
"Mana orang yang bernama Roma?!" teriak seorang perempuan yang berada di ambang pintu.
Perempuan dengan anak panah dan busur itu menaruh sekeliling mencari Roma yang entah kenapa sepertinya terlibat masalah dengannya.
"Aku orangnya. Ada apa?" ujar Roma kemudian diakhiri dengan pertanyaan.
Roma sendiri tak tahu siapa perempuan itu yang tiba-tiba saja mencarinya bahkan rasanya ia tidak pernah melihat perempuan itu sama sekali selama ia berada di guild itu.
Perempuan itu mendekati Roma dengan tatapan yang begitu tajam ada tatapan mengejek dan juga tak percaya dengan apa yang ia lihat di depannya.
Kemudian perempuan itu mencengkram bagian kerah baju dari Roma lalu berucap, "aku menantangmu berkelahi di depan guild sore nanti!"
Setelah mengatakan itu perempuan tadi berlalu pergi dari sana, sedangkan Roma malah bingung dengan apa yang sebenarnya perempuan itu lakukan. Baru saja datang tiba-tiba langsung mengajaknya berkelahi.
Beberapa anggota partai yang masih ada di ruangan itu hanya bisa diam seribu bahasa karena tak biasanya perempuan yang mereka kenal bersikap seperti itu. Sedangkan bagi Roma itu adalah hal baru, sebaru ia melihat perempuan tadi.
"Siapa perempuan tadi?" tanya Roma kemudian pada Tere.
"Kau tidak mengenalnya?" tanya balik Tere.
"Tidak, aku saja baru tahu dia. Memangnya dia siapa?"
Kemudian Tere pun menceritakan siapa perempuan itu.
Dia adalah Milan Martini. Seorang anggota guild dengan peringkat S yang luar biasa Ia menggunakan sihir panah yang setiap saat menemaninya dalam melakukan banyak misi.
Ia sangat hebat maka dari itu Ia mencapai peringkat yang cepat dalam waktu yang singkat sama seperti Roma.
Hanya saja ia tak suka bergaul dengan para anggota party lainnya, jika ada misi ia baru datang, tetapi jika tidak ia tidak tidak pernah ada di sana maka dari itu tak jarang orang tak tahu siapa dirinya sebenarnya termasuk Roma.
Dari beberapa hal Roma dan Milan memiliki kesamaan yakni mereka tidak memiliki anggota party mereka melakukan misi seorang diri.
"Lalu kenapa dia menantangku untuk bertarung?" tanya Roma kemudian.
"Apa kau pernah membuat masalah dengannya?"
"Sudah kubilang aku saja baru mengenal dirinya, bagaimana mungkin bermasalah dengan perempuan sinting itu."
"Lalu bagaimana? Apa kau menerima tawarannya itu?"
"Aku akan menerima tawaran itu, supaya ada bahan untukku berlatih."
Setelah Roma mengatakan hal itu ia pun berlalu pergi dari sana.
__ADS_1
Sembari menunggu waktu saat ia bertarung dengan Milan nanti ia harus mempersiapkan beberapa hal.
Ia tak boleh lepas kendali dan akhirnya membuat keributan yang tambah panjang, apalagi musuhnya saat ini seorang perempuan.
Meskipun ia yakin perempuan itu juga hebat, tetapi tak mungkin Ia melakukan hal-hal yang membuat seorang perempuan dalam masalah,
Karena ia tak diajari untuk menyakiti seorang perempuan. Namun, sebenarnya ia lebih menekankan konsep kesetaraan gender di mana laki-laki dan perempuan sama.
Sayangnya masalah bertarung maka seorang perempuan akan berdalih bahwa laki-laki tidak boleh memukul seorang perempuan, tetapi sepertinya hal itu tidak terjadi pada Milan karena perempuan itu sendiri yang menentang dirinya.
"Apa sebenarnya yang diinginkan perempuan itu?" tanya Roma pada sistemnya.
[Tuan akan tahu jika sudah berhadap-hadapan dengan perempuan itu]
Bener apa yang dikatakan sistem ia harus menunggu sampai benar-benar bertarung dengan Milan karena sistem tak mungkin menjawab apa yang belum terjadi.
Padahal Ia pikir hari itu ia bisa tenang tidak menjalankan misi tetapi ternyata ia malah terlibat konflik yang biasanya tak tahu masalahnya apa perempuan itu tiba-tiba datang mengajaknya lalu pergi begitu saja.
Seolah Milan memiliki masalah yang begitu besar dengan Roma meskipun Roma sendiri tak tahu masalah itu apa.
"Sepertinya perempuan itu menyukaimu makanya dia mencari-cari alasan untuk bertemu denganmu atau bahkan mengajaknya bertarung kemudian ia dan dirimu semakin dekat." Begitu kata Leo yang entah datang datang dari mana.
"Hah? Memangnya ada orang yang seperti itu? Apa juga yang harus disukai dari diriku aku sendiri Bahkan tak yakin pernah menyakiti seseorang," kata Roma.
"Perempuan itu kadang makhluk aneh untuk mengungkapkan perasaannya saja ia harus mencari-cari alasan dan bertingkah seolah dia harus dimengerti."
"Kau seekor kucing tapi mengerti banyak hal tentang perasaan perempuan atau jangan-jangan kau sebenarnya kucing betina."
"Kau tak melihat ada dua bola kecil yang bergantung di antara kedua Paha aku?"
"Entah aku bakal selama ini tak pernah memikirkan hal itu Dan aku baru melihatnya sebelah kau mengatakannya."
Setelah mengatakan hal itu Roma langsung melihat di antara kedua paha Leo ternyata memang ada dua biji kecil ternyata dia kucing jangan.
Namun, pembahasan itu tidak ada hubungannya dengan apa yang akan terjadi pada dirinya nanti.
***
Waktu yang ditunggu pun tiba Roma dan Milan kini telah berada di depan gedung guild.
Yang mana mereka akan bertarung Sesuai dengan keputusan yang dikatakan Milan tadi.
Saat itu banyak orang yang ada di sana untuk menonton pertarungan yang mungkin seru antara dua orang yang begitu kuat.
__ADS_1
Para penonton itu adalah anggota party yang sengaja mengunjungi misi mereka untuk melihat Roma dan Milan bertarung.
"Sebelum bertarung aku ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi?"
Namun, bukannya menjawab pertanyaan Roma, Milan malah langsung mengeluarkan kekuatannya ia mengeluarkan anak panahnya tepat mengarah ke Roma untung Roma bisa menghindar dan membuat perisai di sekeliling tubuhnya jika tidak ia pasti terkena panah dan kekuatan yang begitu tinggi itu.
Roma bisa merasakan Setiap anak panah yang dikeluarkan oleh Milan memiliki mana yang cukup besar.
Sampai-sampai yakin Barangsiapa yang terkena anak panah itu pasti akan mati dengan mudah.
[Perempuan itu memiliki cincin bintang Sagitarius, Tuan]
Perkataan sistem itu langsung membuat Roma sadar dan melihat bahwa memang ada cincin yang melingkar di jari Milan.
Ternyata Milan adalah pengguna cincin bintang juga tetapi Mengapa Iya baru menyadari hal itu.
"Pantas saja perempuan itu memiliki kekuatan yang luar biasa."
[Karena memang cincin Sagitarius itu memberikan banyak mana pada anak panah yang perempuan itu miliki. Tuan harus mendesak perempuan itu sampai mengeluarkan kekuatan cincin bintang yang sesungguhnya]
[Jika tidak bisa mengambil cincin bintang dari perempuan itu maka Tuan buat saja ia menjadi teman kemudian menjadi sebuah party]
Mendengar ucapan sistem itu sebenarnya Roma sedikit bingung karena ia selama ini tidak pernah membentuk party dengan siapapun.
Namun, jika diharuskan ia akan membuat party itu sebab saat ini ia sudah menemukan siapa pemilik dari cincin bintang selanjutnya dia yakin tak bisa memaksa Milan untuk memberikan cincin itu padanya.
Maka jalan satu-satunya adalah mengajak Milan untuk bergabung dengan dirinya itu hanya siasat supaya cincin itu tidak berpindah tangan ke orang yang tidak tepat.
Jika sampai cincin bintang itu jatuh ke tangan orang yang salah maka seperti yang sudah terjadi sebelumnya dunia akan mengalami masalah yang tidak baik-baik saja.
Kemudian Roma dan Milan terus saja bertarung namun Roma sebenarnya lebih banyak menghindar karena tak ingin menggunakan banyak maknanya melawan Milan apalagi Milan terus melancarkan serangan dari anak panah yang mereka kekuatan hebat itu.
Para penonton terus bersorak melihat keduanya yang bertarung seolah itu sebuah pertunjukan yang luar biasa meskipun saat ini halaman gedung Guild sudah berantakan beberapa tanah berlubang karena anak panah yang dikeluarkan oleh Milan tadi.
Pertarungan keduanya cukup alot, disisipi dengan berbagai fakta mengenai mengenai keluarga Martini yang merupakan Ksatria Pemanah Kerajaan.
Namun, ia sendiri menentang keluarganya sendiri dan ingin hidup bebas dengan bergabung dengan Guild Petualang. Roma juga menceritakan sedikit mengenai tujuannya berkeliling dunia.
Dan akhirnya Roma tahu alasan Milan marah dan menantangnya bertarung adalah karena Roma sudah bisa mengungguli peringkatnya.
Padahal Milan lebih dulu datang daripada Roma.
Meskipun akhirnya pertarungan itu dimenangkan oleh Roma dengan sangat telak.
__ADS_1
Walaupun Milan sempat tanpa sengaja mengeluarkan kekuatan dari Cincin Sagitarius, dimana dia menggunakan Jutaan Panah Suci untuk menyerang Roma.