SISTEM DUA BELAS CINCIN

SISTEM DUA BELAS CINCIN
037 - MENYAMAR!


__ADS_3

Roma mendapat berbagai informasi yang diterima karena menyamar selama ini. Bahkan, dia juga tahu informasi itu dari orang sekitar seperti Milan dan Leo, kucingnya.


Dari mereka informasi yang didapatkan itulah ia akhirnya mengerti tentang banyak hal.


Namun, Roma tak menelan mentah-mentah informasi yang dia dapatkan tentang musuhnya.


Tentu, dia mensortirnya dan bertanya pada sistem apakah benar bahwa Ravenna adalah orang yang seperti itu.


Menurut Roma, hanya Sistem lah yang jujur dan memang selama ini bisa membantunya.


Meskipun, tak dipungkiri Milan dan Leo juga sahabat baiknya dan selalu berkata jujur.


Namun, untuk memastikan semua itu, Roma berusaha untuk tetap bertanya pada Sistem.


“Menurutmu, apakah informasi itu benar?” Suatu hari Roma bertanya pada Sistem tentang Ravenna De Ville, musuh yang akan dia hadapi.


[Tentang apa? Apa yang ingin kau tanyakan sebenarnya?]


“Tentang kabar bahwa sebenarnya Ravenna bukan manusia. Maksudku, dia sejenis raksasa atau iblis begitu? Apakah itu benar?” tanya Roma.


[Tentu semua itu benar. Bayangkan saja, mana ada manusia yang kejam sekali seperti yang dilakukan oleh Ravenna De Ville. Dia adalah orang terkejam yang tega menyiksa manusia dan memperdaya mereka]


“Kenapa kau berkata seperti itu?” tanya Roma.


[Kau masih bertanya kenapa? Bukankah semua sudah jelas? Asosiasi pedagang itu menyiksa rakyat kerajaan Raja Genoa. Tak hanya itu, sebenarnya, mereka memperdaya para manusia yang bekerja dan bergabung di asosiasi dagang.]


[Jika kau tak percaya bahwa dia iblis, perhatikan dia dari dekat. Menyamarlah untuk mengetahui apakah Ravenna De Ville adalah manusia atau iblis yang menyamar sebagai manusia.]


Roma pun setuju. Dia melakukan penyamaran secara tersembunyi tanpa melibatkan Milan dan Leo. Kali ini, Roma melakukannya tanpa berdiskusi.

__ADS_1


Dia benar-benar penasaran apakah benar yang dikatakan orang-orang jika Ravenna De Ville adalah seorang iblis yang menyamar atau bukan.


Misinya berhasil. Roma bisa melihat Ravenna De Ville dari kejauhan. Tampak sosok wajah asli pemimpin asosiasi dagang yang sebenarnya itu.


Dia mengubah diri menjadi sosok yang menyeramkan. Bukan lagi sosok yang seperti selama ini diperhatikannya.


Roma terkejut. Ternyata benar adanya bahwa orang yang dilihatnya adalah Ravenna De Ville yang mengubah dirinya ke dalam bentuk aslinya sendiri.


“Astaga! Ternyata apa yang dikatakan orang-orang tentang pemimpin asosiasi dagang itu benar adanya. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Lawanku bukanlah manusia melainkan iblis. Apakah aku bisa melawannya?” tanya Roma dalam hati.


Pemuda itu baru menyadari bahwa benar adanya Ravenna De Ville adalah sosok iblis yang menyamar menjadi manusia setelah melihat sendiri bagaimana dia mengubah diri menjadi bentuk aslinya.


Namun, saat ini dia sedang bingung dan berpikir siapa sebenarnya orang yang telah memberantas organisasinya dan keluarga yang dia miliki.


Jika Ravenna De Ville adalah iblis yang menyamar menjadi manusia, tentu itu bertentangan sekali dengan kenyataan bahwa keluarga hancur akibat asosiasi dagang.


Dan mengarah pada kekaisaran. Roma dilanda kebingungan. Dia benar-benar tak tahu apa jawaban yang harus dia dapatkan saat ini untuk mengetahui kebenaran yang sebenarnya.


***


Roma tak sengaja mendengar percakapan antara Ravenna De Ville dengan anak buahnya.


“Kau tahu bukan, alasanku membentuk asosiasi dagang ini adalah untuk mengendalikan manusia. Ada tujuan yang harus kucapai,” ujar Ravenna.


“Tentu, Tuan. Kau sudah mengatakan hal itu berulang kali. Itu sebabnya, kau tak mau kehilangan asosiasi ini. Terlebih, asosiasi mu dilindungi oleh kekaisaran. Selama ini, tak ada yang menentang sepak terjang dan cara perlakuanmu.


Hanya saja sekarang, orang yang bernama Roma itu berani menghancurkan pemimpin asosiasi dagang yang ada di kerajaan Raja Genoa. Itu merusak pendapatan dan visi misi dibentuknya asosiasi ini.”


“Ya, begitulah. Itu sebabnya aku ingin anak itu segera mati! Bunuh dia dan jangan sampai anak itu hidup. Jika tidak, semua apa yang kita lakukan akan sia-sia,” ujar Ravena De Ville.

__ADS_1


“Baiklah, Tuan. Untuk saat ini, anak itu tak melakukan apa pun. Jika dia melakukan satu kesalahan saja, maka kami akan membunuhnya bersama teman-temannya juga.”


Roma mendengarkan semua percakapan itu. Dia bahkan hampir membuka suara saat tahu bahwa Ravenna De Ville membentuk asosiasi dagang hanya untuk mengendalikan manusia saja.


“Benar-benar kurang ajar! Aku akan melakukan apa pun untuk mendapat informasi lebih lanjut. Aku harus mencari kebenaran apakah asosiasi dagang yang menghancurkan keluargaku atau Kaisar Saleno De Santis.”


Mulai saat itu, Roma pun mencari hari yang tepat untuk melakukan sebuah misi agar mendapat kebenaran dan untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam lagi. Roma menyusup sendirian menuju ke Markas Asosiasi Dagang. Hal ini dilakukan agar dia mendapat informasi yang valid dan bisa dipegang menjadi senjatanya melawan Ravena De Ville.


***


Hari ini adalah hari yang tepat untuk melakukan misinya. Sekali lagi, Roma tak memberitahu pada Leo atau Milan soal ini. Dia berangkat sendiri dan menyusup sendiri ke markas asosiasi dagang yang dipimpin oleh Ravena De Ville.


“Aku harus menemukan fakta yang kubutuhkan. Dengan cara begini, aku bisa tahu siapa yang membunuh keluargaku dan organisasi yang terbentuk bertahun-tahun. Aku akan mencuri beberapa file yang dibutuhkan dan dokumen rahasia di sana.” Roma bertekad pada dirinya sendiri agar hari ini dia menyusup ke markas besar milik Ravena De Ville.


Dia bahkan berniat mencuri berbagai dokumen rahasia yang ada di sana. Hal yang menurut orang lain mustahil dilakukan, tapi tak ada kata mustahil bagi Roma.


Dengan kemampuan sihir dan cincin bintang yang dia miliki, Roma berhasil menyusup ke markas asosiasi dagang tanpa kesulitan sama sekali.


“Akhirnya, aku berhasil juga. Sekarang, aku akan keluar dari sini,” ujar Roma setelah berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan dan dia cari.


Namun, saat dia ingin keluar dari ruangan penyimpanan dokumen rahasia, beberapa penjaga masuk dan ingin menangkap Roma.


“Hei, kau! Siapa di sana?!” bentak orang itu.


Roma ketakutan. Namun, dia kemudian teringat bahwa saat ini dirinya sedang menyamar dan berpakaian seperti para penjaga di sana.


“Aku ... aku diutus tuan Ravenna De Ville untuk mengambil beberapa dokumen yang ada di sini,” ujar Roma.


Beberapa pria itu tak percaya pada Roma. Tentu, mereka tahu bahwa tak ada yang bisa melanggar perintah Ravena De Ville.

__ADS_1


“Benarkah? Kau sebenarnya siapa? Buka penutup wajahmu, sekarang!” Roma mulai panik, dia tak mungkin membuka jati dirinya sekarang. Tentu, jika itu terjadi dia pasti akan tertangkap.


Roma berpikir keras bagaimana caranya supaya bisa lepas dari cengkraman para pria itu. Karena ia tak ingin sampai ketahuan.


__ADS_2