Sistem Kekayaan Dunia

Sistem Kekayaan Dunia
102. HAL YANG MEMBINGUNGKAN


__ADS_3

...Selamat membaca dan menikmati...


.


.


.


di ke esok pagi nya mereka semua terbangun kesiangan karena malam itu mereka semua tidur sangat lelap. terutama Theo yang sangat lelah dengan segala latihan yang dia jalani


maupun latihan sendiri atau latihan bersama-sama, itu semua sangat melelahkan sekali. Theo terbangun dengan posisi dia hanya tinggal sendiri dan tidak ada Skoll hati di samping nya.


dia pun keluar tenda untuk melihat mereka, namun ketika dia keluar dia melihat bahwa Skoll, hati dan Grock sedang bermalas-malasan tapi di depannya ada beruang yang sudah mati.


dia pun berpikir bahwa mereka bertiga berburu hewan untuk makan Theo, dia pun berjalan ke arah beruang yang sudah mati itu dan bertanya kepada mereka.


"apa kalian pergi berburu?" tanya Theo kepada mereka bertiga sambil melihat beruang itu penuh dengan luka cakaran di tubuh nya.


Mereka pun menjawab dengan hanya menganggukkan kepala nya. Theo yang melihat mereka menjawab hanya menganggukkan kepala dan masih dalam posisi bermalas-malasan pun hanya menggeleng kan kepala nya.


Theo pun mulai mengolah beruang itu, dia membawa beruang itu ke pinggir kolam untuk di cuci daging ny dari darah darah. stelah selesai Theo pun mulai memasak sebagian daging beruang itu dengan di bakar dan sebagian lainnya di masukan ke dalam inventaris.


setelah selesai sarapan daging beruang bakar Theo pun ngopi dan ngerokok dulu di pinggir kolam, dia tidak sendiri duduk di pinggir kolam menatap air terjun itu karena di samping nya ada Skoll, hati dan Grock yang juda duduk bersama Theo.


"hari ini kita akan memulai perjalanan kita sebagai team dan hari ini juga kita akan menjadi keluarga yang akan saling melindungi serta menjaga satu sama lain" ucap Theo kepada mereka bertiga sambil tetap menatap air terjun. meraka pun menjawab Theo dengan tegas.


"GUKKK GUKKK GUKKK!"


"I AM GROCK!"


Theo pun tersenyum mendengar jawaban mereka yang tegas itu, dia pun tetap melanjutkan ngopi ngerokok nya sambil menikmati ketenangan sebelum perang.


Setelah selesai ngopi dan ngerokok Theo pun segera bangkit lalu kembali ke tenda nya untuk merapihkan semua peralatan yang dia gunakan di sana.


Theo berpikir bahwa dia sudah enam bulan lama nya berada di pinggir lembah itu, memang sudah waktu nya untuk dia melanjutkan perjalanan nya. karena semakin lama dia menyelesaikan ini semua maka nasib otong menjadi taruhan nya.


karena kalau di ingat hukuman yang di berikan kalau dia gagal menguasai dunia ini membuat otong nya ngilu. dia pun merapihkan semua peralatan dan tidak menyisakan sampai apapun.


bahkan sisa bekas bakaran nya dia kubur agar tidak merusak ekosistem yang di miliki di sana. setelah semua selesai dia rapih kan dan di masukan ke dalam inventaris Theo langsung memakai pakaian tempur nya.


namun kali ini dia menggunakan nya rada membedakan dari biasa nya, yaitu dia tidak menggunakan topeng nya tapi di gantikan dengan sebuah jubah hitam yang menutupi kepala dan sebagian tubuh nya.



ilustrasi pakaian yang saat ini Theo gunakan.

__ADS_1


setelah menggunakan jubah nya Theo pun meletakkan Senbonzakura Yosamu milik nya di pinggang nya. dia kali ini hanya membawa katana nya di pinggang dan pistol nya yang ada di paha kanan kiri.


Theo ingin jauh lebih simple dan mudah agar tidak terlalu ribet pada saat ada serangan dadakan, maka dia akan siap untuk bertarung kapan pun.


setelah siap semua nya dia pun berjalan ke arah Skoll, hati dan Grock yang saat ini ada di pinggir kolam menunggu Theo selesai dengan urusan nya sendiri.


"Skoll, hati, Grock. aku akan memasuk kan kalian terlebih dahulu ke cincin ku. bukan nya kalian menjadi beban tapi akan jauh lebih senyap kalau aku berjalan sendiri dari pada harus jalan bersama-sama"


ucap Theo kepada mereka bertiga menjelaskan bahwa dia harus memasuk mereka terlebih dahulu, alasan nya karena Theo tidak tahu musuh seperti apa yang akan dia hadapi jadi akan jauh lebih aman kalau dia berjalan dulu sendiri agar tidak terlalu menarik perhatian musuh.


mereka pun setuju saja dengan apa pun yang Theo putuskan, karena pada saat ini mereka ibarat tameng hidup Theo yang pasti nya rela mati demi menyelamatkan Theo dari segala bahaya.


"Masuk" ucap Theo ke arah mereka, tiba-tiba mereka berubah menjadi cahaya hitam, putih dan abu-abu. lalu ke-tiga cahaya itu melesat ke arah cincin Theo.


Theo yang melihat mereka sudah kembali ke dalam cincin pun langsung berjalan di atas air. dia pun berjalan perlahan ke arah air terjun yang di mana disanalah pintu perjalanan nya di mulai.


sesampai nya di depan air terjun Theo seperti sebelum nya mengibaskan tangan nya lalu air terjun itu terbuka seperti mempersilahkan Theo masuk.


Theo terus berjalan perlahan melewati air terjun itu dan memulai perjalan nya dengan memasuki lubang yang terlihat sepi gua saat ini.


Theo pun tidak lupa mengaktifkan six eyes dan Kenbunshoku haki nya untuk tetap mewaspadai segala ancaman yang datang secara mendadak.


disaat dia mulai menginjak kaki nya ke dalam gua itu dia masih merasakan bulu kuduk nya berdiri sesaat seperti memberi tahu ada sesuatu yang berbahaya di sana.


Theo terus berjalan mengikuti arus air itu mengalir, suasana dalam gua itu gelap gulita dan hanya terdengar suara air yang mengalir. Theo berjalan tidak menimbulkan suara nya apapun karena dia berjalan di atas air yang arus nya cukup cepat.


sekitar satu jam dia berjalan di dalam gua yang gelap itu sampai akhirnya dia melihat sebuah cahaya di ujung gua itu, Theo pun tetap berjalan santai tidak terburu-buru walaupun di depan nya sudah terlihat ujung nya.


Semakin dekat dia berjalan semakin jelas apa yang Theo lihat, ternyata di sana adalah sebuah sungai yang cukup besar yang ada di dalam gua ini


cahaya yang masuk itu berasal dari atas gua terdapat beberapa lubang yang cukup besar dan kecil. Theo yang melihat ini cukup kagum dengan apa yang dilihat, air yang sangat jernih di campur cahaya di atas.


tapi sampai di sini dia merasa bulu kuduk nya semakin intens dan dia semakin merasa terancam juga. namun hal ini bukan membuat nya takut melainkan membuat nya semakin bersemangat tapi dia juga harus berhati-hati karena tidak boleh menganggap remeh.


Theo yang melihat sungat ini cukup tenang dan tidak ada pergerakan air yang deras pun memutuskan untuk menggunakan perahu yang ingin dia minta kepada Jarvis.


"Jarvis belikan aku perahu kecil saja kalau bisa yang sama seperti perahu nya Omina" ucap Theo kepada Jarvis yang meminta agar belikan perahu dayung kecil untuk diri nya saja.


setelah di berbicara seperti itu tanpa menjawab Jarvis langsung mengeluarkan satu perahu yang sama persis seperti milik nya pemberian dari Omina.


Theo pun naik ke atas perahu itu dan mendayung secara perlahan-lahan agar dia tidak terlalu menarik perhatian, bahkan Theo juga menggunakan kekuatan infinity untuk menutupi hawa keberadaan nya.


bukannya Theo takut tapi dia lebih baik berhati-hati untuk saat ini, tidak ingin mengambil keputusan salah yang akan membuat nya dalam bahaya lagi walaupun dia tahu ada waktunya dia bersikap jahil.


tapi disini jelas bukan waktu nya. Theo mulai mendayung perahu nya perlahan tapi pasti, dia mendayung perahu nya selama kurang lebih tiga puluh menitan sampai akhirnya dia menemukan sesuatu yang membuat nya sangat-sangat terkejut sekali.

__ADS_1


karena pada saat ini tepat di depan nya ada sebuah tengkorak kepala manusia tapi yang mengejutkan kan adalah ukuran nya yang di yakini ratusan kali lipat dari ukuran kepala manusia pada umum nya.



ilustrasi tengkorak kepala yang Theo lihat.


dia sangat terkejut tidak bisa berbicara apapun dengan apa yang dia lihat, ini sangat besar sekali bagi dia. mungkin kalau fosil tengkorak hewan pasti nya Theo tidak akan terlalu terkejut namun ini tengkorak kepala manusia.


Theo pun diam saja memperhatikan tengkorak kepala manusia itu dia merasakan ada sisa-sisa energi kehidupan yang ada di tengkorak itu, tanpa dia sadari perahu nya bergerak mendekati tengkorak itu.


tapi theo juga penasaran sekali dengan tengkorak kepala manusia itu. jelas sekali terasa ada sisa-sisa energi kehidupan terpancar dari dalam tengkorak itu.


pada akhirnya perahu nya berhenti tepat di bawah dagu dari tengkorak itu. theo pun segera turun dari perahu nya dan mengikat perahu nya di salah satu batu yang ada di sana.


Dan pada saat dia membalik kan tubuhnya dia merasakan tiba-tiba jantung nya berdegup begitu cepat seolah-olah ada sesuatu di dalam dirinya yang semangat.


theo pun bingung ada apa pada diri nya ini, saking bingung nya dia hanya bengong dan memegang jantung nya yang berdegup cepat. dia pun merasakan ada sesuatu energi yang menyuruh nya untuk segara masuk ke dalam tengkorak itu.


theo tidak mendengar peringatan dari Jarvis yang berarti apa yang terjadi pada diri nya tidak akan berbahaya. theo juga sebelum nya sudah menggunakan kekuatan six eyes dan haki nya untuk melihat apa yang ada di dalam tengkorak itu


tapi semua usaha nya itu sia-sia karena dia tidak bisa melihat atau merasakan apapun, seolah-olah ada dinding yang menutupi diri nya untuk mengintip ke dalam.


theo pada akhirnya pun tetap berjalan masuk ke dalam mulut tengkorak itu, karena memang mulut nya adalah satu-satunya pintu masuk dia untuk melihat apa yang ada di dalam nya.


pada saat di depan mulut tengkorak itu jantung nya berdegup semakin cepat seolah-olah tidak sabar dan daya tarik yang di berikan tengkorak itu semakin kuat pada diri nya.


theo melihat ke dalam tengkorak itu dari depan mulut nya, dia melihat sebuah cahaya berwarna kecil berwarna biru yang ada di dalam tengkorak itu.


akhirnya theo pun memutuskan untuk masuk ke lebih dalam dan melihat apa cahaya biru itu, dan pada saat dia masuk baru saja satu langkah melewati mulut tengkorak itu.


Tiba-tiba mulut tengkorak yang tadinya terbuka seketika theo masuk mulut tengkorak itu langsung tertutup. seakan-akan theo tidak diizin kan untuk keluar.


theo tentu saja terkejut bukan main karena dia sedang fokus melihat cahaya biru yang memiliki aura sangat familiar bagi nya itu. tapi ketika mulut tengkorak itu tertutup theo tidak merasakan panik melainkan perasaan damai dan nyaman.


dia pun membalik kan tubuh nya kembali ke arah cahaya biru tadi, pada saat dia membalik kan tubuh nya dia melihat yang tadinya hanya cahaya biru saja ternyata itu sebuah kristal berwarna biru.



.


.


.


Terima kasih karena sudah mensuport dengan like comment dan sarannya. mohon maaf apabila masih banyak terdapat beberapa kesalahan dalam pemilihan kosakata yang kurang pantas atau kurang cocok dan kesalahan dalam pengetikannya

__ADS_1


__ADS_2