
"Kau tak pernah bilang bahwa Leo bisa berubah bentuk menjadi singa raksasa," kata Milan kemudian.
"Apa kau tidak tahu hal itu?" tanya Roma seolah terkejut.
"Bagaimana aku tahu kalau kau tidak mengatakannya."
"Kau tidak bertanya padamu."
"Mana mungkin akun terpikir akan hal itu. Aku kira dia hanya kucing hitam yang lugu dan polos."
Lugu dan polos? Roma hampir saja meludah mendengarkan perkataan Milan dengan pujian itu.
Sedangkan Roma melihat Leo dengan tatapan aneh, seorang tak suka akan pujian itu.
Leo sepertinya tak peduli.
"Kau pikir kenapa Leo sampai diperebutkan orang?"
"Mungkin karena ia menggemaskan, jadi semua orang ingin memilikinya."
Roma sudah tak kuat lagi dengan pujian Milan pada Leo itu. Hingga akhirnya Roma mengatakan bahwa kekuatan Leo itu berasal dari cincin bintang yang ada di kalungnya.
Cincin itu memberikan kekuatan Leo untuk merubah tubuhnya menjadi seekor singa raksasa dengan kekuatan yang hebat.
"Selain itu Leo juga memiliki beberapa sihir yang bisa ia gunakan. Makanya aku sering melepaskannya, karena ia bukan seperti kucing pada umumnya." Begitu kata Roma.
Milan memperhatikan Leo yang sedang digendong Roma. Milan berniat menyentuh Milan, tetapi dengan spontan Leo mengeluarkan cakarnya.
"Ganas, seperti hewan liar." Milan mengulurkan memegang Leo.
"Sekarang kau sudah tahu, jadi ia sensitif padamu." Roma mengelus-elus kepala Leo.
Milan merasa aneh dengan kucing yang seperti itu, apa mungkin karena cincin bintang yang ada padanya, makanya kucing itu memiliki kekuatan yang luar biasa?
Memang cincin bintang itu ternyata memengaruhi banyak hal.
Meskipun begitu ia masih bertanya, mengapa Roma seolah tak terpengaruh akan kekuatan cincin bintang itu.
Roma seolah biasa saja, ia hanya menggunakan kekuatannya tak sampai menggunakan kekuatan cincin bintang.
Walaupun begitu ia tetap saja memiliki kekuatan yang hebat, meskipun Roma mengatakan sendiri bahwa kekuatan itu berada dari keluarganya yang dulu pengguna sihir kuno.
Sebenarnya hal itu wajar, karena menurut yang ia tahu pengguna sihir kuno memiliki kekuatan yang luar biasa.
Begitu juga sepertinya yang dikatakan Roma, meski Roma tidak mengatakan bahwa dirinya pengguna sihir kuno.
Selain itu saat berada di dekat Roma, Milan bisa merasakan aura mana yang begitu hebat mengalir di tubuh Roma.
__ADS_1
Meskipun ia tak tahu sehebat apa, tetapi ia yakin bahwa kekuatan sihir bukan hal yang main-main.
Buktinya saja Roma memperlihatkan kekuatannya, tanpa harus bersusah payah mengeluarkan sihir miliknya.
Roma juga tidak menggunakan perantara sihir, seperti tongkat atau benda lainnya. Juga tidak merapalkan mantra apapun.
"Aku ingin bertanya padamu, tentang satu hal yang sedikit penting," kata Milan kemudian.
Tak seperti biasanya, sepertinya pertanyaan itu cukup penting yang mungkin sudah disimpan Milan sejak lama.
Roma tak ingin menduga, tentang pertanyaan dari Milan itu.
Yang pasti hanya seputar tentang kekuatannya.
"Kau selama ini aku lihat tak menggunakan mantra apapun saat mengeluarkan sihir juga perantara." Begitu kata Milan.
Akhirnya Milan menyadari hal itu, dan ia pun menanyakannya pada Roma. Hal itu memang yang selama ini diinginkan Roma.
"Kau akhirnya sadar akan hal itu," kata Roma. "Aku menunggu kau bertanya akan hal itu."
Milan mengerutkan keningnya seolah bingung dengan pernyataan Roma tadi.
Ada yang aneh dengan apa yang dikatakan Roma, seolah Roma senang dengan pernyataan itu.
Kemudian Roma mengatakan pada Milan tentang dirinya yang dulu adalah seorang peneliti sihir sejak tak tahu harus melakukan apa.
Sejak kecil Roma sudah pandai menggunakan sihir, belajar dengan banyak guru dan akhirnya ia tak memiliki kemampuan yang hebat.
Lalu ia bisa menggunakan sihir tanpa perantara dan mantra apapun.
"Aku akan mengajarimu bagaimana menggunakan sihir tanpa perantara dan mantra setelah misi ini selesai, karena dengan begitu kau akan lebih leluasa menggunakan kekuatanmu," papar Roma setelah mengakhiri ceritanya.
Sesuatu yang selama ini Milan ingin tanyakan dan sudah terjawab, itu juga yang ternyata menjadi sumber kekuatan dari Roma.
Roma juga mengatakan kepada Milan bahwa ia sebenarnya ingin mengajarkan apa yang ia dapatkan kepada para penyihir lainnya.
Karena dengan begitu orang-orang akan lebih leluasa menggunakan sihir tanpa ada hambatan apapun.
Mungkin terdengar sedikit sulit dilakukan. Namun, dengan belajar bersungguh-sungguh maka apa sih akan berhasil.
Dulu Roma berpikir hal itu tidak mungkin karena konsep dalam menggunakan sihir adalah bagaimana memusatkan satu hal dalam tubuh mereka dengan perantara yang ada.
Tetapi kemudian ia menyadari bahwa titik itu bisa berubah tergantung bagaimana caranya aliran sihir itu bekerja.
Kemudian setelah ia meneliti dan mencoba terus-menerus ia pun bisa menggunakan sihir tanpa ada perantara ataupun mantra sama sekali.
Karena sebenarnya mantra yang digunakan itu sudah mereka pikirkan dan harusnya menyatu dengan pikiran mereka tanpa perlu dirapalkan lagi.
__ADS_1
"Anggapannya seperti kau hafal dengan sesuatu, tanpa harus dibaca pasti kau ingat. Konsep sihir kan bukan doa," sambung Roma.
Yang dimaksud Roma dengan konsep sihir bukanlah doa adalah jika kau berdoa maka kau harus mengucapkannya terus-menerus dengan mulutmu dan dengan suara yang lantang.
Namun, sihir tidak seperti itu kau hanya perlu fokus lalu mengeluarkan sihir yang kau miliki selama ini dan yang kau latih.
"Apa kau paham?" tanya Roma kemudian.
Milan menggeleng. "Sejujurnya tidak sama sekali, tapi setelah ini aku akan belajar tentang hal itu."
Setelah pembicaraan itu kemudian mereka pun terus melanjutkan perjalanan.
Hingga tak lama kemudian mereka sampai di kota sebelah yang sebenarnya keduanya tak tahu nama kota itu apa yang pasti dari rute perjalanan yang diberikan Tere mengacu pada kota tersebut.
Mereka terus masuk ke dalam kotak itu sambil bertanya di mana tempat sekte yang dimaksud berapa orang tak menjawab bahkan sebagian menjawab dengan sedikit ketus.
Mungkin mereka tak menyukai sekte itu atau sekte itu mengganggu.
Namun, untungnya ada seorang lelaki tua yang mengatakan di mana mereka berada.
Roma dan Milan pun menuju ke tempat itu untuk secepatnya mencari tahu kebenaran tentang hilangnya anak perempuan yang menjadi inti dari misi mereka.
Begitu sampai di Mansion yang dimaksud mereka disambut baik orang-orang dengan tudung berwarna merah rata-menyala.
Bahkan tak menggunakan sihir segel apapun seperti yang organisasi penyihir lakukan.
Ketua dari sekte itu menanyakan apa sebenarnya yang mereka inginkan hingga sampai ke tempat itu padahal tak banyak orang menjauhi mereka.
Lalu kemudian Roma dan Milan pun menunjukkan kartu guild mereka dan mengatakan bahwa mereka sedang menjalankan sebuah misi untuk mencari seorang perempuan yang tengah diculik oleh penyihir jahat.
Mereka menanyakan apa Penyihir itu bagian dari sekte tersebut.
Ketua sekte itu mengatakan bahwa di tempat mereka tidak menerima penyihir jahat karena di tempat mereka hanyalah kumpulan orang-orang yang menganut tentang satu kepercayaan yang berbeda daripada yang lainnya.
"Namun, aku ingin berbicara hal yang penting padamu anak muda, bisakah kita bicara empat mata dan aku minta teman serta kucingmu harus keluar lebih dulu." Begitu kata sang ketua.
Milan yang mendengar hal itu sedikit bingung, tetapi kemudian Roma meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja dan tak akan ada masalah yang terjadi selama ia dan ketua sekte berdua.
Milan pun mengikuti ucapan Roma itu, lalu kemudian Milan pun berlalu pergi dari sana.
Di ruangan itu hanya ada Roma dan sang ketua sekte.
Sedangkan Milan dan Leo di luar, tumben sekali Leo mau digendong Milan setelah apa yang terjadi.
"Kira-kira mereka membicarakan apa ya di dalam, Leo?" tanya Milan pada Leo.
Jelas saja Leo tak ingin menjawab itu, meskipun Milan sudah tahu tentang kekuatannya, tetapi ia tak ingin mengatakan bahwa ia bisa berbicara seperti manusia pada umumnya.
__ADS_1
Menurut Leo hal itu akan lebih merepotkan dirinya, maka lebih baik ia diam saja.
Milan yang bosan pun akhirnya mengajak Leo untuk berkeliling tempat itu.