
"Ini bayaran kalian setelah selesai menjalankan misi," kata Tere sambil memberikan sekantong emas pada Roma dan Milan. "Kepala desa menambahkan bayaran untuk kalian, secara ucapan Terima kasih."
"Bukannya bayaran yang seharusnya sudah cukup banyak, Paman?" tanya Roma.
"Memang, tetapi namanya diberi, apa salah kalau kita menolak?" Roma menggeleng. "Berarti itu hak kalian untuk menerimanya."
Milan mengambil sekantong emas itu untuk nanti dibagi bersama.
Sekarang begitu yang mereka lakukan setelah melakukan sebuah misi, harus membaginya secara bersama. Meskipun begitu uang yang mereka dapatkan masing-masing tetap banyak dan tak ada yang kurang.
"Kita bawa pergi makan dan kembali berkeliling saja," ajak Milan kemudian.
Roma yang menggendong Leo hanya bisa mengangguk, kemudian mereka pun berjalan di ibu kota sambil melihat sekeliling.
"Kapan kau mengajariku memanah?" tanya Roma ketika itu.
"Kau benar-benar ingin belajar memanah?" tanya balik Roma.
Dengan kekuatan luar biasa yang dimiliki Roma seharusnya ia tak perlu belajar hal lain karena dan kekuatan yang ia miliki itu saja ia sudah bisa mengalahkan banyak musuh.
Namun Entah mengapa kini Roma ingin Milan mengajarinya memanah.
"Apa aku terlihat berbohong?"
"Tidak. Bukan begitu, maksudnya untuk apa kau belajar memanah. Bukannya kau memiliki kekuatan yang luar biasa."
Roma diam sesaat, sepertinya jika ditanya seperti itu, ia sendiri tak tahu harus menjawab apa.
Kemudian Roma menjawab.
"Seorang penyihir kadang-kadang bisa kehabisan mananya apalagi jika digunakan terus-menerus. Maka dari itu aku harus belajar memanah ataupun berpedang supaya jika aku kehabisan mana Aku tidak kehilangan kemampuanku untuk bertarung," papar Roma.
Bagi Milan alasan itu sebenarnya cukup logis, tetapi apa penyihir dengan kekuatan luar biasa seperti Roma bisa kehabisan mana terasa tidak mungkin
Apalagi Milan yakin bahwa Roma akan sangat sulit dikalahkan oleh siapapun itu bahkan dirinya saja tidak mampu mengalahkan Roma meskipun sudah menggunakan kekuatan dari cincin bintang.
"Baiklah, hari ini setelah kita makan, kita akan berlatih memanah. Sebagai murid pertamaku, kau harus menuruti semua ucapan gurumu ini." Milan mengatakan hal itu dengan sedikit menyombongkan dirinya sedangkan Roma hanya bisa tersenyum kecut dengan apa yang dilihatnya.
__ADS_1
Kemudian tak lama mereka hampir sampai di tempat makan yang mereka tuju Leo lepas dari gendongan Roma begitu saja dan Milan habis saja mengajar Leo tetapi tidak berhasil.
"Sudah biar saja, nanti juga kembali sendiri." Roma mencegah Milan.
"Tapi, nanti Leo bisa berurusan dengan anjing," kata Milan.
"Tenang saja, Leo kadang bisa lebih anjing daripada anjing itu sendiri."
Milan tak paham apa yang dikatakan Roma tetapi ia tak mau ambil pusing karena tak lama Setelah itu mereka sampai di tempat yang mereka tuju tadi tidak langsung memesan makan sembari bercerita banyak hal.
"Aku ingin tahu lebih banyak tentangmu," ujar Milan.
"Tentang apa lagi?! Bukannya aku sudah mengatakan banyak hal tentangku?" tanya Roma kemudian.
Jika dilihat Milan sepertinya ingin mengorek sesuatu dari kehidupannya.
Jika ia salah berkata bisa berakibat fatal nantinya, karena ia tidak ingin mengatakan yang sejujurnya kepada siapapun.
Meskipun itu adalah Milan, karena ia harus menutupi jati dirinya sampai semua hal selesai dan Ia mendapatkan apa yang ia cari selama ini.
Ia harus berhati-hati karena jika tidak ya bisa keceplosan dengan apa yang tidak seharusnya ia katakan.
Roma menghembuskan napas leganya ternyata hanya itu pertanyaan dari Milan jika itu ia bisa menjawabnya dengan jelas.
Dengan pertanyaan itu Roma sudah bisa membuat kebohongan. Kemudian ia mengatakan bahwa Ia memang mencari siapa dalang dari pembunuhan kedua orang tua itu, tetapi cukup sulit untuk mencari mereka karena hanya ada sedikit bukti.
Maka dari itu sampai sekarang Roma hanya itu sekeliling dan Berkelana kesana kemari sampai benar-benar tahu siapa dalang dari semua perbuatan yang ada itu.
Meskipun sebenarnya Roma tahu apa yang terjadi apalagi dengan kematian dari Lucca de Luca sudah mengisyaratkan hal itu.
"Kau perlu bantuan untuk mengurus itu semua?" Milan menawarkan diri untuk membantu Roma membalaskan dendam kematian kedua orang tuanya.
"Tidak perlu, aku akan mengurusnya sendiri, karena itu adalah urusanku dan keluargaku, meskipun kau saat ini bagian dari keluarga baruku, tetapi kau tak perlu ikut campur apa yang terjadi dalam hidupku."
Milan diam dan mengerti dengan apa yang dikatakan Rhoma itu.
Kemudian Milan berpikir bahwa mungkin saat ini Roma belum bisa seterbuka itu padanya.
__ADS_1
Wajar, karena memang mereka belum lama berkenalan Meskipun mereka adalah anggota party.
Namun, urusan keluarga memang masih begitu privasi bagi masing-masing orang termasuk untuk urusannya sendiri.
Berbeda dengan dirinya yang berpikir bahwa keluarganya adalah suatu hal yang biasa, karena memang mereka bangsawan jadi kehidupan mereka memanglah konsumsi publik.
"Kau sendiri bagaimana?" tanya Roma.
Lalu Milan menceritakan beberapa hal yang sebelumnya tak Roma ketahui bahwa Ia memang anak dari seorang bangsawan kelas tinggi dari sebuah negeri yang sebenarnya dipimpin oleh Lucca de Luca.
Hal itu membuat Roma terkejut, karena ia tak tahu bahwa Milan adalah salah satu rakyat dari Lucca de Luca orang yang sudah ia bunuh sejak beberapa waktu lalu.
Roma hanya diam saja tak menjawab perkataan dari Milan. Ia hanya ingin mendengarkan saja jika seandainya ia mengatakan lebih kepada Milan, nanti malah Milan tahu bahwa dirinya berasal dari tempat yang sama dengannya.
Meskipun mereka berbeda peringkat bangsawan.
Dengan hal itu berarti sebenarnya orang tua Milan adalah atasan dari orang tua Roma.
"Negerimu cukup jauh dari sini?" tanya Roma pura-pura tak tahu. "Karena aku belum melewati negeri itu."
"Tidak begitu jauh tapi mungkin terpaut beberapa kerajaan dari tempat sini dan masih menjadi satu bagian dan kekaisaran ini. Mungkin Jika kau lewat bagian pintu masuk Utara kau tak akan melewati Negeriku," jawab Milan.
Lalu Milan pun sedikit menyinggung dengan kematian rajanya yang belum lama ini karena sebuah penyakit langka yang mendadak.
"Sepertinya saat ini negaraku akan memiliki raja yang baru, tetapi putra mahkota masih cukup muda untuk meminta sebuah negara, nantinya malah rusak lagi." Milan mengatakan hal itu lebih seperti orang yang sedang mengeluh.
Sedangkan Roma hanya diam saja mendengar apa yang dikatakan Milan itu, ia tak yakin apa yang sebenarnya terjadi, tetapi semenjak kematian Lucca de Luca, cukup itu menjadi alasan mereka.
Roma tak menyadari hal itu, karena setelah selesai membunuh Lucca de Luca, ia langsung berlalu pergi dari sana bersama dengan Leo.
Hal itu juga yang membuat dirinya agar tidak diketahui oleh orang. Karena jika ia terus berada di sana orang pasti akan mengetahui dirinya Bahkan ia yakin sampai saat ini orang-orang pasti masih mencarinya dan terus memburunya.
Apalagi yang Milan tadi mengatakan bahwa Lucca de Luca masih memiliki seorang anak, bisa saja anak itu berniat membalaskan dendam pada dirinya meskipun ia tak yakin Kapan waktu itu akan.
Mereka kemudian terus berbincang membahas banyak hal sambil menikmati makanan yang ada di sana.
Mereka pun membagi hasil dari menjalankan misi tempo hari.
__ADS_1
Milan sebagai seorang bendahara baru di party itu pun membagi dengan harta termasuk bagiannya.
Jika Roma Bisa menghitung sebenarnya keuntungan bersama dengan party juga lebih banyak daripada menjalankan misi seorang diri dan akan membahayakan dirinya nantinya.