SISTEM DUA BELAS CINCIN

SISTEM DUA BELAS CINCIN
019 - BERGABUNG MENJADI SATU TIM


__ADS_3

Pertarungan sebelumnya sudah dimenangkan oleh Roma dan Milan kalah telak dengan hal itu ia harus mengaku kalah mau tak mau karena ia sadar bahwa kekuatannya tidaklah sehebat kekuatan dari Roma.


Meskipun Milan sendiri sudah menggunakan kekuatan dari cincin bintang Sagitarius, tetapi sepertinya hal itu tidak berhasil untuk sedikitpun melukai Roma.


Dari hal itulah Milan akhirnya sadar bahwa kekuatan yang Roma miliki jauh di atas dirinya bahkan jika ia merasa mana pemilik Roma begitu menakutkan.


Hingga akhirnya Milan pun setuju untuk membentuk sebuah grup party bersama dengan Roma mungkin dengan itu ia bisa jauh lebih kuat lagi dari sebelumnya.


Sebab Roma pasti membantunya untuk berlatih karena mereka sama-sama dalam satu party.


Meskipun sebelumnya ia belum pernah terlibat dalam menjalankan misi bersama dengan orang lain karena ia lebih suka Mandiri tapi setelah mengenal Roma sepertinya membuat grup dengan orang lain itu tidak ada masalahnya.


Dengan hal itu Mungkin ia bisa bertukar pikiran dan saling membantu satu sama lain.


"Kau tinggal di mana selama ini?" tanya Roma kemudian ketika mereka terlibat satu obrolan santai untuk pertama kalinya.


"Beberapa blok dari sini, aku menyewa rumah yang cukup untuk diriku, selama menjalani kehidupan sebagai anggota guild," jawab Milan.


Ternyata setelah terlibat obrolan dengan Milan perempuan itu tidak begitu galak apalagi menakutkan ia bisa bersikap baik dan manis.


Berbeda saat pertama kali mereka bertemu, seolah Milan bersikap tak baik pada Roma.


"Kalau begitu aku boleh pergi ke rumahmu? Aku bosan di guild terus menerus."


"Tentu, kenapa tidak. Bawa sekalian kucing menggemaskanmu itu. Aku dengar kucing itu menjadi rebutan beberapa anggota guild."


"Kau tahu dari mana sedangkan kau saja jarang ke guild?" tanya Roma kemudian.


"Aku tahu semua isi guild ini meskipun aku jarang ke sini," jawab Milan.


"Mencurigakan sekali," kata Roma.


Saat mereka mengobrol datang Tere dengan membawa dua gelas minuman.


"Aku traktir sebagai tanda akurnya kalian berdua dan terbentuknya party baru." Tere meletakkan dua gelas itu di depan Roma dan Milan. "Ngomong-ngomong apa nama party kalian?"


Mendengar pertanyaan Tere itu Roma dan juga Milan malah bingung selama bergabung menjadi sebuah party mereka tak pernah memikirkan nama untuk party mereka.

__ADS_1


Padahal nama tersebut adalah sesuatu yang sangat penting supaya orang-orang mengenali mereka dan tahu bagaimana cara harus menyebut mereka.


Ketika menjalankan sebuah misi selain itu nama party juga memudahkan mereka untuk mendapatkan misi nantinya karena party tidak serta-merta menjadi party tanpa sebuah nama.


"Sebut saja Bintang Langit, terdengar kuno bukan, tapi sepertinya cocok dengan party kita yang akan setinggi mungkin," kata Milan kemudian.


Sebenarnya selain pemilihan nama yang kuno itu juga terkesan norak mungkin itu yang dipikirkan Roma, tetapi ia juga tidak memiliki saran untuk nama lainnya Jadi ia menerima saja nama itu daripada harus memikirkan nama yang lain dan itu pasti sangat membingungkan untuknya.


"Baiklah aku akan memberikan nama itu untuk kalian supaya mudah kalian dikenal nantinya Karena sekarang kalian tidak menjalankan misi seorang diri harus bersama dengan pasangan party kalian meskipun ranking kalian masih tetap masing-masing dan bagi kalian akan memiliki ranking sendiri," ujar Tere mengatakan peraturan yang ada di sana.


Roma akan meyakinkan dirinya bahwa membentuk party dengan Milan adalah sesuatu yang baik karena ia tak mungkin melepaskan Milan begitu saja sebab Ia memiliki cincin bintang Sagitarius yang sangat berharga.


Kini bersama dengan Roma sudah ada empat cincin bintang yang berarti tinggal delapan cincin bintang lainnya yang harus ia cari dan ia temukan.


Selain itu mendapatkan cincin bintang Sagitarius adalah perintah langsung dari sistem sebab sistem tahu jika cincin itu jatuh ke tangan orang lain apalagi orang itu jahat maka sesuatu yang buruk mungkin bisa terjadi nantinya pada dunia.


Maka dari itu Roma tak akan membiarkan hal itu begitu saja mau bagaimanapun sekarang Ia adalah pelindung dari cincin bintang itu sendiri.


***


Setelah berbincang beberapa hal dengan Tere dan juga Milan Roma pun mengatakan pada Milan bahwa ia ingin pergi ke rumahnya karena ia ingin tahu di mana rumah Milan dan apa yang ia lakukan selama di rumah.


Dulu saat masih tinggal di dunia sebelumnya dia juga jarang memiliki teman, karena terlalu sibuk memikirkan pendidikan dan kemudian bekerja.


Ia lebih senang mandiri, mungkin karena itu ia tak memiliki kenalan yang banyak bahkan untuk menjalin hubungan dengan perempuan saja ia bingung darimana harus memulainya.


Karena memang ia tak mengenal banyak perempuan selain teman-teman masa kecilnya, memang sepertinya terlihat hidupnya begitu membosankan dan seolah anti sosial padahal dianya hanya tak tahu harus berinteraksi seperti apa.


Roma, Milan dan Leo pun berjalan menuju rumah Milan yang berjarak sekitar dua Blok dari sana.


Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah yang Milan sewa.


Rumahnya tidak besar, tetapi juga tidak kecil, terlihat nyaman ditempati.


Begitu masuk ada ruang tamu, kamar, kamar mandi dan beberapa hal lainnya.


Seperti rumah pada umumnya rumah. Roma tak tahu harus menyebutnya seperti apa karena memang selamat terlahir kembali ia tinggal di sebuah mansion yang cukup besar wajar karena memang ia anak dari seorang bangsawan meskipun hanya peringkat Baron.

__ADS_1


"Rumahmu cukup menyenangkan dan nyaman sepertinya," kata Roma kemudian pada Milan.


Milan berjalan keluar dari dapur dengan membawa makanan dan minuman, serta makanan kucing untuk Leo.


"Hanya rumah sederhana yang bisa aku sewa, tetapi kalau orang berpikir bahwa ini nyaman sebenarnya memang begitu," ujar Milan.


"Hanya rumah sederhana? Bukankah kau seorang anggota guild dengan peringkat S seharusnya bayaranmu lebih tinggi dan memiliki banyak uang kenapa hanya rumah sederhana yang bisa kau sewa?" tanya Roma.


"Kau sendiri mengapa tinggal di guild? Bukankah kau bisa menyewa rumah yang besar untukmu dengan peringkat S+mu?" Tak berniat menjawab Milan malah bertanya pada Roma.


"Aku memiliki alasan untuk itu."


"Berarti aku juga memiliki alasan untuk itu."


Roma baru menyadari bahwa ia dan Milan memiliki kesamaan yakni belum bisa terbuka dengan orang lain meskipun mereka sudah saling kenal mungkin mereka terbiasa dengan hal itu hingga suatu saat nanti saling mengetahui masing-masing.


Roma kemudian mengamati sekeliling isi rumah itu melihat dari setiap sudut ke sudutnya rumahnya biasa saja hanya ada anak panah dan juga busurnya, mirip seperti apa yang digunakan Milan saat melawannya, tetapi sepertinya itu busur dan anak mana yang berbeda.


"Sepertinya kau begitu menyukai menggunakan anak panah untuk bertarung." Begitu kata Roma lagi.


"Aku memang sudah kecil suka sekali dengan menggunakan panah. Aku suka bermain dengannya meskipun sedikit merepotkan, tapi bagiku itu sedikit elegan sebagai seorang perempuan, tanpa harus lelah memegang pedang ataupun tombak."


Kemudian Milan menceritakan bahwa ia terlahir dari keluarga seorang pemanah kerajaan yang begitu hebat prajurit tingkat satu dan saat ini menjadi seorang bangsawan.


Karena hal itulah ia dididik menjadi seorang pemanah yang suatu saat nanti bisa membantu kerajaan.


Namun, ketika dewasa Ia baru menyadari bahwa menjadi seorang prajurit pemanah berarti ia harus mengabdi sebelumnya kepada Negeri.


Ia tak mau dengan hal itu karena kehidupannya pasti akan terus dikekang, ia ingin bebas tanpa harus dipaksakan menjadi sesuatu.


Namun, bukan berarti jika ia menolak menjadi seorang prajurit kerajaan ia membenci kerajaan? Jawabannya tidak.


Milan hanya ingin menjadi seorang pengadil kerajaan dengan caranya sendiri.


Karena itulah ia memutuskan untuk pergi dari rumah dan menjadi seorang pengelana, kehidupan keras ia jalani seorang diri dari luar kerajaannya dan tinggal di kerajaan yang berbeda.


Hal itu sempat Roma dengar saat bertarung dengan Milan sebelumnya, tetapi Milan tak bercerita banyak.

__ADS_1


Dia hanya mengatakan bahwa ia anak seorang pemanah terhebat di kerajaannya dan ternyata hal itu benar.


Tanpa harus menggunakan cincin Bintang Sagitarius sebenarnya Milan juga sudah hebat dengan menggunakan anak panah-anak panah yang luar biasa.


__ADS_2