
"Kita pergi sekarang?" tanya Roma saat melihat Milan tengah bersama dengan Tere.
"Ah kau sudah siap?" tanya Milan balik.
Roma mengangguk mendengar hal itu.
"Anggota guild yang lain sudah pergi ke sana, kita juga lebih baik ke sana," kata Tere.
Sepertinya semua anggota guild yang ada di sana ikut ke pesta kemenangan itu. Begitu juga dengan Tere pastinya.
Karena Tere adalah bagian terpenting dari guild, maka dari itu ia pasti diundang ke sana.
Mereka pun kemudian keluar bersama, sesaat setelah Tere menutup mansion guild itu.
Tak lupa Roma membawa Leo juga digendongannya meskipun tak lama lagi pasti Leo akan pergi.
Padahal tadi ia pikir Leo tak akan kembali karena menghilang sesaat setelah ia bangun dari tidurnya.
Namun, ternyata dengan santainya ia datang kembali dan mengatakan bahwa ia lapar dan ingin makanan.
Kucing jahanam memang, datang dengan seenaknya, tanpa dosa dan meminta makan.
Tetapi kucing memang tak memiliki dosa sama sekali, karena ia hanya seekor binatang biasa saja, tak lebih.
"Kau pasti ingin makan yang banyak kan di sana," kata Roma pada Leo saat mereka berjalan di belakang.
"Memang kau pikir, di sana kau tak makan banyak. Makanan pesta pasti enak-enak tidak seperti makanan yang kau belikan untukku." Leo menjawab dengan menggerutu.
"Heh, makanan yang kau makan, juga aku makan jadi sama saja."
Leo tak berbicara lagi, kemudian Roma berjalan mendekati Milan dan Tere.
Karena perjalanan menuju ibu kota istana tidak begitu jauh, mereka pun hanya berjalan kaki saja.
Roma tak masalah dengan hal itu, karena ia juga menyukainya. Meskipun harusnya bisa terbang, karena di sekeliling ibu kota banyak sekali penyihir yang lalu lalang di sana.
Namun, jika tidak begitu Roma tak akan melatih otot kakinya, yang sering ia gunakan untuk terbang.
Mungkin hanya dalam pertarungan saja ia menggunakannya, tetapi itu sangat jarang sekali, bahkan setelah itu tak ada lagi.
Maka dari itu ini saat yang tepat untuk dirinya, sembari menikmati pemandangan ibu kota kerajaan sihir yang luar biasa itu.
Sesampainya di Ibu kota Kerajaan, Roma dan Milan mendapatkan hadiah paling baik, karena kontribusi mereka yang sangat banyak dalam penghancuran organisasi itu.
Mereka berdua mendapatkan gelar pahlawan dari Sang Raja Genoa. Mereka berdua juga mengakrabkan diri dengan Sang Raja yang ternyata masih sangat muda.
Namun, memiliki sebuah kebijaksanaan tinggi dan rasa keadilan yang besar dalam memimpin kerajaan itu.
"Kalian sudah datang, Roma dan yang lainnya?" tanya sang raja ketika saat tahu bahwa langkah kaki yang berbeda di antara para prajurit dan anggota istana pada umumnya.
__ADS_1
Roma, Milan dan yang lainnya pun mengangguk tanda mengiyakan. Mereka lalu mendekat dan berdiri tepat di samping saja.
Tepat setelah itu, terdengar suara ramai-ramai orang yang mulai berteriak, menyebut nama guild Eagle.
"Tenang, rakyat-rakyatku! Suatu kehormatan bagiku untuk bisa menyampaikan penyambutan atas kemenangan yang berhasil kita raih."
"Sekarang, lingkungan kita sudah aman dan damai. Tidak ada yang perlu kita cemaskan kembali.
Semua itu terjadi berkat usaha dan kerja keras kalian semua. Termasuk pahlawan baru kita, Roma dan anggota guild lainnya," kata sang raja yang membuat Roma dan anggota guild langsung menerbitkan senyuman penuh artinya.
Tentu, tak pernah ada dalam benak Roma sebelumnya jika ia akan menjadi seseorang yang berdiri tepat di samping sang raja seperti sekarang ini.
Suatu kebanggaan terbesar dalam hidupnya atas kejadian yang luar biasa ini.
"Sekarang, kalian semua! Bisa memanggil Roma dan yang lainnya sebagai pahlawan yang telah menyelamatkan kerajaan kita. Mereka semua adalah pahlawan, Orang-orang terbaik kita!" sambung sang raja mengakhiri sesi sambutannya.
Tak berselang lama setelah itu, suara hiruk-pikuk orang-orang yang meneriaki Roma dan lainnya.
Mereka adalah pahlawan, ucapan yang menggema keras hingga ke seluruh ibu kita.
Setelah selesai dengan sambutan itu pesta kemenangan itu berlangsung dengan sangat meriah.
Sedangkan Roma dan yang lainnya ikut raja masuk ke dalam istana.
"Aku tidak menyangka dengan kalian yang tidak banyak, kalian bisa mengalahkan para musuh itu." Begitu kata sang raja.
Perkataan itu dibenarkan oleh yang lainnya, sang raja semakin yakin bahwa mereka adalah orang-orang yang pantas untuk menjadi pahlawan.
Terutama Roma, karena dari kabar yang beredar bahwa peperangan ini sebenarnya dimenangkan oleh Roma.
Roma yang melawan pemimpin tertinggi dari organisasi death crow.
Organisasi yang begitu berbahaya, mereka sudah merencanakan banyak hal untuk mendapatkan kekuatan dari para iblis untuk menghancurkan dunia.
Dan mereka mengorbankan para gadis muda untuk mendapatkan semua hal itu.
Jika bukan karena ia mengusik para rakyatnya, mungkin sang raja tak akan pernah mengurus akan kejadian mengerikan itu.
Namun, sebagai seorang raja ia harus menjaga para rakyatnya dari masalah apapun.
***
Setelah dirasa cukup akrab, tak disangka Raja Genoa tiba-tiba saja menjelaskan mengenai sebuah permasalahan lain.
Dimana kerajaannya tengah menghadapi sebuah krisis besar karena tidak dalam menarik uang yang besar dari para pedagang.
Semua itu karena ayahnya dulu ditipu oleh Asosiasi Pedagang dan membuat peraturan yang sangat merugikan kerajaan tersebut.
Dan perkiraan paling dekat adalah kekuasaan akan berpindah tangan kalau sampai Raja Genoa tidak melakukan apa-apa selama lima bulan dari sekarang.
__ADS_1
Awalnya Roma sama sekali tidak tertarik dengan masalah internal kerajaan itu.
Namun, sistem memberitahukannya bahwa raja Genoa ini adalah pemegang Cincin Taurus.
Alhasil, Sistem memberikan misi untuk membantu dan menjadikan Raja Genoa ini sebagai sahabatnya.
Semua dilakukan agar Cincin Bintang ini tidak jatuh ke tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Akhirnya Roma memberikan pertolongan dengan cara mendatangi Asosiasi Pedagang.
Roma datang bersama dengan Kucingnya Leo dan Milan, mereka datang dengan wajah yang sangat tidak bersahabat sama sekali.
Karena mereka bukanlah orang yang takut mendapat penghinaan dari masyarakat, mereka berniat menggunakan kekerasan pada para pedagang yang telah menjebak keluarga kerajaan itu.
Benar saja setelah kedatangan itu, Para Petinggi Asosiasi Dagang langsung memanggil semua pengawal terkuat mereka masuk ke ruang perundingan.
Karena mendapatkan firasat bahwa Roma tidak datang dengan baik-baik saja.
Perdebatan panjang mengenai pengubahan peraturan dan alur keuangan yang masuk ke kerajaan itu sangat alot, baik dari Roma maupun petinggi asosiasi saling ngotot dalam mengeluarkan pendapat.
Sampai akhirnya Roma bertarung dengan semua orang.
Hari itu kehancuran Asosiasi Pedagang sangatlah nyata, mereka semua dibunuh oleh seseorang yang tidak diketahui, bahkan alasan kenapa mereka semua dibunuh masih belum diketahui.
Disini peran Roma sebagai karakter yang kejam untuk kepentingan sang Raja Genoa berakhir.
Sejak hancurnya Asosiasi Pedagang itu, Kerajaan kembali mendapat pemasukan yang sangat besar, mereka semua juga menyembunyikan fakta mengenai Roma yang membantai Asosiasi Pedagang itu.
Namun, yang tak disangka adalah Asosiasi Pedagang itu adalah cabang dari Asosiasi Pedagang yang ada di Ibu kota Kekaisaran.
Pemimpin mereka yang bernama Ravenna De Ville sangat marah dengan hal tersebut.
Sampai ada beberapa orang khusus yang ditugaskan untuk mencari siapa sebenarnya yang sudah membantai Asosiasi Pedagang Cabang itu.
Namun, mereka semua tidak bisa menemukannya dan menuduh Kerajaan milik Raja Genoa ada dibalik semua ini.
Tentu saja Raja Genoa tidak terima dengan hal itu, karena kekuasaan Asosiasi Pedagang itu ternyata sangat-sangat kuat.
Sampai bisa menggerakkan opini kekaisaran untuk menghancurkan mereka.
Dari sini Roma seperti bisa melihat bahwa cara penghancuran ini mirip dengan apa yang terjadi di keluarganya dulu.
Alhasil dia bersama dengan yang lain berniat menentang dan menghancurkan Asosiasi Dagang secara penuh, mereka berniat pergi ke ibukota kekaisaran.
Namun, sebelum itu mereka harus mampu menyusun rencana untuk mengalahkan mereka semua.
Karena mereka yakin Asosiasi itu bukanlah perkumpulan pedagang biasa.
Sebab pastinya mereka memiliki kekuatan yang cukup.
__ADS_1