Sistem Kekayaan Dunia

Sistem Kekayaan Dunia
91. KELAS SINGKAT


__ADS_3

...Selamat membaca dan menikmati...


.


.


.


setelah dia berbincang-bincang dengan Jarvis dan mengetahui bahwa bumi nya sekarang membutuhkan kedamaian nya karena sudah lama dan sudah banyak orang yang merasakan kepedihan serta ketidak adilan


Theo pun melihat jam tangan nya ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang. yang berarti dia sudah dua jam di dalam ini.


dia pun menunggu sebentar lagi tapi sambil menunggu Theo menciptakan sebuah buku panduan untuk latihan lapu dan yang lainnya.


di dalam buku itu dia membuat dari cara pelatihan fisik saitama yang diharuskan menembus setiap batasan yang di miliki oleh manusia.


Theo juga menulis beberapa cara atau manual book untuk bela diri mereka. dari wingchhun, taekwondo, Jiu-Jitsu, silat dan cara menggunakan senjata seperti pedang, tombak, panah, kapak dan lainnya.


Theo memiliki banyak sekali ilmu pengetahuan dan pengalaman dari berbagai macam bela diri dan senjata. Theo tidak mungkin mengajarkan mereka terlalu lama karena itu bukan tujuan nya.


Dia hanya berniat membuat tempat latihan, buku pedoman dan kelas singkat untuk lapu dan para warga lainnya. Theo tahu bahwa sesulit memang tempat latihan dan buku pedoman ini tapi di yakin bahwa lapu dan para warga lainnya dapat memanfaatkan pemberiannya ini dengan sangat baik.


yang Theo tahu bahwa orang-orang pedalaman sangat menghargai apa yang sudah di berikan oleh orang lain. dan mereka pasti akan menjaga ini semua dengan baik-baik saja.


setelah satu jam lamanya dia membuat buku yang cukup tebal untuk di jadikan pedoman di Nahanni Valley. buku pedoman sudah selesai Theo pun segera merapihkan semua peralatan yang tadi di gunakan untuk membuat kopi.


dia pun lalu pergi kembali ke tempat dimana Theo dan lapu bertarung sebelum nya. setelah berjalan beberapa saat Theo pun akhirnya sampai di tempat itu dan melihat sudah ada beberapa warga yang duduk membuat lingkaran dan disana pun terlihat adanya Omina dan lapu.


mereka semua yang tadinya sedang duduk mendengar suara orang berjalan dari dalam hutan pun langsung mengalihkan perhatian nya.


lapu dan para warga lainnya yang terdiri dari pria dewasa dan remaja itu langsung bangkit dari duduknya. lalu membuat gerakan yang berbaris rapih dan di depannya ada lapu sebagai pemimpin mereka.


mereka semua tiba-tiba langsung berlutut dengan satu kaki kanan di tanah dan hanya menekuk kaki kirinya. tangan kanannya memegang dada kiri mereka lalu mereka semua berkata dengan serempak.


"Murid menyambut Guru!" teriak mereka dengan sangat tegas dan lantang. hal ini membuat Theo terdiam tidak dapat berkata-kata, karena dia tidak pernah menyangka hal seperti ini akan terjadi.


dia hanya tulus dan ikhlas membantu mereka tapi ternyata mereka membalas itu dengan keyakinan dan kepercayaan kepada Theo.


[Itulah yang terjadi kalau kita menolong sesama dengan ikhlas, di pastikan mereka akan membalasnya dengan penuh keyakinan]


mendengar ucapan Jarvis tentang apa yang lapu dan warga desa lakukan ini pun Theo langsung berlutut juga. karena dia tidak ingin orang lain yang tidak mengenal nya langsung berlutut kepada nya, Theo sadar dia bukan siapa-siapa di dunia ini.


"Bangun lah lapu dan para warga, saya tidak akan bangun juga kalau kalian tidak bangun. bagi ku kalian sudah menjadi teman karena kalian menerima ku dengan baik." ucap Theo yang ikutan berlutut karena dia tidak ingin siapapun yang tidak mengenalnya berlutut.


lapu dan semua warga yang ada disana benar-benar terharu karena mendengar apa yang theo ucapkan. tidak ada orang asing yang memiliki sikap rendah hati seperti Theo, biasanya hampir rata mereka semua sombong dan angkuh namun Theo berbeda dari yang lainnya.

__ADS_1


akhirnya mereka semua pun bangun berbarengan dengan Theo juga, Omina juga melihat peristiwa ini dengan sangat terharu karena Theo bukan saja kuat dan baik tapi dia juga sangat rendah hati. tidak ingin orang asing berlutut di depannya walaupun dia membantu atau menolong mereka.


"Baik lah pertama-tama aku ingin kalian semua berbaris membuat 3 baris dan berhitung" ucap Theo langsung memerintah kan mereka untuk memulai berbaris dan menghitung.


setelah berbaris di mulai dari lapu mereka semua berhitung. total warga yang ada di sini ada dua puluh satu orang termasuk lapu. bagi theo jumlah ini sudah sangat cukup untuk membuat pasukan khusus yang dapat menghancurkan negara.


"oke selanjutnya aku akan memperkenalkan diri ku nanti di ikuti oleh kalian, aku Theodore akan menjadi guru kalian dalam pelatihan singkat ini." ucap Theo memperkenalkan dirinya, di ikuti oleh lapu dan yang lainnya memperkenalkan diri.


"Selanjutnya aku sudah menyiapkan satu buku pedoman yang akan kalian gunakan untuk panduan kalian latihan, disini aku sudah membuat pelatihan fisik, macam-macam bela diri dan macam-macam ilmu penggunaan senjata"


"buku pedoman ini berguna untuk meningkatkan kekuatan kalian dalam segi fisik, mental dan ketenangan kalian dalam bertarung, nanti aku akan mendemonstrasikan semuanya" ucap Theo yang menjelaskan buku yang dia ciptakan untuk warga desa ini.


"dan yang terakhir aku sudah menciptakan tempat latihan di dalam hutan, aku menciptakan tempat itu penuh dengan jebakan dan rintangan yang sangat berbahaya namun tidak akan membunuh kalian"


"tempat latihan yang ku buat itu berfungsi untuk meningkatkan ketangkasan, kelincahan, kecepatan dan insting kalian. namun disana juga kalian harus menggunakan nya secara bergantian oke" lanjut Theo yang menyampaikan tentang tempat latihan yang di ciptakan di dalam hutan.


Lapu dan para warga yang mendengar Theo telah menciptakan buku pedoman dan tempat latihan untuk mereka pun. benar-benar terkejut sekaligus kagum dengan kesungguhan Theo untuk membantu melatih mereka.


Omina juga tidak jauh terkejut dan kagum dengan anak muda seperti Theo, karena Theo bukan hanya melatih mereka saat ini tapi dia bahkan menciptakan buku pedoman agar mereka bisa mandiri dan menciptakan tempat latihan yang dia pikir akan memakan waktu lama.


"Oke untuk sekarang aku akan mengajak kalian semua untuk ke tempat latihan baru kalian dan setelah itu aku akan mendemonstrasikan semua yang ada di dalam buku ini" ucap Theo yang langsung mengajak mereka semua untuk melihat tempat pelatihan yang Theo ciptakan.


lapu dan warga pun langsung mengikuti Theo ke dalam hutan, Omina juga tidak ingin ketinggalan melihat hasil yang telah Theo buat untuk menjadi tempat latihan para warganya.


karena yang mereka lihat adalah hutan pada biasa nya namun memang terasa ada yang berbeda tapi mereka tidak tahu apa.


"baik kita sudah sampai di depan tempat latihan, ini adalah pintu atau gerbang masuk. aku tidak ingin mempraktekkan semua gerakan, rintangan atau jebakan yang ada di sana karena itu akan menurunkan ke waspada kalian terhadap bahaya."


"jadi aku minta satu orang sukarelawan untuk mencoba tempat latihan ini untuk pertama kalinya. Kira-kira siapa yang ingin mencoba?" ketika Theo selesai berbicara dan bertanya untuk siapa yang menjadi yang pertama mencoba, lapu langsung berjalan ke depan pintu itu seolah-olah tidak usah banyak bertanya biar dia yang mencoba.


Theo yang melihat lapu sudah di depan pintu latihan pun, hanya mengangkat bahu nya seakan-akan sudah di tebak bahwa lapu lah yang akan menjadi yang pertama.


"cara kerja tempat latihan ini adalah cukup kalian berlari saja lurus lalu nanti memutar kembali ke arah sini. nanti semua jebakan dan rintangan akan aktif secara otomatis" ucap Theo menjelaskan kepada lapu dan warga desa yang lainnya.


Omina, lapu dan warga desa lainnya yang mendengar itu pun sangat terkejut dan tak menyangka karena mekanisme tempat latihan ini sangat mudah sekali. lapu yang sudah mendengar apa yang harus dia lakukan pun langsung berlari ke dalam hutan dengan kecepatan terbaik nya.


tapi baju beberapa meter dia berlari sudah terkena jebakan yang Jarvis buat yaitu sebuah kayu besar yang bergelantungan kekiri kanan namun bukan satu ternyata ada sepuluh kayu. lapu yang tidak siap pun langsung terhantam sama salah satu kayu besar itu di wajahnya yang membuat dia terpental kembali ke arah pintu masuk.


lapu terpental sampai akhirnya di mendarat tepat di bawah kaki Theo. muka lapu penuh dengan darah yang keluar dari hidungnya, Theo yang melihat ini pun tertawa karena lapu tadi terlihat sangat pemberani dan gagah tapi kali ini dia sudah terkapar cuma dengan sekali hantamam kayu.


"Hahahaha itulah akibatnya kalau kau tidak waspada lapu. ini pelajaran pertama yaitu tetap waspada dengan semua kondisi dan situasi" ucap Theo yang tertawa karena melihat lapu yang boyok muka nya namun ia juga tidak lupa memberi mereka pelajaran pertama.


Omina dan warga desa lainnya yang mendengar Theo memberi pelajaran pertamanya pun menganggukkan kepalanya seperti ayam, bahkan lapu yang biasanya emosian apalagi di ledek oleh Theo tapi kali ini dia juga ikut mengangguk paham.


akhirnya semua orang yang ada disana mengetahui bahwa hutan yang sebelumnya telihat biasa saja namun disulap menjadi hutan mematikan untuk mereka yang tidak mengetahui.

__ADS_1


theo lalu mengulurkan tangannya kepada lapu yang masih tiduran di bawah kaki Theo, dan lapu menerima uluran tangan Theo.


"oke untuk tempat latihan ini bisa kalian lanjutkan nanti, saat ini mari kita kembali ke tempat sebelum agar aku bisa mendemonstrasikan yang ada di pedoman ini" ucap Theo yang masih memegang buku pedoman itu dan mengajak mereka untuk kembali ke tempat sebelum nya


sesampainya di sana Theo pun kembali memerintah kan mereka semua untuk berbaris rapih agar mereka dapat melihat jelas semua gerakan yang akan di demonstrasi kan oleh Theo.


"Sekarang aku akan mendemonstrasikan semua gerakan yang ada di sini, dari gerakan latihan fisik, macam-macam seni bela diri dan macam-macam senjata. namun untuk senjata aku minta satu orang dari kalian untuk mengambil senjata apa saja yang kalian miliki di sini" ucap Theo menjelaskan sedikit dan meminta salah satu dari mereka untuk mengambil semua senjata yang mereka miliki.


lalu lapu lah yang kembali maju namun dia tidak mengambil di desa melainkan mengeluarkan semua senjata yang di miliki oleh desa. ketika di keluarkan Theo melihat ada pedang besar, pedang kembar seperti yang di miliki lapu, kapak besar, panah dan tombak.


Theo yang melihat ini meng ngangguk kan kepalanya, dugaannya benar bahwa ini adalah senjata yang mereka miliki. lalu Theo menyuruh lapu untuk kembali ke barisan Theo pun menyingkirkan senjata itu ke pinggir agar tidak menganggu nya.


"kalian semua perhatikan baik-baik aku akan melakukan gerakan ini secara perlahan-lahan dan cepat kemudian kalau kalian sudah memahami nya" ucap Theo sekali lagi menegaskan ke mereka semua, dan mereka hanya mengangguk kan kepalanya


lalu Theo membuka buku itu disana bab pertama buku itu menjelaskan tentang latihan fisik saitama. Theo pun meragakan semua gerakan dari push up, sit up, pull up, squat dan lain-lain nya. Theo juga menjelaskan setelah melakukan semua gerakan itu harus di akhiri dengan lari 10 km dan itu harus di lakukan setiap hari sampai mereka menembus batasan mereka.


di bab ke dua Theo menjelaskan berbagai macam-macam bela diri yang dia pilih untuk mereka. Theo pun menjelaskan sampai memperagakan gerakan itu secara perlahan dan ketika sudah di peragakan secara perlahan Theo langsung dengan cepat memperagakan semua gerakan itu. Omina, lapu dan semua warga yang ada di sana benar-benar terpukau dengan setiap gerakan dan penjelasan yang Theo berikan.


karena semua yang Theo jelaskan itu sangat jelas sekali bahkan mereka langsung memahami nya dengan sekali penjelasan, dan mereka semua terpukau dengan gerakan-gerakan yang di tampilkan oleh Theo karena itu sangat indah sekali menurut mereka.


biasanya mereka itu melakukan gerakan bertarung seperti kaum barbar yang hanya pukul pukulan saja atau berantakan, namun kali ini mereka akan mendapatkan ilmu bela diri yang akan memperindah setiap pertempuran yang mereka lakukan.


tapi disini Theo juga menjelaskan bahwa bela diri yang di berikan ini bukan untuk menyerang atau mengintimidasi lawan tapi untuk mempertahankan diri saja. Theo juga menjelaskan bahwa bela diri yang dia ajarkan ini membutuhkan ketenangan yang tinggi, kalau misalkan mereka tidak dapat mengontrol emosi mereka maka itu semua akan sia-sia.


lalu di bab terakhir Theo menjelaskan dan memperagakan semua penggunaan senjata. Lagi-lagi mereka semua terpukau dengan permainan pedang, tombak, kapak dan panah yang Theo tampilkan karena itu semua tampak sempurna sekali.


Theo menjelaskan semuanya ini dengan perlahan-lahan agar mereka semua dapat memahami dalam sekali penjelasan. jadi Theo tidak perlu menjelaskan berkali-kali.


dan terbukti ketika semua nya selesai Theo membuka omongan untuk mempertanyakan apakah ada yang bertanya atau tidak. ternyata semua orang tidak ada yang ingin bertanya.


"Oke karena semua orang tidak ada yang ingin bertanya maka aku akan menjelaskan hal penting lainnya yaitu pembagian waktu latihan kalian."


"pertama-tama kalian semua harus melakukan semua latihan fisik yang pertama kali ku peragakan dan ada di bab pertama, lalu setelah kalian mencapai atau menembus batas kalian baru lah kalian ke tempat pelatihan untuk melatih ketangkasan, kelincahan dan insting kalian"


"setelah kalian melewati fase tempat latihan itu baru lah kalian memilih bela diri apa yang ingin kalian pelajari, saran ku kalian pilih baik-baik mana yang terbaik untuk kalian jangan asal karena itu akan berpengaruh terhadap pertarungan kalian di dunia nyata nanti"


"dan yang terakhir baru lah kalian melakukan gerakan-gerakan senjata yang sudah aku peragakan tadi dan ada di bab terakhir buku pedoman ini." ucap Theo menjelaskan step by step dalam pelatihan yang baik dan benar menurut nya.


.


.


.


Terima kasih karena sudah mensupport dengan like comment dan sarannya. mohon maaf apabila masih banyak terdapat kesalahan dalam pemilihan kosakata yang kurang baik dan kurang pantas atau kesalahan dalam pengetikan

__ADS_1


__ADS_2