu hanyalah kedok untuk menutupi betapa sakit hatinya sebagai seorang ibu yang melihat bahwa anak perempuannya hilang entah ke mana dan tak ditemukan sampai sekarang.
Ia hanyalah seorang janda tua yang tak bisa melakukan apapun maka dari itu ia minta tolong kepada orang lain untuk mencarikan anak perempuannya, tetapi sayangnya tentara itu tak membuahkan hasil apapun dan berakhir dengan gagal.
Milan berusaha memeluk perempuan tua itu sambil terus menunaikannya meskipun perempuan tua itu mengatakan tidak apa-apa, tetapi Milan tetap saja berpikir bahwa semuanya tidak baik-baik saja.
"Misi ini dihentikan Nyonya, kami tak bisa membantu lagi untuk saat ini. Tapi Aku dan anggota partyku akan terus berusaha membantu jika suatu saat ada informasi tentang perempuanmu." Begitu kata Milan sambil masih terus memeluk perempuan tua itu.
Mereka melakukan hal itu cukup lama hingga perempuan tua itu sedikit tenang, dan Milan pun berlalu pergi ke sana.
Ia akan kembali ke rumahnya, bukan guild. Karena hari itu misinya telah selesai dan ia membutuhkan beristirahat.
Meskipun ia sebenarnya masih teringat dengan apa yang terjadi pada perempuan tua tadi.
Mungkin hal itu juga yang dulu dirasakan kedua orang tua Milan, ternyata ibunya.
Milan ingat betul saat semua perdebatan yang terjadi antara dirinya dan sang ayah, ia pun pergi keesok harinya.
"Kenapa kau harus pergi, Nak?" tanya sang ibu kala itu.
"Aku ingin menjadi lebih kuat lagi, Ibu. Maka dari itu aku harus pergi," jawab Milan.
"Untuk apa sekedar kuat harus pergi apalagi sampai berkelana, apa yang kau pikirkan."
"Ibu, jika aku di sini terus aku aja dibayang-bayangi kehidupanku yang begitu menikmati segala kemudahan ini. Aku ingin mandiri, mendapat apa yang aku mau seorang diri, tanpa memikirkan sebuah status."
Meskipun sang ibu terus saja melarang, tetapi Milan tetap saja tak bergeming dan ia pun pergi hingga memasuki tahun kelimanya.
Kehidupan di luar lingkungan istana ternyata memang tak seindah yang dibayangkan, cukup keras dan menyakitkan.
Larangan sang ibu memang ternyata benar, tetapi ia tetap harus berada di luar sampai ia sanggup kembali pada keluarganya.
Namun, sepertinya hal itu akan cukup lama dilakukan sebab sampai saat ini saja ia masih menjadi anggota guild, bahkan ia sudah membentuk sebuah party yang beranggotakan dua orang dan satu hewan.
Padahal sebelumnya Milan berpikir ia tak butuh seorang teman atau membuat sebuah party karena menurutnya itu akan membuang-buang tenaganya apalagi ia bisa melakukan banyak hal seorang diri.
Milan pikir ia tak ingin direpotkan dengan adanya anggota party baru yang jika nanti menjalankan misi malah membuatnya tak bebas mengeluarkan banyak kekuatan.
__ADS_1
Namun, nyatanya apa yang ia pikirkan itu salah buktinya saat ini malah Roma yang begitu banyak membantunya dalam menjalankan misi, bahkan ia kadang banyak diam
Kekuatan Roma yang luar biasa itu kadang sempat membuatnya hanya duduk manis melihat Roma menyelesaikan misi-misinya yang sebenarnya mungkin akan sulit ia lakukan seorang diri, tetapi Roma bisa melakukannya sendirian.
Meskipun Roma sudah mengatakan dengan jelas dari mana sumber kekuatannya, tetapi ia yang ia belajar terasa sangat sulit.
Milan tak yakin bahwa kekuatannya itu bisa ia pelajari dengan mudah, apalagi banyak hal yang tidak ia ketahui tentang bagaimana konsep Roma mengeluarkan sihirnya.
Milan saja pusing memikirkan hal itu. Kekuatan paling tak masuk akal yang selama ini baru pertama kali ia lihat.
Dan itu ada pada temannya sendiri, sesuatu yang hebat, tetapi juga membuatnya bingung.
***
Sementara itu Roma kini masih berada di luar guild, ia dan Milan memutuskan tak menjalankan misi dulu untuk hari itu setelah misi sebelumnya gagal.
Saat Roma tengah bersantai itulah seorang anggota guild datang mendekat dengan membawa Leo di dalam gendongannya.
"Kucingmu jatuh ke got tadi, aku sudah membersihkannya." Begitu kata anggota guild itu sembari memberikan Leo pada Roma.
"Benarkah? Terima kasih untuk itu."
Setelah Roma mengatakan hal itu anggota guild itu pun berlalu pergi.
"Kau sedang melakukan apa sih, kok bisa sampai terjatuh ke got begitu? Kau kurang kerjaan ya?" tanya Roma pada Leo.
"Aku tak sengaja jatuh. Saat aku berkeliling kota, aku hampir tertabrak kereta kuda makanya aku menghindari, dan malah jatuh ke got," jawab Leo.
Jawaban itu membuat Roma hanya bisa tertawa mendengar ucapan Leo itu.
Ternyata kucing sehebat Leo tetap saja seekor kucing yang bisa melakukan hal yang begitu konyol.
Bahkan kekuatan dari cincin bintang tak menjamin Leo berubah sepenuhnya dari seekor kucing.
"Sudahlah mari kita masuk, kau sudah makan?" tanya Roma lagi pada Leo.
"Sejak kau datang ke guild, kau sama sekali tak memberiku makan," jawab Leo.
"Maaf aku terlalu sibuk dengan misi gagal ini."
"Seorang pahlawan harusnya kuat bukan malah selalu bersedih dan menyesali apa yang sudah terjadi."
"Baiklah, Tuan. Hamba mengerti. Kau cerewet kalau sedang lapar."
Roma lalu mengelus tubuh Leo yang sudah wangi dengan pipinya. Ternyata anggota guild itu benar-benar membersihkan tubuh Leo dengan memandikannya.
Pasti untuk melakukan hal itu anggota guild itu ekstra bekerja, karena Leo pasti akan sangat menolak dengan orang yang memandikannya.
__ADS_1