Sistem Kekayaan Dunia

Sistem Kekayaan Dunia
59. DUNIA ITU KEJAM


__ADS_3

...Selamat membaca dan menikmati...


.


.


.


Theo yang melihat kakek itu tersenyum lemah pun akhirnya ingat dia membelikan makanan untuk di makan bersama dengan kakek itu.


"kek maaf tadi aku hanya sedikit lelah, dan Terima kasih untuk nasehat nya kek" ucap Theo dengan senyum sambil menghapus air matanya dan sangat berterima kasih kepada kakek itu.


"Ohiya kek ini tadi aku membelikan makanan untuk kita makan berdua, aku belum sarapan kek jadi aku ingin makan bersama dengan mu kek. apakah boleh?" lanjut Theo dengan bertanya kepada kakek itu.


"tidak apa-apa nak menangis karena lelah apa yang kamu lewati itu adalah obat, jadi jangan pernah takut untuk menangis di depan ku ya. dan kamu pun tak perlu berterima kasih untuk nasehat yang aku ucapkan. karena sudah kewajiban setiap manusia untuk saling menasehati" ucap kakek itu dengan lembut dan tersent.


"yaudah kalau emang itu mau kamu hayu kita makan bersama, aku juga sudah lama tidak makan bersama anak muda baik seperti mu nak" lanjut kakek itu yang tentu saja mengizinkan Theo untuk makan bersamanya


akhirnya pun Theo memberikan makanan yang tadi dia pesan yaitu Burrito, nachos dan Coca-Cola ke di kakek agar dia langsung memakannya bersama.


selama mereka berdua makan tidak ada yang bersuara, seakan mereka berdua menghargai makanan yang mereka makan di depannya saat ini. setelah selesai makan akhirnya Theo pun mengambil sampah makanan mereka berdua lalu membuangnya di tong sampah.


si kakek itu tersenyum karena melihat sikap dan sifat Theo yang terlihat sangat sopan santun, ramah, baik dan sangat mencintai kebersihan. karena menurut nya sudah sangat jarang sekali ada anak muda yang seperti Theo. apa lagi yang mau makan bersama dengan seorang tunawisma seperti dia.


ketika Theo kembali ke tempat si kakek puj dia langsung mengeluarkan rokok dan mulai menghidupkan rokok itu. lalu Theo menawarkan ke si kakek rokok yang dia bawa, lalu di kakek pun mengambil dan Theo pun menghidupkan api nya agar si kakek tinggal menghisap nya saja.


"ohiya kek maaf kalau aku lancang, tapi apakah aku boleh tau nama kakek siapa?" tanya Theo sambil cengengesan ke si kakek karena dia merasa malu, dia sudah menangis nangis dan makan bersama dengan si kakek namun dia belum tau nama kakek itu


"hahahaa maafkan aku nak, aku sampai lupa mengenal diri, dimana ke sopanan ku ya hahhaa. kau bisa memanggil ku xavier nak Theo" ucap kakek xavier yang lupa memperkenalkan dirinya sendiri.


"hehehe iya kek gapapa ko, mungkin faktor umur ya?" ucap theo dengan nada bercanda yang membuat si kakek langsung tertawa.


"kakekk kenapa kamu tinggal di jalanan kek? apa kamu punya rumah?" ucap theo yang menanyakan asal usul dari kakek ini, karena dia tidak tega apa jika si kakek disini kehujanan atau sebagainya.


"aku tinggal di New Jersey nak" ucap kakek Xavier dengan tetap tersenyum namun di wajahnya seolah-olah sedang bernostalgia.


"loh kek ko jauh sekali bisa sampai ke sini kek? kakek kenapa bisa sampai disini?" tanya theo yang sangat terkejut serta bingung karena Rumania dan new Jersey itu sangat jauh sekali itu berbeda benua dan negara. Setau theo New Jersey itu di Amerika sedangkan saat ini si kakek ada Bukares Rumania.


"ini cerita yang panjang nak, singkat nya ketika aku pergi ke sini ternyata aku di tipu dan di rampok oleh beberapa orang yang membuat ku tidak dapat pulang karena semua uang dan dokumen pribadi yang ku bawa semuanya di ambil." ucap kakek itu dengan raut wajah dan suara yang sedih.

__ADS_1


theo yang mendengar cerita si kakek ini pun benar-benar sangat bingung, terkejut dan marah sekali. yang membuatnya bingung dan terkejut adalah tentu saja ko bisa ya tega tega nya orang itu menipu dan merampok kakek yang jelas jelas terlihat sangat lemah sekali ini. dan yang membuat nya marah adalah kenapa manusia sekarang sudah jauh sekali moral kemanusiaan nya, mereka sudah seperti binatang-binatang liar yang tak memikirkan lingkungan sekitarnya.


"terus kek kenapa kau tidak menghubungi polisi dan melaporkan apa yang terjadi?" tanya theo sekali lagi karena yang dia tau Rumania adalah negara yang sangat ketat terhadap peraturan negara, yang pastinya polisi nya pasti akan membantu masyarakat nya.


"hmm aku sudah melaporkan ini ke polisi namun ketika melakukan penyelidikan mereka tidak menemukan bukti apa pun, jadi di simpulkan bahwa orang yang menipu dan merampok ku sudah pergi dari Bukares." lanjut si kakek menjawab pertanyaan theo.


"lalu apa kah dari pihak pemerintah Bukares tidak melakukan tindakan untuk orang seperti kakek?" ucap theo yang sudah mulai emosi dan marah karena jika melihat kondisi si kakek saat ini sangat memperihatinkan sekali.


si kakek yang melihat theo mulai emosi dan marah karena perlakuan pemerintah disini pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"tenang nak theo, ini bukan kesalahan pemerintah Bukares tapi ini merupakan keinginan ku sendiri yang memang ingin menunggu, mungkin saja penjahat itu berubah pikiran dan mengembalikan semua yang mereka ambil dan meminta maaf" ucap kakek itu dengan lembut dan mencoba menenangkan theo agar tidak emosi..


"kek yang namanya penjahat akan tetap menjadi penjahat, mereka tidak akan merubah kekejaman mereka begitu saja kalau tidak di beri pelajaran yang setimpal" ucap theo yang membantah pikiran kakek Xavier, karena menurut dia itu terlalu naif kalau di pikir seperti itu mah.


si kakek kembali tersenyum dengan apa yang di ucapkan theo dan langsung memberi nasehat kepada theo.


"nak setiap manusia memiliki kebaikan mereka sendiri di hatinya, setiap manusia pasti memiliki sisi baik dan jahat milik mereka sendiri. aku percaya kamu dan aku pasti pernah melakukan kejahatan kan? ya maupun itu di sengaja atau pun tidak, kejahatan atau kebaikan tidak di nilai dari diri kita sendiri nak"


"Bisa aja yang kamu lakukan atau yang aku lakukan yang merupakan menurut kita itu baik di mata kita tapi berbeda kalau di mata orang lain, dan begitu pun sebaliknya contohnya kalau kau membunuh seorang penjahat yang hendak merampok ku. menurut ku itu sebuah kebaikan tapi kalau di lihat dari sudut pandang saudara atau keluarga perampok itu? mereka akan menyebut itu sebuah kejahatan. dan yang paling buruknya adalah menimbulkan dendam yang jelas tidak akan berakhir tanpa pertumpahan darah kan?"


"bagiku setiap kejahatan atau kebaikan itu adalah hak setiap manusia, dan begitu pun cara kita menghadapi nya. jadi aku berharap kalau orang yang menipu dan merampok ku akan berubah pikiran" ucap si kakek dengan lembut sambil memberi nasehat kepada theo.


theo sudah melihat sendiri busuknya dunia ini jadi menurut dia kejahatan di balas dengan kebaikan adalah sebuah ke munafikan dan kenaifan yang hakiki. jadi bagi theo tidak memberi ampun kepada kejahatan adalah jalan terbaik untuk menekan kejahatan itu sendiri.


akhirnya theo dan si kakek pun berbincang-bincang panjang lebar, sampai akhirnya theo ingat bahwa dia harus segera berangkat ke hutan hoia baciu. namun dia juga tidak bisa meninggalkan kakek Xavier sendirian dan tidak memungkinkan juga kalau theo membawa kakek Xavier berpetualang.


namun di ujung kebingungan akhirnya dia mengingat salah satu kenalan barunya yaitu jim, seketika theo mengambil kartu nama jim dia pun berniat untuk menghubungi jim apakah dia bersedia membantu nya.


"kek aku mau bertanya terlebih dahulu, apakah kakek ingin ikut bersama ku? namun aku akan pergi dulu ke suatu tempat untuk mengurusi urusan ku dan ketika aku selesai aku akan menjemput kakek kembali serta aku akan mengantar kakek pulang" ucap theo yang berharap si kakek mau ikut bersama nya.


kakek Xavier yang mendengar pertanyaan theo pun tersenyum karena melihat kebaikan hati theo yang tidak pandang bulu.


"ya sudah nak aku akan ikut dengan mu" ucap kakek Xavier dengan lembut dan mengiyakan ajakan theo.


"yesss oke bagus kek heheee, ya sudah aku sekarang akan mencoba menelfon salah satu kenalan ku di Transylvania barang kali dia mau membantu kita. nanti kalau dia mau membantu kita, kakek akan tinggal disana terlebih dahulu oke sampai urusan ku selesai" ucap theo dengan sangat senang karena si kakek akhirnya mau ikut bersamanya, dia pun langsung mencoba menelfon nomer jim.


theo pun meminta izin kepada si kakek untuk menjauh terlebih dahulu, karena theo tidak enak dengan si kakek apa bila dia menceritakan kondisi si kakek dengan jim di depan orangnya langsung.


ketika theo merasa suduh cukup menjauh dia pun langsung menelfon jim, dan tidak lama juga jim langsung mengangkat telfonnya.

__ADS_1


"Halo siapa ya?" tanya jim di sebrang telfon.


"Hai paman jim, ini aku theo yang kemarin membeli mobil mu" jawab theo yang mencoba mengingat kan dirinya kepada jim


"ohh theo ada apa nak? apa kah kamu mau berkunjung" ucap jim yang langsung bertanya to the point.


"hehehe iya nih paman, tapi aku ingin meminta sedikit bantuan mu.. " disini pun akhirnya theo menceritakan semua yang di lihat dari kondisi nya kakek Xavier. theo pun bilang ke pada jim bahwa dia akan membayar jim selama kakek Xavier tinggal disana, jadi mohon urus kakek Xavier sampe dia pulang kembali menjemput si kakek.


namun yang tidak di ketahui oleh theo ketika paman jim mendengar apa yang theo ceritakan dari kisah sampai ciri-ciri kakek Xavier, jim seperti nya mengenalnya. tapi jim masih tidak terlalu yakin dengan apa yang ada di pikiran nya.


"ya sudah nak theo silahkan kau datang saja kesini, dirumah ku hanya ada istri dan anak ku. dan aku yakin istri dan anak ku pasti akan setuju apa lagi ketika aku menceritakan ini semua ke mereka" ucap jim yang tentu saja ingin membantu theo, karena bukan hanya dia penasaran dengan yang di maksud dengan kakek Xavier.


tapi dia juga merasa sangat terbantu dengan theo, tentu saja jim sudah menceritakan semuanya tentang theo kepada istri dan anaknya. dan mereka berdua pun sangat penasaran dengan theo karena dari cerita jim bahwa theo bukan hanya pria yang kaya seperti biasanya. theo memiliki penampilan yang sangat tampan dan ramah, tidak menghina orang yang jauh di bawahnya.


tentu saja jim tidak tau bahwa theo memang benar orang kaya asli, jim hanya memprediksi bahwa theo orang kaya saja.


"Terima kasih paman jim, mungkin sore ini atau malam aku akan sampai disana. aku akan membeli beberapa kebutuhan ku." ucap theo yang sangat bersyukur bahwa jim adalah orang yang sangat baik.


"tentu nak santai saja, ya sudah aku matikan ya masih banyak yang harus ku lakukan di ladang" ucap jim yang langsung meminta untuk mengakhiri telfon nya.


"iya paman jim sekali lagi Terima kasih, dan sampai jumpa nanti" ucap theo yang langsung mematikan telfon nya karena dia merasa sangat senang sekali dia bisa membantu si kakek.


lalu ketika dia berbalik ingin menuju si kakek namun dia sangat terkejut karena tiba-tiba di belakang nya ternyata sudah ada si kakek yang mungkin saja mendengar kan apa yang tadi di ucapkan.


theo benar-benar terkejut sekali dengan keberadaan si kakek yang tiba-tiba dan yang jelas membuatnya bingung adalah bahwa haki nya tidak bisa merasakan keberadaan si kakek. yang seolah-olah si kakek ini bukan manusia namun hanya angin.


"kek maafkan aku ya, kalau aku bersikap lancang menceritakan semua keadaan kakek kepada orang lain tanpa seizin mu. aku hanya ingin kakek bisa hidup layak kembali bersama ku ketika aku pulang selesai dengan urusan ku" ucap theo dengan meminta maaf dan berlutut di depan si kakek.


"tenang saja nak theo, aku tidak mempermasalahkan itu. kamu adalah anak muda yang sangat baik, dan layak untuk mendapatkan balasan kebaikan" ucap si kakek Xavier dengan lembut sambil menepuk-nepuk bahu nya theo.


"Terima kasih kakek, ya sudah kek mari aku ajak kakek ke salon untuk merubah penampilan kakek agar lebih keren hehehe. namun nanti aku tinggal dulu karena aku harus membeli beberapa kebutuhan ku untuk urusan ku" ucap theo dengan langsung mendorong kursi roda si kakek ke salah satu salon di sebelah supermarket itu.


.


.


.


Terima kasih sudah selalu mensupport dengan like, komen dan sarannya. mohon maaf apa bila terdapat beberapa kesalahan dalam pengetikan dan kesalahan dalam pemilihan kosa kata yang kurang cocok.

__ADS_1


__ADS_2