SISTEM DUA BELAS CINCIN

SISTEM DUA BELAS CINCIN
031 - KEMBALI SETELAH PEPERANGAN ITU


__ADS_3

Perang telah usai antara para anggota guild Eagle melawan Padova de Angelo yang memimpin organisasi paling berbahaya, yakni Organisasi Death Crow.


Begitu mereka memenangkan pertarungan, sang raja Genoa Giordano dan para prajuritnya baru datang. Kedatangan itu mengakhiri peperangan sengit yang terjadi sebelumnya itu.


Mereka pun kemudian memutuskan untuk pulang kembali ke kerajaan, kepulangan mereka berduyun-duyun dengan kebahagian yang teramat sangat.


Meskipun mereka kembali tidak dengan para gadis yang ternyata sudah mati, karena dikorbankan pada para iblis, setidaknya setelah ini tak akan lagi gadis-gadis yang akan menjadi korban dari organisasi itu.


Para gadis akan hidup tenang di kerajaan nantinya, dan akan terus mendapatkan penjaga dari kerajaan.


Dalam kepulangannya itulah Roma banyak terpikir tentang pertarungan yang telah terjadi.


Setelah banyak hal yang terjadi padanya, ternyata ia belum sampai pada tujuan akhirnya, meskipun bersamanya saat ini sudah ada lima cincin bintang.


Masalah dengan Padova de Angelo ternyata membuka pintu dengan masalah baru yang semakin pelik, apalagi detik-detik sebelum kematiannya Padova de Angelo mengatakan bahwa ini semua ada hubungannya dengan sang kaisar.


Sama seperti apa yang dikatakan Lucca de Luca sebelum dirinya tewas di tangan Roma.


Entah apa yang sebenarnya terjadi pada sang kaisar hingga membawa dirinya dan keluarganya dalam masalah yang begitu berat, padahal mereka hanyalah bangsawan dengan gelar baron.


Meskipun pernah mempelajari sihir kuno yang katanya sangat berbahaya, bukan berarti mereka akan melakukannya untuk menghancurkan kerajaan.


Kini Roma semakin terpikir untuk mengalahkan sang kaisar meskipun ia harus mengumpulkan banyak rencana, karena ia tak bisa begitu saja melakukan penyerangan.


Mengalahkan Padova de Angelo saja butuh banyak tenaga, dan harus dengan rencana yang matang, pastinya juga begitu jika harus mengalahkan atasannya.


“Apa yang kau pikirkan?” tanya Milan kemudian, begitu melihat Roma hanya diam saja.


Saat itu mereka berada di dalam kereta kuda yang sengaja untuk membawa mereka setelah lelah berperang beberapa hari lamanya.


“Aku hanya lelah saja,” jawab Roma.


Tubuhnya memang sedang lelah, matanya sudah sangat berat rasanya, mungkin sebentar lagi ia akan tertidur seperti biasanya.


Karena memang akhir-akhir ini selama menjalankan misi ia tak pernah tertidur, ia  tak pernah mengeluarkan banyak mana, karena bantuan dari Milan sudah cukup membantunya.


“Apa aku bisa tidur di atas pangkuanmu sebentar saja?” sambung Roma sambil bertanya.


Milan terdiam dengan apa yang ditanyakan Roma itu, tetapi ia belum sempat menjawabnya, Roma sudah menaruh kepala di atas pangkuan Milan dan kemudian tertidur pulang.


Milan tak bisa melakukan apapun, ia hanya diam saja dan membiarkan Roma tidur di atas sana, mungkin ia sangat kelelahan karena pertarungan yang sangat berat itu.

__ADS_1


Jelas saja. jika bukan karena Roma mungkin sampai saat ini peperangan itu juga tak kunjung usai.


Roma melawan Padova de Angelo sebagai pemimpin organisasi itu yang memiliki kekuatan luar biasa dengan cincin bintang Cancer yang dijuluki sebagai kepiting pasir.


Padova de Angelo dengan mana sihirnya ditambah dengan kekuatan cincin bintang itu, membuatnya begitu kuat dan hebat, bahkan setelah Milan mengeluarkan kekuatan cincin bintang sagitarius dengan ribuan anak panahnya, ia tepat tak berhasil mengalahkan Padova de Angelo.


Namun, kekuatan tak masuk akal dari Roma mampu mengalahkan Padova de Angelo dan bahkan membuatnya tewas saat itu juga.


Pertarungan antara Padova de Angelo dan Roma bahkan membuat peperangan itu berhenti sesaat, karena menyaksikan kedua manusia dengan kekuatan setara dewa sedang bertarung.


Meskipun semuanya termasuk Milan melihat, mereka tak benar-benar bisa melihat gerangan pertarungan itu, karena mereka seperti cahaya kilat yang bertabrakan di langit.


Terdengar ledakan dan dentuman berulang kali hingga membuat pasir di sekeliling tempat peperangan itu bergetar dengan hebat.


Saat itu Padova de Angelo mengeluarkan kekuatan pasirnya yang seolah seperti bukit, menyerang dengan ganasnya pada Roma. Sedangkan Roma terus menahan sambil menyerang.


Milan yang melihat hal itu hanya bisa diam saja, ia tak tahu harus melakukan apapun. Meskipun tanpa bantuannya Roma memenangkan pertarungan itu yang sangat sengit.


Kematian Padova de Angelo menandai berakhirnya perang, begitu juga dengan para anggota organisasi itu yang semuanya telah musnah, meskipun Milan yakin masih ada dari anggota itu yang bersembunyi karena tak ingin mereka mati mengenaskan seperti yang lain.


Anehnya, selama ini organisasi sebesar dan seberbahaya itu mengapa tak terlihat sama sekali.


Kerajaan baru menyadari keberadaan mereka setelah banyak para gadis yang hilang, bahkan sebelumnya mereka hanya berasumsi saja yang menculik adalah orang-orang dari organisasi itu.


Meskipun sebenarnya guild mengalami kekalahan jumlah anggota, tetapi mereka tak mengalami kekalahan dalam perang.


Ada yang membuat Milan tidak suka adalah, karena para prajurit dan sang raja baru datang sesaat setelah peperangan itu usai.


Meskipun akhirnya ia menenangkan diri sendiri dengan mengatakan bahwa kemungkinan mereka tak bisa meninggalkan kerajaan begitu saja.


Raja yang seorang pemimpin harus mengurus kerajaan dan meninggalkan istana bukan hal yang mudah, karena sang raja harus meyakinkan bahwa keadaan baik-baik saja saat ia pergi.


Ketika sang raja pergi ke tempat yang jauh, hal itu bisa dimanfaatkan musuhnya untuk menyerang istana dan lebih parahnya lagi bisa menguasai istana itu.


Walaupun tanpa bantuan dari sang raja dan para prajuritnya, anggota guild tetap saja menang telak atas musuh kerajaan yang sangat berbahaya.


Milan baru kali melawan musuh-musuh yang begitu berbahaya, lebih membahayakan dari para monster yang sudah pernah ia lawan sebelumnya.


Bahkan sebenarnya para anggota organisasi itu memiliki kekuatan yang juga hebat, mereka pengguna sihir yang tak mampu dengan mudah dilawan.


Beberapa dari mereka bahkan sepertinya memiliki kekuatan yang setara dengannya, ataupun bahkan bisa dikatakan memiliki peringkat setidaknya SS.

__ADS_1


Dari pertarungan itulah Milan banyak belajar dan mampu menganalisis kemampuannya sendiri.


Bahwa ia belum cukup kuat untuk melawan para musuh yang mungkin akan jauh lebih hebat dari dirinya.


Jika ia terus dengan kekuatan yang seperti itu, ia tak akan maju dan pasti nanti bisa kalah.


Mungkin saat ini ada Roma, tetapi nanti jika ia sudah tak bersama dengan Roma lagi, bagaimana caranya untuk melindungi diri sendiri?


Bahkan ia sendiri sudah berjanji bahwa setelah kembali dari petualangan ini ia harus lebih kuat dan hebat dari sebelumnya.


Milan meyakinkan itu pada sang ibu, maka dari itu ia tak akan pernah melupakan janji itu apalagi mengingkarinya.


Setelah ini ia harus berlatih pada Roam supaya menjadi pemanah dan penyihir yang lebih handal.


Roma sudah mengatakan bahwa akan membantu dirinya mencapai kemampuan yang lebih hebat dan lebih bisa menguasai cincin bintang yang selama ini ada padanya.


Cincin bintang itu kadang lepas kendali dengan membuat dirinya seolah terperangkap dalam tempat lain yang entah apa namanya.


Ketika dalam pertarungan yang begitu sengit, kadang Milan bisa tiba-tiba mengeluarkan kekuatan cincin bintang itu dan ribuan anak panah keluar dari dirinya.


Musuh memang mati dan kalah, tetapi ia kadang menghancurkan banyak tempat di sekelilingnya.


Mungkin itu tak masalah jika dirinya melakukannya di hutan atau tempat bebas lainnya, tetapi jika ia menggunakan di kota atau tempat yang padat penduduk, bisa-bisa ia membunuh banyak orang yang tak bersalah.


Milan tak ingin hal itu terjadi, maka dari itu Milan ingin sekali mengendalikan cincin itu,


Meskipun Roma pernah mengatakan bahwa suatu saat cincin bintang yang ada padanya harus diberikan pada Roma.


Awalnya Milan tak tahu harus mengatakan apa, tetapi kemudian ia berpikir dengan ucapan Roma sebelumnya bahwa Roma diberi tugas untuk mengumpulkan semua cincin bintang.


Cincin bintang yang memiliki kekuatan begitu hebat memang tak bisa dipegang oleh sembarang orang, yang bahkan saat ini ada cukup banyak cincin bintang.


Bersama dengan Roma sendiri sudah ada empat, dan semuanya bisa ia kendalikan, tak ada masalah yang terjadi.


Maka dari itu Milan juga pastinya tak akan ragu jika nantinya harus memberikan cincin bintang itu pada Roma, karena ia yakin hanya Roma yang mampu menjaganya.


Roma bukan orang jahat, ia tak menggunakan kekuatan cincin bintang itu untuk dirinya sendiri, karena selama ini cincing bintang memang sangat terjaga dengan baik.


Tak ada masalah untuk hal itu. Milan juga berpikir seperti itu.


Roma bisa mengatasi hal itu, jadi saat ini tugasnya hanyalah mengatasi dirinya sendiri, bagaimana caranya ia bertambah kuat dan juga lebih hebat dari yang ada saat ini.

__ADS_1


Ia harus memiliki kemampuan di atas kemampuannya yang ada.


__ADS_2