SISTEM DUA BELAS CINCIN

SISTEM DUA BELAS CINCIN
050 - AKHIR DARI SEGALANYA!


__ADS_3

“Kaisar Salerno, pada akhirnya kita bertarung juga,” ujar Roma.


“Kau adalah anak kemarin sore, Roma. Jangan menganggap dirimu hebat. Kalau memang kau hebat, lawan aku. Aku tak takut sama sekali denganmu!” Kaisar Salerno menantang Roma.


Roma memang menunggu hari ini tiba. Hari di mana dia membunuh orang-orang yang telah membantai keluarganya dengan sangat kejam.


Ini adalah hal yang membuat Roma akhirnya setuju melakukan misi yang diberikan oleh raja Genoa dulu.


“Aku akan membuatmu berlutut dan meminta maaf atas semua dosa dan kesalahan yang telah kau perbuat!” ujar Roma.


“Aku sama sekali tak membuat dosa apa pun. Jangan membuatku merasa bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi,” ujar Kaisar Salerno.


“Apa kau tak menyesal? Kau tak ingat bahwa beberapa tahun lalu, kau membunuh keluargaku dan membantainya secara membabi buta. Bukan hanya keluargaku, semua anggota sekte yang dibentuk oleh kakekku kau habisi!


Apa kau tak menyesalinya? Jika sedikit saja ada rasa sesal di hatimu, aku mungkin akan mempertimbangkan untuk memaafkan kau yang telah begitu luar biasa membuat semua orang hidup dalam kesengsaraan.”


Roma mengatakan itu dengan emosinya yang masih terus ia tahan.


“Aku melakukannya karena mereka semua menentang kekuasaanku. Mereka berkata bahwa aku adalah kaisar yang bodoh dan hanya bisa berdiam diri! Aku membalaskan rasa sakit hati yang selama ini dibuat oleh keluargamu. Terlebih, sekte itu dibentuk untuk menentang kekuasaanku!”


“Kekuasaanmu wajib ditentang Salerno! Kau memang harus mendapat lawan yang setimpal. Dulu, ayahku mungkin kalah melawan kekejaman dan pembunuhan berantai yang telah kau lakukan.


Bukan hanya ayahku, seluruh rakyat ibu kota merasakannya. Kau begitu sadis dan kejam menghukum dan membantai mereka yang tak memiliki pendapat yang sama! Kau adalah kaisar anti kritik yang wajib turun dari tahtamu, sekarang!” Roma mencibir Kaisar Salerno De Santis dan ingin pria itu turun dari tahtanya. Sayangnya, kaisar Salerno tak mau mengabulkan permintaan Roma.


“Dasar bocah! Kau tak akan mampu menurunkanku dari tahta ini. Jika mampu, bunuhlah aku! Kau bisa membunuhku untuk menurunkan aku dari tahta.


Jangan pernah mencoba mengatur kaisar Salerno De Santis. Kau hanya anak kemarin sore yang sok merasa menjadi pahlawan karena sudah membantai semua anak buah dan orang suruhanku. Sekarang, giliranmu untuk mati. Bukan aku!” Kaisar Salerno De Santis dengan penuh percaya diri melawan Roma.


Pria itu mengeluarkan cahaya merah untuk melawan musuhnya. Sementara Roma, dia mengerahkan seluruh kemampuannya.


Tak hanya kemampuan mana sihir dari sistem  tetapi juga Roma menggunakan kemampuan dari empat cincin bintang yang saat ini sedang dipakainya.


Dia melawan Kaisar Roma dengan membabi buta dan tanpa ampun. Roma sudah lama ingin melakukan ini.


“Kau tak akan kubiarkan hidup, Salerno! Terima hukumanmu!” teriak Roma.


Pertarungan mereka cukup sengit, saling adu kekuatan dengan dahsyatnya.


Hingga cahaya kilat putih seperti petir menyambar kaisar Salerno. Itu adalah seluruh kekuatan yang dimiliki oleh Roma. Salerno terpelanting jauh dan dia mengeluarkan darah.

__ADS_1


Kaisar Salerno sekarat karena kekuatan Roma yang begitu besar.


Bahkan, dia sama sekali tak percaya bahwa akan mengalami nasib yang mengenaskan seperti ini di tangan Roma, anak dari salah seorang yang mati di tangannya dulu.


“Sudah kukatakan, kau akan mati mengenaskan jika melawanku! Sekarang, terima kekalahanmu dan turun dari tahtamu!” Roma mencoba memperingati Kaisar Salerno.


Namun, kaisar Salerno masih berusaha untuk tetap melawan Roma. Dengan usahanya, dia berusaha membalas apa yang dilakukan Roma terhadapnya.


“Aku tak akan membiarkanmu merebut posisiku, Roma. Te ... terima kekalahanmu.” Kaisar Salerno berusaha mengeluarkan kekuatannya.


Namun, yang terjadi di luar kemauannya. Penguasa Ibu kota dan seluruh negeri itu mengalami batuk darah dan akhirnya mati sebelum membalaskan perbuatan Roma.


Peperangan dimenangkan oleh Roma. Semua pasukan yang mendukung Roma bersorak penuh kemenangan.


Mereka merasa gembira karena pada akhirnya, kaisar yang jahat dan zalim sudah tidak ada lagi dan mati di tangan pahlawan yang terkenal di seantero negeri.


“Hidup pahlawan Roma! Hidup pahlawan Milan! Hidup pahlawan Leo! Hidup Raja Genoa!” Semua orang bersorak karena pada akhirnya, kejahatan telah musnah dan masa kejayaan kaisar Salerno De Santis yang terkenal dengan kezalimannya berakhir.


***


Waktu berlalu setelah perang itu begitu cepat Roma pun bukan hanya menjadi raja kini, tetapi malah dilantik sebagai seorang Kaisar yang baru.


Roma menjadi penguasa baru dari sebuah Kekaisaran yang begitu besar.


Saat itu, Roma melihat seorang wanita cantik di hadapannya.


Jujur dia sangat tertarik dengan sosok tersebut, karena seumur hidup, keinginan Roma yang kali ini yang baru terwujud.


Sudah lama dia menyukai Milan, pertemuan dengan gadis itu tidak disangkanya akan memiliki akhir seperti ini.


Meskipun kadang saat bersama mereka sering sekali bertengkar.


“Apa kau yakin jika kita sudah resmi menjadi pasangan?” tanya Roma.


Saat itu dia terlihat menatap datar ke arah Milan yang sedang duduk di depannya.


“Iya. Aku yakin. Aku memastikan kau sudah menjadi suamiku.”


Mereka hidup bahagia. Dalam dunia manusia, menikah adalah bentuk dari cinta yang abadi.

__ADS_1


Roma dan Milan saling tatap. Mereka terlihat begitu romantisme dan tidak menunjukkan ekspresi wajah keberatan. Pernikahan itu adalah pernikahan tulus yang dijalankan dan dirasakan oleh dua belah pihak secara ikhlas. Milan mencinta Roma, begitu pula dengan Roma yang menganggap Milan adalah istri terbaiknya.


“Apa kau benar-benar bertahan denganku? Aku banyak kurangnya. Jangan pergi meninggalkan aku, Roma.”


Milan terlihat begitu takut jika Roma meninggalkan dia. Sementara di satu sisinya, Roma juga terlihat begitu takut menatap wajah Milan.


Dia mengira perempuan itu akan meninggalkan dia.


Kekhawatiran antara Roma dan Milan membuat mereka bimbang. Tidak tahu apa yang harus dipikirkan, karena sepasang suami istri tersebut sama-sama menakutkan diri sendiri untuk saling meninggalkan. Padahal tidak, benar-benar tidak mungkin terjadi, karena Milan dan Roma saling mencintai.


***


Acara pernikahan pun tiba. Roma dan Milan saling pandang di singgasana. Pernikahan damai yang mereka rasakan dan jalani sekarang terlihat begitu menenangkan. Roma tersenyum. Begitu pula dengan Milan. Mereka sama-sama merasa sudah sampai ke puncak bahagianya masing-masing.


“Aku bahagia menikah denganmu.”


“Aku juga bahagia, Roma. Terima kasih.”


Menikah dengan Roma adalah anugerah untuknya. Milan begitu bahagia. Dia pun juga turut merasa bangga. Ini akan dijadikan sejarah tentang hidup yang benar-benar beruntung. Milan tahu di mana dia harus menempatkan posisinya, begitu juga dengan Roma.


Jika dipikir-pikir, mereka memang belum lama kenal. Perkenalan itu membuka portal kedekatan dan akhirnya menikah jadi jalan pilihan.


Banyak yang menghadiri acara mereka. Milan dan Roma saling mencintai dalam damai. Mereka hidup di dunia, abadi untuk selamanya. Semesta yang dianggap paling spesial adalah tempat mereka berbagi rasa.


Keduanya menerima kekurangan masing-masing.


Setelah melewati berbagai masalah hidup dan hiruk pikuk kesulitan hidup, kini Roma menemukan titik terang.


Dia bersama dengan Milan sama-sama bahagia, ketika tahu mereka adalah sepasang kekasih yang dipertemukan Tuhan untuk menjadi pasangan.


Milan menikah dengan Roma. Keduanya resmi menjadi suami istri.


Milan menjadi ratu dari istri seorang Kaisar. Ia tak lagi menggunakan nama Martini lagi, tetapi sudah menyandang nama Raffa.


Selain itu setelah mengumpulkan 12 cincin bintang, Roma sudah melarang penggunaan dari 12 Cincin Bintang dan ia pun mengumpulkannya ke dalam Penyimpanan Sistem.


Legenda yang mengatakan bahwa 12 Cincin Bintang itu adalah kunci menuju gerbang lain adalah kebohongan semata.


Sebab pada dasarnya 12 Bintang ini mewakili Elemen Dasar yang membentuk dunia itu dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan dunia lain.

__ADS_1


Meskipun Roma sudah menyatukan dunia sistem masih ada bersama dengannya dan ia pun mulai menikmati hidup bahagianya.


TAMAT


__ADS_2