SISTEM DUA BELAS CINCIN

SISTEM DUA BELAS CINCIN
025 - MISI PENCARIAN ANAK PEREMPUAN


__ADS_3

Rhoma dan Milan pun pergi lebih dulu ke salah satu organisasi penyihir yang ternyata cukup terkenal di ibukota.


Mereka tak memiliki nama resmi untuk organisasinya.


Namun, para anggota dari organisasi ini bisa dikenali dengan stola yang mereka pakai.


Seperti sebuah identitas yang menjelaskan siapa sebenarnya diri mereka, dan juga bagian dari sebuah status. 


Sebab para anggota dari organisasi penyihir ini bisa dianggap sebagai seorang bangsawan selama mereka masih menjadi bagian dari organisasi.


Hal yang sebenarnya tidak masuk akal, karena menjadi bangsawan bukan karena sebuah status tapi garis keturunan yang dimiliki turun temurun. 


Sayangnya Roma tak akan peduli itu dan tak akan bermasalahkan tentang status yang mereka miliki.


Karena yang ia lakukan mencari mereka adalah untuk menjalankan misinya. 


"Kau yakin di sini tempatnya?" tanya Milan bergitu keduanya sampai di salah satu mansion yang cukup besar di sana.


"Menurut Paman Tere sih begitu, tetapi kenapa tidak ada penjaga sama sekali." Roma celingak-celinguk melihat sekeliling sambil menjawab pertanyaan dari Milan itu. 


Hingga tak lama kemudian seseorang menyadari keberadaan mereka, dan berjalana mendekati keduanya. 


Milan dan Roma terkesiap saat orang itu semakin mendekat. 


"Siapa kalian? Dan apa yang kalian lakukan di sini?" tanya orang itu dengan tegas. 


Roma mengeluarkan kartu anggota guildnya dan menunjukkan pada orang itu. 


"Kami salah satu anggota guild eagle. Kedatangan kami untuk bertemu dengan ketua organisasi, karena ini salah satu misi kami."


Orang itu mengambil kartu anggota guild milik Roma, lalu memandangi mereke berdua dari ujung ke ujung tubuh mereka. 


Orang itu seolah sedang melihat jika ada gelagat aneh dari Roma maupun Milan. 


Mungkin ia pikir kedua pemuda di depannya orang asing yang berniat jahat pada organisasi itu.


"Bagaimana?" tanya Roma.


"Kalian tunggu sebentar di sini, aku akan memastikan lebih dulu kalau boleh masuk atau tidak."


Setelah mengatakan hal tersebut orang itu pun berlalu pergi dari sana dengan membawa kartu anggota guild milik Roma dan ia juga sempat meminta milik Milan. 


Namun, tak menunggu waktu lama orang itu datang lagi bersama dengan orang lain. 


Orang lain tadi juga memerhatikan Roma dan Milan dengan sangat detail. 


[Orang itu mencoba mencari tahu kebenaran dari Tuan dan Milan. Ia memiliki mata sihir yang mampu mendeteksi tingkat mana dan niat buruk seseorang]

__ADS_1


Untung saja Roma sudah menghilang aura aliran sihirnya dan membuatnya tergolong seperti penyihir pada umumnya. 


Namun, ia tak yakin hal itu juga pada Milan, tetapi ia yakin bahwa cincin bintang Sagitarius milik Milan pasti sudah bisa menyesuaikan. 


Kemudian orang lain itu membukakan pintu gerbang. Dan mempersilahkan Roma serta Milan masuk. 


"Tunjukkan telapak tangan kalian."


Roma dan Milan mengikuti ucapan orang lain itu. Lalu ia pun menggigit jarinya dan menetaskan darahnya pada telapak tangan keduanya.


Telapak tangan keduanya bercahaya, terlihat Milan meringis, sepertinya ia merasa kesakitan. 


[Mereka sedang melakukan segel mana sihir. Supaya selama di dalam sana Tuan tidak bisa mengeluarkan sihir serangan dalam bentuk apapun. Seharusnya terasa sangat sakit]


Mendengar hal itu, pantas saja Milan meringis seperti menahan sakit. Akhirnya Roma pun berekting sakit juga, hingga kemudian Milan berhenti dan ia pun mengikuti. 


"Tinggalkan senjata kalian, termasuk tongkat sihir jika ada." 


Milan melepaskan anak panah dan busur yang ia miliki. 


"Kami tidak memiliki tongkat atau perantara sihir lainnya," kata Roma. 


"Senjatamu?" tanya orang itu meyakinkan.


"Aku tidak membawa senjata apapun, hanya kucing ini saja."


Hingga akhirnya Roma dan Milan pun mereka bawa masuk ke dalam sana. Setelah semua hal yang terjadi di pagar tadi. 


Begitu masuk ke dalam Mansion itu ternyata di dalamnya cukup luas dengan banyak orang-orang yang menggunakan stola yang sama dengan penjaga tadi. 


Para penjaga tadi terus membawa Roma dan Milan sampai mereka berada di depan sebuah pintu yang cukup besar dengan ketinggian sekitar tiga sampai empat meter. 


Orang tadi mengetuk dan tak lama terdengar suara dari dalam yang meminta mereka untuk masuk ke sana. 


Orang tadi berlalu pergi sedangkan Roma dan Milan pun masuk ke dalam sana. 


Ternyata keduanya disambut dengan baik dengan ketua dari organisasi itu yang tak lain seorang lelaki tua berjanggut putih panjang. 


Lelaki tua itu meminta Milan dan juga Roma untuk duduk sambil menceritakan apa yang sebenarnya mereka inginkan dengan kedatangan mereka itu.


***


"Berarti kalian sedang mencari anak perempuan yang katanya diculik salah satu penyihir. Lalu mengapa kalian mencarinya ke tempat ini?" Begitu tanya ketua organisasi penyihir tadi, yang kemudian diketahui bernama Ryo de Lamra.


Roma pun mengatakan kepada ketua organisasi Penyihir itu bahwa ketika mereka menemukan penyihir yang dimaksud.


Penyihir itu belum sampai menjawab pertanyaan mereka lalu kemudian Penyihir itu mati dengan tubuh yang meledak dan anak perempuan itu tidak ada bersama dengannya. 

__ADS_1


Dari asumsi itulah Roma yakin bahwa penyihir tadi tidak hanya seorang diri dalam menjalankan misinya tapi masih ada orang lain dan salah satu organisasi penyihir yakni mereka. 


"Jadi ini sebuah tuduhan terhadap kami?" kata Ryo de Lamra meyakinkan inti ucapan dari Roma. 


"Kami hanya berasumsi saja sebelum ini," kata Roma. 


"Kalian tidak sedang berasumsi, tetapi kalian sudah menuduh keterlibatan kami dengan penyihir itu."


"Salah satu organisasi penyihir terbesar di negeri ini hanyalah kalian, jika kami tak mencari tahu ketempat ini, kami harus pergi ke mana lagi?" tanya Milan kini yang sejak tadi hanya berdiam diri saja. 


"Kami adalah organisasi penyihir yang sudah ada sejak 150 tahun lalu, aku sebagai generasi keduanya. Sejak saat itu organisasi ini tak ada masalah, semuanya aman maka dari itu kami tetap ada sampai saat ini dan diakui negara," papar Ryo de Lamra. 


Kemudian ketua organisasi itu mengatakan bahwa tidak ada penyihir yang akan bersikap arogan ataupun melakukan kejahatan.


Meskipun mereka melakukanan hal itu mereka sudah dianggap bukan bagian dari organisasi penyihir.


Karena di dalam organisasi sihir itu orang-orang sudah dibekali pengetahuan tentang bagaimana caranya mereka menggunakan sihir dengan baik.


Lagi pula etelah keluar dari organisasi tersebut mereka sudah bukan tanggung jawab organisasi.


"Kami tidak pernah memberikan segel kutukan apapun pada setiap anggota organisasi, mereka bebas mengatakan rahasia organisasi itu jika juga tak bergabung di tempat ini, karena memang tidak ada apapun yang salah," sambung Ryo de Lamra. "Seharusnya sebelum pergi ke tempat ini kalian perlu bertanya pada Tere."


Ketua organisasi itu mengatakan bahwa Tere adalah bagian dari organisasi itu dulu sebelum menjadi ketua dari guild Eagle. 


Menurut ketua organisasi Tere yang menyimpan banyak rahasia yang tidak ia ceritakan pada siapapun termasuk ia pernah menjadi anggota dari organisasi penyihir namun setelah kematian anak dan istrinya lihat kemudian menjadi ketua guild itu. 


"Tere tahu bahwa organisasi ini tak bersalah." Ryo de Lamra mengakhiri ceritanya. 


"Lalu bagaimana dengan sekte di kota sebelah?" tanya Roma lagi. 


"Sekte sesat itu? Aku tidak tahu terlalu banyak, tetapi jika kalian ingin tahu, mengapa tak pergi ke sana."


Karena Roma dan Milan tak menemukan satu informasi yang jelas tentang keberadaan anak perempuan itu dan tidak mendapatkan apapun untuk misi mereka.


Akhirnya mereka pun memutuskan untuk pergi dari sana dan ke tempat lainnya. 


Setelah keluar dari mansion milik organisasi penyihir tadi, Roma dan Milan menyadari bahwa segel sihir yang mereka miliki sudah hilang. 


Milan pun mendapatkan kembali senjata sihir miliknya. 


Roma dan Milan tak yakin jika mereka pergi saat itu juga ke kota sebelah karena saat itu sudah hampir malam.


Jika mereka pergi maka sampainya mereka mungkin tengah malam.


Maka dari itu mereka memutuskan untuk pergi esok hari sembari mengistirahatkan tubuh dan membawa bekal yang cukup untuk menjalankan misi selanjutnya. 


Tak lama kemudian mereka pun sampai di guild kembali dan menceritakan semua yang terjadi kepada Tere meskipun Tere tak terlihat terkejut dengan apa yang dikatakan Roma dan juga Milan. 

__ADS_1


__ADS_2