SISTEM DUA BELAS CINCIN

SISTEM DUA BELAS CINCIN
024 - TENTANG SEBUAH KEPERCAYAAN


__ADS_3

Padahal Milan dan Roma belum menemukan satu informasi pun tentang keberadaan dari anak perempuan itu, kini malah mereka kehilangan jejak, karena penculiknya malah telah mati. 


"Apa anak panahmu tidak bisa mencari anak perempuan itu?" tanya Roma pada Milan. 


"Tidak. Sepertinya mereka ada di bagian yang tidak terjangkau dengan anak panahku," jawab Milan. 


Sesaat setelah itu mereka pun memutuskan untuk kembali lebih dulu ke guild dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. 


Meskipun mereka merasa bersalah karena telah gagal menjalankan misi yang diberikan. 


Apalagi perempuan tadi pasti bersedih, karena anaknya tidak kembali padanya.


Namun, mau bagaimana lagi. Mencari informasi saja belum sampai, penyihir hitam itu telah mati. 


Padahal jika dipikir seharusnya anak perempuan itu masih dengan penyihir hitam, tetapi mengapa saat dikejar tiba-tiba anak perempuan itu tidak ada. 


Apakah mereka tidak hanya satu saat menculik anak perempuan tadi?


Jika benar seharusnya kelompok mereka ada di sekitar tempat kejadian.


Namun, mengapa Roma ataupun Milan tidak bisa mendeteksi mereka bahkan sistem pun tidak melihat ada aliran mana di dekat sana. 


Sepertinya penculikan yang dilakukan penyihir hitam tadi terencana dan sangat tertata rapi.


Jika benar mereka tidak hanya satu orang berarti ada alasan lain mengapa mereka melakukan hal itu secara berkelompok atau bahkan kelompok mereka ada lebih banyak orang lagi dan melakukan hal yang sama. 


Roma memikirkan hal itu, karena mungkin otaknya sudah terpengaruh oleh film-film action ataupun thriller yang mengangkat isu sekte-sekte tertentu atau bahkan organisasi tertentu, tetapi jika dipikir ada benarnya. 


"Apa di Kerajaan ini ada sebuah organisasi ataupun sekte yang mencurigakan?" tanya Roma setelah pikirannya itu. 


"Apa itu?" tanya balik Milan. 


"Sekte orang-orang yang memiliki pandangan tentang sebuah kepercayaan, kalau organisasi kumpulan orang yang memiliki tujuan." Roma menjelaskannya sudah seperti guru psikologi. 


"Maksudnya orang-orang yang berkumpul di satu tempat secara bersamaan dan memiliki keinginan yang sama?" tanya Milan lagi. 


"Ah iya begitu, apa kau tahu itu?"


Milan menggeleng, lalu berucap, "tidak. Hanya mengulang perkataanmu dengan bahasa yang berbeda."

__ADS_1


Roma mengurutkan kening dengan ucapan Milan itu. 


Ia pikir Milan paham dengan apa yang dia katakan dan mengerti nyatanya tidak sama sekali.


Memang perempuan kadang-kadang menyebalkan.


Apa itu jika alasan untuk dirinya dulu ketika di dunia sebelumnya masih terus sendiri hingga usia 35 tahun? 


Ia baru ingat ternyata ia belum menikah padahal usianya sudah 35 tahun menurutnya wajar, tetapi mungkin sebagian orang berpikir bahwa ia tidak menyukai perempuan.


Padahal bukan seperti itu, ia bukan tidak menyukai perempuan, tetapi tidak ada perempuan yang suka kepadanya.


Ia selalu gagal dalam percintaan, bahkan sejak sekolah. Padahal ia pikir jika bisa populer ia pasti populer, ia pintar, ia suka berolahraga Yoga, ambil rebahan maksudnya.


Dan ia bisa melakukan banyak hal yang tidak bisa dilakukan anak laki-laki pada umumnya belajar dan mengutak-atik peralatan dapur. 


Seharusnya setelah kehidupan kedua yang terjadi dalam hidupnya ia Bisa memiliki pasangan, tetapi nyatanya ia dilibatkan dengan masalah yang cukup sulit diselesaikan manusia pada umumnya.


Dunianya memang seperti Fantasi, tetapi terlalu fantasi untuk dirinya yang ingin bersantai. Negeri dongeng ternyata tak seindah itu. 


Kemudian setelah itu Roma mengajak Milan untuk bergegas pergi dari sana, mereka harus kembali ke guild untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi dan Roma ingin menanyakan kepada Tere tentang pikirannya tadi. 


Bahkan Roma sendiri tak tahu keberadaan anak perempuan itu di mana.


Padahal jika tahu ia yakin bisa mendapatkannya dengan mudah apalagi ia memiliki cincin bintang dan sistem yang maha kuasa. 


Dan jika nantinya ia mengetahui komplotan dari orang-orang itu mungkin ia akan menyusun rencana dan secepatnya mengambil anak perempuan tadi.


Sebagai misinya ia tak ingin ada misi penyelamatan yang gagal karena dari kegagalan itu pasti akan banyak orang yang bersedih dan kecewa.


Ia akan meyakinkan dirinya bahwa hanya ia yang tersiksa dengan semua kesedihan yang dilakukan orang-orang jahat kepadanya ia tak ingin ada banyak korban lagi. 


***


Begitu sampai di guild, sebenarnya tidak ada masalah, karena perempuan tua tadi sudah kembali ke rumahnya. 


Tere mengatakan pada perempuan tua itu untuk menunggu di rumah sampai ada kabar selanjutnya dari ditemukannya anak perempuannya. 


Begitu sampai di sana Roma langsung menceritakan apa yang terjadi dan intinya mereka gagal mendapatkan kembali anak perempuan itu untuk saat ini. 

__ADS_1


"Sepertinya mereka berkelompok untuk menculik anak perempuan itu," kata Roma. 


"Kau tanya siapa saja komplotan mereka?" tanya Tere. 


Roma menggeleng. "Aku tidak yakin soal itu, tetapi aku hanya berpikir bahwa penyihir hitam itu salah satu dari anggota sekte atau organisasi tertentu. Apa di sini ada hal seperti itu?"


"Aku tidak yakin dengan apa yang kau katakan, tetapi memang ada organisasi penyihir di negeri ini dan ada sekte itu sendiri mereka selama ini dikucilkan oleh orang-orang di kota sebelah, tetapi rasanya tidak mungkin Jika mereka melakukan hal itu," jawab Tere mengingat ucapan Roma. 


"Mengapa tidak mungkin?" Roma bertanya lagi. 


Kemudian Tere mengatakan bahwa selama ini organisasi atau sekte itu tidak pernah memiliki masalah apapun meskipun sebagian dari mereka tetap aneh tapi mereka tidak pernah terlibat konflik di dalam negeri ini. 


"Apa tidak ada kecurigaan orang-orang tentang mereka? Kata Paman tadi ada sekte yang dijauhi orang-orang."


"Memang mereka dijauhi, karena pandangan mereka berbeda. Tetapi Setahuku mereka tidak menyukai peperangan ataupun pembunuhan, karena sekte itu mengedepankan tentang keberlangsungan hidup dan bagaimana caranya manusia memiliki kehidupan yang layak, mereka tidak mungkin melakukan berbagai cara untuk membunuh manusia," lapar Tere. 


"Tetapi dengan hal itu, mungkin saja mereka kemudian memiliki maksud tersendiri. Misalnya menculik perempuan untuk dijadikan ramuan awet muda."


"Kau memiliki pemikiran dari mana seperti itu. Kalau kau ingin awet muda hidup sehatlah," kata Milan ikut pembicaraan itu. 


Pemikiran dari banyaknya konten televisi ataupun hal-hal lain yang dulu sering ia tonton, karena memang Ia suka film-film seperti itu atau mungkin Ia juga terkontaminasi dengan tontonan yang aneh dari berbagai tayangan di Ponsel pintar miliknya. 


Meskipun di dunia ini tidak ada hal seperti itu, tetapi pikirannya masih menyambung dengan jelas sebelumnya dan wajar saja ia ingat ia tak akan mungkin lupa. 


"Apa kau ingin menanyakan langsung kepada mereka?" tawar Tere pada Milan dan Roma. "Organisasi penyihir ada di ibu kota ini, sedangkan Sekte hitam ada di kota sebelah."


Roma mengerti hal itu kemudian ia dan Milan pun bergegas berlalu pergi dari sana untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Benarkah organisasi penyihir dan sekte hitam ada sangkut pautnya dengan hilangnya anak perempuan tadi.


Jika tidak berarti ia harus mencari bukti yang lainnya dan menjalankan misi itu, karena ia tidak ingin misi itu berakhir dengan kegagalan. 


Meskipun sebelumnya Milan mengatakan bahwa akan melepaskan misi itu saja karena ia tak yakin bisa menyelesaikannya apalagi dengan pembayaran yang rendah dan ia membantu dengan rasa iba serta kasihan. 


Sedangkan Roma hanya bisa meyakinkan bahwa ia berniat membantu orang tua itu karena teringat orang tuanya yang telah tiada jika pun Milan tidak ikut itu tidak masalah yang pasti Roma akan tetap melanjutkan misi itu seorang diri. 


Mendengar apa yang dikatakan Roma tadi mau tak mau Milan pun ikut membantu.


Sebagai seorang bangsawan ia harus membantu siapapun yang membutuhkan dirinya ia tak lagi menjadi bagian anggota dari guild, tetapi anggota dari kebangsawanan yang membantu para rakyatnya. 

__ADS_1


Mendengar jawaban Roma menjadi senang karena Milan tak hanya membantu orang karena ia butuh tapi karena ia mau. Itu resiko yang ia ambil. 


__ADS_2