
Suatu hari ada kabar bahwa ada sebuah organisasi kegelapan yang dipimpin Padova De Angelo mengorbankan para gadis yang masih perawan untuk pengorbanan Iblis.
Berita itu dibawa tentara kerajaan ke guild, karena begitu meresahkan orang-orang akhir-akhir ini.
Roma, Tere dan Milan langsung terpikir tentang anak perempuan yang hilang tempo hari.
Ada kemungkinan anak itu juga dibawa ke tempat mereka dan nantinya akan dikorbankan.
"Sepertinya ini ada hubungannya dengan anak perempuan itu," kata Tere.
"Benar, Paman. Benar dugaanku bahwa mereka berkelompok dan tidak sendirian. Apalagi kelompok mereka sudah sangat meresahkan hingga para prajurit turun tangan." Begitu kata Roma.
"Bagaimana pun caranya kita harus mendapatkan anak perempuan itu, kita harus menjalankan misi ini dengan baik." Milan menimpali.
Tentu saja sebagai keluarga Martini dan seorang dengan jiwa keadilan tinggi, Milan tidak terima dengan hal itu.
Apalagi ia sudah berjanji pada perempuan tua bahwa ia akan mencari keberadaan anaknya dan mengembalikan anaknya pada sisinya.
Sebab beberapa waktu lalu sebelum hari itu terjadi, Milan pergi ke rumah perempuan tua itu untuk sekedar menjenguknya.
Perempuan tua itu baru kembali dari kebunnya, dengan tubuh yang kurus tidak seperti dulu lagi.
Milan menanyakan kabar pada perempuan itu. Perempuan tua itu mengatakan bahwa ia baik-baik saja, meskipun Milan tahu bahwa ada yang disembunyikannya.
Bagaimana tidak. Sudah dua minggu lamanya sang anak tidak ada kabar, entah hidup ataupun mati tidak tahu akan hal itu.
Namun, perempuan tua itu sudah pasrah dengan keadaan sang anak, sebab ia tak bisa melakukan apapun lagi.
Bukan ia tak peduli hanya saja, perempuan tua yang tak tahu harus melakukan apa.
Ia hanya perempuan tua lemah yang tak bisa melakukan banyak hal.
Apalagi jika ia mencari keberadaan anaknya yang tak tahu di mana, mungkin hal itu sangat sulit.
"Aku janji akan membawa anakmu kembali, Nyonya." Begitu kata Milan mencoba membuat pikiran perempuan tua itu sedikit tenang.
"Sudah dua minggu ia tak kembali. Aku pasrah, kau tak usah terlalu janji, itu akan memberatkanmu nantinya."
Perempuan tua itu menjawab dengan lesu.
"Aku tidak merasa keberatan dengan hal itu, karena sejak awal aku sudah berjanji akan mencarikan anak perempuanmu. Percaya padaku bahwa anak itu pasti akan kembali lagi padamu."
Perempuan tua itu mengulas senyum tipis, tetapi terlihat bergetar dan getir di bagian ujung bibirnya.
"Nyonya, bisa menganggap aku seperti anak perempuanmu sendiri. Aku juga tak memiliki orang tua di sini, aku sendirian," sambung Milan pada perempuan tua itu.
"Terima kasih atas segala bantuanmu, Nak. Kau begitu baik."
"Ini sudah tugasku sebagai seorang anggota guild Nyonya."
__ADS_1
Meskipun yang seharusnya mencari orang hilang adalah pihak keamanan, tetapi hal remeh temeh seperti itu, bagi mereka sepertinya tidak begitu penting.
Ingatan itulah yang membuat Milan hingga saat ini terus ingin membantu.
"Kalian mau kan menjalankan misi ini lagi? Kalian akan ikut para prajurit untuk mengambil kembali anak perempuan itu," kata Tere.
"Tentu saja kami akan bersedia membantunya, bahkan jika itu tanpa bayaran sedikit pun."
Hal itu disampaikan Milan. Roma yang melihat Milan mengatakan hal itu hanya bisa menatapnya sedikit aneh.
Milan begitu semangat untuk menjalankan misi itu, entah apa yang sudah terjadi selama dua minggu mereka dalam pencarian.
Meskipun selama dua minggu ini mereka sudah berulang kali menjalankan misi yang lain, ternyata Milan masih ingin menolong perempuan tua itu.
Berulang kali menurut Leo, Milan pergi ke rumah perempuan tua itu.
Leo mengatakan bahwa sepertinya Milan tak tega melihat perempuan tua itu bersedih dengan keadaan yang selama ini ada padanya.
Roma mengerti akan hal itu. Wajar saja jika perempuan tua itu bersedih.
Ia yang juga kehilangan kedua orang tuanya dan seluruhnya keluarganya juga sangat bersedih dengan apa yang terjadi.
Jadi Roma tahu apa yang dirasakan perempuan tua itu.
Meskipun sebenarnya Milan tak mengalaminya, karena kedua orang tuanya masih hidup dan juga lengkap.
Mereka masih mendengarkan ucapan yang dikatakan kepala prajurit kepada para anggota guild yang ada di sana.
Roma dan Milan berniat mencari kebenaran dengan menuju ke sebuah gurun kecil, markas dimana organisasi itu berada.
Mereka berdua berniat meluluhlantakkan Padova dengan organisasinya yang bernama Organisasi Death Crow itu.
Namun, karena menurut para prajurit bahwa organisasi itu sangat kuat, mereka membutuhkan bantuan dari anggota guild Eagle lainnya.
Dengan begitu mereka membutuhkan persiapan yang matang untuk menyerang markas dari organisasi kotor itu.
Setelah para prajurit kerajaan pergi, para anggota guild yang akan pergi mulai mempersiapkan segala hal.
Mereka ingin membantu dalam menyelesaikan masalah kerajaan, karena mereka tak mungkin diam saja.
Tere juga ikut membantu mereka mengurus semua itu, karena sebagai seorang ketua guild ia tak akan mungkin ikut.
Tak semua anggota guild yang akan pergi ke sana, karena mereka yang bergabung hanya dipilih yang paling kuat saja.
Mereka yang paling kuat dilihat dari level mereka, di atas S, S+, SS ataupun SSR.
Dengan begitu mereka akan dengan mudah membagi kelompok dan menyusun rencana nantinya.
Hal itu juga harus mereka persiapan dengan sangat matang.
__ADS_1
***
Di sini awal mula konflik antara Organisasi melawan Guild.
Organisasi Death Crow itu terletak di sebuah Gurun Pinggiran Kerajaan.
Organisasi ini dipimpin oleh Padova De Angelo, yang ternyata pemilik Cincin bintang Cancer, atau orang-orang biasa menyebutnya sebagai Roh Kepiting.
Dia memiliki kekuasaan yang jarang disentuh oleh orang-orang kerajaan, karena kekuatannya itu.
Bahkan banyak orang yang mengatakan bahwa tempat ini merupakan salah satu yang berbahaya di dunia ini.
Bukan hanya karena praktek iblis yang ada di dalamnya, tetapi juga karena bentuk markas ini sendiri yang seperti labirin.
Hal itu membuat Roma dan Guild Eagle yang datang ke tempat itu tidak bisa gegabah, mereka semua harus memetakan tentang bagaimana alur dari ruangan yang ada di dalam labirin.
Mereka mengumpulkan informasi dari penduduk sekitar, menculik beberapa anggota organisasi, sampai-sampai mengirimkan beberapa penyusup hanya demi mendapatkan gambaran berbagai ruangan di labirin itu, proses ini sangat panjang, sampai akhirnya pemetaan itu berhasil dilakukan.
Semua anggota Guild menyatakan perang pada Organisasi Death Crow.
Peperangan diawali dengan pertarungan terbuka di gurun kecil yang merupakan wilayah organisasi.
Dengan berbagai intrik, akhirnya anggota organisasi harus kalah dan mundur ke dalam Labirin atau Markas mereka.
Anggota Guild tidak membiarkan hal itu, mereka mengejar musuh sampai masuk ke dalam labirin, mereka terus masuk sampai akhirnya tidak sadar bahwa itu adalah jebakan.
Para Anggota Guild terjebak di sebuah lantai yang memiliki lava panas di sana sini. Semua lava itu terus mendekat ke arah mereka semua dan semakin mengecilkan pijakannya.
Namun, Roma berhasil menggunakan sebuah cara dengan menggabungkan kemampuan dari Cincin Libra & Cincin Scorpio yang ada ada dalam dirinya untuk mengarungi lautan lava itu dengan mewujudkan Kalajengking Terbang dan membawa semua anggota guild untuk bisa terbang serta mengarungi lautan lava itu.
Singkat cerita akhirnya Roma dan Guild berhasil sampai di lantai terbawah.
Di mana para anggota organisasi sudah menunggu. Disana terdapat sebuah pemandangan yang menjadi isu akhir-akhir ini.
Di mana semua gadis perawan itu dicancang di banyak tiang ruangan itu dan kemudian kulitnya disayat-sayat sampai mengeluarkan darah segar.
Semua darah yang mengalir itu ditampung di sebuah mangkok besar di bawah tiang dan dialirkan untuk membentuk sebuah Elixir Peningkat Darah, yang bisa meningkatkan kekuatan manusia.
Pertarungan sesungguhnya antara Roma melawan Padova dan Guild Eagle melawan Organisasi Death Crow dimulai.
Banyak sekali drama pertarungan di sini. Di tengah pertarungan lagi-lagi muncul fakta yang mengejutkan datang dari Si Padova De Angelo, bahwa organisasi ini merupakan rahasia kelam dari Kekaisaran.
Itulah kata-katanya sebelum mati dibunuh oleh Roma.
Dari sini Roma bisa menyimpulkan bahwa sebenarnya kekaisaran itu sama sekali tidak baik, bahkan cenderung memiliki perangai yang buruk.
Bertepatan dengan kemenangan itu, Raja Genoa Giordano datang kesana dengan semua pasukannya.
Dia tidak menyangka bahwa salah satu ancaman terbesar bagi kerajaannya sudah dimusnahkan oleh Guild Eagle, salah satu Guild terbaik di kerajaannya.
__ADS_1