SISTEM DUA BELAS CINCIN

SISTEM DUA BELAS CINCIN
032 - TERBANGUN DARI TIDUR


__ADS_3

[Sistem kembali aktif. Tubuh diperkuat]


“Kau sudah bangun?” tanya Milan begitu ia masuk ke dalam kamar Roma dan menyadari bahwa Roma sudah bangun.


Ia awalnya terkejut, begitu sampai di guild Roma tak kunjung bangun, ia takut Roma akan mati karena kelelahan.


Namun, Tere mengatakan pada Milan bahwa hal itu biasa terjadi pada Roma, jika dirinya terlalu banyak menggunakan kekuatan mana sihirnya.


Sudah beberapa kali hal itu terjadi, awalnya Tere pun terkejut dan anggota lainnya khawatir, tetapi nyatanya Roma bisa kembali sehat seperti sebelumnya dan tak ada masalah berat yang mengganggu tentang itu.


“Kau tak perlu khawatir, mungkin dua sampai tiga hari ia akan terbangun.” Begitu kata Tere saat itu. “Kau siapkan saja nanti makanan untuknya pada hari kedua, ia biasanya jika sudah bangun pasti lapar.”


Milan yang awalnya khawatir, tak lagi memikirkan hal itu, ia malah mengurus Roma yang tertidur dan juga Leo sembari memberinya makan.


Awalnya Milan dan Leo yang tak begitu akrab, sejak Roma tidur mereka menjadi akrab.


Dua hari Roma tertidur, Milan menjalankan satu misi bersama dengan Leo, keadaan itu membuat keduanya menjadi dekat.


Leo pun tak masalah, lagipula ia juga bosan berada di sekeliling Roma yang sering sekali tertidur, padahal ia ingin sekali bebas dan tak terkekang dengan hal itu.


“Kau tertidur selama dua hari,” jawab Milan kemudian.


Roma mencoba bangkit dan kini duduk. Milan berusaha mendekati Roma untuk membantunya duduk.


“Tidak perlu, aku tidak sakit sama sekali, tubuhku sudah sangat sehat. Aku hanya butuh istirahat saja,” sambung Roma.


Milan mengerti dengan apa yang dikatakan Roma itu, kemudian ia mengambil makanan yang tadi sudah disiapkannya.


“Aku membawakanmu makanan, memang bukan buatanmu, tetapi ini mungkin cukup mengisi perutmu setelah kosong dua hari,” kata Milan sambil memberikan makanan itu pada Roma.


Roma menerima makanan itu sambil mengulas senyum.


“Terima kasih, pasti Paman Tere yang mengatakan hal ini, bukan?” Milan mengangguk. “Aku memang sering lapar jika sudah bangun tidur begitu.”


“Cepatlah makan dan pulihkan dirimu, kau tak ingin terus tertidur begitu, kan.”


“Aku sudah tidak apa-apa. Aku sembuh tak ada masalah, lagi pula aku sudah bilang kalau aku tidak sakit sama sekali.”


“Tapi aku khawatir dengan keadaanmu, aku takut terjadi sesuatu yang buruk padamu.”


“Tenang saja, ini hal biasa yang terjadi padaku. Memang setelah menggunakan mana yang begitu besar, aku pasti tertidur, tetapi ini cukup singkat menurutku biasanya tiga hari.”

__ADS_1


Ucapan Roma itu mengingatkan pada dirinya sendiri, bahwa ternyata lama-lama tubuhnya mulai bisa terkoneksi dengan sistem itu, dan sekarang tidurnya memiliki jangka yang pendek.


Jika terus begitu, mungkin dalam waktu yang singkat ia tak akan tertidur lagi setelah hal ini.


Ia menunggu hal itu juga, karena ia tak mau jika suatu saat melawan musuh yang begitu kuat dan hebat malah tak sadarkan diri.


Maka dari itu ia akan terus berusaha untuk melawan hal itu.


Sedangkan Milan saat ini tengah terpikir tentang keadaan Roma, dengan kekuatan yang Roma miliki saat ini ternyata kekuatan Roma juga memiliki efek samping yang cukup besar.


Bahkan Roma bisa tertidur sampai dua hari. Hal itu cukup membuatnya dalam masalah meskipun tidak begitu besar untuknya.


“Selama aku tertidur apa yang kau lakukan?” tanya Roma sembari makan.


“Bukan aku, tetapi kami. Aku dan Leo menjalankan satu misi, sembari berjalan-jalan, karena sepertinya Leo kesepian sejak kau tertidur,” jawab Milan.


Roma kemudian menatap ke arah Leo yang hanya menjilati bulu di tangannya. Sepertinya mereka sudah sangat dekat. Sejak Milan tahu bahwa Leo memiliki kekuatan mereka tak akur, tetapi sekarang berbeda.


“Sepertinya ia mulai senang denganmu, jangan-jangan Leo menganggap dirimu majikan barunya.” Roma mengatakan hal itu dengan menatap tajam ke arah Leo.


Sedangkan Leo membalas tatapan itu dengan mata malasnya dan tak peduli. Leo lalu turun dari tempat tidurnya dan berlalu pergi dari kamar itu.


“Kucing itu memang gampang sekali bosan, makanya ia sering pergi entah ke mana, mungkin juga mencari para betina, karena ia tak bisa makan sembarangan.”


“Benar katamu, Leo kucing pemilih. Aku memberikannya tulang ia memilih daging matang, apalagi ia tak mau daging mentah. Padahal biasanya seekor kucing ataupun singa gemar memangsa daging mentah.”


“Itu berbeda dengan Leo, tak bisa kau samakan. Dia itu kan kucing yang berbeda dari kucing lainnya.”


Milan hanya mengangguk saja mendengarkan apa yang dikatakan Roma itu, tentang Leo si kucing hitam yang begitu menggemaskan.


Sampai kemudian ia teringat sesuatu hal yang sangat penting.


“Ah iya, aku baru ingat. Raja mengatakan bahwa kita diundang ke istana untuk menghadiri pesta kemenangan.” Begitu katanya.


“Pesta kemenangan?” tanya Roma meyakinkan dengan ucapan Milan itu.


“Setelah kita menyelesaikan peperangan melawan Organisasi itu, kita diminta untuk datang dengan anggota guild yang lainnya. Dan kau inti pesta itu.”


“Kapan acara itu?” tanya Roma lagi.


“Sore ini di istana, pesta kemenangan itu akan menjadi pesta rakyat jadi semua orang akan datang ke sana dan yang pasti akan sangat meriah.”

__ADS_1


Roma mengerti dengan apa yang dikatakan Milan itu. sepertinya sang raja menganggap dirinya sebagai seorang pahlawan, karena sudah menyelamatkan kerajaannya dari marabahaya yang menakutkan.


“Kita kan datang nanti, sekarang mungkin aku butuh membersihkan diri dan beristirahat sejenak. Setelah makan aku juga ngantuk lagi,” kata Roma.


“Kalau begitu aku akan keluar.”


Setelah mengatakan hal itu Milan pun berlalu, keluar dari kamar milk Roma itu.


Sedangkan Roma masih berbaring di tempat tidurnya, meskipun tubuhnya cukup fit dan sehat, ia hanya malas saja untuk bangun dari sana, karena ditambah udara yang sejuk enak sekali untuk mengistirahatkan diri sendiri.


Hal yang sangat sulit ia lakukan dulu saat masih di dunia sebelumnya. Jangankan untuk menikmati kasurnya yang empat, hari libur saja ia tetap bekerja.


Tak peduli musim berganti, baik dingin maupun panas ia harus mencari uang terus menerus.


Bahkan ia tak bisa seperti ini, menatap pemandangan luar yang begitu indah, karena apartemennya dulu memang dikelilingi banyak gedung meskipun tidak begitu tinggi.


Sebab di negaranya tak memperbolehkan banyak gedung yang dibangun dengan tinggi, untuk mengurangi banyak dampak, salah satunya dampak yang paling terlihat adalah globalisasi.


Padahal rumah kaca dan polusi ada di mana-mana, dan emosi karbon juga sangat membayakan sekali.


Setelah memikirkan hal itu Roma terpikir tentang cincin bintang Cancer yang baru saja ia dapatkan.


“Sistem keluarkan ketiga cincin bintang itu,” kata Roma.


[Tiga cincin bintang dikeluarkan. Kekuatan ketiganya disegel]


Setelah itu keluarlah tiga cincin bintang yang ada di depannya. Cincin bintang Libra miliknya, Scorpio milik Lucca de Luca, dan Cancer milik dari ketua organisasi itu.


Namun, kini semua cincin itu sudah menjadi miliknya dan harus ia harus menjaganya dengan sekuat tenaga, jika tidak cincin itu bisa jatuh ke tangan orang yang jahat dan pasti akan digunakan berbuat onar.


Sama seperti saat digunakan Lucca de Luca dan ketua organisasi death crow itu. mereka menggunakan dengan semena-mena dan menakutkan orang lain dengan hal itu, untung saja Roma berhasil mengambilnya kembali.


Jika tidak mereka akan terus membuat teror kepada orang lain, meskipun Roma harus membunuh keduanya.


Karena jika mereka masih hidup, tak mungkin mereka mau menyerahkannya begitu saja.


Mereka sudah tergiur dengan kekuatan cincin bintang yang sangat luar biasa itu.


Sebagai pemilik mereka bebas menggunakan cincin bintang itu, sedangkan cincin bintang hanya akan digunakan oleh pemiliknya, tak peduli pemakainya itu jahat maupun baik.


Begitu konsep yang dikatakan sistem pada Roma. Maka dari itu cincin bintang harus bersama dengan orang yang tepat sampai kapan pun.

__ADS_1


__ADS_2